Kamis, 12 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    Perkawinan

    Marketing Kemenag dan Mutu sebuah Perkawinan

    Sejarah Difabel

    Sejarah Kepedihan Difabel dari Masa ke Masa

    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    Perkawinan

    Marketing Kemenag dan Mutu sebuah Perkawinan

    Sejarah Difabel

    Sejarah Kepedihan Difabel dari Masa ke Masa

    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Keluarga

Cinta Itu Madre

Khaerul Ummah by Khaerul Ummah
31 Juli 2020
in Keluarga
A A
0
Anak, Cinta
1
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Baiklah,  untuk yang belum familiar dengan istilah madre, saya pahamkan dulu. Madre dalam bahasa Spanyol artinya ibu. Tetapi yang saya maksud di post kali ini,madre itu biang untuk membuat roti yang uenak. Roti yang mengembang dengan madre akan berbeda rasanya dengan yang dikembangkan dengan ragi instant. Maka, jika anda temukan toko atau pabrik roti legendaris yang rotinya terkenal uenaaak, bisa jadi roti-rotinya dikembangkan dengan madre yang diwariskan secara turun temurun.

Kalau masih belum puas dengan penjelasan saya tentang madre, silahkan search sendiri saja atau baca novel berjudul Madre karya  Dewi Lestari . Ini sudah difilmkan juga untuk yang kurang suka membaca.

Dear parents, sudah satu dasa warsa saya membersamai anak-anak remaja di asrama. Saat ini, dengan sangat mudah saya bisa mendeteksi anak yang mendapatkan cinta sesuai porsinya dan yang tidak. Mereka yang mendapatkan cinta dari keluarga terdekatnya sesuai porsi, akan berinteraksi dengan siapapun secara wajar dan tumbuh dengan sangat mengagumkan.

Tetapi yang tidak, saya biasa menemukan mereka menjadi anak yang mencari-cari perhatian untuk dicinta, tepatnya dikasihani dengan berbagai cara oleh guru, kawan, ataupun lawan jenis. Pemberian cinta yang diwakilkan, jelas memiliki dua efek domino  yang bisa menumbuhkan atau menghancurkan bahkan mematikan.

Jika madre dikembangbiakkan dengan menambahkan  takaran air  yang pas lalu disimpan di lemari pendingin selanjutnya dia akan mampu mengembangkan beribu  jenis roti dengan sangat baik. Maka, seperti inilah menumbuhkembangkan cinta dalam individu anak sebagai bekal pokok tumbuh kembangnya.

Yang pertama adalah bahasa cinta

Bahasa cinta yang terkespresikan dalam  kata-kata pendukung. Sesuai fitrahnya, anak- anak membutuhkan ekspresi dukungan terutama dari orang tuanya berupa ungkapan kasih sayang yang eksplisit. Ini adalah modal kepercayaan diri anak untuk membangun relasi dengan individu lain di luar rumah. Keharusan mengungkapkan rasa kasih sayang kepada anak secara jelas dibutuhkan agar anak-anak tidak meragukan kasih sayang dari orang tuanya.

Pujian tulus  tanpa membandingkan sesekali perlu diberikan kepada anak-anak saat mereka berhasil mencapai sesuatu yang diinginkannya. Sesekali anak-anak memang membutuhkan tepuk tangan untuk prestasi spesifik yang dicapainya, perilaku dan sikap baik yang disadarinya, dan keberadaannya.

Namun demikian, terlalu sering memuji juga sebisa mungkin dihindari agar anak tidak menyimpulkan bahwa pujian orang tuanya tidak tulus karena terlalu sering dan menjadi individu yang selalu terobsesi dengan pujian.

Ungkapan kata-kata dorongan yang membesarkan hati. Ungkapan ini dibutuhkan saat anak mengalami kegagalan, situasi sulit atau krisis percaya diri sehingga dengan mengekspresikan udorongan yang membesarkan hati, anak memiliki keberanian lebih untuk melanjutkan upayanya. Ungkapan dorongan yang membesarkan hati berbeda dengan dengan penghiburan.

Jika penghiburan adalah memaklumi kegagalan lalu mengalihkan ke hal lain, maka ungkapan dorongan yang membesarkan hati adalah menuangkan keyakinan dalam diri anak untuk percaya diri melanjutkan upayanya sehingga ketulusan dalam memberikan dorongan menjadi point penting dalam hal ini.

Kedua, adalah hadiah

Ungkapan bahasa cinta melalui pemberian hadiah mengajarkan anak-anak untuk memaknai dan menghargai hadiah sebagai ungkapan cinta sehingga tidak perlu menilai dari mahal atau murahnya hadiah tersebut. Point ketulusan dari pemberian hadiah juga harus terbaca oleh anak, sehingga pemberian hadiah diberikan bukan karena imbalan karena anak mau melakukan apa yang kita inginkan dan bukan pula karena kompensasi kurangnya waktu bersama anak.

Ketiga, adalah layanan

Layanan sebagai ungkapan bahasa cinta kepada anak jangan dipersepsikan sebagai tebusan rasa bersalah karena kurangnya waktu, mempercepat pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan anak, khawatir anak marah, dan anggapan bahwa anak tidak mampu. Tujuan pengungakapan bahasa cinta akan sia-sia jika hal-hal ini yang dipersepsikan.  Maka, tujuan  besar memberikan layanan kepada anak adalah menyiapkan anak menjadi orang dewasa yang matang dan mampu mengekspresikan cintanya pada sesama melalui pelayanannya.

Keempat adalah sentuhan fisik

Sentuhan fisik yang tulus dan disesuaikan dengan kebutuhan usianya akan memberikan efek nyaman baik oleh ayah maupun ibunya. Anak berusia balita misalnya, masih sangat bergantung dengan sentuhan orang tuanya lewat aktifitas mengendong, memeluk, dan memangku. Bertumbuhnya usia ketergantungan terhadap sentuhan fisik akan semakin berkurang, namun kebutuhannya akan tidak akan hilang sama sekali. Saat emosi anak sedang stabil, rangkulan dan pelukan dari orang tua sangat diperlukan untuk menenangkan dan menyetabilkan emosi.

Terakhir adalah waktu berkualitas

Setiap tingkatan usia  anak membutuhkan alokasi waktu berkualitas yang berbeda-beda dan ini hampir tidak bisa diwakilkan atau digantikan dengan memberi hadiah  jika tidak ingin ada tujuan pengasuhan anak yang terreduksi. Pemberian waktu berkualitas sekarang ini memiliki tantangan tersendiri mengingat gawai yang selalu meminta perhatian hampir semua penggunanya. Sekali lagi, point penting dari pemberian waktu berkualitas adalah ketulusan yang tidak tergesa-gesa.

Tidak ada perbedaan signifikan dalam pengungkapan bahasa cinta kepada anak laki-laki dan perempuan asal orang tua dan orang-orang dewasa di sekitarnya memfungsikan perannya secara tepat, maka fungsi cinta sebagai modal  tumbuh kembang individu anak akan bekerja dengan baik. Dalam pengungkapan sentuhan misalnya, meski kesan maskulin harus ditampakkan pada anak laki-laki, bukan berarti anak laki-laki tidak membutuhkan sentuhan bahkan di masa remajanya. Menurut Thimoty Wibowo, pendiri pendidikankarakter.com, sentuhan fisik pada anak laki-laki sering dipersepsikan sebagai perilaku yang bertentangan dengan konstruk sosial laki-laki yang harus maskulin.

Pengalaman empiris berdasarkan riset dan penanganan klien menyatakan bahwa anak laki-laki yang masa kecilnya mendapatkan sentuhan akan matang sacara emosional. Kurangnya sentuhan fisik pada anak laki-laki akan menyebabkan ia tumbuh sebagai pria egois,kasar,  dan suka menggunakan kekerasan fisik bisa pada istri bahkan anaknya. Biasanya, ia juga mudah tersinggung dan sinis saat berkomunikasi.

Lima bahasa cinta yang diekspresikan dengan tepat kepada anak-anak baik laki-laki dan perempuan merupakan upaya-upaya kecil yang bertujuan besar untuk sebuah kehidupan damai yang ideal di kemudian hari.  Emosi sehat yang turut tumbuh bersama sesuai usia setiap individu minimal akan mencegah hal – hal yang selama ini menjadi pemicu ketimpangan dan dominasi dalam  berbagai jenis relasi seperti suami-istri, orang tua-anak, guru-murid, lelaki-perempuan, kakak-adik, atasan-bawahan, dan lainnya.  

Lalu, apa hubungannya dengan madre?

Cinta yang bekerja dengan tepat adalah modal setiap yang hidup untuk tumbuh dan berkembang. Cinta dari Yang Maha Cinta kepada kita bisa dilewatkan melalui orang tua, saudara, kawan, atau siapapun yang dipilihNya untuk kita nikmati agar tumbuh menjadi manusia yang utuh dan memberikannya pada individu-individu lain yang dipilihNYA juga.

Begitu juga dengan madre. Dia adalah mikroba hidup pengembang roti, bahkan bisa long life jika dipelihara dengan baik. Jika komposisinya pas, dia akan mengembangkan roti dengan cantik dan enak.

Overall, ingat-ingatlah satu hal, bahwa baik cinta ataupun madre tidak akan pernah mendapatkan tepuk tangan apalagi pujian. Roti-roti yang dikembangkan dari madre berkualitas, akan dipuji karena toppingnya yang kejulah, coklatlah, sosislah, abonlah dan lainnya. Begitu juga dengan pribadi yang tumbuh utuh dan mengagumkan yang akan dipuji adalah pencapaiannya,kompetensinya, karyanya, dan lainnya. Hanya orang-orang terpilihlah yang menanyakan komposisi madre atau seseorang dengan suatu pencapaian tumbuh  atas cinta siapa saja.[]

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Tidak Ada yang Harus Disunat dari Vagina Perempuan!

Next Post

Musik Tarling di Haul Gus Dur Ke-10

Khaerul Ummah

Khaerul Ummah

Praktisi pengasuhan remaja di Al Kausar Boarding School tinggal di Sukabumi

Related Posts

Mawaddah dan Rahmah
Pernak-pernik

Makna Mawaddah dan Rahmah

12 Februari 2026
Pembangunan
Publik

Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

12 Februari 2026
qurrata a’yun
Pernak-pernik

Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

12 Februari 2026
Board Of Peace
Aktual

Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

12 Februari 2026
SDGs
Rekomendasi

Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

12 Februari 2026
Perkawinan
Publik

Marketing Kemenag dan Mutu sebuah Perkawinan

12 Februari 2026
Next Post
Musik Tarling

Musik Tarling di Haul Gus Dur Ke-10

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Makna Mawaddah dan Rahmah
  • Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua
  • Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah
  • Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?
  • Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0