Rabu, 14 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kerusakan Lingkungan

    Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan

    Real Food

    Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita

    Dampak Polusi Udara

    PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

    Broken Strings

    Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari

    Lingkungan jadi

    Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    Pengelolaan Sampah

    KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nikah Muda

    Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    Tingkat Kultural

    KUPI Dorong Pembumian Fatwa di Tingkat Kultural

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Keluarga

Ibu, Ayah dan Anak pada Zaman yang Terus Berubah

Saya teringat pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib: orang tua tidak boleh bersikap semena-mena atau merasa paling benar terhadap anak.

Ahsan Jamet Hamidi Ahsan Jamet Hamidi
29 November 2025
in Keluarga, Rekomendasi
0
Ayah dan Anak

Ayah dan Anak

1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dalam sebuah pertemuan bersama anak-anak muda Aceh untuk menyusun agenda perencanaan strategis, saya berbincang dengan seorang lelaki berusia 22 tahun. Usia yang setahun lebih tua dari anak lelaki saya. Dalam obrolan ringan tersebut, ia bercerita tentang relasinya yang dingin dengan sang ayah.

Menurutnya, ayahnya tidak pernah memberinya apresiasi atas prestasi apa pun yang ia capai. Percakapan antara keduanya sangat jarang terjadi. Bahkan, pada masa-masa tertentu, ia merasa tidak betah berada di rumah. Ia memilih pergi ketika ayahnya sedang ada di rumah. Untungnya, komunikasinya dengan sang ibu tetap baik. Ibunya menjadi jembatan penghubung antara dirinya, adik-adiknya dan ayahnya.

Saya terperanjat mendengar cerita itu. Perasaan saya langsung melayang jauh, teringat anak lelaki saya yang seusianya. Rasanya tidak sanggup membayangkan jika sikap seperti itu terjadi pada anak saya sendiri. Akhirnya, saya bercerita kepadanya sebagai seorang ayah.

Selama ini, saya memang selalu berhati-hati dalam menegur, menasihati, atau berdiskusi dengan anak, apalagi jika ada perilaku atau kebiasaan yang terasa kurang cocok dengan prinsip hidup saya. Saat kami berbeda pandangan, saya tidak pernah berani membentak atau berkata kasar, karena takut melukai hatinya dan merusak hubungan baik kami.

Relasi dalam Keluarga

Saya sampaikan kepadanya bahwa mungkin ayahnya mengalami hal yang sama seperti saya. Namun, sang ayah memilih diam dan menahan diri untuk berbicara. Mungkin juga karena takut salah, enggan, atau merasa gengsi memulai percakapan serius dengan anaknya sendiri.

Meski begitu, saya meyakinkan lelaki muda itu bahwa ayahnya pasti sangat menyayanginya, dengan caranya sendiri. Saya sampaikan bahwa, “Bagi seorang ayah, jika anaknya tersakiti, maka ia akan merasakan sepuluh kali lipat rasa sakit dari apa yang dialami anaknya.”

Tanpa sengaja, air mata saya menetes saat mengucapkan kalimat itu. Saya memintanya dengan sungguh-sungguh untuk mengakhiri sikap dingin kepada sang ayah. Sebagai lelaki, anak pertama yang tangguh, dia harus berani menjebol tembok yang menghalangi komunikasi hangat antara ayah dan anak. “Kamu nanti juga akan menjadi ayah dan merasakan hal yang sama lho”. Ujar saya dengan air mata yang terus menetes

Saya juga bercerita tentang pengalaman pola asuh saat masa remaja di dalam keluarga besar saat masih di kampung. Ketika itu, anak-anak yang lebih tua harus rela menanggung risiko lebih besar dalam keluarga.

Saat musim paceklik, gagal panen, atau musibah lain, ketika isi lumbung padi mulai menipis sementara kebutuhan makan keluarga tidak boleh berhenti, orang tua akan mengganti menu dari nasi menjadi tiwul. Sebagai anak bungsu, saya selalu mendapat keistimewaan, sementara kakak-kakak saya rela makan tiwul agar adik-adiknya tetap bisa makan nasi.

Pola Asuh

Relasi antara kakak dan adik sangat erat. Seorang kakak dituntut menjadi teladan dan harus mengayomi adik-adiknya. Baik dalam urusan ibadah, kemandirian, keuletan, prestasi sekolah, dan sebagainya.

Meskipun setelah dewasa masing-masing tumbuh menjadi dirinya sendiri, menempuh jalan berbeda dengan profesi dan prestasi beragam, namun prinsip penghormatan dari yang muda kepada yang tua tetap terjaga. Hingga dewasa dan berumah tangga, kakak tetap menjadi rujukan untuk bertanya, berkonsultasi, dan menjadi sandaran ketika saya menghadapi masalah.

Saya merindukan pola asuh semacam itu, namun zaman telah berubah. Rasanya sulit mengulang kembali masa-masa mengesankan yang pernah saya alami. Meski saya dan istri berusaha keras membangun kedekatan antara dua anak kami sebagaimana yang saya rasakan bersama kakak-kakak saya, hasilnya tidak sepenuhnya sama.

Nuansa kebatinan mereka mungkin tetap terpaut dekat, tetapi bentuknya berbeda. Problematika yang saya hadapi pun kini berubah. Jika dulu kami berhadapan dengan ancaman kelaparan dan stunting akibat kekurangan gizi, sekarang justru sebaliknya: anak-anak tumbuh subur, kelebihan berat badan karena asupan kalori berlebih yang sulit terbakar.

Pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Saya teringat pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib: orang tua tidak boleh bersikap semena-mena atau merasa paling benar terhadap anak. Orang tua harus memahami perkembangan anak sesuai zamannya. Sebagaimana pesan beliau, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”

Menurut beliau, terdapat tiga fase dalam mendidik anak. Pertama, usia 7 tahun pertama: orang tua harus melayani anak sepenuh hati, memperlakukannya seperti raja. Pada tahap ini, anak belajar melalui contoh. Ketika anak memanggil ibu atau ayah, orang tua hendaknya berusaha menjawab dan menghampirinya, meski sedang sibuk.

Kedua, usia 8–14 tahun: orang tua mulai menerapkan kedisiplinan dengan pola “hukuman dan hadiah”. Pada fase ini, anak sudah mulai mengerti tanggung jawab dan konsekuensi dari perbuatannya. Logika dan pemikirannya berkembang pesat, membuat rasa ingin tahunya tinggi.

Ketiga, usia 15–21 tahun: anak memasuki masa balig. Banyak perubahan terjadi. Fisik, mental, spiritual, dan sosial. Pada masa ini anak sangat mungkin menghadapi berbagai masalah. Tugas terbaik orang tua adalah berbicara dari hati ke hati: menjadi teman bagi anak, bertukar cerita, berbagi pengalaman, memberi dukungan dan motivasi. Dengan begitu, anak tidak merasa takut menghadapi persoalan hidup karena ia memiliki tempat terbaik untuk berdiskusi.

Mencari Pola Asuh yang Tepat

Setiap keluarga memiliki cara dan pola asuh masing-masing. Ada yang mendidik anak-anaknya dengan ketat dan mendorong anak mengikuti jejak profesinya. Jika orang tuanya pengacara, anak ditekan agar menjadi pengacara yang lebih sukses. Ada pula yang memberi kemewahan kepada anak agar mereka tidak merasakan kesengsaraan yang pernah dialami orang tuanya dulu.

Saya sendiri terus meraba dan mencari pola yang tepat, yang selaras dengan kehendak anak, ayah, dan ibu. Kami berpegang pada standar umum yang universal. Integritas, tanggung jawab, kasih sayang, serta penghormatan terhadap orang lain dalam segala perbedaannya.

Saya tidak berani menjamin bahwa pola yang kami terapkan saat ini adalah yang terbaik. Hasilnya baru akan terlihat di masa depan. Yang bisa saya lakukan adalah berdoa. Semoga jalan yang kami tempuh kini sesuai dengan masa depan anak-anak kelak. Amin. []

 

Tags: Ayah dan Anakkeluargakomunikasiparentingpola asuhRelasi
Ahsan Jamet Hamidi

Ahsan Jamet Hamidi

Ketua Ranting Muhammadiyah Legoso, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Terkait Posts

Titik Nol Kehidupan
Keluarga

Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

13 Januari 2026
Pencatatan Perkawinan
Publik

Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

13 Januari 2026
Kenapa Masih Ada Perceraian
Personal

Kenapa Masih Ada Perceraian? Bukankah Allah Berjanji, Orang Baik untuk Orang Baik?

12 Januari 2026
Isu Orang Ketiga
Keluarga

Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

10 Januari 2026
Pacaran
Personal

Pacaran: Femisida Berkedok Jalinan Asmara

6 Januari 2026
Ibnu Hajar al-‘Asqalani
Personal

Perempuan, dan Masa Depan Umat: Perspektif Ibnu Hajar al-‘Asqalani

4 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Titik Nol Kehidupan

    Menyusun Ulang Harapan: Kisah Istri di Titik Nol Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara SNBP dan Nikah Muda: Siapa yang Paling Menanggung Risiko?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Pencatatan Perkawinan sebagai Bentuk Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Dorong Pengelolaan Sampah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Indonesia Hadapi Tantangan Serius Akibat Kerusakan Lingkungan
  • Real Food, Krisis Ekologi, dan Ancaman di Meja Makan Kita
  • PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global
  • Broken Strings, Kisah Aurelie Moeremans dan Realitas Child Grooming yang Kerap Tak Disadari
  • Kerusakan Alam Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID