Selasa, 24 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Penegakan Hukum

    Netralitas yang Dipertanyakan: Ujian Etika Penegakan Hukum di Indonesia

    Difabilitas

    Merebut Makna: Disabilitas ke Difabilitas

    Sejarah Penyebaran Islam

    Histori yang Minim Her-story: Membaca Ulang Sejarah Penyebaran Islam di Nusantara Melalui Jalur Perkawinan

    Puasa Membahagiakan

    Puasa Membahagiakan: Memaknai Ramadan dengan Meaningful

    Perspektif Mubadalah

    Bagaimana Perspektif Mubadalah Memahami “Suamimu Surgamu dan Nerakamu”?

    Media Sosial

    (Belum) Ada Ruang Media Sosial yang Ramah Disabilitas

    Manusia Berpuasa

    Erich Fromm dan Eksistensi Manusia Berpuasa di Bulan Ramadan

    Child Protection

    Child Protection: Cara Kita Memastikan Dunia Tetap Ramah Bagi Anak

    Disabilitas Netra

    MAQSI sebagai Wujud Inklusivitas Qur’ani terhadap Disabilitas Netra

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penindasan

    Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan

    sistem patriarki

    Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki

    Komunikasi

    Etika Komunikasi di Era Digital demi Menjaga Komitmen Pernikahan

    Laki-laki dan perempuan Berduaan

    Benarkah Islam Melarang Laki-Laki dan Perempuan Berduaan di Tempat Sepi? Ini Penjelasannya

    Praktik Zihar

    QS. Al-Mujadilah Ayat 1 Tegaskan Respons atas Praktik Zihar

    Puasa dan Ekologi Spiritual

    Puasa dan Ekologi Spiritual: Menahan Diri, Merawat Bumi

    Khaulah

    Kisah Pengaduan Khaulah Menjadi Rujukan Diskursus Hak Perempuan dalam Islam

    Puasa dalam Islam

    Makna Puasa dalam Islam sebagai Sarana Pendisiplinan Diri

    Konsep isti’faf

    Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Penegakan Hukum

    Netralitas yang Dipertanyakan: Ujian Etika Penegakan Hukum di Indonesia

    Difabilitas

    Merebut Makna: Disabilitas ke Difabilitas

    Sejarah Penyebaran Islam

    Histori yang Minim Her-story: Membaca Ulang Sejarah Penyebaran Islam di Nusantara Melalui Jalur Perkawinan

    Puasa Membahagiakan

    Puasa Membahagiakan: Memaknai Ramadan dengan Meaningful

    Perspektif Mubadalah

    Bagaimana Perspektif Mubadalah Memahami “Suamimu Surgamu dan Nerakamu”?

    Media Sosial

    (Belum) Ada Ruang Media Sosial yang Ramah Disabilitas

    Manusia Berpuasa

    Erich Fromm dan Eksistensi Manusia Berpuasa di Bulan Ramadan

    Child Protection

    Child Protection: Cara Kita Memastikan Dunia Tetap Ramah Bagi Anak

    Disabilitas Netra

    MAQSI sebagai Wujud Inklusivitas Qur’ani terhadap Disabilitas Netra

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penindasan

    Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan

    sistem patriarki

    Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki

    Komunikasi

    Etika Komunikasi di Era Digital demi Menjaga Komitmen Pernikahan

    Laki-laki dan perempuan Berduaan

    Benarkah Islam Melarang Laki-Laki dan Perempuan Berduaan di Tempat Sepi? Ini Penjelasannya

    Praktik Zihar

    QS. Al-Mujadilah Ayat 1 Tegaskan Respons atas Praktik Zihar

    Puasa dan Ekologi Spiritual

    Puasa dan Ekologi Spiritual: Menahan Diri, Merawat Bumi

    Khaulah

    Kisah Pengaduan Khaulah Menjadi Rujukan Diskursus Hak Perempuan dalam Islam

    Puasa dalam Islam

    Makna Puasa dalam Islam sebagai Sarana Pendisiplinan Diri

    Konsep isti’faf

    Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Buya Husein

Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

Hari Raya Idulfitri ini merupakan hari yang paling baik bagi kita semua untuk saling memaafkan atas kesalahan masing-masing.

KH. Husein Muhammad by KH. Husein Muhammad
26 Desember 2025
in Kolom Buya Husein, Rekomendasi, Tokoh
A A
0
Idulfitri

Idulfitri

23
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Allah Akbar x 3 walillahilhamd
Hadirin Jama’ah Idulfitri Rahimakumullah

Mubadalah.id – Pada kesempatan yang membahagiakan ini saya mengajak hadirin untuk bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. Atas segala nikmat dan anugerah-Nya kepada kita semua. Berkat nikmat dan rahmat Allah pada pagi ini kita semua dapat bersama-sama kembali di tempat yang mulia ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Pagi Idulfitri ini orang-orang beriman laki-laki dan perempuan di seluruh dunia diserukan untuk segera berangkat dan bergabung bersama-sama. Yaitu untuk menuju masjid-masjid maupun di lapangan-lapangan dan menerima penghargaan Allah swt. berupa pengampunan-Nya.

Rasulullah saw. bersabda :

“Bila pagi Idulfitri tiba, para Malaikat berbaris di pintu-pintu jalan sambil menyerukan : “Wahai orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan, segeralah berangkat kepada Tuhanmu Yang Maha Mulia. Dia akan menganugerahimu kebaikan dan memberimu pahala yang besar. Kamu telah diperintahkan beribadah malam, lalu kamu laksanakan. Dan kamu diperintahkan berpuasa siang hari, lalu kamu kerjakan. Kamu telah memenuhi seruan Tuhanmu. Maka terimalah pialamu”. Kemudian apabila mereka selesai shalat, Malaikat berseru lagi : “Ketahuilah bahwa Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu. Maka kembalilah ke perjalanan hidup kalian selanjutnya sebagai orang-orang yang memperoleh petunjuk” (HR. Thabrani dalam al Kabir).

Allah Akbar x 3 Walillahil Hamd
Hadirin Yang berbahagia

Melalui puasa selama satu bulan Allah memberikan bimbingan dan hidayah (petunjuk) kepada kita agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.

Taqwa adalah kata kunci dan hasil puncak dari seluruh pengabdian atau ibadah kita kepada-Nya, dan taqwa adalah bekal hidup yang paling baik. Taqwa akan mengantarkan kita semua kepada kebahagiaan hari ini ketika kita masih hidup di dunia maupun nanti di akhirat. Manakala kita sudah tidak ada lagi di sini.

Al Qur-an menyatakan : “Berbekallah kamu sekalian (dalam mengarungi hidup ini). Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya bekal hidup yang paling baik adalah taqwa

Allahu Akbar x 3 walilahilhamd
Jama’ah Idulfitri rahimakumullah

Meskipun puasa sudah selesai, bukan berarti kita berhenti melakukan amal-amal sebagaimana ajaran selama bulan puasa. Kita tetap dituntut untuk meneruskannya pada hari-hari selanjutnya. Amal-amal saleh dan perbuatan-perbuatan yang baik menurut Islam tidak hanya melakukan salat, puasa zakat, haji, membaca al qur-an dan berzikir.

Tetapi lebih luas lagi. Menciptakan kehidupan yang rukun dan damai dalam masyarakat. Saling menyayangi, menghargai tetangga baik yang muslim maupun bukan muslim. Mendidik anak-anak dengan pendidikan agama dan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Saling menghormati dan bekerjasama antara suami dan isteri. Silaturrahmi dengan orang tua dan kerabat baik yang dekat maupun yang jauh, menolong orang-orang yang kelaparan. Memberikan manfaat kepada masyarakat dan sebagainya adalah termasuk amal-amal saleh.

Dalam banyak ayat al Qur-an maupun hadits Nabi amal-amalan tersebut memiliki pahala kebaikan yang seringkali jauh lebih baik daripada ibadah salat, puasa dan semacamnya.

Nabi saw juga pernah bersabda :

مَنْ اَصْبَحَ يَنْوِى نُصْرَةَ الْمَظْلُومِ وَقَضَاءَ حَاجَةِ الْمُسْلِمِ كَانَتْ لهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ مَبْرُورَةٍ. اَحَبُّ الْعِبَادِ اَلَى اللهِ اَنْفَعُ النَّاسِ لِلنَّاسِ . اَفْضَلُ اْلاَعْمَالِ إِدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى قَلْبِ الْمُؤْمِنِ يَطْرُدُ عَنْهُ جُوعاً اَوْ يَكْشِفُ عَنْهُ كُرَبًا اَوْيَقْضِى لَه دَيْناً

“Barangsiapa bangun di waktu pagi dan berniat menolong orang yang teraniaya dan memenuhi keperluan orang Islam baginya pahala yang sama dengan haji mabrur. Hamba Allah yang paling dicintai adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain (manusia) dan amal yang paling utama adalah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman menutup rasa lapar orang lain, membebaskannya dari kesulitan hidup atau membayarkan utangnya.” (Nashaih al Ibad hlm. 4).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لَا تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمُ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا.وَيُشِيْرُ اِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ. بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ الْمُسْلِمَ. كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ . رواه مسلم .

“Janganlah kamu saling mendengki, saling membenci dan saling bermusuhan. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Seorang muslim tidak boleh menganiaya saudaranya, tidak boleh menghina saudaranya dan tidak boleh menjelek-jelekan saudaranya/temannya. Taqwa itu ada di dalam hati dan di dalam sikap. Cukuplah seseorang dikatakan atau dinilai berperilaku buruk jika dia menghina saudaranya. Setiap muslim diharamkan melukai, diharamkan mengambil harta orang lain secara tidak sah dan diharamkan merendahkan kehormatan saudaranya yang muslim.”

Sufi besar Abu Sa’id Ibn Abi al-Khair (w. 1049) ketika dia ditanya santrinya,

“Berapa banyakkah jalan manusia menuju Tuhan?” (ma ‘adad al-thariq min al-khalq ila al-haqq), dia menjawab :

الطريقُ اِلَى الْحَقِّ بِعَدَدِ ذَرَّاتِ الّمَوْجُودَاتِ. وَلَكِنْ لَيْسَ هُنَاكَ طَرِيقٌ اَقْرَبُ وَاَفْضَلُ وَاَسْرَعُ مِنَ الْعَمَلِ عَلَى رَاحَةِ شَخْصٍ. وَقَدْ سِرْتُ فِى هَذَا الطَّرِيقِ وَاِنِّى اُوصِى الجمِيعَ بِهِ.

“Jalan menuju Allah sebanyak partikel yang ada di alam semesta ini. Akan tetapi jalan yang terpendek, terbaik dan tercepat menuju Dia adalah memberi kenyamanan kepada orang lain. Aku menempuh jalan ini dan aku selalu memesankan ini kepada semua orang. (Asrar al-Tauhid fi Maqamat Abi Sa’id, h. 327-327).

Nabi bersabda :

ارحموا من فى الارض يرحمكم من فى السماء

“Sayangilah orang-orang yang ada di muka bumi ini niscaya akan disayang oleh Allah”

Allahu Akbar x 3 walillahilhamd
Jama’ah Idulfitri yang dimuliakan Allah

Demikianlah beberapa hal yang perlu saya sampaikan pada kesempatan khutbah Idulfitri ini. Akhirnya, saya mengajak kepada para hadirin/hadirat, marilah kita memulai kehidupan baru di bulan Syawal ini dan seterusnya. Yakni dengan tetap menjaga kebaikan-kebaikan yang selama ini kita peroleh dari ibadah kita sebulan yang lalu dan amal-amal lain yang Islam ajarkan sebagaimana sudah saya kemukakan.

Marilah kita saling memaafkan kesalahan yang pernah terjadi di antara kita. Saling menghubungkan kembali persaudaran di antara kita yang mungkin pernah terputus atau terganggu. Semoga Allah swt. menerima amal kita dan mengabulkan do’a-do’a kita.

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : والعصر ان الانسان لفى خسر الا الذين امنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق تواصوا بالصبر.
بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى واياكم بالايات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم.

Khutbah ke Dua Idulfitri 2025

ألله أكبر x 3 ألله أكبرx 3 ألله أكبر و لله الحمد.ألله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة و أصيلا
الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلن تجد له ولياً مرشداً، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، ، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله .اللهم صل وسلم وبارك على هذا الرسول الكريم،محمد صلى الله عليه وسلم, وارض اللهم عن آله وصحابته، وأحينا اللهم على سنته، وأمتنا على ملته، واحشرنا في زمرته مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا ، أما بعد.
فيا عباد الله أوصي نفسي و إياكم بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال الله تعالى في كتابه الكريم: قد أفلح من تزكى و ذكر اسم ربه فصلى.

Allah Akbar x3 walillahilhamd
Kaum Muslimin Rahimakumullah

Hari Raya Idulfitri ini merupakan hari yang paling baik bagi kita semua untuk saling memaafkan atas kesalahan masing-masing. Baik yang kita sengaja maupun yang tidak dan menyambung kembali persaudaraan yang mungkin pernah retak atau putus atau terganggu. Saling memberi maaf adalah termasuk akhlak yang paling mulia.

عن عقبة بن عامر قال : لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما فبدرته ، فأخذت بيده ، أو بدأني فأخذ بيدي ، فقال : « يا عقبة ، ألا أخبرك بأفضل أخلاق أهل الدنيا وأهل الآخرة ؟ تصل من قطعك ، وتعطي من حرمك ، وتعفو عمن ظلمك »

“Dari Uqbah bin Amir : Suatu hari aku bertemu Rasulullah Saw. Aku segera menghampiri dan memegang tangannya dan beliau memegang tanganku. Beliau mengatakan “Uqbah, apakah kamu ingin aku beritahu akhlak yang lebih utama penghuni dunia dan penghuni akhirat?. Ia adalah menjalin kembali hubungan persaudaraan, menyantuni orang yang memutuskan hubungan denganmu dan memaafkan orang yang menganiayamu.”

Rasulullah suatu hari ditanya oleh salah seorang sahabatnya: “wahai Rasulullah beritahukan aku amal apalah yang dapat memasukkan ke surga”. Rasulullah menjawab:

تعبد الله ولاتشرك به شيئا وتقيم الصلاة وتؤتى الزكاة وتصل الرحم

“Engkau menyembah Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan salat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari).

Ibnu Abidin al-Hanafi mengatakan:

صلة الرحم واجبة ولو كانت بسلام و تحية و هدية ومعاونة و مجالسة و مكالمة و تلطف و إحسان و إن كان غائبا يصلهم بالمكتوب إليهم فإن قدر على السير كان أفضل

“Menyambung silaturahmi (persaudaraan kemanusiaan) adalah keharusan seorang muslim dengan cara apapun, meskipun hanya dengan mengucapkan salam, memberi hadiah, memberi pertolongan, saling mendengarkan, bercakap-cakap, bersikap ramah dan berbuat baik. Kalau seseorang yang hendak disilaturahmi berada di lain tempat bisa dengan berkirim surat, namun lebih afdol kalau ia bisa berkunjung ke tempat tinggalnya.”

اللهم اغفر للمسلمين والسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد اذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة انك انت الوهاب . ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار.

[] والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tags: hari rayaibadahIdulfitrikemanusiaanKhutbahlebaranSalat IedTaqwa
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

Next Post

Ketika Para Ibu Sudah Turun ke Jalan 

KH. Husein Muhammad

KH. Husein Muhammad

KH Husein Muhammad adalah kyai yang aktif memperjuangkan keadilan gender dalam perspektif Islam dan salah satu pengasuh PP Dar al Tauhid Arjawinangun Cirebon.

Related Posts

sistem patriarki
Pernak-pernik

Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki

24 Februari 2026
Tarhib Ramadan
Hikmah

Tarhib Ramadan: Berbagai Persiapan Yang Dianjurkan Rasulullah

15 Februari 2026
Sejarah Difabel
Disabilitas

Sejarah Kepedihan Difabel dari Masa ke Masa

13 Februari 2026
Teologi Tubuh Disabilitas
Rekomendasi

Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

2 Februari 2026
Kerusakan Alam
Lingkungan

Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

2 Februari 2026
Kesehatan Mental
Personal

Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

8 Januari 2026
Next Post
Turun ke Jalan

Ketika Para Ibu Sudah Turun ke Jalan 

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan
  • Netralitas yang Dipertanyakan: Ujian Etika Penegakan Hukum di Indonesia
  • Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki
  • Merebut Makna: Disabilitas ke Difabilitas
  • Etika Komunikasi di Era Digital demi Menjaga Komitmen Pernikahan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0