Kamis, 5 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    Pengalaman Perempuan

    Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

    Merayakan Lebaran

    Merayakan Lebaran: Saat Standar Berbusana Diam-diam Membebani, Bukan Membahagiakan

    Pernikahan Disabilitas

    Lebih dari yang Tampak: Pernikahan Disabilitas, dan Martabat Kemanusiaan

    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    Pengalaman Perempuan

    Mengapa Pengalaman Perempuan Harus Dituliskan?

    Merayakan Lebaran

    Merayakan Lebaran: Saat Standar Berbusana Diam-diam Membebani, Bukan Membahagiakan

    Pernikahan Disabilitas

    Lebih dari yang Tampak: Pernikahan Disabilitas, dan Martabat Kemanusiaan

    Life After Campus

    Life After Campus: Ternyata Pintar Saja Tak Cukup!

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    Hijrah

    Makna Luas Hijrah dan Jihad Menuju Kehidupan Lebih Adil

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Meneladani Gaya Hidup Nabi SAW yang Sederhana dan Berorientasi Lingkungan

Konsep hidup yang Nabi ajarkan berupa kesederhanaan, merupakan konsep yang sama dengan gaya hidup minimalis yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan

Layyin Lala by Layyin Lala
2 Februari 2026
in Hikmah, Lingkungan, Rekomendasi
A A
0
Gaya Hidup Nabi

Gaya Hidup Nabi

10
SHARES
512
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dalam beberapa tahun terakhir, konsep gaya hidup minimalis banyak kita sadari dan dilirik oleh masyarakat. Gaya hidup minimalis menekan konsep hidup yang “less is more”. Sebagaimana gaya hidup Nabi yang patut kita teladani.

Pada praktiknya, gaya hidup ini mengajak kita untuk hidup secara sederhana dengan mengedepankan hal-hal atau barang yang kita butuhkan saja. Konsep gaya hidup minimalis dapat membawa masyarakat menuju konsep gaya hidup yang berkelanjutan atau sustainable living.

Dalam satu dekade terakhir, ada beberapa buku yang sangat fenomenal membahas mengenai gaya hidup minimalis, diantaranya buku “Good Bye, Things. Hidup Minimalis Seperti Orang Jepang” karya Fumio Sasaki, “Seni Hidup Minimalis” karya Francine Jay, “Suteru! Gijutsu” karya Nagisa Tatsumi, dan “Book Of Minimalist” Karya Gyta Sartika. Buku-buku tersebut sukses menduduki peringkat teratas penjualan terbaik (Best Seller), bahkan beberapa diantaranya sudah tercetak hingga dua juta eksemplar.

Konsep Hidup Minimalis

Kesadaran dan minat masyarakat dalam konsep hidup minimalis meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan sebuah kabar yang sangat baik! Mengingat, konsep hidup minimalis sangat sejalan dengan upaya untuk mengurangi sampah penyebab kerusakan lingkungan.

Begitu banyak kita-kiat untuk menerapkan konsep gaya hidup ini seperti membersihkan barang-barang yang sudah tidak terpakai, tidak terlalu dibutuhkan, dan menyimpan atau diganti dengan barang yang lebih berguna dan manfaatnya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik berupa lingkungan yang sehat dan minim sampah, tapi juga dirasakan secara mental. Mental seseorang yang menerapkan gaya hidup menimalis memiliki mindset untuk selalu bersikap bijak dalam menggunakan barang atau sesuatu, tidak berperilaku konsumtif, tidak berlebih-lebihan dan selalu memilih untuk hidup dalam ruang kesederhanaan.

Gaya Hidup Nabi

Namun, jauh sebelum konsep gaya hidup minimalis lahir rupanya umat Islam telah mengenal konsep ini. Siapa lagi kalau bukan dari suri tauladan kita Rasulullah Muhammad SAW. Beliaulah yang sebenarnya mengenalkan dan mengajarkan kepada kita akan konsep gaya hidup minimalis.

Bahkan, dalam kehidupan sehari-harinya beliau selalu menerapkan konsep ini baik saat beliau sendiri, bersama keluarga, sahabat, atau ummat beliau. Masyaa Allah!

