Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Kecerdasan Buatan AI, Kesadaran, dan Bias yang Terjadi di Masyarakat

Untuk menghasilkan teknologi yang lebih baik dan tidak bias, harus ada upaya bersama dari para peneliti, pemerintah, dan masyarakat untuk bahu-membahu memperbaiki ketimpangan dan bias teknologi ini

Fadlan by Fadlan
14 Juli 2022
in Pernak-pernik
0
Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan

355
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id –  AI tampaknya hidup. Begitulah yang Blake Lemoine katakan, mantan insinyur Google yang juga seorang pendeta. Dia menyebut AI laiknya ‘anak manis’ yang berusia tujuh atau delapan tahun. Untuk membuktikan pernyataannya tersebut, ia lalu mempublikasikan transkrip percakapannya dengan sistem pengembangan chatbot LaMDA (Language Model for Dialogue Applications) milik perusahaan beberapa waktu lalu.

Lemoine percaya bahwa program ini sadar. Namun ketika dia menyampaikan kekhawatirannya, Google justru memecatnya karena dianggap melanggar kebijakan privasi perusahaan.

Banyak ahli yang bersepakat kalau Lemoine sudah dibohongi. Hanya karena LaMDA berbicara seperti manusia bukan berarti dia memiliki perasaan yang sama seperti manusia. Namun, terlepas dari tanggapan negatif tersebut, bocornya percakapan antara Lemoine dan LaMDA menimbulkan banyak kekhawatiran tentang semengerikan apa masa depan manusia nantinya.

Sebab, ketika kecerdasan buatan AI menjadi sadar, kita akan menghadapi masalah-masalah etika dan sosial yang lebih kompleks dalam hal penggunaan teknologi ini. Lalu, apa sebenarnya AI? Dan mengapa kita harus peduli?

AI dan Kesadaran

Untuk konteksnya, filsuf Thomas Nagel menulis bahwa sesuatu disebut sadar jika “there is something it is like to be that organism.” Jika defenisi ini kedengarannya abstrak, itu mungkin karena para filsuf sampai hari ini masih berusaha untuk menyepakati satu definisi konkret tentang apa itu kesadaran.

Lalu bagaimana dengan perasaan? Menurut Rob Long, seorang peneliti di Future of Humanities Institute di University of Oxford, perasaan hanyalah bagian dari kesadaran itu sendiri. Dia mengatakan bahwa perasaan terhubung dengan kapasitas kita dalam merasakan kesenangan atau rasa sakit.

Meskipun AI saat ini dapat memecahkan masalah yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, tetapi kata “AI” masih menjadi istilah yang kabur dan luas untuk beragam sistem yang berbeda, kata peneliti AI di Universitas New York, Sam Bowman; seperti beberapa versi AI yang sederhana seperti permainan catur komputer.

Atau versi AI yang membutuhkan kecerdasan buatan yang kompleks seperti AGI (Artificial General Intelligence), program yang melakukan tugas apa saja yang dapat pikiran manusia lakukan. Dan bahkan versi yang terprogram di jaringan saraf tiruan — sebuah program yang dalam banyak hal meniru otak manusia: LaMDA, misalnya. Ia adalah model bahasa besar (LLM). Selain mampu mengkompilasi teks seperti yang dilakukan manusia, LLM ini juga bisa mempelajari tugas-tugas seperti menerjemahkan bahasa dan bahkan membuat percakapan yang begitu mirip dengan manusia.

Jenis AI ini tentu saja bisa mengelabui manusia. Ia dapat membuat kita percaya bahwa mereka hidup, sebab ilmuwan membuat model ini tak lain hanya untuk meniru gaya komunikasi manusia. Long mengatakan bahwa untuk mencegah diri kita tertipu oleh LLM, kita harus membedakan antara kecerdasan buatan, dan perasaan. Dia mengatakan bahwa: “Menjadi sadar berarti memiliki pengalaman subjektif. Itu mungkin berhubungan dengan kecerdasan… namun secara konseptual berbeda.” 

Al, Mesin dengan Banyak Kode Program

Giulio Tononi, seorang ahli saraf yang mempelajari kesadaran di University of Wisconsin-Madison, juga sependapat. Dia mengatakan bahwa “Melakukan bukanlah menjadi, dan menjadi bukanlah melakukan”. Meskipun keterampilan verbal LaMDA sangat mengesankan — dan mungkin jauh lebih baik daripada kebanyakan manusia — itu tetaplah AI; itu tetaplah mesin dengan banyak kode-kode terprogram.

Dan mengatakan bahwa ia memiliki ‘jiwa’ atau ‘seperti anak kecil’ itu mungkin agak berlebihan. Namun, melihat respon netizen terhadap percakapan Lemoine di atas, banyak orang yang percaya bahwa AI juga makhluk hidup. Ini menunjukkan betapa hebatnya kemampuan kecerdasan buatan AI dalam meniru manusia dengan sedemikian rupa sehingga membuat kita mau tak mau mengantropomorfisasinya.

Namun di sinilah masalahnya. Big Tech bisa saja mengeksploitasi fakta bahwa banyak dari kita yang ‘tertipu’ oleh AI. Karena jika mereka berpendapat seolah-olah AI hampir sadar — atau sudah — itu dapat digunakan untuk melegitimasi penggunaannya menggantikan manusia dalam mengambil suatu keputusan — dengan atau tanpa pengawasan kita.

Lebih jauh lagi, Big Tech juga bisa mempersenjatai AI untuk melawan manusia di fase yang oleh Shoshana Zubof sebut sebagai ‘surveillance capitalism’ — di mana komoditas terpenting untuk dijual adalah data pribadi kita.

Selain itu, kecerdasan buatan AI saat ini juga sangat mahir dalam memproduksi suatu informasi yang cukup untuk memengaruhi pengalaman subjektif kita, termasuk emosi. Tentu ini juga dapat Big Tech manfaatkan untuk memproduksi informasi-informasi palsu yang mereka gunakan untuk memobilisasi debat publik dan bahkan memanipulasi opini banyak orang.

AI Bukan Hanya Kode Komputer Tetapi Juga Cerminan Bias Masyarakat

Sebelum Blake Lemoine, sebenarnya ada ilmuwan lain yang Google pecat beberapa tahun lalu, meskipun dia tidak mendapatkan banyak perhatian media sebagaimana yang Lemoine dapatkan. Namanya adalah Timnit Gebru, seorang ilmuwan komputer dan salah satu perempuan kulit hitam yang terkenal di bidangnya. Ia dipaksa keluar dari Google, di mana dia saat itu adalah co-lead tim AI Google. Akibat konflik atas penelitian yang ia buat.

Banyak orang berpendapat bahwa Google saat itu memaksanya keluar karena sebuah fakta mengejutkan yang Gebru temukan selama penelitiannya.

Salah satu kritik utama Gebru terhadap model bahasa besar seperti LaMDA, yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir ini, adalah kumpulan data yang mereka latih tersebut sangat besar. Saking besarnya sehingga sulit untuk mengauditnya dari berbagai bias.

Artinya apa? Jika kita melatih kecerdasan buatan AI pada kumpulan data besar yang tidak kita kuratori di internet atau web, yang seperti yang kita tahu, berisi hoax dan ujaran kebencian. Kita mungkin akan mendapatkan AI yang rasis, seksis, homofobik, transfobik, dan lain-lain. Fakta bahwa individu yang terpinggirkan sering terlecehkan atau bahkan terbatasi dari internet arus utama juga memperparah bias ini.

Beragam Contoh Bias dalam Masyarakat

Kita sudah pernah melihat berbagai contoh bias yang banyak merugikan orang lain dalam kehidupan nyata. Seperti diskriminasi ras/etnis, gender, kesehatan, dan lain-lain. Semuanya secara tidak proporsional mempengaruhi kelompok sosial-ekonomi yang kurang beruntung. Seperti orang kulit berwarna, perempuan, dan/atau individu. Diskriminasi digital akibat AI ini menjadi masalah serius. Karena saat ini banyak keputusan yang terwakilkan oleh sistem algoritma seperti pembelajaran mesin.

Masalah ini sebenarnya bukan hal baru. Misalnya, kita kembali ke tahun 1988, UK Commission for Racial Equality mendapati bahwa salah satu sekolah kedokteran di Inggris dinyatakan bersalah atas tindakan diskriminasi, karena program AI yang sekolah itu gunakan untuk menentukan pelamar yang akan mereka undang dalam wawancara di sekolah tersebut dianggap bias terhadap perempuan dan mereka yang memiliki nama non-Eropa.

Tiga puluh tahun kemudian, meskipun algoritma telah berkembang jauh lebih kompleks, tetapi kita masih menghadapi tantangan yang sama. Kecerdasan buatan AI hari ini memang dapat membantu kita mengidentifikasi dan mengurangi (meskipun sedikit) dampak bias manusia. Tetapi AI juga dapat memperburuk masalah tersebut dengan memasukkan dan menerapkan bias dalam skala yang besar.

Misalnya, Natural Language Processing (NLP), yang merupakan bahan utama dari sistem AI seperti Alexa milik Amazon dan Siri milik Apple, yang beberapa waktu lalu ditemukan menunjukkan bias gender.

Kenali Bias Gender dalam Teknologi

Bias dapat menyusup ke dalam algoritma dengan beberapa cara. Krena sistem AI belajar membuat keputusan berdasarkan data pelatihan yang ia dapatkan. Tentu saja, mencakup keputusan manusia yang sering ‘bias’ atau mencerminkan ketidaksetaraan historis dan sosial. Terutama berkenaan dengan persoalan identitas seperti jenis kelamin, agama, ras, atau orientasi seksual.

Olehnya menurut saya setiap pemeriksaan bias dalam AI perlu mengenali fakta. Bahwa bias teknologi ini terutama berasal dari bias bawaan manusia. Bahwa model dan sistem yang kita buat atau latih adalah cerminan diri kita sendiri.

Bias adalah tanggung jawab kita semua karena ini merugikan mereka yang terdiskriminasi dan menurunkan partisipasi mereka dalam berbagai aspek. Seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan masyarakat. Maka dari itu, di sini pebisnis, peneliti, dan organisasi/institusi baik milik masyarakat maupun pemerintah, punya tanggung jawab untuk mendorong kemajuan dalam penelitian dan standar. Setidaknya bisa mengurangi bias di dalam AI.

Karena untuk menghasilkan teknologi yang lebih baik dan tidak bias, harus ada upaya bersama dari para peneliti, pemerintah, dan masyarakat untuk bahu-membahu memperbaiki ketimpangan dan bias teknologi ini.

Intinya adalah kita tidak boleh mengabaikan risiko dan bahaya kecerdasan buatan AI, yang sudah berdampak pada banyak orang hari ini. Alih-alih hanya berfokus pada skenario fantasi tentang AI hidup yang konon akan menyingkirkan manusia. Sebab apa yang kita hadapi saat ini adalah kenyataan yang jauh lebih kompleks daripada apa yang kita lihat di film-film fiksi ilmiah, dan ini tentu saja menuntut perhatian kita semua.

Terutama mengingat bahwa perusahaan yang berkompetisi dalam bidang AI, antara lain  Amazon, Google, dan Microsoft, tidak hanya secara efektif memonopoli bidang ini. Tetapi juga mengumpulkan lebih banyak kekayaan di atas ketimpangan sosial yang terjadi.

Olehnya, jika kita tidak berhati-hati, kita mungkin akan berakhir di dunia. Di mana AI menjadi alat yang para elit kapitalis gunakan untuk menumpuk kekayaan mereka. Yakni dengan memperluas jurang ketidaksetaraan, bias di masyarakat, dan menembus data pribadi kita demi mengejar keuntungan pribadi mereka. Dan bagi saya, ini jauh lebih menakutkan ketimbang pemberontakan robot seperti yang tergambar dalam film fiksi ilmiah. []

Tags: AIdigitalGoogleKecerdasan BuatankemanusiaanmanusiaMetaverseteknologi

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Fadlan

Fadlan

Penulis lepas dan tutor Bahasa Inggris-Bahasa Spanyol

Related Posts

reproduksi Manusia
Pernak-pernik

Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

25 Januari 2026
Seks
Pernak-pernik

Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

25 Januari 2026
Menjaga Alam
Pernak-pernik

Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

25 Januari 2026
Kerusakan Alam
Pernak-pernik

Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

25 Januari 2026
Manusia dan Alam
Publik

Membangun Relasi Adil antara Manusia dan Alam

19 Januari 2026
Ekosentrisme
Buku

Visi Ekosentrisme Al-Qur’an

13 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi
  • Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu
  • Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup
  • Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah
  • Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID