Selasa, 21 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Skincare

    Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

    Anak dengan Down Syndrome

    Memahami Emosi Anak dengan Down Syndrome

    Kehamilan

    Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

    Dimensi Akhlak dalam Talak

    Tadarus Subuh ke 198: Dimensi Akhlak dalam Talak

    Humor Disabilitas

    Ironi Humor Disabilitas di Era Konten Viral

    Zakat

    Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Penyintas Kekerasan?

    Kepemimpinan Beragam Gender

    Lebih Beragam, Lebih Hijau: Mengubah Dunia Lewat Kepemimpinan Beragam Gender

    Memahami Islam

    Sudah Saatnya Memahami Islam sebagai Sumber Inspirasi

    Poskolonialisme

    Aroma Poskolonialisme di Final Piala Dunia 2026: Albiceleste Kontra La Roja

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pasangan HIV

    Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan

    Mengidap HIV

    Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS

    Tes HIV

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

    Tes HIV

    Kapan Sebaiknya Menjalani Tes HIV?

    Periode Jendela HIV

    Apa Itu Periode Jendela HIV? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Virus HIV

    Mengenal Periode Jendela Virus HIV dan Cara Membaca Hasil Tes

    Perempuan HIV

    HIV pada Perempuan: Risiko Lebih Besar dan Enam Cara Mencegahnya

    HIV

    Mengapa Perempuan Lebih Rentan terhadap HIV? Ini Penjelasannya

    HIV Menular

    HIV Menular Melalui Apa Saja? Cek Fakta dan Mitosnya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Hampers Hari Raya Idul Fitri dari Ayah

Sepertinya ayah

Karimah Iffia Rahman by Karimah Iffia Rahman
17 Mei 2021
in Pernak-pernik
A A
0
Ayah

Ayah

12
SHARES
593
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Laa Ilaha Illallah Huwa-Allahu Akbar

Allahu Akbar, wa Lillahilhamd

Mubadalah.id – Kumandang takbir telah menggema di berbagai sudut kota. Mushala dan masjid di sekitarku telah menyalakan api obor. Bahkan sebagian dari remaja masjid membuatkan panggung takbir untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan lamanya berpuasa.

Meski di tengah pandemi, malam takbiran tahun ini sedikit mengalami perubahan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Anak-anak kecil mulai meramaikan sekitar masjid. Memakai pakaian baru dan menggunakan masker. Bergantian mengumandangkan takbir dan diawasi oleh marbot masjid.

Malam takbiran pertama di Jakarta setelah menikah. Ya, ini adalah lebaran pertama di Jakarta setelah hampir tiga tahun menikah. Lebaran yang selalu dirindukan oleh ayahku mengingat setiap kali momen lebaran baik Fitri maupun Adha beliau selalu bertanya, “Kapan pulang?” Sebuah pertanyaan yang sebenarnya mudah kujawab tapi belum pernah ku jawab sesuai dengan pintanya.

Ingatanku kembali pada masa di mana aku tidak bisa berlebaran bersama ayah. Tahun pertama setelah menikah, momen berlebaran bertepatan dengan aku yang tengah hamil muda. Tetapi beliau bilang, “Tidak apa, nanti ayah yang berkunjung sambil liburan”.

Tahun berikutnya ayah bertanya lagi, “kapan berlebaran di Jakarta?” aku hanya bisa menjawab, “Belum bisa, ayah.” bla bla bla, alasanku selanjutnya mungkin bagaikan dengungan lebah. Hanya kata-kata pemanis menenangkan hatinya. Tetapi beliau justru berbaik hati menjawab, “Nanti kalau sudah sampai Jakarta, kita ziarah ke makam Wali Songo sampai Bali”.

Sebuah impian yang aku kira hanya terapal dalam doa, ternyata tahun itu melalui ayah mimpi berziarah ke makam Wali Songo dari Barat hingga ke Timur bersama keluarga dan jama’ah masjid terkabul. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku pun belum bisa membalas kebaikan beliau dengan mengiyakan permintaannya. Berlebaran bersamanya.

Bahkan kesempatan terakhirku tahun lalu aku sia-siakan. Aku sempat tinggal lama di Jakarta untuk sebuah keperluan. Ayah bilang, “pulangnya habis lebaran saja”. Tetapi aku tetap pergi ke luar pulau. Tidak seperti biasanya beliau menangisi kepergian cucunya, seperti perpisahan wada’. Padahal pulang dan kembali dari perantauan adalah sesuatu yang kerap terjadi dalam keluarga ini.

Ayah, akhirnya aku pulang. Ya, setelah ketiadaan ayah di dunia ini. Rasanya membuat hatiku sesak menulis ini. Padahal kemarin-kemarin sepertinya biasa saja. Aku bahkan nyaris menjadi salah satu host kajian ramadan dengan tema Perempuan dan Idul Fitri, untung saja panitia tidak menghubungiku lagi secara sepihak. Jika hal itu terjadi, mungkin aku akan menangis saat kegiatan berlangsung karena faktanya aku memang belum sepenuhnya berdamai dengan kenyataan ini.

Banyak hal berbeda yang aku lalui selama bulan Ramadan berlangsung tanpa ayah. Memang benar Ramadan tahun-tahun sebelumnya pun ayah sangat sering buka puasa bersama di luar rumah bagaikan safari Ramadan dari satu masjid ke masjid yang lain. Dari satu kajian ke kajian yang lain.  Sehingga aku pun hanya bertemu beliau pada waktu-waktu tertentu. Kecuali tahun lalu di mana beliau benar-benar lebih banyak di rumah menghabisi Ramadan bersama keluarga.

Hari-hari terakhir Ramadan pun sudah tidak ada lagi sosok yang pamit untuk melihat hilal bersama para ahli di gedung pencakar langit agar tahu kapan lebaran tiba. Termasuk rumah yang biasanya berjejalan bingkisan lebaran kini nyaris tiada. Baik dari kami untuk rekanan beliau ataupun sebaliknya. Ya, aku bilang nyaris karena dalam sebuah percakapan ringan bersama keluarga, kami bergurau, “Udah ga ada ayah, ga ada lagi ya yang kirim-kirim hampers“.

Hush, sepertinya ayah “mendengar” kami dari alamnya. Keluargaku yang biasa menjadi amil tiba-tiba diberitahu oleh tetangga, “Ada yang ingin berzakat, Bu”. Aku pun keluar rumah mendapati seorang pria.  Aku bilang, “Mau berzakat ya? Di sini saja ya, Pak.” sambil membuka gerbang mempersilahkan masuk teras. Lantas ia berkata, “Bukan, saya mau ngasih ini, Bu.” katanya sambil memberikan sebuah bingkisan dan sebuah angpau berwarna putih.

Ia bilang ini hanya ala kadar dari pengurus masjid yang dulu majelis ta’limnya pernah dikaji oleh ayah. Ah, aku ingat nama masjid ini karena pengurus masjid dan jama’ahnya pernah ayah undang sewaktu kami mengadakan syukuran atas pernikahanku.

Ya Allah, padahal beliau sudah berpulang, tetapi bahkan jama’ahnya dan beberapa rekan sesamanya masih mengenang Ayah, bahkan mungkin lebih dari kami yang juga selalu merindukannya. Takbir masih berkumandang, akhirnya di penghujung hari kami menyelesaikan khataman al-Qur’an yang sudah beliau amanahi sebelum berpulang. Allahummarhamna bil Qur’an. []

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Laa Ilaha Illallah Huwa-Allahu Akbar

Allahu Akbar, wa Lillahilhamd.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

Jakarta, 13 Mei 2021.

Tags: ayahhari rayaIdul Fitri 1442 Hkeluarga
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Tata, Jaringan Gusdurian dan Tes Wawasan Kebangsaan KPK

Next Post

3 Kodrat Perempuan, dan Salah Satunya Bukan Memasak

Karimah Iffia Rahman

Karimah Iffia Rahman

Santri dan Sanitarian. Alumni Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kebijakan Publik SGPP Indonesia. Karya pertamanya yang dibukukan ada pada antologi Menyongsong Society 5.0 dan telah menulis lebih dari 5 buku antologi. Founder Ibuku Content Creator (ICC) dan menulis di Iffiarahman.com. Terbuka untuk menerima kerja sama dan korespondensi melalui [email protected].

Related Posts

Nafkah Skincare
Keluarga

Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri

21 Juli 2026
Kehamilan
Keluarga

Mengapa Kehamilan Perlu Diputuskan Bersama?

21 Juli 2026
Milik Suami
Keluarga

Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

16 Juli 2026
Tadarus Subuh
Keluarga

Tadarus Subuh ke-197: Ketika Gugatan Cerai Menjadi Exit Option

13 Juli 2026
Perempuan dalam Perkawinan
Personal

Otoritas dan Kerelaan Menjadi Titik Keberdayaan Perempuan dalam Perkawinan

13 Juli 2026
Romina Pourmokhtari
Figur

Romina Pourmokhtari Ubah Pandangan Dunia: Perempuan Tak Harus Memilih Antara Karier dan Keluarga

12 Juli 2026
Next Post
Kodrat

3 Kodrat Perempuan, dan Salah Satunya Bukan Memasak

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Pasangan Positif HIV? Ini yang Perlu Anda Ketahui dan Lakukan
  • Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol
  • Tetap Bahagia Meski Mengidap HIV atau AIDS
  • Nafkah Skincare, Antara Kosmetik Tersier dan Hak Kesehatan Reproduksi Istri
  • Apa yang Harus Dilakukan Setelah Hasil Tes HIV Positif?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0