Kalau kita dengar segala kisah atau sirah nabawiyah Rasulullah Muhammad SAW, pastilah kita akan menemukan konsep kesederhanaan beliau. Beliau terkenal akan gaya hidup yang sangat sederhana dan tidak pernah berlebihan. Soal makanan, pakaian, dan perabotan rumah rupanya beliau tak memiliki banyak macam-macamnya.

Rumah beliau hanya beralaskan tanah dan beratapkan pelepah kurma, alas tidur beliau terbuat dari tumpukan pelepah kurma, dan baju-baju beliau seringkali ia jahit berkali-kali ketika rusak atau robek. Beliau sering berkata bahwa apa yang ia miliki sudah lebih dari cukup.

Kesederhanaan Sang Nabi

Kesederhanaan beliau kadang menjadi kecemasan sahabat. Pernah suatu ketika sahabat Umar RA menangis dan mengkhawatirkan alas tidur beliau yang terbuat dari pelepah serta meninggalkan bekas di bagian tubuh beliau, namun Rasul menjawab dengan bijaksana bahwa bagi beliau, cukuplah untuk hidup di dunia dengan cara yang sederhana.

Dalam urusan makanan, tak pernah beliau menyisakan sisa-sisa makanan. Saat berwudlu, beliau menggunakan air secukupnya dan tidak membuang-buang air. Beberapa kali kita temui dalam kisah beliau bahwa beliau juga memberikan pakaian terbaiknya pada seseorang ummat yang meminta pakaiannya.

Hal ini mengandung sarat-sarat nilai orientasi yang berdasakan nilai-nilai lingkungan. Tak ada makanan sisa yang akan menjadi sampah, tak ada air yang terbuang sia-sia, dan tak ada limbah pakaian.

Teladan Nabi agar Kita Merasa Cukup

Beliau mengajarkan ummatnya untuk selalu merasa cukup, tidak boros, dan berupaya untuk hidup secara sederhana. Konsep hidup yang beliau ajarkan berupa kesederhanaan, merupakan konsep yang sama dengan gaya hidup minimalis yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan.

Berbalik pada diri sendiri, apakah kita sudah melakukan hal yang sama dengan yang beliau lakukan? Apakah kehidupan kita masih sering kita warnai oleh kegengsian untuk membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan?

Apakah kita masih sering berperilaku boros dan membuang-buang makanan? Apakah kita selalu bersyukur atas apa yang kita miliki dan selelau merasa cukup? Agaknya, pola pemikiran yang seperti ini dapat menjadi evaluasi dan introspeksi bagi diri kita sendiri

Di tengah gempuran fenomena flexing (memamerkan harta kekayaan), alangkah baiknya kita sebagai ummat Rasul untuk selalu meneladani gaya hidup Nabi yang penuh kesederhanaan. Konsep kesederhanaan sejatinya tidak hanya menguntungkan diri sendiri, namun orang lain dan lingkungan hidup merasakan manfaatnya juga. []

 

Tags: Gaya Hidup NabiislamKonsep Hidup MinimalisMaulid NabisejarahSunah Nabi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Perempuan Harus Kuasai Teknologi Digital

Next Post

Mubadalah akan Gelar Stand Up Comedy Workshop Bersama Sakdiyah Ma’ruf

Layyin Lala

Layyin Lala

A Student, Santri, and Servant.

Related Posts

rahmatan lil ‘alamin
Pernak-pernik

Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

1 Maret 2026
Negara dan Zakat
Publik

Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

28 Februari 2026
Difabel dalam Masyarakat Indonesia
Disabilitas

Difabel dalam Masyarakat Indonesia

28 Februari 2026
Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

27 Februari 2026
Kisah Zaid dan Julaibib
Hikmah

Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

26 Februari 2026
Dakwah Mubadalah sebagai
Pernak-pernik

Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

25 Februari 2026
Next Post
mubadalah stand up comedy

Mubadalah akan Gelar Stand Up Comedy Workshop Bersama Sakdiyah Ma'ruf

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban
  • Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban
  • Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR
  • Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan
  • Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0