Rabu, 14 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Fikih Disabilitas dan Narasi Inklusif

Fikih menjadi landasan utama agar umat muslim dapat memahami pentingnya kesetaraan dan inklusivisme dalam beribadah dan bersosial

M. Taufik Kustiawan M. Taufik Kustiawan
24 Maret 2025
in Personal
0
Fikih Disabilitas

Fikih Disabilitas

780
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Pemikiran Islam di abad modern semestinya memberikan arah paradigma yang lebih inklusif terhadap kajian fikih. Sebab, banyak persoalan umat muslim yang harus terselesaikan dengan pendekatan fikih sebagai landasan ontologis.

Jika produk pemikiran (fikih) tersebut tidak bersandar pada keberpihakan kelompok minoritas, dalam kondisi tertentu, fikih bisa memberikan efek disparitas. Oleh karena itu, fikih semestinya tidak hanya membahas persoalan agama saja, tetapi juga membahas isu-isu kemanusiaan seperti persoalan disabilitas.

KH. Husein Muhammad menulis buku berjudul Memahami Cita-cita Teks Agama: dari Konservatisme ke Progresivisme, dari Tekstualisme ke Kontekstualisme (2024). Pada halaman 28, Buya Husein menjelaskan pentingnya “Menemani Minoritas”. Sebab kata tersebut mewakili orang-orang yang mengalami subordinasi, marjinalisasi, dan diskriminasi secara sosial. Kata minoritas ini juga merepresentasikan kelompok penyandang disabilitas yang sering kali tereduksi secara hukum (fikih).

Oleh sebab itu, fikih menjadi landasan utama agar umat muslim dapat memahami pentingnya kesetaraan dan inklusivisme dalam beribadah dan bersosial. Kebanyakan orang pada umumnya, perspektif tentang beribadah hanya  sebatas kepentingan individu dengan aspek keberadaan Tuhan yang paling utama (teosentrisme).

Namun, sebagian umat muslim melupakan betapa pentingnya beribadah juga mengedepankan keutamaan saling membantu dan menghargai sesama umat manusia sebagai makhluk sosial (antroposentrisme).

Kedua paradigma tersebut secara tidak langsung memunculkan dikotomi pemikiran yang acap kali mempangaruhi berbagai produk fikih yang berkembang. Namun, jika mencermati pemikiran Buya Husein, paradigma fikih inklusif- antroposentrisme inilah yang lebih cocok sebagai pendekatan kontekstual dalam memahami berbagai isu dan problematika penyandang disabilitas, baik dalam ruang lingkup muamalah (tata pergaulan), siyasah (kebijakan publik), dan ahwalusy syahsiyah (perdata Islam/pernikahan dan keluarga).

Landasan Historis

Terdapat landasan historis yang tersampaikan Buya Husein melalui hadis Nabi Muhammad SAW. untuk melihat kedekatan kata “minoritas” dengan “penyandang disabilitas”. Nabi pernah menerima pertanyaan dari seseorang dalam berdiskusi, “Jika aku ingin bertemu lagi denganmu, di mana aku menemui?” Nabi menjawab, “Carilah aku di tengah-tengah mereka yang hatinya terluka” (hlm.28).

Dari penjelasan singkat hadis Nabi Muhammad SAW. di atas kita dapat mengetahui, bahwa Nabi hadir di tengah-tengah kelompok minoritas (mustad’afin atau madzlumin). Nabi menjadi pengayom, pelindung, dan menjadi “rumah” aman bagi kelompok minoritas di masa itu.

Sebab apa yang mereka rasakan sering kali terabaikan, baik hak-haknya serta keberadaannya dari sebagian orang pada umumnya. Keresahan tersebut Nabi utarakan agar menjadi pengingat untuk umat muslim agar mengerti betapa pentingnya memperjuangkan kesetaraan, fikih, dan nilai-nilai kemanusian.

Oleh sebab itu kita pun memahami, bahwa narasi ketidaksetaraan sering kali tersematkan kepada teman-teman disabilitas. Mereka sering mendapatkan diskriminasi dari berbagai aspek kehidupan, baik dalam pendidikan, agama, budaya, politik, ekonomi dan sosial. Pernyataan ini tidak hanya sekadar asumsi, melainkan dari pembacaan buku Muhammad Khambali berjudul Disabilitas & Narasi Ketidaksetaraan (2025).

Muhammad Khambali merupakan penulis sekaligus pengajar untuk anak-anak berkebutuhan khusus di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta. Ia mengutarakan keresahannya selama ia menjadi pendamping teman-teman difabel melalui tulisan-tulisannya. Tulisan Khambali banyak menyampaikan kritik dalam persoalan aksesibilitas dan akomodasi yang layak dalam ranah pendidikan.

Perlunya Kesetaraan

Khambali menulis “Kita menginginkan kehadiran sekolah inklusi dapat melesap pelbagai cap yang tersematkan kepada anak-anak difabel. Memisahkan sekolah untuk anak-anak difabel dan menyembunyikan perbedaan hanya akan menumbuhkan benih-benih sikap intoleransi dan diskriminatif pada anak-anak.

Ruang kelas adalah laboraturium kehidupan anak-anak. Ruang kelas semestinya menjadi tempat berbagai nilai kemanusiaan agar tertanamkan. Di situlah semua dapat belajar bersama tentang inklusif dan merayakan perbedaan” (hlm.23).

Khambali memberikan informasi secara empiris tentang pentingnya berbagi ruang, rasa, dan pengetahuan berkaitan hak penyandang disabilitas. Anak-anak yang lahir berkebutuhan khusus harus memiliki akses serta pandangan yang setara untuk memperoleh ruang pendidikan yang memadai dari negara.

Mereka juga memiliki potensi akademik yang tidak boleh kita ragukan. Sebab jika kita memandang sebelah mata, tindakan tersebut sama saja merendahkan martabat makhluk yang Tuhan ciptakan!

Kesadaran dan harapan atas kesetaraan yang terutarakan Khambali dalam bukunya memberikan penjelasan yang amat mendalam. Bahwa kesadaran pentingnya inklusivisme dalam ruang pendidikan, agama, sektor ekonomi, politik, sosial, dan budaya amat penting dalam membangun komitmen untuk menciptakan kesadaran kesetaraan dan tentunya pandangan fikih yang sering memiliki otoritas keagamaan.

Fikih disabilitas semestinya memiliki pandangan yang amat komprehensif terhadap persoalan yang sering kali penyandang disabilitas hadapi. Tentu pemahaman terhadap fikih tidak hanya berarti sebagai dasar hukum semata, tetapi yang paling penting ialah implementasi dari produk fikih yang maslahat.

Fikih memang produk pemikiran dari ahli hukum yang dikembangkan dalam menjawab problematika sosial. Seiring berkembangnya zaman, turut mempengaruhi beragam pemikiran fikih yang dihasilkan terkadang menimbulkan otoritas keagamaan yang disalahpahami. Oleh sebab itu, fikih harus mengedepankan aspek progresivitas serta mencermati ruang keterbukaan cara pandang fleksibilitas, terutama dalam fikih disabilitas.

Fikih Progresif

Pada 2018, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU bekerja sama dengan Perhimpunan Pengembang Pesantren dan masyarakat (P3M), Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD-UB) menulis buku berjudul Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas (2018). Buku tersebut merekam penjelasan penting bagaimana cara pandang fikih yang berpihak terhadap penyandang disabilitas.

Kita dapat menyimak dari kata pengantar; “problem yang sering kali penyandang disabilitas hadapi ialah cara pandang. Secara umum, cara pandang terhadap disabilitas mendominasi oleh cara pandang mistis dan cara pandang naif.

Cara pandang mistis adalah cara pandang yang menganggap bahwa disabilitas adalah takdir dari Tuhan. Tuhan yang menentukan apakah seseorang memiliki keterbatasan atau tidak. Manusia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali pasrah menjalaninya. Sebagian beranggapan bahwa disabilitas adalah aib atau bahkan kutukaan” (hlm.vi).

Sedangkan cara pandang naif melihat bahwa disabilitas adalah akibat dari adanya infeksi penyakit, kecelakaan, keturunan, atau penuaan. Namun dari dua perspektif tersebut sebenarnya bermuara pada cara memahami disabilitas yang selalu menjadi inferior. Yaitu menempatkan disabilitas pada posisi lemah dan tidak berdaya.

Cara pandang atau perspektif inilah yang kemudian harus diubah, dengan menempatkan asas kesetaraan dan keadilan hadir di tengah-tengah mereka.

Penekanan fikih disabilitas semestinya tidak sekadar memberikan informasi terhadap tuntunan beribadah yang dilakukan penyandang disabilitas semata. Fikih disabilitas harus bergerak jauh terutama implementatif cara pandang (perspektif) kesetaraan, aksesibilitas, dan akomodasi yang layak di sektor-sektor rumah ibadah (masjid) dan ruang pendidikan.

Ruang tumbuh kembang bersama harus dilengkapi fasilitas untuk menunjang intelektualitas penyandang disabilitas agar meminimalisir cara pandang superior dari non-disabilitas. Dari situ kita akan yakin, bahwa fikih disabilitas yang progresif adalah benar-benar yang menyampaikan suara-suara minoritas atas kebijakan yang tidak berpihak. []

Tags: DifabelFikih DisabilitasIsu DisabilitasKH Husein MuhammadMerebut TafsirRuang Inklusi
M. Taufik Kustiawan

M. Taufik Kustiawan

Editor Damarku.id & Pengacara di LBH Majelis Hukum dan HAM 'Aisyi'yah Jawa Tengah. Alumni Akademi Mubadalah 2025.

Terkait Posts

Fikih Disabilitas
Publik

Fikih Disabilitas: Kajian Wudu bagi Orang Tanpa Tangan atau Kaki

18 Desember 2025
Nnena Kalu
Figur

Nnena Kalu Melawan Tiga Sekat: Difabilitas, Perempuan, lagi Kulit Hitam

12 Desember 2025
Relasi Difabel
Publik

Relasi Difabel dan Jurnalisme: Antara Representasi, Sensasi, dan Keadilan Narasi

9 Desember 2025
Hak Difabel
Publik

Benarkah Implementasi Kebijakan Publik Terhadap Hak Difabel Sudah Sesuai HAM?

4 Desember 2025
Difabel
Publik

Mereka (Difabel) Hanya Ingin “Diterima”

27 November 2025
Ruang Aman
Publik

Hari Anak Sedunia: Ciptakan Ruang Aman bagi Anak Penyandang Disabilitas

26 November 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan
  • Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita
  • PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global
  • Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID