Sabtu, 14 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Awal Ramadan

    Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

    Usia Baligh

    Metode Mudah Menghitung Usia Baligh Dalam Kalender Hijriyah

    Valentine Bukan Budaya Kita

    Valentine Bukan Budaya Kita: Lalu, Budaya Kita Apa?

    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    Perkawinan

    Marketing Kemenag dan Mutu sebuah Perkawinan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Nabi Ibrahim

    Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Tafsir Mubadalah

    Metode Tafsir Mubadalah

    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Awal Ramadan

    Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal

    Usia Baligh

    Metode Mudah Menghitung Usia Baligh Dalam Kalender Hijriyah

    Valentine Bukan Budaya Kita

    Valentine Bukan Budaya Kita: Lalu, Budaya Kita Apa?

    Perda Inklusi

    Perda Inklusi dan Kekerasan Struktural

    Menjadi Dewasa

    Ternyata Menjadi Dewasa Terlalu Mahal untuk Dibayangkan

    Solidaritas

    Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

    Feminist Political Ecology

    Feminist Political Ecology: Strategi Melawan Eksploitasi Lingkungan yang Merugikan Perempuan

    Pembangunan

    Pembangunan, Dialog, dan Masa Depan Papua

    Perkawinan

    Marketing Kemenag dan Mutu sebuah Perkawinan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Nabi Ibrahim

    Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

    Visi Keluarga

    Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

    Konsep Keluarga

    Konsep Keluarga dalam Islam

    Mawaddah dan Rahmah

    Makna Mawaddah dan Rahmah

    qurrata a’yun

    Konsep Qurrata A’yun dan Landasan Keluarga Sakinah

    Sakinah Mawaddah

    Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah

    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Tafsir Mubadalah

    Metode Tafsir Mubadalah

    Mubadalah yang

    Makna Mubadalah

    SDGs

    Maqashid, SDGs, dan Pendekatan Mubadalah: Menuju Keadilan Relasional

    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Refleksi Film 17.3 About A Sex (3): Selektif Memilih Pasangan

Belajar dari film episode 3 ini kita bisa memetik pesan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan seksual sejak dini dengan pasangan

Firda Rodliyah by Firda Rodliyah
10 Mei 2024
in Film
A A
0
Film 17.3 About A Sex

Film 17.3 About A Sex

38
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Berbeda dengan sebelumnya, pada episode ketiga film 17.3 About A Sex akan membahas tentang selektif tidaknya memilih pasangan yang dapat memberikan efek panjang bagi kesehatan reproduksi jangka panjang.

Berbeda dengan dua episode sebelumnya, di sini kita akan mendapat suguhan langsung dampak yang bisa kita rasakan saat gampang memilih pasangan tanpa melihat latar belakang kesehatan reproduksinya terlebih dahulu.

Melalui pengalaman yang film 17.3 About A Sex bagikan, kita bisa melihat bahwa ada fakta nyata yang perlu diangkat, problem sosial yang bisa kita refleksikan, dan pelajaran yang harus kita ungkap. Terlebih judul yang penulis naskah berikan adalah “Apakah perempuan tidak boleh punya banyak pengalaman?”

Gonta-ganti Pasangan

Pada episode kali ini, tokoh utama yang akan kita kuak bersama ceritanya adalah Yuna. Ia merupakan salah satu sahabat Sakura, selain Tsumugi. Selama ini, Yuna sudah berhubungan intim bersama lima orang yang berbeda, satu orang saat ia masih SMP, dan empat lainnya saat ia sudah menginjak SMA. Berawal dari satu pertanyaan yang ia lontarkan pada kedua sahabatnya,“Apa menurut kalian seorang perempuan tidak boleh kalau punya banyak pengalaman?”

Ia mengaku, hanya melakukan hubungan intim kepada orang yang disukainya. Meskipun demikian, ia telah melakukan hubungan intim bersama beberapa orang yang berbeda. Nahasnya, tidak semua orang dari lima lelaki yang ia sebutkan berstatus menjadi pasangan. Bahkan pasangan terakhirnya, ia temukan lewat aplikasi pencari jodoh yang harusnya bisa diakses oleh orang-orang berusia 18 tahun ke atas.

