Rabu, 14 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Humanisme Inklusif : Sebuah Tawaran Untuk Kesetaraan

Kemanusiaan akan semakin utuh ketika merangkul seluruh spektrum pengalaman manusia, termasuk yang berasal dari kalangan yang selama ini terpinggirkan.

Achmad Sofiyul Achmad Sofiyul
8 Agustus 2025
in Publik
0
Humanisme Inklusif

Humanisme Inklusif

2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id –  Sebagai manusia yang berkeadilan, bersosial, dan memiliki sifat humanis terhadap makhluk sekitarnya, sudah seharusnya memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. Terlebih dengan merambahnya era modern yang ditandai dengan munculnya teknologi canggih, menyisakan pesan untuk mempertanyakan kembali posisi kita sebagai manusia sejati.

Era modern menjadi alternatif yang praktis tanpa mikir panjang, bahkan hanya satu kali klik untuk membuktikan apa yang kita inginkan. Kondisi demikian menunjukkan sifat menubuhnya teknologi modern dalam jiwa manusia dan berpotensi bersifat individual yang tak berkepedulian.

Kemudian teknologi memaksa kita agar fokus terhadap hal-hal yang bersifat data dan kalkulatif. Tentu peran kita akan menjadi dominan dalam mengaplikasikan hal itu. Namun, bagaimana jika ada yang tidak mampu? bisakah kita menghampiri dan membantunya? ataukah sikap apatis menjadi raja?

Ketika kemanusiaan dikerdilkan menjadi statistik dan empati digantikan oleh data, quo vadis humanisme? Humanisme tak lagi menjadi gagasan moral, melainkan menjadi landasan perjuangan antara nilai, identitas dan kemajuan.

Meskipun humanisme terdengar dalam kehidupan sehari-hari, namun makna dan penerapannya kerap belum terpenuhi dalam lelaku sosial. Terbukti dengan liarnya kasus pembunuhan, pemerkosaan, pengkuburan moral, berita pahit tentang kebijakan pemimpin sehingga kaum minoritas terhimpit nasib.

Hal demikian merepresentasikan kaburnya rasa humanisme dalam diri manusia. Anehnya kekaburan itu terus menerus terjadi pada kalangan yang berpendidikan, sesekali tercerahkan, namun bersifat peyoratif.

Humanisme Inklusif

Karena artikel ini sebuah tawaran, maka langkah awal akan menjelaskan apa itu humanisme dan inklusif secara deskripti-kritis. Humanisme berasal dari kata humanus dalam bahasa Latin yang berarti manusia, dan pada umumnya merujuk pada pandangan yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian, dengan fokus pada nilai, martabat, dan potensi manusia.

Sementara Inklusif berarti bersifat menyertakan, tidak membedakan atau mengesampingkan pihak manapun; menerima dan menghargai keberagaman dalam berbagai aspek seperti budaya, ras, agama, gender, dan lain-lain.

Secara definitif Humanisme inklusif adalah pandangan atau pendekatan yang menempatkan nilai dan martabat manusia sebagai pusat, sekaligus mengakui dan menghargai keberagaman manusia tanpa diskriminasi. Humanisme ini menekankan bahwa semua manusia memiliki hak, nilai, dan potensi yang sama, serta harus diperlakukan secara adil dan setara tanpa memandang latar belakang, identitas, atau perbedaan apapun.

Dengan kata lain, humanisme inklusif adalah bentuk humanisme yang tidak hanya menempatkan manusia sebagai pusat, tetapi juga secara aktif mengakomodasi dan menerima seluruh keragaman manusia, sehingga menciptakan sikap terbuka, penghormatan, dan kesetaraan bagi semua orang.

Humanisme inklusif ini menekankan dan mengajak kita untuk melihat manusia bukan hanya sebagai individu otonom, tetapi juga sebagai bagian dari jaringan sosial yang kompleks dan saling bergantung. Dalam konteks ini, humanisme inklusif tidak hanya relevan dalam bidang filsafat atau etika, tetapi juga memiliki implikasi yang luas dalam pendidikan, politik, ekonomi, dan hubungan antarumat beragama.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai humanisme inklusif menjadi sangat penting sebagai fondasi bagi masyarakat yang adil, setara, dan berperikemanusiaan.

Belajar Dari Kalangan Minoritas

Mengapa harus belajar dari kalangan minoritas? Karena sudut pandang materialistik menjadikannya terpinggirkan, termarginalisasi dan ter-ter yang berkonotasi merendahkan lainnya.

