• Login
  • Register
Jumat, 4 Juli 2025
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Jasa Orang Lemah

Golongan manusia yang dimarginalkan ini menurut Nabi Saw harus kita berikan pelayanan dan santunan yang memadai. Apalagi pada saat-saat di mana negara tengah menghadapi krisis ekonomi yang begitu dalam.

Redaksi Redaksi
07/03/2024
in Hikmah, Pernak-pernik
0
Orang Lemah

Orang Lemah

564
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Agama Islam berpendirian bahwa kehidupan yang adil akmur di dunia ini tak mungkin akan terwujud apabila para dhuafa (orang-orang lemah), fuqara, dan masakin tidak mendapat layanan dari masyarakat yang berada dan mampu (kaya).

Para dhuafa (orang-orang lemah), fuqara (para fakir), dan masakin (kaum miskin) adalah sendi dan tulang punggung kekuatan suatu masyarakat.

Mereka merupakan golongan yang harus mendapatkan perhatian kita yang utama dan pertama. Betapa tidak? Segala hal yang menyangkut kehidupan kita di dunia ini banyak sekali yang bergantung kepada rakyat jelata dan kaum miskin tersebut. Baik petani, buruh, nelayan, pemulung, tukang becak, kuli angkut, dan lain-lainnya.

Kita sesungguhnya tidak mungkin bisa hidup tanpa mereka. Betapa banyak orang kaya menjadi pusing luar biasa ketika harus ditinggal mudik pembantunya. Bahkan, kekayaan yang kita miliki adalah karena kerja dan atas pertolongan mereka. Nabi Saw bersabda:

“Innama tunsharun wa turzaquna bidhu’afaikum.” (Sesungguhnya, kamu mendapat pertolongan, pembelaan, serta rezeki adalah berkat jerih payah dan perjuangan orang-orang yang lemah di antara kamu).

Baca Juga:

Meninjau Ulang Cara Pandang terhadap Orang yang Berbeda Keyakinan

Membongkar Dalil Lemah di Balik Khitan Perempuan

Dari Kasus Nenek SA: Hukum Tak Lagi Melindungi yang Lemah

Islam Hadir untuk Melepaskan Belenggu Kelompok Lemah dan Rentan

Rasulullah Saw dalam banyak kesempatan sering menggariskan suatu sikap yang jelas terhadap masyarakat yang lemah ini.

Memberikan Pelayanan dan Santunan

Golongan manusia yang dimarginalkan ini menurut Nabi Saw harus kita berikan pelayanan dan santunan yang memadai. Apalagi pada saat-saat di mana negara tengah menghadapi krisis ekonomi yang begitu dalam. Ini semata-mata dalam kerangka besar pembangunan dunia yang adil dan makmur.

Dalam dunia yang adil dan makmur, setiap warga mendapat haknya sesuai dengan kewajiban yang dibebankan atas diri mereka. Allah Swt mengatakan:

وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ

“Dan pada harta benda mereka (orang kaya itu), terdapat hak (yang seharusnya kita berikan kepada) orang miskin yang meminta. Dan orang miskin yang tidak meminta (karena malu terhadap kehormatan dirinya).” (QS. adz-Dzaariyaat ayat 19).

Sebaliknya, mengabaikan dan membiarkan mereka terus menderita justru akan menimbulkan malapetaka sosial yang serius. Kefakiran (kemiskinan) akan mengantarkan orang untuk melakukan kekufuran,” kata Nabi Saw. Kekufuran atau kekafiran tidak hanya berarti menolak Tuhan, tetapi juga mengingkari prinsip-prinsip kemanusiaan. []

Tags: Jasalemahorang
Redaksi

Redaksi

Terkait Posts

Laki-laki dan Perempuan dalam fikih

Hak dan Kewajiban Laki-laki dan Perempuan dalam Fikih: Siapa yang Diuntungkan?

3 Juli 2025
Perceraian untuk

Mengapa Perceraian Begitu Mudah untuk Suami?

2 Juli 2025
Boys Don’t Cry

Boys Don’t Cry: Membongkar Kesalingan, Menyadari Laki-laki Juga Manusia

2 Juli 2025
Perceraian dalam

Perceraian dalam Fikih: Sah untuk Laki-Laki, Berat untuk Perempuan

1 Juli 2025
Fikih Perempuan

Fikih yang Kerap Merugikan Perempuan

1 Juli 2025
amar ma’ruf

Meninjau Ulang Amar Ma’ruf, Nahi Munkar: Agar Tidak Jadi Alat Kekerasan

1 Juli 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Konten Kesedihan

    Fokus Potensi, Difabel Bukan Objek Konten Kesedihan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Istilah Marital Rape Masih Dianggap Tabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengapa Perceraian Begitu Mudah untuk Suami?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meninjau Ulang Cara Pandang terhadap Orang yang Berbeda Keyakinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Mentoring Poligami: Menjual Narasi Patriarkis atas Nama Agama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Komitmen Disabilitas untuk Isu Iklim
  • Merencanakan Anak, Merawat Kemanusiaan: KB sebagai Tanggung Jawab Bersama
  • Kisah Jun-hee dalam Serial Squid Game dan Realitas Perempuan dalam Relasi yang Tidak Setara
  • Bisnis Mentoring Poligami: Menjual Narasi Patriarkis atas Nama Agama
  • Laki-laki Juga Bisa Jadi Penjaga Ruang Aman di Dunia Digital

Komentar Terbaru

  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Nolimits313 pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2023 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
  • Login
  • Sign Up

© 2023 MUBADALAH.ID