Dialog Imajiner Bersama Kartini: Apa Artinya Berani bagi Perempuan?
Mubadalah.id - Aku menatap layar laptop yang masih menyala, draft tulisan itu berhenti di satu kalimat: “Lalu di mana keberanian ...
Mubadalah.id - Aku menatap layar laptop yang masih menyala, draft tulisan itu berhenti di satu kalimat: “Lalu di mana keberanian ...
Mubadalah.id - Gaenie berjalan di antara kerumunan mahasiswa yang lalu-lalang. Langkahnya cepat menuju kos. Seorang teman lelaki memperlambat motor dan ...
Mubadalah.id - Pernah merasa menjadi laki-laki tak berguna? Luka lelaki, Itulah yang sedang kurasakan sekarang. Perasaan tak berarti. Seperti sampah ...
Mubadalah.id - Menjadi anak sulung tentu bukanlah sebuah pilihan. Ini adalah takdir yang harus ku terima dengan lapang dada. Dimasa ...
Mubadalah.id - Ini adalah kali pertama aku keluar rumah semenjak mudik seminggu yang lalu. Setelah berpuluh purnama berada di rantauan, ...
Mubadalah.id - Aroma sebra limbah pesulingan yang dibakar bersama kotoran kerbau kering merebak perlahan dari sela-sela atap welit alang-alang yang ...
Mubadalah.id - Murni berdiri di depan pintu rumah kontrakan, memegang kantong belanjaan majikannya. Wajahnya letih, rambutnya basah oleh keringat meski ...
Mubadalah.id - “Malam adalah sahabat umat yang berperan membawa kedamaian dan keharibaan yang mengagumkan, Qais. Ia mengirimkan semilir rindu pada ...
Mubadalah.id - "Mak, besok Nok gak sekolah ya!" ucap Wasni setengah berteriak memastikan neneknya mendengar apa yang ia katakan, suaranya ...
Mubadalah.id - Hujan atau tak hujan sama saja. Aku tetap berjalan sendirian. Juga hujan kali ini, musim ini, dan saat ...
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0