Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    Skincare

    Skincare, Kewajiban Suami atau Investasi Bersama?

    Disabilitas

    Disabilitas dan Hak untuk Hidup Setara

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    Skincare

    Skincare, Kewajiban Suami atau Investasi Bersama?

    Disabilitas

    Disabilitas dan Hak untuk Hidup Setara

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Valentine: Antara Romantisme, Konsumerisme, dan Nilai Budaya

Valentine bisa menjadi pengingat untuk lebih menghargai orang-orang yang kita cintai.

Muhammad Khoiri by Muhammad Khoiri
16 Februari 2025
in Pernak-pernik
0
Valentine

Valentine

1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Setiap tahun, 14 Februari menjadi salah satu hari yang paling dinanti oleh banyak orang di berbagai belahan dunia. Hari Valentine telah menjadi momen yang identik dengan perayaan kasih sayang. Di mana seseorang menunjukkan rasa cinta dan perhatian kepada pasangan, keluarga, sahabat, bahkan diri sendiri.

Meski demikian, perayaan ini tidak lepas dari berbagai perdebatan, mulai dari maknanya yang dianggap semakin bergeser dari romantisme ke arah komersialisasi. Hingga kontroversi mengenai kesesuaiannya dengan nilai-nilai budaya dan agama tertentu.

Bagi sebagian masyarakat, Valentine adalah kesempatan istimewa untuk mengekspresikan kasih sayang secara lebih eksplisit. Namun, bagi yang lain, hari ini menganggapnya sebagai adopsi budaya asing yang bertentangan dengan tradisi lokal atau sekadar bentuk kapitalisme yang mengeksploitasi emosi manusia demi keuntungan industri tertentu.

Lantas, apakah perayaan Valentine masih relevan dengan perkembangan zaman, ataukah hanya sekadar fenomena konsumtif yang kehilangan makna aslinya? Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk melihat sejarahnya, dampaknya dalam aspek budaya dan ekonomi, serta relevansinya di era modern.

Sejarah dan Makna Valentine

Jejak historis Hari Valentine memiliki berbagai versi, tetapi yang paling sering dikaitkan adalah kisah Santo Valentinus. Menurut beberapa sumber, ia adalah seorang pendeta yang hidup pada masa Kekaisaran Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Claudius II.

Pada saat itu, kaisar melarang pernikahan bagi para prajuritnya karena ia menganggap dapat mengurangi semangat tempur mereka. Namun, Valentinus menentang kebijakan ini dan tetap menikahkan pasangan secara diam-diam. Akibat perbuatannya, ia tertangkap dan akhirnya dihukum mati pada tanggal 14 Februari.

Selain itu, ada teori yang menghubungkan Valentine dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia, sebuah ritual yang melibatkan perayaan kesuburan dan sering berkaitan dengan awal musim semi. Seiring berjalannya waktu, makna Valentine mengalami transformasi.

Pada abad ke-14, penyair Inggris, Geoffrey Chaucer, melalui puisi-puisinya, mulai menghubungkan tanggal 14 Februari dengan konsep cinta romantis. Sejak saat itu, perayaan Valentine berkembang menjadi momen untuk mengekspresikan rasa kasih sayang melalui berbagai cara, termasuk bertukar surat cinta dan hadiah.

Di era modern, Valentine semakin mengakar dalam budaya populer, terutama karena pengaruh media dan industri komersial. Perayaan ini tidak lagi hanya terbatas pada pertukaran kartu ucapan, tetapi juga melibatkan berbagai bentuk hadiah seperti cokelat, bunga, perhiasan, hingga makan malam romantis. Dengan adanya pengaruh globalisasi, banyak negara turut mengadopsi perayaan ini, meskipun dengan nuansa dan cara yang berbeda.

Konsumerisme dalam Perayaan Valentine

Salah satu kritik utama terhadap perayaan Valentine adalah meningkatnya aspek komersial yang membayangi esensi romantisme itu sendiri. Berbagai industri, mulai dari produsen cokelat, toko bunga, restoran, hingga perusahaan perhiasan, melihat Valentine sebagai peluang emas untuk meningkatkan penjualan. Data menunjukkan bahwa pengeluaran untuk perayaan Valentine mencapai miliaran dolar di banyak negara. Hal ini menunjukkan betapa besarnya dampak ekonomi dari hari ini.

Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan tekanan sosial yang menyertai perayaan ini. Banyak pasangan merasa harus memberikan hadiah mahal atau merencanakan perayaan khusus agar tidak dianggap kurang romantis. Beberapa orang bahkan mengalami kecemasan finansial karena adanya ekspektasi untuk membeli sesuatu yang istimewa bagi pasangan mereka. Hal ini membuktikan bahwa romantisme dalam Valentine kerap kali dikomodifikasi, sehingga kehilangan makna sejatinya.

Di sisi lain, dampak ekonomi dari Valentine juga membawa keuntungan bagi banyak pihak, terutama bagi usaha kecil dan industri kreatif. Banyak bisnis lokal mengalami lonjakan pendapatan selama musim Valentine, yang membantu meningkatkan perekonomian. Terutama di sektor restoran, hotel, dan industri hiburan. Oleh karena itu, meskipun terdapat kritik terhadap aspek konsumtif Valentine, tidak bisa kita pungkiri bahwa hari ini juga memiliki dampak positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Valentine dalam Perspektif Budaya dan Agama

Di berbagai belahan dunia, perayaan Valentine memiliki penerimaan yang beragam. Negara-negara Barat umumnya merayakannya secara luas tanpa kontroversi. Namun, di beberapa negara dengan nilai budaya dan agama yang lebih konservatif, Valentine sering kali ditolak atau bahkan terlarang.

Beberapa komunitas menganggap Valentine sebagai bagian dari budaya Barat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal mereka. Ada yang melihatnya sebagai perayaan yang tidak memiliki akar dalam tradisi mereka, sementara ada pula yang mengkritiknya karena dianggap mendorong gaya hidup yang bertentangan dengan ajaran agama. Di beberapa negara, perayaan Valentine bahkan terlarang secara resmi, dan kegiatan yang berkaitan dengan Valentine bisa terkena sanksi.

Meski demikian, ada pula kelompok yang memilih untuk melihat Valentine dari sudut pandang yang lebih inklusif. Perayaan ini tidak harus selalu berfokus pada hubungan romantis, tetapi juga dapat menjadi momen untuk menunjukkan kasih sayang kepada keluarga, teman, atau bahkan sesama manusia secara umum. Beberapa komunitas merayakannya dengan cara yang lebih sosial, seperti berbagi hadiah dengan anak yatim, melakukan kegiatan amal, atau sekadar mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat.

Relevansi Valentine di Era Digital

Di era digital yang serba cepat, makna Valentine juga mengalami perubahan. Jika dahulu ungkapan kasih sayang lebih banyak kita lakukan secara langsung melalui pertemuan atau surat cinta. Kini teknologi memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan rasa cinta dengan lebih mudah dan instan.

Media sosial dan aplikasi pesan singkat telah menggantikan banyak aspek tradisional dari Valentine, di mana seseorang bisa mengirim ucapan dalam hitungan detik, tanpa harus menunggu satu tahun sekali untuk menunjukkan perasaan mereka.

Hal ini juga menimbulkan pertanyaan: apakah Valentine masih relevan di zaman sekarang? Sebagian orang berpendapat bahwa dalam kehidupan modern yang serba sibuk, Valentine tetap penting sebagai pengingat untuk meluangkan waktu bagi orang-orang yang kita cintai. Di tengah kesibukan pekerjaan dan rutinitas harian, Valentine menjadi momen refleksi di mana seseorang bisa menunjukkan perhatian yang mungkin selama ini terlupakan.

Namun, ada juga yang beranggapan bahwa kasih sayang tidak seharusnya terbatasi oleh satu hari tertentu. Jika seseorang benar-benar peduli terhadap pasangannya atau keluarganya, maka ekspresi cinta seharusnya kita lakukan setiap hari tanpa harus menunggu 14 Februari. Dalam perspektif ini, Valentine tidak lebih dari sekadar formalitas yang tidak memiliki makna mendalam.

Pada akhirnya, Hari Valentine adalah perayaan yang memiliki makna beragam bagi setiap individu dan komunitas. Bagi sebagian orang, ini adalah momen romantis yang layak kita rayakan. Sementara bagi yang lain, ini hanyalah fenomena konsumtif yang tidak perlu mendapat perhatian khusus. Aspek kapitalisme dalam Valentine memang sulit kita hindari, tetapi bukan berarti kita tidak bisa merayakannya dengan cara yang lebih sederhana dan tulus.

Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memahami dan memaknai kasih sayang dalam kehidupan mereka sehari-hari. Valentine bisa menjadi pengingat untuk lebih menghargai orang-orang yang kita cintai, tetapi seharusnya tidak menjadi satu-satunya momen untuk menunjukkan perhatian.

Apakah seseorang memilih untuk merayakannya atau tidak, yang jauh lebih utama adalah bagaimana kita memperlakukan orang-orang terdekat kita setiap hari, bukan hanya pada tanggal 14 Februari saja. []

Tags: CintaHukum Islamkasih sayangRelasiValentine

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Muhammad Khoiri

Muhammad Khoiri

Penulis adalah pemuda dari Kota Tulungagung yang haus ilmu dan berkomitmen untuk terus mengembangkan wawasan melalui belajar literasi, serta berupaya berkontribusi dalam pengembangan keilmuan dan pemberdayaan intelektual.  

Related Posts

Dialog Lintas Iman
Publik

Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

23 Januari 2026
Skincare
Keluarga

Skincare, Kewajiban Suami atau Investasi Bersama?

23 Januari 2026
Nyadran Perdamaian 2026
Publik

Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

22 Januari 2026
Ketaatan Istri pada Suami
Keluarga

Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

20 Januari 2026
Manusia dan Alam
Publik

Membangun Relasi Adil antara Manusia dan Alam

19 Januari 2026
Gap Usia dalam Relasi
Publik

Ironi Gap Usia dalam Relasi Remaja dan Pria Dewasa: Romansa atau Ketimpangan Kuasa?

19 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan
  • Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser
  • Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!
  • Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga
  • Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID