Rabu, 15 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Keluarga

    Reinterpretasi Tafsir Nafkah Keluarga

    Perempuan Pembela Keadilan

    Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?

    Integritas

    Integritas Melawan Korupsi: Sikap Gereja Katolik terhadap Korupsi

    Memasak

    Memasak Menyembuhkan Saya dari Patah Hati di Usia Matang

    Anak Guru SLB

    Melihat Disabilitas dari Rumah: Cerita Anak Guru SLB

    The Personal is Political

    Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-197: Ketika Gugatan Cerai Menjadi Exit Option

    Makna Tahrīr

    Dari Pembebasan ke Pembebasan Lain: Evolusi Makna Tahrīr

    Normal

    Ketika Normal Menjadi Diskriminasi

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    herpes

    Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

    Herpes

    Cara Meredakan Gejala Herpes Genitalia dan Mencegah Penularannya

    Herpes Genital

    Herpes Genitalia: Kenali Gejala, Cara Meredakan Keluhan, dan Penanganannya

    sifilis

    Sifilis pada Ibu Hamil dan Kangkroid, Dua Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

    Lecet di Kelamin

    Jangan Abaikan Lecet di Area Kelamin, Bisa Menjadi Gejala Awal Sifilis

    Kutil di Kelamin

    Kutil di Kelamin: Kenali Gejala, Cara Mengobati, dan Kapan Harus Waspada

    Alat Kelamin

    Jangan Anggap Sepele, Kenali Penyebab Gatal dan Kutil di Alat Kelamin

    Cairan Vagina

    Apa Saja Penyebab Munculnya Cairan Vagina yang Tidak Normal?

    Cairan Vagina

    Kenali Penyebab Cairan Vagina yang Tidak Normal dan Cara Mewaspadainya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nafkah Keluarga

    Reinterpretasi Tafsir Nafkah Keluarga

    Perempuan Pembela Keadilan

    Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?

    Integritas

    Integritas Melawan Korupsi: Sikap Gereja Katolik terhadap Korupsi

    Memasak

    Memasak Menyembuhkan Saya dari Patah Hati di Usia Matang

    Anak Guru SLB

    Melihat Disabilitas dari Rumah: Cerita Anak Guru SLB

    The Personal is Political

    Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-197: Ketika Gugatan Cerai Menjadi Exit Option

    Makna Tahrīr

    Dari Pembebasan ke Pembebasan Lain: Evolusi Makna Tahrīr

    Normal

    Ketika Normal Menjadi Diskriminasi

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    herpes

    Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

    Herpes

    Cara Meredakan Gejala Herpes Genitalia dan Mencegah Penularannya

    Herpes Genital

    Herpes Genitalia: Kenali Gejala, Cara Meredakan Keluhan, dan Penanganannya

    sifilis

    Sifilis pada Ibu Hamil dan Kangkroid, Dua Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

    Lecet di Kelamin

    Jangan Abaikan Lecet di Area Kelamin, Bisa Menjadi Gejala Awal Sifilis

    Kutil di Kelamin

    Kutil di Kelamin: Kenali Gejala, Cara Mengobati, dan Kapan Harus Waspada

    Alat Kelamin

    Jangan Anggap Sepele, Kenali Penyebab Gatal dan Kutil di Alat Kelamin

    Cairan Vagina

    Apa Saja Penyebab Munculnya Cairan Vagina yang Tidak Normal?

    Cairan Vagina

    Kenali Penyebab Cairan Vagina yang Tidak Normal dan Cara Mewaspadainya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Transformasi Sosial dengan Zakat Digital di LAZISNU PWNU Lampung

Dalam praktik mubadalah, zakat tidak dipahami sebagai hubungan vertikal kaya dan miskin, melainkan hubungan horizontal yang saling memberdayakan.

Enny Puji Lestari by Enny Puji Lestari
29 Maret 2025
in Publik, Rekomendasi
A A
0
Zakat Digital

Zakat Digital

16
SHARES
780
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Zakat dalam tradisi Islam bukanlah sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen fundamental untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Filosofi dasarnya terletak pada prinsip redistribusi kekayaan, di mana setiap harta memiliki dimensi sosial yang mengharuskan mereka yang berkecukupan untuk memperhatikan saudara-saudara mereka yang kurang beruntung.

Dalam konteks regional Lampung, Lazisnu PWNU Provinsi Lampung hadir sebagai institusi yang kreatif menerjemahkan spirit zakat ke dalam program-program konkrit dan inovatif. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Provinvi Lampung, tidak sekadar menjadi saluran pengumpulan dana, tetapi bermisi menjadi agen perubahan sosial yang transformatif.

Salah satu terobosan signifikan mereka adalah program kotak koin barcode yang mencerminkan upaya modernisasi sistem zakat melalui teknologi digital. Konsep ini bukan sekadar tentang angka, melainkan membangun ekosistem kepedulian yang terukur, transparan, dan akuntabel.

Melalui zakat digital dan teknologi barcode, setiap donasi dapat terlacak, kita dokumentasikan, dan kita pertanggungjawabkan secara sistematis. Setiap kode yang discan menghadirkan narasi tentang kepedulian dan solidaritas, menghubungkan para muzakki (pembayar zakat) dengan penerima manfaat melalui mekanisme digital yang canggih.

Inovasi kotak koin barcode memiliki beberapa keunggulan strategis. Pertama, ia memudahkan proses donasi dengan menggunakan teknologi yang familiar. Kedua, menciptakan mekanisme transparansi yang tinggi. Ketiga, membangun kepercayaan publik melalui akuntabilitas digital.

Zakat dalam Perspektif Mubadalah

Dalam praktik mubadalah, zakat tidak kita pahami sebagai hubungan vertikal antara yang kaya dan miskin, melainkan hubungan horizontal yang saling memberdayakan. Setiap donasi zakat digital melalui barcode tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi menciptakan siklus potensi di mana penerima zakat memiliki kesempatan untuk berkembang. Hingga pada gilirannya kelak dapat memberikan kontribusi kepada komunitas.

Mekanisme program ini mencerminkan filosofi kesalingan melalui beberapa dimensi:

Pertama, Pemberdayaan Berkelanjutan Dana zakat tidak sekadar kita distribusikan untuk konsumsi sesaat, melainkan kita investasikan dalam program-program yang memungkinkan penerima mengembangkan kapasitas diri. Misalnya, bantuan modal usaha kecil tidak hanya memberikan uang, tetapi menciptakan peluang wirausaha di mana penerima dapat mandiri dan berkontribusi kembali pada ekosistem sosial.

Kedua, Transformasi Mutual Setiap penerima zakat kita pandang sebagai subjek aktif, bukan objek pasif. Melalui pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, dan pembinaan berkelanjutan, mereka kita persiapkan untuk tidak sekadar menerima, tetapi juga memberi.

Ketiga, Jejaring Solidaritas Digital Teknologi barcode yang kita gunakan bukan sekadar alat teknis, melainkan medium untuk membangun jejaring kesalingan. Setiap donasi tersambung dalam narasi besar tentang gerakan bersama menciptakan kesejahteraan.

Keempat, Dimensi Spiritual Kesalingan Konsep mubadalah menghadirkan zakat sebagai ibadah transformatif. Bukan sekadar menunaikan kewajiban, tetapi menciptakan siklus keberkahan di mana setiap kontribusi memiliki potensi spiritual dan sosial yang mendalam.

Dengan adanya hal di atas inovasi atau terobosan di atas, NU Care-Lazisnu memiliki prinsip utama yang terangkum dalam konsep MANTAP: Modern, yaitu sikap, cara berpikir, dan bertindak yang sesuai dengan tuntutan zaman. Akuntabel, yaitu pertanggungjawaban terhadap aktivitas kelembagaan keuangan yang sesuai dengan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat dan Syariah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Transparan, yaitu keterbukaan sesuai dengan prinsip yang berlaku dalam Undang-Undang Pengelolaan Zakat dan Syariah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Amanah, yaitu dapat kita percaya dalam pengelolaan dana dari para donatur baik berupa zakat, infak, sedekah, CSR, dan DSKL.

Profesional, yaitu pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, CSR, dan DSKL secara efektif dan efisien dengan standar terbaik. NU Care-Lazisnu selalu mengedepankan layanan yang berkualitas dan memberikan manfaat maksimal bagi umat.

Tantangan

Namun, program ini tidak tanpa tantangan. Implementasinya memerlukan sosialisasi komprehensif, terutama bagi masyarakat yang kurang akses teknologi. Mereka tetap menyediakan metode tradisional untuk memastikan inklusivitas donasi.

Dalam praktiknya, yang dikumpulkan bukan sekadar nominal, melainkan potensi perubahan. Dana tersebut kita investasikan untuk memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar konsumsi sesaat. Setiap rupiah kita harapkan mampu menciptakan multiplier effect yang signifikan dalam pemberdayaan masyarakat.

Filosofi dasar mereka sederhana namun mendalam yaitu zakat bukanlah sekadar perpindahan uang, melainkan perpindahan kesempatan. Melalui program ini, Lazisnu PWNU Provinsi Lampung tidak hanya mengumpulkan dana, tetapi membangun ekosistem solidaritas digital yang bermartabat.

Setiap barcode yang discan adalah simbol harapan. Setiap donasi adalah langkah konkrit menuju masyarakat yang lebih berkeadilan, di mana teknologi dan kepedulian sosial berpadu dalam satu gerakan transformatif.

Dengan demikian, program kotak koin barcode Lazisnu PWNU Provinsi Lampung bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan manifestasi modern dari ajaran Islam tentang kepedulian, keadilan, dan pemberdayaan sosial. []

 

Tags: Filantropi RamadanLAZISNUperspektif mubadalahRamadan 1446 HZakat Digital
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Membongkar Kezaliman terhadap Perempuan dalam Perspektif Al-Qur’an

Next Post

Menegakkan Hak Penyandang Disabilitas dalam Pendidikan

Enny Puji Lestari

Enny Puji Lestari

Direktur Eksekutif LAZISNU PWNU Lampung

Related Posts

Pesantren yang Aman
Personal

Dari Epistemic Injustice Menuju Epistemic Partnership: Jalan Membangun Pesantren yang Aman

11 Juli 2026
Maskulinitas Mubadalah
Personal

Dari Maskulinitas Mubadalah Menuju Epistemologi Ulama Perempuan

6 Juli 2026
Memaknai Mahar
Keluarga

Memaknai Mahar sebagai Penghormatan, Bukan Pembelian

2 Juli 2026
Epistemic Injustice
Metodologi

Akar dan Jalan Keluar Kekerasan Seksual di Pesantren dalam Teori Epistemic Injustice dan Kerangka Mubadalah

29 Juni 2026
Hari Kebangkitan Nasional
Aktual

“Bangkit Bersama”: Pesan KWI di Hari Kebangkitan Nasional

25 Mei 2026
Disabilitas di Jawa Timur
Disabilitas

Membaca Keterbatasan Regulasi Disabilitas di Jawa Timur

25 Mei 2026
Next Post
Hak Penyandang Disabilitas

Menegakkan Hak Penyandang Disabilitas dalam Pendidikan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi
  • Reinterpretasi Tafsir Nafkah Keluarga
  • Cara Meredakan Gejala Herpes Genitalia dan Mencegah Penularannya
  • Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?
  • Herpes Genitalia: Kenali Gejala, Cara Meredakan Keluhan, dan Penanganannya

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0