Minggu, 30 November 2025
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Fahmina

    Marzuki Rais: Fahmina Tumbuh dari Kontrakan, Kuat di Pendidikan, Meluas Lewat Jejaring Asia

    Fahmina

    Marzuki Rais Beberkan Tantangan Advokasi dan Misi Keberagaman Fahmina

    Inklusif

    Peringati Seperempat Abad, Fahmina Kuatkan Gerakan Pendidikan Inklusif

    Demokrasi

    Kelas Diskusi Islam & Demokrasi Fahmina Soroti Rapuhnya Demokrasi dan Pengalaman Diskriminasi Kelompok Minoritas

    Kekerasan Seksual

    Kelas Diskusi Islam dan Gender Fahmina Ungkap Masalah Laten Kekerasan Seksual dan Perkawinan Anak

    Fahmina yang

    Fahmina Luncurkan Buku “Bergerak untuk Peradaban Berkeadilan” di Harlah ke-25

    25 Tahun Fahmina

    Fahmina Akan Gelar Peringatan 25 Tahun, Ini Rangkaian Acaranya

    P2GP

    P2GP Harus Diakhiri: KUPI Minta Negara Serius Libatkan Ulama Perempuan dalam Setiap Kebijakan

    P2GP

    Istiqamah di Tengah Penolakan: Perjuangan Panjang KUPI Menghentikan P2GP

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Seks

    Hubungan Seks Suka Sama Suka, Zina atau Bukan?

    trafficking

    Al-Qur’an Melindungi Para Korban Trafficking

    Literasi Digital Inklusif

    Pentingnya Literasi Digital Inklusif: Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)

    trafficking yang

    Kisah Mu’adzah: Pengingat Bahaya Trafficking

    Ayah dan Anak

    Ibu, Ayah dan Anak pada Zaman yang Terus Berubah

    trafficking

    Trafficking dan Pembelaan Al-Qur’an kepada Perempuan

    Kisah Disabilitas

    Cara Media Membangun Jarak: Kesalahan Kita Mengangkat Kisah Disabilitas

    Ishlah

    Ishlah: Solusi Damai untuk Selamatkan Pernikahan

    Ekonomi Guru

    Ekonomi Guru dan Kesejahteraan yang Diimpikan

  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    Surga

    Ketika Surga Direduksi Jadi Ruang Syahwat Laki-Laki

    Perempuan Lebih Rendah

    Ketakwaan Perempuan Tidak Lebih Rendah dari Laki-laki

  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Fahmina

    Marzuki Rais: Fahmina Tumbuh dari Kontrakan, Kuat di Pendidikan, Meluas Lewat Jejaring Asia

    Fahmina

    Marzuki Rais Beberkan Tantangan Advokasi dan Misi Keberagaman Fahmina

    Inklusif

    Peringati Seperempat Abad, Fahmina Kuatkan Gerakan Pendidikan Inklusif

    Demokrasi

    Kelas Diskusi Islam & Demokrasi Fahmina Soroti Rapuhnya Demokrasi dan Pengalaman Diskriminasi Kelompok Minoritas

    Kekerasan Seksual

    Kelas Diskusi Islam dan Gender Fahmina Ungkap Masalah Laten Kekerasan Seksual dan Perkawinan Anak

    Fahmina yang

    Fahmina Luncurkan Buku “Bergerak untuk Peradaban Berkeadilan” di Harlah ke-25

    25 Tahun Fahmina

    Fahmina Akan Gelar Peringatan 25 Tahun, Ini Rangkaian Acaranya

    P2GP

    P2GP Harus Diakhiri: KUPI Minta Negara Serius Libatkan Ulama Perempuan dalam Setiap Kebijakan

    P2GP

    Istiqamah di Tengah Penolakan: Perjuangan Panjang KUPI Menghentikan P2GP

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Seks

    Hubungan Seks Suka Sama Suka, Zina atau Bukan?

    trafficking

    Al-Qur’an Melindungi Para Korban Trafficking

    Literasi Digital Inklusif

    Pentingnya Literasi Digital Inklusif: Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)

    trafficking yang

    Kisah Mu’adzah: Pengingat Bahaya Trafficking

    Ayah dan Anak

    Ibu, Ayah dan Anak pada Zaman yang Terus Berubah

    trafficking

    Trafficking dan Pembelaan Al-Qur’an kepada Perempuan

    Kisah Disabilitas

    Cara Media Membangun Jarak: Kesalahan Kita Mengangkat Kisah Disabilitas

    Ishlah

    Ishlah: Solusi Damai untuk Selamatkan Pernikahan

    Ekonomi Guru

    Ekonomi Guru dan Kesejahteraan yang Diimpikan

  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    Surga

    Ketika Surga Direduksi Jadi Ruang Syahwat Laki-Laki

    Perempuan Lebih Rendah

    Ketakwaan Perempuan Tidak Lebih Rendah dari Laki-laki

  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom

Bincang Film Agora: Hypatia, Sang Filsufwati Berhati Bening

Demikianlah, apa mau kita kata, ketika kejujuran intelektual tunduk di bawah dogma, yang terjadi adalah taklid buta. Kendatipun karya Hypatia hilang, ia tercatat sebagai filsuf, astronom, dan matematikawan hebat

Muh. Imam Ghozali Mamonto Muh. Imam Ghozali Mamonto
21 September 2022
in Film
0
Film Agora

Film Agora

559
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“Lalu, mengapa kami harus mendengar pendapat dari seseorang yang tidak memiliki iman?” Hypatia menjawab, “Aku beriman pada filsafat.”

Mubadalah.id – Demikian adu mulut antara seorang dewan senator dengan Hypatia di kantor pemerintahan Alexandria. Dalam film Agora yang rilis tahun 2009 silam.

Pascadirgahayu Ibu pertiwi ke-77 yang telah kita peringati bulan kemarin, pelbagai refleksi atas kemerdekaan baik berupa kajian, dialog, karya tulis, pagelaran, maupun nobar tidak sedikit bermunculan bahkan sampai hari ini. Tema yang mereka angkat antara lain seputar keberagaman, toleransi, moderasi beragama, kesetaraan gender, dan gagasan terkait ke-Indonesia-an lainnya. Menginsafi itu semua, saya terangsang untuk menulis tentang film Agora yang saya tonton beberapa hari kemarin.

Tidak sekadar tentang seorang perempuan bernama Hypatia yang begitu mencintai ilmu pengetahuan, film Agora ini mengangkat sejarah Alexandria di abad ke-4 akhir imperium Romawi pada masa kekaisarannya Theodosius I atau bernama lengkap Flavius Theodosius Augustus. Dan yang terpenting, film ini sarat akan nilai-nilai yang bersinggungan dengan kehidupan kita, antara lain perihal keberagamaan dan gender.

Terdapat tiga sistem kepercayaan yang hidup berdampingan di Alexandria kala itu, tapi keseharian mereka senantiasa diwarnai dengan adu mekanik satu sama lain. Mulai dari saling adu tentang Tuhan siapa yang lebih masuk akal, mengacaukan peribadatan satu sama lain, hingga saling bantai dan perang. Ketiga sistem kepercayaan tersebut ialah Yahudi, Kristen, dan Paganisme.

Awalnya, kaum Pagan (Paganisme) dan agama Yahudi telah hidup berdampingan dengan damai. Namun, semuanya berubah sejak agama Kristen datang entah dari mana dan mulai menyebarluaskan ajaran mereka. Kristenisasi tersebut melahirkan adu mekanik antara ketiga sistem kepercayaan. Perang, pembantaian, pembakaran buku-buku, perpustakaan menjelma kandang ternak, hingga merambat ke persoalan gender. Serba-serbi kekacauan tersebut terjadi melulu soal siapa yang benar dalam beragama.

Mengapa Terjadi ‘Adu Mekanik’ Agama?

Terlepas dari apapun sistem kepercayaan atau agama dalam film ini, bukan itu masalahnya. Melainkan “konflik” yang terjadi antara mereka atau yang dalam negeri Land of Dawn konon mereka sebut juga dengan “adu mekanik.”

Kok bisa terjadi konflik agama? Bukankah agama mestinya sarat akan cinta kasih, perdamaian, dan semua nilai-nilai kebaikan? Lantas, mengapa antarpemeluk agama malah saling menghancurkan satu sama lain dengan dalih keyakinan atas agamanya?

Kita barangkali sudah membaca pelbagai tulisan yang mengkritisi agama sebagai induk lahirnya kejahatan. Bahwa agama dengan segala doktrinnya: klaim kebenaran mutlak, klaim keselamatan, seruan perang suci, dan lain sebagainya dapat menciptakan konflik antarumat beragama.

Kendatipun demikian, kita perlu menginsafi kembali sedewasa apa kita memaknai agama itu sendiri. Jangan-jangan interpretasi kitalah yang perlu kita perbaiki. Sebab, antara agama dan yang menafsir agama bisa sangat berbeda karena dua entitas tersebut adalah dua entitas yang berbeda.

Sejatinya agama tidak pernah turun dengan maksud menghancurkan dunia. Justru sebagai way of life yang ideal karena ia mengandung serangkaian norma-norma yang menuntun hidup menuju ‘Yang Baik’ dengan cara yang baik pula. Jadi, jika ada agama yang melazimkan pemeluknya untuk membenci, mencaci, korupsi, atau bom bunuh diri, fix labelnya sebagai agama patut kita sangsikan.

Franz Magnis-Suseno atau yang akrab kita sapa Romo Magnis, pernah mengatakan “Orang menjadi ateis lebih banyak bukan karena pemikiran filsafat atau sains. Mereka menjadi ateis karena tindakan kekerasan yang  para pemeluk agama lakukan. Mereka melihat kontradiksi antara apa yang mereka khotbahkan dengan apa yang mereka lakukan.”

Perempuan Dilarang Pintar

Gender. Ya, itulah persoalan kedua yang saya soroti dalam film ini. Persis ketika seorang imam Kristen bernama Cyril dalam khutbahnya membaca ayat di dalam kitab suci, “Perempuan yang mempelajari ilmu pengetahuan, mereka dilarang pintar melebihi laki-laki.” Entah sungguh tertulis atau rekayasanya semata, tapi yang jelas, seluruh jemaat yang hadir mengamininya.

“Dan aku tahu,” demikian Cyril melanjutkan khutbahnya, “Di Alexandria ada perempuan yang seperti itu, seorang perempuan yang mengumbar tentang kekafirannya. Seorang penyihir!” Selain merupakan sindiran terhadap Hypatia, pun seperti mengafirmasi bahwa perempuan yang pintar merupakan sebuah ketidaklaziman.

Cyril lalu memerintahkan orang-orang untuk berlutut sebagai bentuk ketaatan terhadap firman ilahi, tapi beberapa tampak berat hati menerima hal ini. Orestes misalnya, yang tetap berdiri tegap dan meninggalkan tempat peribadatan.

Hypatia, seorang perempuan Pagan yang terlena dengan ilmu pengetahuan, seorang filsuf, dan sosok yang pengasih lagi penyayang, humanis, juga manis. Ia akhirnya harus meregang nyawa karena menolak tunduk pada otoritas agama. Ia diseret menuju tempat peribadatan di mana ia ditelanjangi dan dirajam, jasadnya dipotong-potong, sisanya dibakar di jalanan.

Demikianlah, apa mau kita kata, ketika kejujuran intelektual tunduk di bawah dogma, yang terjadi adalah taklid buta. Kendatipun karya Hypatia hilang, ia tercatat sebagai filsuf, astronom, dan matematikawan hebat.

Di zaman ini, masih ada segelintir perempuan yang bermental kebelet nikah (lebih memilih menanti dinikahi ketimbang menambah wawasan), atau terlalu takut untuk mengekspresikan apa yang ia inginkan lantaran masih memandang sempit keperempuanannya.

Sudah cukup, kalian (perempuan) tidak Tuhan utus ke bumi untuk mengurus persoalan kasur, dapur, dan sumur . Kita (laki-laki maupun perempuan) punya kesempatan yang sama untuk menjalani, menikmati, dan merasakan hidup di semesta yang luas ini. []

Tags: agamaFilmFilm AgorafilsafatFilsuf PerempuanGenderHypatiakehidupankemanusiaansejarah
Muh. Imam Ghozali Mamonto

Muh. Imam Ghozali Mamonto

hanya tanah yang diberi nyawa.

Terkait Posts

Film Pangku
Film

Film Pangku: Tak Sebandingnya Hak Perempuan dengan Beban yang Ditanggung

26 November 2025
Merasa Tertinggal
Personal

Merasa Tertinggal, Benarkah Kita Gagal?

24 November 2025
KUHP
Publik

Kohabitasi dalam KUHP Baru: Antara Privasi, Norma Sosial dan Etika Keagamaan

22 November 2025
Kekerasan Terhadap Perempuan yang
Keluarga

Sampai Kapan Dalih Agama Dibiarkan Membenarkan Kekerasan terhadap Perempuan?

21 November 2025
Intimate Wedding
Keluarga

Francis Fukuyama: Intimate Wedding sebagai Gejala Runtuhnya Kolektivitas Tradisional

20 November 2025
Kesederhanaan
Personal

Bahkan bagi Orang Biasa, Kesederhanaan Bukan Hal Biasa

20 November 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Kisah Disabilitas

    Cara Media Membangun Jarak: Kesalahan Kita Mengangkat Kisah Disabilitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Literasi Digital Inklusif: Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trafficking dan Pembelaan Al-Qur’an kepada Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Mu’adzah: Pengingat Bahaya Trafficking

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu, Ayah dan Anak pada Zaman yang Terus Berubah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Hubungan Seks Suka Sama Suka, Zina atau Bukan?
  • Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah
  • Al-Qur’an Melindungi Para Korban Trafficking
  • Pentingnya Literasi Digital Inklusif: Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)
  • Kisah Mu’adzah: Pengingat Bahaya Trafficking

Komentar Terbaru

  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID