• Login
  • Register
Minggu, 11 Mei 2025
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom

Sudahkah Mengenal Diri Kita Seutuhnya?

Mengenal diri adalah bentuk paling dasar dalam mencintai diri kita sendiri seutuhnya. Membangun kesalingan dengan diri sendiri dengan baik agar dalam berelasi dengan sesama manusia juga terbentuk kesalingan yang bahagia dan membahagiakan.

Nuril Qomariyah Nuril Qomariyah
08/01/2021
in Kolom, Personal
0
Mengenal Diri

Mengenal Diri

265
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id– Bagaimana satu minggu pertama di tahun yang baru berumur hitungan hari ini? Masih sama seperti tahun sebelumnya kah? Atau lebih buruk? Atau mungkin sudah menemukan cara ternyaman menikmati hari dengan kebiasaan yang sudah cukup beradaptasi dengan kondisi pandemi? Atau pergantian tahun sebatas bergantinya angka di kalender saja? Sudahkah kita mengenal diri kita seutuhnya di tahun yang baru ini? Atau semua masih sama saja berjalan mengikuti arus yang ada?

Di awal tahun ini, beberapa teman sering berbagi cerita. Ada yang memulai awal tahun dengan membuka usaha baru, pindah rumah baru, membaca buku baru, menonton serial drama korea terbaru, dan bahkan ada yang memilih melanjutkan untuk membangun relasi kesalingan melalui pernikahan di awal tahun ini.

Ada banyak sekali cara untuk mengenal diri, dan menabur harapan positif yang mungkin menjadi resolusi beberapa diantara pasca melewati tahun 2020 yang memiliki banyak hal di luar dugaan dan keinginan. Namun, tidak dapat dipungkiri 2020 memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan kita baik secara fisik maupun psikis.

Hal ini juga berpengaruh pada menurunnya semangat memulai aktivitas baru di awal tahun. Dan muncul anggapan “Sama saja nggak ada bedanya, masih di rumah aja nggak bisa beraktivitas kayak biasanya”. Kondisi ini kadangkala membuat beberapa orang tidak bersemangat, bahkan enggan menyusun resolusi, goals atau tujuan hidup yang ingin dicapai tahun ini atau setidaknya berusaha menyusun strategi mengusahakan beberapa hal yang belum tuntas di tahun sebelumnya, sebagai upaya untuk lebih mengenal diri.

Sebenarnya jika mau melakukan refleksi, mengenal diri sendiri,  ada atau tidaknya tujuan hidup seseorang bergantung pada diri masing-masing. Ya…, sudah sedekat apa kita mengenal diri kita sendiri menentukan bagaimana kita mampu mengatur kehidupan diri kita sendiri.

Baca Juga:

Islam Hadir untuk Gagasan Kemanusiaan

Perempuan Bekerja, Mengapa Tidak?

Islam Memuliakan Perempuan Belajar dari Pemikiran Neng Dara Affiah

Perempuan Bukan Fitnah: Membongkar Paradoks Antara Tafsir Keagamaan dan Realitas Sosial

Sebelum kemudian kita memilih terjun dalam gerakan-gerakan kemanusiaan dan membangun kesalingan dengan sesama manusia, hal pertama yang harus kita tuntaskan adalah memperkuat kesalingan dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Kesalingan dengan diri sendiri perlu dibangun sejak dini,terlebih sebelum memasuki fase quarter live crisis. Hal ini ditujukan agar kita dapat membentuk identitas dan prinsip hidup lebih kuat sejak awal, dan tidak goyah ketika dihadapkan dengan masalah. Menurut Ibu Nyai Luluk Farida, “Ketika kita telah memiliki prinsip tidak akan mudah terombang-ambing ketika mendapatkan masalah dan ujian dalam kehidupan.”

Tak jarang kita temui beberapa orang di sekitar kita ketika mendapati masalah saat sedang berjuang termasuk dalam gerakan-gerakan kemanusiaan memilih berhenti atau mengalihkan langkahnya. Hal ini terjadi karena pada dasarnya mereka belum tuntas  mengenal diri mereka sendiri. Yang menyebabkan belum paham betul untuk apa dan untuk siapa mereka terjun dalam gerakan kemanusiaan. Bahkan beberapa sebatas mengikuti arus dan tren yang ada, tanpa memahami substansi dan nilai apa yang sedang diperjuangkan.

Buya Husein pernah menyampaikan bahwa “Jangan terlibat dalam arus, tapi jadilah arus” maksud Buya di sini adalah bagaimana dalam lingkungan masyarakat basis-basis nilai kemanusiaan yang kita bawa mampu menjadi arus utama, menjadi kiblat, menjadi rujukan, dan menjadi mercusuar bagi siapa saja. Hal ini dapat terjadi jika kita memiliki identitas diri yang jelas. Dan identitas tersebut dapat kita miliki ketika kita sudah mampu mengenal diri kita seutuhnya.

Dalam sebuah ungkapan yang sering kali kita dengar, من عرف نفسه فقد عرف ربه (Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya). Sebelum menjalankan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan, hal pertama yang harus kita tuntaskan adalah diri kita sendiri, dengan berdamai dan menyelami diri kita seutuhnya.

Sehingga setiap pilihan kita dalam kehidupan sesuai dengan tujuan hidup kita, dan nantinya akan berdampak pada kebahagiaan diri kita sendiri. Karena sebelum membahagiakan atau mencintai oran lain bahagiakan dan cintai diri sendiri sepenuhnya.

Namun, yang menjadi masalah saat ini adalah bagaimana cara mengenal diri kita sepenuhnya? Pasalnya kita lebih mudah menilai dan mengenal orang lain dibandingkan diri kita sendiri. Hal ini juga yang berdampak pada pudarnya identitas generasi saat ini. Karena terlalu banyak memperhatikan orang lain tanpa paham kekurangan dan potensi yang dimiliki, untuk membranding dirinya sendiri agar memiliki identitas yang kuat.

Belajar mengenali diri adalah dengan terus memperluas pertemanan, memperdalam wawasan, dan memperbanyak pengalaman. Beberapa aspek penting ini  menunjang bagaimana kita dalam membangun kehidupan kedepannya. Karena dari itu semua kita akan menemukan diri kita bagaimana dalam versi kita sendiri. Mempercantik diri tidak hanya sekedar cantik dalam makna fisik.

Mengenal diri adalah bentuk paling dasar dalam mencintai diri kita sendiri seutuhnya. Membangun kesalingan dengan diri sendiri dengan baik agar dalam berelasi dengan sesama manusia juga terbentuk kesalingan yang bahagia dan membahagiakan. Sehingga, nilai-nilai kemanusiaan dapat terus kita perjuangkan dengan tetap berpegang teguh pada identitas dan prinsip hidup yang kita miliki karena kita telah mengetahui kemana kita akan melangkah secara merdeka. []

Tags: kemanusiaanKesalinganKesehatan Mentalmengenal diriperempuanResolusi Tahun BaruSelf LoveTahun baru 2021
Nuril Qomariyah

Nuril Qomariyah

Alumni WWC Mubadalah 2019. Saat ini beraktifitas di bidang Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak di Kabupaten Bondowoso. Menulis untuk kebermanfaatan dan keabadian

Terkait Posts

Barak Militer

Apakah Barak Militer Bisa Menjadi Ruang Aman bagi Siswi Perempuan?

11 Mei 2025
Hari Raya Waisak

Kontekstualisasi Ajaran Islam terhadap Hari Raya Waisak

10 Mei 2025
Membaca Kartini

Merebut Tafsir: Membaca Kartini dalam Konteks Politik Etis

10 Mei 2025
Mengirim Anak ke Barak Militer

Mengirim Anak ke Barak Militer, Efektifkah?

10 Mei 2025
Kisah Luna Maya

Kisah Luna Maya, Merayakan Perempuan yang Dicintai dan Mencintai

9 Mei 2025
Waktu Berlalu Cepat

Mengapa Waktu Berlalu Cepat dan Bagaimana Mengendalikannya?

9 Mei 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Pekerja Rumah Tangga

    Ibu, Aku, dan Putriku: Generasi Pekerja Rumah Tangga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Barak Militer Bisa Menjadi Ruang Aman bagi Siswi Perempuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Cinta bagi Arivia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Vasektomi untuk Bansos: Syariat, HAM, Gender hingga Relasi Kuasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengirim Anak ke Barak Militer, Efektifkah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Islam Hadir untuk Gagasan Kemanusiaan
  • Apakah Barak Militer Bisa Menjadi Ruang Aman bagi Siswi Perempuan?
  • Ibu, Aku, dan Putriku: Generasi Pekerja Rumah Tangga
  • Tidak Ada Cinta bagi Arivia
  • Menyusui adalah Pekerjaan Mulia

Komentar Terbaru

  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Nolimits313 pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

© 2023 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
  • Login
  • Sign Up

© 2023 MUBADALAH.ID

Go to mobile version