Yuna pun melakukan hubungan intim dengan pasangan terakhirnya. Padahal mereka baru berkenalan selama seminggu. Ketika Sakura dan Tsumugi khawatir dengan keadaan sahabatnya yang demikian, Yuna mengatakan bahwa baru kali ini ia benar-benar sangat menyukai seseorang.

Menyadari Sesuatu

Berawal dari rasa aneh yang Yuna rasakan di rumah, sampai ia harus pergi ke kamar mandi berkali-kali. Begitupun saat berada di sekolah, remaja perempuan ini masih merasakan perih dengan terus memegangi perutnya dengan erat. Lantas saat Yuna telah merasakan puncaknya sakit yang tak bisa ia tahan saat tengah pelajaran di kelas. Ia harus izin untuk istirahat di UKS sendirian.

Sakura dan Tsumugi pun bertanya-tanya, “Ada apa dengan Yuna?”. Mereka sampai berpikir bahwa Yuna telah hamil. Akhirnya Sakura mencoba pergi ke ruang laboratorium untuk mencari jawaban. Di sana ia bertemu dengan Asahi Yu dan mengajaknya berdiskusi tentang keadaan seorang teman yang kesakitan.

Di UKS sendiri, saat tengah merasakan perih di salah satu area tubuhnya, Sakura dan Tsumugi datang menjenguk. Sakura mulai mengintrogasi Yuna, baik apakah yang sakit bukanlah perut, melainkan alat kelaminnya, begitupun apakah ada ruam di bagian yang sama. Yuna sontak kaget dengan pertanyaan tersebut, bagaimana bisa Sakura mengerti kondisi tubuhnya yang demikian.

Sakura pun menjawab, jangan-jangan Yuna telah mengalami penyakit menular seksual (PMS). Yuna sempat tidak percaya, sampai Sakura memberikan hasil bacaannya dalam sebuah buku yang ia telah ia bawa sebelumnya. Yuna pun bingung, dengan siapa ia mengalami PMS.

Padahal terakhir berhubungan intim pun pasangannya menggunakan kondom saat berhubungan intim dengannya. Lantas kemudian ada satu pertanyaan mendasar darinya, “Apakah menggunakan kondom benar-benar aman?”

Melakukan Pemeriksaan

Esoknya Yuna dan kedua sahabatnya pergi ke rumah sakit untuk menjalani check up. Yuna pun menjalani pemeriksaan dokter dengan mengecek area kelamin yang mengalami ruam dan mencoba menggunakan tes antigen untuk memastikan jenis penyakit. Saat hasilnya sudah keluar, Dokter perempuan tersebut mendiagnosa bahwa Yuna mengalami herpes genital.

Gejalanya bisa dilihat mulai 2-10 hari setelah berhubungan intim. Dan meskipun menggunakan kondom, penyakit herpes genital masih bisa menular kepada orang lain, lebih-lebih pada perempuan. Karena lelaki sendiri, mayoritas tidak memperlihatkan gejalanya dengan jelas.

Pada konteks Yuna, kata dokter, penyakitnya masih belum terlalu parah, dan masih bisa menjalani pengobatan dengan obat. Namun jika ia mengalami demam, atau merasa semakin sakit, ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Mendengar keadaannya, Yuna sedikit lega karena tidak akan meninggal karena mengalami PMS. Namun di sisi lain, ia jadi bingung karena telah tertular penyakit dari Shota (pasangan terakhirnya). Ia sempat tidak mempercayai hal itu, dan bingung harus mengatakan apa pada Shota.

Melihat Yuna merasa resah, Tsumugi akhirnya membeberkan kebohongan Shota (pasangan terakhir Yuna) yang sempat ia lihat. Yakni tentang pekerjaan yang katanya di kantor IT ternyata hanya pegawai restoran biasa. Begitupun lelaki itu juga menggandeng perempuan yang merupakan teman kerja sendiri.

Esoknya Yuna pun melabrak Shota dan mengata-ngatainya telah menularkan penyakit seksual di depan perempuan yang sempat Tsumugi lihat saat mereka tengah bekerja. Yuna pun tidak menutupi bahwa dirinya telah tertular, dan mengatakan kepada si perempuan untuk hati-hati akan tertular penyakit yang sama.

Belajar Dari Kesalahan

Yuna akhirnya belajar, bahwa ketika memilih pasangan baru, ia harus lebih dulu periksa kesehatan seksual bersama, sehingga hal ini bisa menghindarinya dari penularan penyakit seksual. Ia turut mengatakan bahwa melakukan pemeriksaan penyakit seksual bersama pasangan sebelum kencan merupakan sesuatu yang biasa masyarakat Swedia lakukan.

Melakukan pemeriksaan penyakit seksual bukanlah sesuatu yang tabu. Malah bisa mengantisipasi kesehatan diri sebelum memutuskan untuk berhubungan intim dengan pasangan.

Di Indonesia sendiri, kasus penularan penyakit seksual selama tahun 2018-2022 telah mengalami pelonjakan sebanyak 70%. Tiap tahun, Indonesia menjadi salah satu negara yang menyumbang ribuan pasien PMS, yang mana lelaki paling mendominasi di dalamnya.

Belajar dari film 17.3 About A Sex episode 3 ini kita bisa memetik pesan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan seksual sejak dini dengan pasangan. Kita tidak tahu latar belakang pasangan kita seperti apa. Apakah ia mendapatkan penularan dari orang tua, atau seringkali bergonta-ganti pasangan saat berhubungan intim.

Layanan Tes PMS

Pada konferensi pers virtual bertajuk “Melindungi Anak dari Penyakit Menular Seksual” sendiri. Jubir Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahrir, juga telah menyatakan bahwa pemerintah telah memastikan ketersediaan layanan tes HIV di sebagian besar fasilitas kesehatan.

Dia menjelaskan bahwa hampir semua puskesmas dan rumah sakit kini menyediakan layanan untuk pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS). Bahkan di antaranya juga bersifat gratis bagi masyarakat.

Selain itu, tes HIV juga bisa dilakukan di beberapa tempat, seperti di Kantor penyedia layanan kesehatan, klinik kesehatan atau pusata kesehatan masyarakat, PMS atau klinik kesehatan seksual, departemen kesehatan setempat, klinik keluarga berencana, pusat kesehatan VA, program pencegahan atau pengobatan penyalahgunaan zat, serta apotek.

Layanan sudah pemerintah penuhi. Lantas sekarang perlu tindakan gencar untuk lebih selektif memilih pasangan tidak hanya berdasarkan hal-hal yang bersifat lahiriyah belaka. Namun kesehatan seksual juga perlu menjadi bahan pertimbangan agar tidak menimbulkan permasalahan jangka panjang dengan kehidupan bersama pasangan nantinya. []

Tags: Hak Kesehatan Reproduksi PerempuanHIVpasanganPMSRelasi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Mari Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Perempuan

Next Post

Pentingnya Membudayakan Musyawarah dalam Pengambilan Keputusan di Keluarga

Firda Rodliyah

Firda Rodliyah

Anggota Puan Menulis

Related Posts

Nabi Ibrahim
Pernak-pernik

Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak

14 Februari 2026
Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama
Hikmah

Puasa dan Cara Kita Memandang Sesama

14 Februari 2026
Valentine Bukan Budaya Kita
Personal

Valentine Bukan Budaya Kita: Lalu, Budaya Kita Apa?

14 Februari 2026
Visi Keluarga
Pernak-pernik

Tanpa Visi Keluarga, Struktur Relasi Rumah Tangga Rentan Rapuh

13 Februari 2026
Relasi Suami-Istri
Pernak-pernik

Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

11 Februari 2026
Pakaian Istri
Pernak-pernik

Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

10 Februari 2026
Next Post
Keputusan Keluarga

Pentingnya Membudayakan Musyawarah dalam Pengambilan Keputusan di Keluarga

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Keteladanan Keluarga Nabi Ibrahim dalam Membangun Relasi Orang Tua dan Anak
  • Kita Tidak Lagi Relevan untuk Bersikap Sektarian dalam Menentukan Awal Ramadan dan Syawal
  • Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja
  • Metode Mudah Menghitung Usia Baligh Dalam Kalender Hijriyah
  • Metode Tafsir Mubadalah

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0