Sabtu, 21 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Lebaran Core

    Lebaran Core dan Standar Sosial Menjelang Idulfitri

    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketimpangan Gender

    Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

    Status Perempuan

    Status Perempuan yang Rendah Berdampak pada Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat

    Kemiskinan yang

    Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

    Kesehatan Perempuan yang

    Kondisi Hidup Perempuan Miskin Berisiko Tinggi terhadap Kesehatan

    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Zakat untuk MBG

    Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG

    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Lebaran Core

    Lebaran Core dan Standar Sosial Menjelang Idulfitri

    Hari Raya

    Desakralisasi Hari Raya Idulfitri Sebagai Hari Kemenangan

    Lebaran

    Berlebaran dengan Baju Lama dan Kaleng Biskuit Isi Rengginang

    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketimpangan Gender

    Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini

    Status Perempuan

    Status Perempuan yang Rendah Berdampak pada Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat

    Kemiskinan yang

    Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

    Kesehatan Perempuan yang

    Kondisi Hidup Perempuan Miskin Berisiko Tinggi terhadap Kesehatan

    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Perempuan Memegang Kunci untuk Membangun Dunia yang Bebas dari Kelaparan dan Kemiskinan

Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi refleksi bagi kita untuk perlu menyadari, bahwa perempuan menjadi pemegang kunci dalam menciptakan perubahan di dunia

Layyin Lala by Layyin Lala
11 Maret 2023
in Personal
A A
0
Kelaparan dan Kemiskinan

Kelaparan dan Kemiskinan

17
SHARES
830
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kecenderungan kelaparan dan kemiskinan di seluruh dunia telah mencapai jumlah yang dahsyat pada abad ke-21. Sekitar 815 juta orang menderita kelaparan pada tahun 2017. Sementara 1,3 miliar orang hidup di bawah garis kemiskinan. Karena itu, penting bagi komunitas internasional untuk bereaksi cepat, fokus pada penanganan masalah sosial ini. Mencari solusi untuk mengembalikan kesejahteraan ekonomi ke segala penjuru dunia.

Sebagian besar laporan menunjukkan bahwa kunci untuk menangani kelaparan dan kemiskinan terletak pada perempuan. Dengan hak-hak dan kesempatan yang lebih besar di rantai pasokan masyarakat, perempuan memegang kendali atas bagaimana perubahan sosial kita manfaatkan dengan sebaik mungkin. Melalui proyek teknologi, pemberdayaan komunitas dan pedesaan. Memobilisasi perempuan untuk memimpin suara mereka dalam perhatian global. Masyarakat akan mendapatkan manfaat untuk jangka panjang jika mereka mengaktifkan peran perempuan.

Ketika perempuan kita dorong untuk mengambil bagian dalam meningkatkan ketersediaan gizi dan layanan kesehatan di area yang tertinggal, di mana kelaparan dan kemiskinan cukup luas, hasilnya akan segera terlihat. Dengan meningkatkan pendidikan dan keterlibatan perempuan dalam pertanian misalnya, masyarakat akan menerima suplai gizi yang lebih tinggi. Sehingga kita perkirakan dapat mengurangi risiko kelaparan dan kemiskinan pada tingkat global. Prinsip ini telah terbukti dilakukan di berbagai negara, dan telah menghasilkan hasil positif yang kita perlukan.

Meningkatkan Kemampuan Perempuan

Selain meningkatkan pendidikan, kemampuan perempuan untuk memainkan peran sangat signifikan dalam menangani kelaparan dan kemiskinan. Lalu  terpengaruhi juga oleh hak-hak kepemilikan tanah. Strata masyarakat yang paling rentan terhadap penyakit miskin dan kelaparan adalah masalah utama bagi kebanyakan negara berkembang.

Menurut laporan World Bank, hampir 70% dari kepemilikan tanah di Bangladesh dipegang oleh laki-laki. Dengan meningkatkan hak-hak perempuan dalam penyebarluasan kepemilikan tanah. Lalu mengizinkan mereka terlibat dengan lebih banyak dalam kegiatan penyediaan sumber daya, masyarakat akan dapat memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Selain hak-hak kepemilikan tanah, penemuan fakta mengenai distribusi biaya dan kesempatan yang tidak adil di seluruh dunia menunjukkan bahwa perempuan juga dikenai biaya tambahan untuk menyediakan rumah tangga, layanan kesehatan, keamanan dan jasa lainnya. Karena itu, penting untuk memastikan bahwa perempuan memiliki akses ke alasan yang memadai untuk menutup biaya ini.

Yakni dengan mewujudkan keadilan ekonomi dan redistribusi sumber daya kepada mereka yang kurang mampu dan penerima manfaat, proses penanganan kelaparan dan kemiskinan akan menjadi lebih efektif.

Refleksi Hari Perempuan Internasional

Secara keseluruhan, perempuan memegang kunci untuk membangun dunia yang lebih bebas dari kelaparan dan kemiskinan. Yakni dengan menyediakan lebih banyak kesempatan bagi perempuan. Lebih banyak bisnis baru akan berkembang, yang akan meningkatkan jumlah suplai makanan dan layanan yang dibutuhkan di area-area yang miskin dan tertinggal.

Dengan meningkatkan peluang penerimaan perempuan dalam pasar kerja. Melebarkan jangkauan layanan kesehatan dan pendidikan. Kemudian, membuka akses ekonomi dan warta pemilikan tanah, perempuan akan dapat membuat langkah signifikan dalam meningkatkan standar hidup dunia dan melawan kelaparan dan kemiskinan.

Melalui peringatan Hari Perempuan Internasional yang selalu kita peringati setiap tanggal 8 Maret, menjadi refleksi bagi kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tindak diskriminasi. Selain itu refleksi pada pembuangan, pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan. Pada Peringatan ini, kita disadarkan untuk merespon hak-hak perempuan yang acap kali terabaikan dan melihat peran signifikan perempuan bagi peradaban dunia saat ini.

Peran Penting Perempuan

Sebagai pemegang kunci untuk membangun dunia yang bebas dari kelaparan dan kemiskinan, perempuan memegang peran penting dalam menciptakan perubahan positif bagi masa depan. Perempuan adalah kekuatan penting dalam usaha perubahan sosial. Di mana ia akan menjadi pemangku kepentingan yang kuat dalam approach yang tepat untuk permasalahan-permasalahan global.

Perempuan adalah pemrakarsa di berbagai bidang kehidupan. Mulai dari pemulihan ketahanan ekologi hingga mencari out of the box ideas dan memecahkan berbagai tantangan dunia. Rintisan sektor usaha usaha yang perempuan insiasi akan memberikan dampak mendalam bagi penghentian kemiskinan dan kelaparan global.

Meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan akan memberikan dampak besar secara jangka panjang. Meningkatkan pendidikan juga membuka jalan bagi perempuan untuk mencapai aplikasi teknologi dan inovasi bisnis. Di mana kelak akan menciptakan lindung iklim dan perekonomian yang lebih baik.

Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi refleksi bagi kita. Salah satunya menyadari bahwa perempuan menjadi pemegang kunci dalam menciptakan perubahan di dunia. Yakni sebuah masa depan yang lebih inklusif dan berkeadilan. []

Tags: Hak PerempuanHari Perempuan InternasionalKelaparanKemiskinanpanganRefleksi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Teladan Nabi Muhammad Saw dalam Mempraktikkan Toleransi

Next Post

Bestie, Jangan Terburu-buru untuk Segera Menikah

Layyin Lala

Layyin Lala

A Student, Santri, and Servant.

Related Posts

Kemiskinan yang
Pernak-pernik

Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

20 Maret 2026
Kemiskinan Perempuan
Pernak-pernik

Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

19 Maret 2026
Kemiskinan
Pernak-pernik

Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

19 Maret 2026
Keadilan Relasi
Personal

Pelajaran dari Masa Lalu: Dekonstruksi Ego Laki-laki demi Keadilan Relasi

11 Maret 2026
Hak Perempuan
Pernak-pernik

Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

5 Maret 2026
Feminization of Poverty
Publik

Ramadan dan Feminization of Poverty: Saat Ibadah Bertemu Realitas Ekonomi Perempuan

20 Februari 2026
Next Post
Terburu-buru Segera Menikah

Bestie, Jangan Terburu-buru untuk Segera Menikah

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Preferensi Anak Laki-laki Perkuat Ketimpangan Gender Sejak Dini
  • Status Perempuan yang Rendah Berdampak pada Kesejahteraan Keluarga dan Masyarakat
  • Mendedah Dalil Keharaman Zakat untuk MBG
  • Lebaran Core dan Standar Sosial Menjelang Idulfitri
  • Kemiskinan Persempit Ruang Perempuan dalam Mengambil Keputusan Hidup

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0