Rabu, 22 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Keluarga

Bagaimana Sikap Orang Tua Jika Anak Menjadi Korban Bullying?

Sebelum memberikan reaksi, sebagai seorang ibu saya mencari informasi apakah yang menimpa anak saya termasuk tindakan bullying ataukah bukan

Lutfiana Mayasari by Lutfiana Mayasari
1 Maret 2023
in Keluarga
A A
0
Korban Bullying

Korban Bullying

21
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Beberapa hari yang lalu, saya cukup merasa emosi, dan sakit hati ketika mendengar curhatan anak laki-laki saya yang berusia 6,5 tahun menjadi korban bullying. Di usianya yang masih sangat belia, ia menyatakan ketidaknyamanan atas komentar orang-orang disekelilingnya. Kebetulan, ia memiliki postur tubuh yang kurus tinggi. Sehingga sering mendapat komentar atas postur tubuhnya yang kurus tersebut.

Sebenarnya hal itu bukan pertama kali ia dengar, apalagi saya selaku ibunya. Komentar lebih pedas yang tertuju ke saya sebagai ibunya juga sering terlontar dari berbagai pihak. Tentang ibu yang tidak mengurus anak karena sibuk bekerja, tentang ibu yang tidak mengatur pola makan anak, tentang ibu yang lebih peduli pada diri sendiri, dan masih banyak lagi. Disampaikan dengan nada menghakimi maupun bercanda, toh nyatanya komentar tersebut tetap saja menyakitkan bagi yang mendengar, tapi tidak dengan yang berbicara.

Namun rasa sakit kali ini berbeda, karena anak sudah menyampaikan perasaannya. Ia mengaku sedih dan ingin punya badan gemuk. Padahal ia memiliki nafsu makan yang bagus, dan termasuk anak yang tidak pemilih makanan. Dia merasa bersalah, karena sering mendengar ibunya juga sering disalahkan. Bagi sebagian orang, mungkin reaksi saya terlihat berlebihan. Tapi bagi saya, ketika anak sudah mengungkapkan perasaannya artinya ia benar-benar merasa terganggu. Lantas apa yang harus orang tua lakukan ketika anak menjadi korban bullying?

Pahami Dulu Apakah itu Bullying atau Bukan?

Sebelum memberikan reaksi, sebagai seorang ibu saya mencari informasi apakah yang menimpa anak saya termasuk tindakan bullying ataukah bukan. Berdasarkan informasi dari UNICEF, bullying adalah sebuah pola perilaku bukan kejadian yang berulang. Pola perilaku yang dilakukan oleh mereka yang memiliki relasi kuasa baik dari segi usia, maupun posisi. Sedangkan korbannya terdiri dari berbagai kelompok salah satunya anak-anak dengan penampilan atau ukuran tubuh yang berbeda.

Maka untuk memastikan apakah itu bullying atau bukan, saya gali informasi siapa pihak yang sering melontarkan komentar tersebut pada anak. Saya gali pula, perkataan apa yang paling teringat dan paling menyakitkan. Ternyata benar, komentar tersebut lahir dari sebuah pola perilaku dari mereka yang memiliki relasi kuasa. Dan yang paling menyakitkan baginya adalah ketika komentar tersebut terkaitkan dengan posisiku sebagai ibunya. Ia merasa bahwa ibu yang ia kenal, tidak seperti ibu yang mereka sangkakan. Namun ia tidak punya kekuatan untuk melawan.

Lantas Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Ada banyak hal yang harus segera orang tua lakukan ketika mengetahui anak kita menjadi korban bullying.

Pertama, mendengarkan curhatan anak dan tidak menghakimi. Ketika anak memutuskan untuk bercerita, artinya ia sudah berada di titik jenuh. Maka yang harus kita lakukan pertama kali adalah mendengarkan ceritanya hingga selesai. Tidak memaksa anak menyebutkan nama pelaku jika ia tidak nyaman. Tidak pula memotong dan mencari-cari kesalahan. Ketika anak selesai mengungkapkan perasaannya, kuatkan anak dengan menyampaikan bahwa ia tidak bersalah. Menjadi kurus bukan kesalahannya. Pun jika ibunya orang lain menyalahkannya juga bukan karena kesalahannya sebagai anak.

Kedua, membangun kepercayaan diri anak. Karena mengetahui posisi anak sedang tidak nyaman dan tidak menyukai fisiknya yang kurus, maka yang kita lakukan adalah membangun kepercayaan diri anak. Saya dan suami selaku orang tua terus menyampaikan kepada anak bahwa pola makannya saat ini sudah bagus. Adapun menjadi gemuk atau tidak itu karena berbagai faktor.

Kami sampaikan juga bahwa nutrisi dari makanan bisa tersalurkan ke tubuh seutuhnya dan jadi lemak kemudian menjadikan tubuh anak gemuk. Namun ada juga nutrisi yang terserap oleh otak, sehingga anak bisa lebih cerdas namun mungkin saja tubuhnya kurus. Sehingga kurus maupun gemuk badan seseorang, harus tetap mencintai tubuhnya. Ketika kita mencintai tubuh, maka akan banyak energi positif dan bisa mempermudah aktifitas sehari-hari.

Ketiga, menjadi support system anak. Kami selaku orang tua memang membiasakan untuk selalu mengajak anak berbicara termasuk melibatkannya dalam pengambilan keputusan. Maka meskipun masih usia anak, namun ia sudah mengenal bagaimana bernegosiasi. Misal ketika orang tua harus bekerja keluar kota untuk beberapa hari, ia akan menyampaikan apa keinginannya setelah orang tua kembali bekerja dari luar kota.

Seperti meminta mengunjungi lokasi tertentu, membeli mainan, baju atau keperluan sekolah yang ia suka. Tentunya tidak semua kita turuti, namun akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.

Diwaspadai dan Segera Menemukan Solusi

Karena sudah terbiasa mengungkapkan perasaan, maka ketika anak mengalami bullying dan merasa tidak nyaman ia tidak sungkan menyampaikan kepada orang tua. Orang tua tidak harus menanggapi dengan reaktif misalkan dengan mendatangi satu persatu pihak yang mengomentari. Atau secara membabibuta melampiaskan amarah dan memaki di sosial media. Karena itu tidak akan memutus rantai bullying dan akan menimbulkan kekerasan lanjutan.

Yang perlu kita lakukan adalah meyakinkan anak bahwa orang tuanya akan selalu berada di sisinya ketika ia merasa tidak nyaman. Orang tua akan berada di pihaknya dan tidak akan mempermalukannya. Sebagai support system, orang tua juga memberi tahu langkah apa yang harus ia lakukan ketika ada orang yang berkomentar dengan ujaran serupa.

Bullying memiliki dua dampak besar yaitu dampak jangka panjang dan jangka pendek. Jika orang tua menganggap dampak bullying akan selesai seiring dengan perkembagan usia, maka itu salah besar. Bisa jadi anak akan terlihat baik-baik saja namun rapuh secara mental dan psikologis. Maka sebagai orang tua, harus bisa mengambil sikap (dengan cara dewasa tentunya) jika melihat tanda-tanda anak menjadi korban bullying. []

 

 

 

 

 

Tags: anakbullyingkeluargakorbanParenting Islami
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Gaya Dialektika Gus Dur Rengkuh Palestina

Next Post

Ini Sosok Perempuan yang Menyelamatkan Nyawa Nabi Saw di Perang Uhud

Lutfiana Mayasari

Lutfiana Mayasari

Peneliti dan mahasiswa doktoral pada bidang kajian gender dan Islam. Tertarik pada isu keadilan, perdamaian, anak, dan isu sosial lainnya.

Related Posts

Nafkah Skincare
Keluarga

Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

21 Juli 2026
Kehamilan
Keluarga

Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

21 Juli 2026
Pemberian
Personal

Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

16 Juli 2026
Milik Suami
Keluarga

Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

16 Juli 2026
Tadarus Subuh
Keluarga

Tadarus Subuh ke-197: Ketika Gugatan Cerai Menjadi Exit Option

13 Juli 2026
Perempuan dalam Perkawinan
Personal

Otoritas dan Kerelaan Menjadi Titik Keberdayaan Perempuan dalam Perkawinan

13 Juli 2026
Next Post
Perang uhud

Ini Sosok Perempuan yang Menyelamatkan Nyawa Nabi Saw di Perang Uhud

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan
  • Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol
  • Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS
  • Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri
  • Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0