Mubadalah.id – Hadis mengenai larangan seorang laki-laki dan perempuan berduaan di tempat sepi kerap dikutip dalam diskursus keagamaan sebagai dasar pembatasan antara laki-laki dan perempuan.
Riwayat yang berasal dari sahabat Abdullah ibn Umar menyebutkan bahwa Nabi menyatakan tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan perempuan kecuali setan menjadi pihak ketiga di antara mereka. Teks ini banyak beredar dalam literatur hadis dan pengajaran keagamaan.
Dalam kajian hadis dan fikih, para ulama menekankan bahwa teks tersebut tidak dapat dipahami secara literal tanpa mempertimbangkan konteks makna bahasa dan korelasi dengan riwayat lain.
Sejumlah ahli hadis menjelaskan bahwa penyebutan setan dalam teks-teks keagamaan sering mereka gunakan sebagai peringatan. Bukan selalu sebagai dasar pelarangan mutlak terhadap suatu aktivitas.
Dalam berbagai hadis lain menyebutkan bahwa setan juga berada di tempat tertentu seperti kamar mandi, tempat buang hajat, maupun pasar.
Namun keberadaan setan dalam riwayat tersebut tidak dapat kita pahami sebagai larangan memasuki lokasi tersebut. Para ulama menafsirkannya sebagai anjuran kewaspadaan terhadap potensi perilaku buruk yang mungkin terjadi di situasi tertentu.
Pendekatan ini kemudian berguna untuk memahami hadis khalwah. Sebagian pengkaji menyimpulkan bahwa fokus utama teks bukan pada pelarangan interaksi laki-laki dan perempuan secara umum. Melainkan peringatan agar relasi berlangsung dalam kerangka etika, pengawasan sosial, serta tanggung jawab moral.
Dengan demikian, teks tersebut dipandang sebagai prinsip kehati-hatian, bukan pembatasan absolut terhadap aktivitas sosial.
Kajian kontemporer menilai pemahaman kontekstual seperti ini penting agar teks hadis tidak orang-orang pakai untuk menghambat kerja sama sosial yang melibatkan laki-laki dan perempuan.
Dalam kerangka hukum Islam, kerja sama lintas gender justru sebagai bagian dari upaya kolektif membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Selama menjalankannya dalam batas norma etika yang mereka jaga bersama. []
Sumber tulisan: Benarkah Ada Setan di Antara Laki-laki dan Perempuan yang Berduaan?




































