Jumat, 6 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perkawinan Beda Agama

    Mengetuk Keabsahan Palu MK, Membaca Putusan Penolakan Perkawinan Beda Agama

    Anak NTT

    Di NTT, Harga Pulpen Lebih Mahal daripada Hidup Seorang Anak

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Dakwah Nabi

    Peran Non-Muslim dalam Menopang Dakwah Nabi Muhammad

    Antara Non-Muslim

    Kerja Sama Antara Umat Islam dan Non-Muslim

    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Kerusakan di Muka Bumi

    Al-Qur’an Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perkawinan Beda Agama

    Mengetuk Keabsahan Palu MK, Membaca Putusan Penolakan Perkawinan Beda Agama

    Anak NTT

    Di NTT, Harga Pulpen Lebih Mahal daripada Hidup Seorang Anak

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Dakwah Nabi

    Peran Non-Muslim dalam Menopang Dakwah Nabi Muhammad

    Antara Non-Muslim

    Kerja Sama Antara Umat Islam dan Non-Muslim

    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Kerusakan di Muka Bumi

    Al-Qur’an Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Oto Kritik terhadap Sistem Pengasuhan di Pesantren

Hal yang perlu kita pahami secara mendalam adalah bahwa remaja santri adalah usia yang belum sepenuhnya meninggalkan masa anak-anaknya

Khaerul Ummah by Khaerul Ummah
9 September 2022
in Personal
A A
0
Sistem Pengasuhan

Sistem Pengasuhan

12
SHARES
590
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dalam satu bulan ini, media memberitakan setidaknya tiga kabar menyedihkan dari pesantren berupa meninggalnya santri yang disebabkan perkelahian dan pengeroyokan sesama. Dua kabar berasal dari dua pesantren berbeda di Tangerang Banten. Dan satu lagi terjadi di sebuah pesantren besar di Ponorogo Jawa Timur. Tentu peristiwa ini terkait pula dengan sistem pengasuhan di pesantren.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Islam Indonesia yang berjumlah ribuan, para wali santri mengidealkan sebagai lembaga yang bisa terpercaya untuk mendidik anak-anak mereka secara integratif. Mereka berasumsi dan berharap bahwa anak-anak mereka akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik daripada jika tetap tinggal di rumah bersama orang tuanya.

Pengalaman hidup dan berinteraksi bersama dengan sesama santri dari beragam latar belakang  adalah salah satu alasan utamanya agar anak-anak mereka lebih siap hidup mandiri.

Harapan tentu saja tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Kejadian di atas adalah salah satu contohnya. Saling menunjuk pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian-kejadian sejenis tidak serta merta bisa menyelesaikan persoalan. Maka, evaluasi diri atas sistem pengasuhan, dan segala hal terkait pengelolaan pesantren sangat perlu kita lakukan agar kejadian-kejadian sejenis apalagi sampai menghilangkan nyawa santri tidak boleh terjadi lagi.

Perubahan perilaku

Mendidik ribuan santri bukanlah hal yang bisa dianggap sederhana. Remaja di rentang usia 12 sampai 18 tahun adalah kebanyakan usia santri yang tinggal di pesantren. Pandemi yang lama, arus deras informasi, dan kemajuan teknologi adalah beberapa hal yang mengakibatkan terjadinya disrupsi pada pola-pola perilaku dan interaksi remaja saat ini, termasuk di pesantren.

Harapan akan santri yang patuh pada guru, taat pada aturan pesantren, dan senantiasa menjaga akhlakul karimah bisa tereduksi karena dipicu hal-hal di atas.

Pandemi yang lama telah memberikan pengalaman pada mereka bahwa rebahan di rumah adalah pilhan aktivitas yang bisa mencegah tertularnya virus corona. Mereka bisa saja menyimpulkan itu baik. Tanpa mempertimbangkan bahwa saat pandemi hampir usai mereka harus kembali menjadi santri yang giat beraktivitas, meluaskan wawasan dan pergaulan. Bahkan, interaksi guru dengan murid yang sangat “disakralkan” di pesantren menjadi tidak sakral lagi karena pola-pola komunikasi selama pandemi.

Di samping itu, mereka juga hampir dua tahun berkawan akrab dengan hal-hal yang mereka sukai dari gawai mereka, termasuk kekerasan. Aplikasi game yang mereka mainkan secara tidak sadar mengajarkan kekerasan. Karena masih remaja, mereka cenderung terinspirasi atau malah meniru untuk melakukan hal yang sama.

Dalam game, emosi pemain bisa terekspresikan seketika memukul, bahkan menembak sampai mati tanpa ada konsekuensi yang harus ditanggung.  Jika mereka bosan dengan permainan di game itu, mereka tinggal uninstall, selesai urusan.

Sayangnya, aplikasi game yang berunsur kekerasan berjumlah tidak sedikit dan malah menjadi tren di kalangan mereka. Tidak banyak remaja yang sudah mampu menalar bahwa apa yang mereka alami dalam bermain game berbeda sama sekali dengan dunia nyata yang harus mereka alami sehari-hari.

Jadi, mereka tidak memiliki bayangan bahwa kekerasan-kekerasan yang mungkin saja mereka lakukan akan berakibat fatal. Bahkan sampai hilangnya nyawa sehinga berdampak pada konsekuensi berat yang harus mereka terima.

Memahami Karakter Remaja

Mereka harus paham akan hal-hal tersebut oleh orang-orang dewasa yang membersamainya. Orang tua, guru di sekolah, guru di pesantren, atau pendamping-pendamping remaja harus mampu memahamkan akan hal itu. Kebiasaan impulsif mereka mestinya bisa terkurangi agar mereka menjadi lebih berkesadaran dalam berinteraksi.

Hal yang perlu kita pahami secara mendalam adalah bahwa remaja santri adalah usia yang belum sepenuhnya meninggalkan masa anak-anaknya. Artinya, mereka belum bisa kita anggap dewasa, berpikir ala orang dewasa, dan kita perlakukan sebagai orang dewasa.

Hal itu yang mungkin terlupakan oleh orang tua, guru di sekolah, atau guru di pesantren. Misalkan, seperangkat aturan yang mereka tetapkan dan jalankan tidak berempati pada individu remaja santri dengan alasan mendisiplinkan.

Kadang, seperangkat aturan tersebut tersosialisasikan sekedarnya saja kepada santri tanpa diskusi. Maka, yang mereka rasakan adalah menerima konsekuensi hukuman ketika melanggar tanpa tahu di mana letak kesalahannya. Hal yang seperti ini, makin membuat mereka kebingungan dalam menjalani aktivitas-aktivitasnya di pesantren.

Alih tangan proses pengasuhan

Hal lain yang perlu kita perhatikan dan pahami adalah bahwa setiap individu remaja memiliki sejarah sistem pengasuhan yang saling berbeda dari orang tua atau walinya. Perbedaan pola pengasuhan yang otoritatif, permisif, atau demokratis dari masa anak-anak, akan berpengaruh pada cara berinteraksi remaja santri dengan sesamanya, seniornya, bahkan guru-gurunya di pesantren. Bagaimana mereka mengelola emosinya, sedikit banyak akanteripengaruhi pada hal-hal di atas.

Keragaman latar belakang pengasuhan ini juga harus dipahami sebagai potensi baik atau sebaliknya tergantung bagaimana para pendidik memperlakukannya. Pengasuh atau pengelola pesantren tidak bisa lagi menyusun program secara umum saja, lalu mempercayakan implementasinya pada para santri senior yang evaluasinya tidak mendalam dengan alasan jumlah santri yang sangat banyak

Jangan sampai hanya karena bertujuan mulia ingin menyiapkan para santri senior siap terjun ke masyarakat malah mengorbankan remaja santri. Padahal sebenarnya masih membutuhkan peran orang tua dalam proses pendidikannya. Dalam hal ini, bukan tidak mungkin kekerasan, perundungan, dan senioritas justru para pendamping remaja santri dan santri senior yang melakukan.

Jika pelibatan santri senior tidak bisa kita hindari, maka bekalilah mereka dengan wawasan pengasuhan remaja. Yakni meliputi pemahaman perkembangan remaja secara fisik maupun mental, cara berkomunikasi dengan remaja dengan segala keunikannya, mengekspresikan emosi dan juga psychological first aid. Dan sekali lagi, dengan pemantauan dan evaluasi yang konsisten dan mendalam.

Upaya-upaya tersebut memang bersifat sangat individual dan tidak praktis implementasinya, apalagi untuk pesantren dengan jumlah santri yang sangat banyak. Namun, bukankah pesantren telah menerima amanat dari orang tua atau wali santri untuk bersinergi mendidik anak-anak mereka? []

Tags: Kementerian Agamapengasuhanpola asuh anakPondok Pesantrenremaja
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Khaerul Ummah

Khaerul Ummah

Praktisi pengasuhan remaja di Al Kausar Boarding School tinggal di Sukabumi

Related Posts

Pengetahuan Kesehatan Reproduksi
Pernak-pernik

Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

2 Februari 2026
Gap Usia dalam Relasi
Publik

Ironi Gap Usia dalam Relasi Remaja dan Pria Dewasa: Romansa atau Ketimpangan Kuasa?

2 Februari 2026
Edukasi Pubertas
Publik

Guru Laki-laki, Edukasi Pubertas, dan Trauma Sosial

17 Januari 2026
Relasi dengan Bumi
Publik

Tahun Berganti, Tata Kembali Relasi dengan Bumi

3 Januari 2026
Parenting Anxiety
Keluarga

Parenting Anxiety: Ketika Mengasuh Anak Berada di Bayang-bayang Parenting Goals

27 Desember 2025
Madrasatul Ula
Keluarga

Menjadi Ibu untuk Madrasatul Ula dan Menjadi Bapak untuk Pelindung Cita

27 Oktober 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    19 shares
    Share 8 Tweet 5

TERBARU

  • Mengetuk Keabsahan Palu MK, Membaca Putusan Penolakan Perkawinan Beda Agama
  • Peran Non-Muslim dalam Menopang Dakwah Nabi Muhammad
  • Di NTT, Harga Pulpen Lebih Mahal daripada Hidup Seorang Anak
  • Kerja Sama Antara Umat Islam dan Non-Muslim
  • Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0