Selasa, 10 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    MBG

    MBG dan Panci Somay yang Tak Lagi Ramai

    Istri

    Istri Bekerja? Ini Penjelasan Al-Qur’an

    Inpirasi Perempuan Disabilitas

    Inspirasi Perempuan Disabilitas: Mendobrak Batasan Mengubah Dunia

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    Fungsi Reproduksi

    Tanggung Jawab Ayah saat Ibu Menjalani Fungsi Reproduksi

    Menyusui

    Perintah Menyusui dan Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

    Relasi dalam Al-Qur'an

    Relasi Keluarga yang Adil dan Setara dalam Perspektif Al-Qur’an

    Nusyuz dalam Al-Qur'an

    Memahami Nusyuz secara Utuh dalam Perspektif Al-Qur’an

    Makna Nusyuz

    Cara Pandang yang Sempit Soal Makna Nusyuz

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Mari Kita Ngobrolin Soal Perempuan Dilacurkan dalam Film Nur (Part 1)

Isi kertas yang Nur tulis adalah pertanyaan mengenai keberadaan Allah, Nur merasa dia selalu berdoa dan mendekatkan diri pada Allah tetapi Allah tidak pernah mendengarkan doanya satupun termasuk keinginannya untuk keluar dari lorong tersebut

Hoerunnisa by Hoerunnisa
13 Oktober 2021
in Film
A A
0
10
SHARES
517
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Beberapa waktu lalu hati saya merasa bahagia, kenapa bisa? Ya, saya menemukan sebuah film yang keren, bahagia bukan hanya tentang banyak uang yakan? Menemukan film keren itu bagaikan menemukan jodoh yang pas, pas diliat dari finansialnya, pas diliat dari kebaikannya, dan pas dilihat dari romantisnya, intinya begitulah saking bahagianya.

Judul filmnya yaitu Nur, film yang berasal dari Malaysia ini cukup mencuri hati saya, karena film ini bisa membukan pikiran saya terkait stigma perempuan yang dilacurkan, bukan hanya itu saja sih banyak edukasi spritual yang keren juga. Durasi film ini cukup panjang sampai 2 season, season 1 sebanyak 19 episode dan season 2 sebanyak 15 episode, lumayankan? Tapi di sini saya hanya akan cerita seputar season 1, karena baru itu yang saya tonton.

Filmnya diawali dengan seorang perempuan yang sedang mencuri-curi mendengar kuliah subuh ustadz Adam. Sampai suatu malam dia kepergok sedang menulis suatu pertanyaan untuk ustadz Adam, setelah memberi kertas tersebut dia langsung lari ketakutan. Itu adalah awal dari rasa penasaran ustadz Adam terhadap perempuan tersebut.

Perempuan itu adalah Nur, perempuan yang tinggal di lorong dan berstatus sebagai putri seorang pelacur dan sekaligus seorang pelacur juga. Nur hidup hanya dengan ibunya, selain menjadi pelacur nur juga bekerja sebagai tukang cuci piring di salah satu restoran.

Saya sedikit ceritakan tentang ustadz Adam, dia merupakan ustadz muda lulusan sebuah universitas di Yordania. Ustadz adam cukup tersohor, bukan hanya karena parasnya yang tampan, tetapi karena beliau juga merupakan putra dari ustadz seleb terkenal. Dan digadang-gadang akan dijodohkan dengan teman kecilnya bernama Qadeeja seorang dokter muda sekaligus putri dari keluarga kaya raya.

PEREMPUAN PELACUR TIDAK SEBURUK APA YANG KITA BAYANGKAN

Nur bagi saya adalah sosok perempuan baik, alasan Nur bertahan di lorong tersebut adalah rasa khidmat dan kasih sayang terhadap ibunya. Sudah lama Nur ingin keluar dari lorong tersebut, tetapi ibunya melarang dan tidak mau ikut dengannya sehingga Nur memilih bertahan menemani ibunya.

Nur menjadi pelacur karena terpaksa, salah satunya tekanan ekonomi, mau enggak mau dia harus menghasilkan uang untuk ibunya. Sampai beberapa waktu Nur memutuskan untuk bekerja sebagai tukang cuci secara diam-diam, agar bsa tetap menghasilkan uang dan tidak perlu melacur lagi. Walaupun setiap malam dia tetap mangkal, tetapi hanya untuk sekedar memberi tahu kepada orang-orang bahwa dia mengidap penyakit HIV agar tidak ada orang yang mau lagi kepadanya.

Alasan Nur harus tetap “pura-pura melacur” agar ibunya tidak marah, karena ibunya beranggapan “tidak ada pilihan untuk anak pelacur, selain menjadi pelacur”. Selain itu Nur juga tertekan oleh pacarnya, kok bisa? Jadi ceritanya dia bertemu dengan seorang laki-laki yang menyukainya dan berjanji akan menyelamatkan dia dan ibunya keluar dari lorong tersebut, eh ternyata setelah Nur sudah menerima lamarannya dia malah menjadi mucikari Nur dan ibunya, yang memaksa Nur dan ibunya bekerja tidak ada henti-hentinya. Dan parahnya hasil pekerjaan mereka berdua diambil oleh pacarnya.

Kini sudah tidak ada harapan Nur dan ibunya untuk keluar dari lorong tersebut.  Bukankah Nur adalah contoh  bahwa tidak semua pelacur itu ingin benar-benar menjadi pelacur?  Mereka bisa saja dipaksa dan diancam kehidupannya seperti Nur. Terlebih ibunya mendidik Nur agar merasa tidak punya pilihan lain selain menjadi “pelacur”. Bagaimana kalau kita berada di posisi Nur? Jadi menghakimi mereka bukanlah ide yang bagus.

IBADAH ADALAH MILIK BERSAMA, PELACUR DAN PEREMPUAN LAINNYA

Alasan Nur lari ketika kepergok adalah ketakutan akan dihakimi, karena sepengalamannya setiap dia ke mesjid Nur selalu di caci maki, badannya didorong bahkan sampai dilempar sandal. Katanya pelacur itu tidak pantas menginjakan kakinya di rumah Allah yang suci. Pelacur hanya perempuan kotor yang tidak ada artinya, bahkan boleh untuk dibunuh.

Untuk itu Nur memutuskan untuk tidak ke mesjid lagi setelah kejadian tersebut, dia memilih untuk sholat shubuh di lorong ketika sepulang bekerja, karena ternyata Nur pun dilarang untuk sholat oleh ibunya, karena menurut ibunya hal tersebut hanya sia-sia semata. Allah tidak pernah mendengarkan doa seorang pelacur, katanya.

Pernah Suatu hari ustadz Adam mendapati penjaga mesjid sedang melempari Nur dengan sandal, “Apa alasan kamu melemparinya dengan kasar seperti itu? Dia ingin shalat lho kesini pak” teriak ustadz Adam, “dia seorang pelacur ustadz” jawab penjaga mesjid, “memang kenapa kalau dia pelacur? Dia ke sini ingin beribadah, dan mesjid milik siapapun termasuk pelacur. Bapak sudah beribadah sejauh bagaimana, bisa-bisanya merasa baik dari seorang pelacur dan melarangnya untuk beribadah? Itu perbuatan yang tidak baik”.

BELUM TENTU PELACUR LEBIH BURUK DARI KITA SEMUA

Isi kertas yang Nur tulis adalah pertanyaan mengenai keberadaan Allah, Nur merasa dia selalu berdoa dan mendekatkan diri pada Allah tetapi Allah tidak pernah mendengarkan doanya satupun termasuk keinginannya untuk keluar dari lorong tersebut. Karena Nur merasa hidupnya tidak seberuntung orang lain, dia merasa hidupnya sangat buruk.

Hal tersebut yang membuat ustadz Adam tergugah hatinya, Nur adalah seorang Muslimah yang taat, karena dalam situasi sulit dia masih berusaha sekeras mungkin untuk ingat dan beribadah kepada Allah. Kita yang nasibnya beruntung dan bisa beribadah dengan tenang dan nyaman belum tentu tetap ingat kepada Allah, tapi Nur sekuat itu!

Buka hanya itu, menurut ustadz Adam, Nur adalah seseorang yang amat sabar dan tabah, walaupun dia merasa Allah tidak pernah mengabulkan doa-doanya, tetapi dia masih terus berdoa dan yakin bahwa suatu saat nanti doanya akan terkabul. Kita baru satu soal belum terkabul saja sudah menyerah, iya gak?

Sesungguhnya seseorang belum bisa dikatakan beriman jika belum diuji, dan setiap ujian manusia itu berbeda-beda. Ada yang diuji dengan kesenangan, ada juga diuji dengan hal yang tidak menyenangkan seperti Nur, yang jelas kita sedang sama-sama diuji dan tidak sepatutnya kita saling menghakimi. []

Tags: FilmMalaysiaperempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Do’a Kesehatan Mental dari Habib Abu Bakar Assegaf Gresik

Next Post

Nilai Filsafat Stoa dalam Diri Nabi Muhammad Saw

Hoerunnisa

Hoerunnisa

Perempuan asal garut selatan dan sekarang tergabung dalam komunitas Puan menulis

Related Posts

The Tale of Rose
Film

Satu Mawar, Empat Cinta: Transformasi Karakter Huang Yi Mei dalam Drama Cina “The Tale of Rose”

10 Februari 2026
Poligami
Pernak-pernik

Perkawinan Poligami yang Menyakitkan Perempuan

7 Februari 2026
Pernikahan
Pernak-pernik

Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

5 Februari 2026
Hak Pernikahan
Pernak-pernik

Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

5 Februari 2026
Membela Perempuan
Pernak-pernik

Islam Membela Perempuan

4 Februari 2026
Haji Wada'
Pernak-pernik

Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

4 Februari 2026
Next Post
Maulid Nabi

Nilai Filsafat Stoa dalam Diri Nabi Muhammad Saw

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja
  • Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia
  • Satu Mawar, Empat Cinta: Transformasi Karakter Huang Yi Mei dalam Drama Cina “The Tale of Rose”
  • Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an
  • Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0