Namun justru dari posisi inilah, sesuatu yang berharga dapat kita petik. Ketika seseorang berada di pinggiran, ia memiliki perspektif unik yang tidak berada pada mereka yang berada di lingkar kekuasaan.

Dapat kita lihat bahwa kalangan ini sudah kebal menghadapi tantangan hidup setiap hari, diskriminasi, prasangka, dan ketidakadilan mewarnai realitas hidup mereka. Akan tetapi itu bukanlah tantangan, namun membangun mental dan bangkit dari keterpurukan untuk beradaptasi dengan perubahan, dan mempertahankan optimisme dalam kesulitan.

Ambil contoh komunitas tuli yang mengembangkan bahasa isyarat. Keterbatasan pendengaran tidak melemahkan mereka, justru melahirkan sistem komunikasi visual yang kaya dan kompleks. Bahasa isyarat bahkan meningkatkan kemampuan kognitif dan spasial penggunanya. Inilah wujud nyata humanisme inklusif: mengakui bahwa perbedaan bukan kekurangan, melainkan kekayaan alternatif.

Dalam kata Buya Husein, minoritas sifatnya unpredictable, tapi mereka ada di hadapan kita. Minoritas Adalah kaum yang harus kita dampingi, bukan malah menjadi terpinggirkan.

Sementara bagi Arthur Combs, aspek krusial dari humanisme adalah sudut pandangnya terhadap dunia, untuk mengerti orang lain, yang terpenting adalah melihat dunia sebagai yang dia lihat, dan untuk menentukan bagaimana orang berpikir, merasa tentang dia atau dunianya. Maka paradigma yang bersifat diskriminatif seharusnya cepatlah membusuk, karena menyebabkan makarnya dehumanisasi.

Dengan demikian humanisme inklusif menawarkan jalan menuju kesetaraan yang bukan hanya adil secara moral, tetapi juga cerdas secara strategis. Kemanusiaan kita akan semakin utuh ketika kita merangkul seluruh spektrum pengalaman manusia, termasuk yang berasal dari kalangan yang selama ini terpinggirkan.

Visi Misi Masa Depan : Masyarakat Humanis Inklusif

Melalui pembahasan yang singkat dan visioner namun tidak manis seperti slogan para motivato ini, humanisme inklusif menawarkan jalan kesetaraan menuju keadilan yang berperikemanusiaan. Bukan hanya deal secara moral, namun merdeka sejak dalam pikiran dan cerdas secara ekologis sosial. Karena kemanusiaan tercapai dalam potensi optimalnya apabila setiap individu dapat berkontribusi tanpa hambatan apapun.

Kesetaraan bukan redistribusi power dari satu kelompok ke kelompok lain, melainkan penciptaan sistem di mana power mengalir secara organik sesuai konteks dan kebutuhan. Dalam humanisme inklusif, leadership bersifat situasional dan kolaboratif. Bukan hierarkis dan permanen.

Sebagai indikator keberhasilan, masyarakat humanis inklusif dapat berawal dari unit-unit kecil. Keluarga yang menghargai setiap anggota tanpa stereotyping, sekolah yang mengakui multiple intelligences, workplace yang menerapkan inclusive leadership, komunitas yang merayakan diversity sebagai strength.

Inilah sebuah tawaran untuk menghadapi degradasi moral dan dehumanisasi serta kesetaraan yang tidak hanya bermartabat, tetapi juga regeneratif menciptakan kondisi di mana setiap generasi memiliki akses yang lebih baik untuk mengekspresikan keunikan dan potensinya.

Semoga kemerdekaan negara Indonesia esok menjadi momentum terciptanya peradaban yang inklusif dan berkemanusiaan. Merdeka! []

Tags: GenderHumanisme InklusifInklusi SosialkeadilankemanusiaanKesetaraan
Achmad Sofiyul

Achmad Sofiyul

Bernafas, nir-intelektuil, dan suka eksis di IG @achmadyullllll_

Terkait Posts

Masak Bukan Kodrat
Personal

Masak Bukan Kodrat: Kampanye Kesetaraan Gender

12 Januari 2026
Tokenisme
Publik

Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

10 Januari 2026
Aktivis Perempuan
Publik

Aktivis Perempuan Dorong Tafsir Islam yang Berkeadilan Gender

9 Januari 2026
Kesehatan Mental
Personal

Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

8 Januari 2026
Pendidikan Tinggi Perempuan
Publik

Membuka Akses dan Meruntuhkan Bias Pendidikan Tinggi Perempuan

7 Januari 2026
Islam dan Kemanusiaan
Publik

Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

7 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan
  • Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita
  • PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global
  • Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID