Kamis, 8 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Tauhid sebagai

    Tauhid sebagai Jalan Pembebasan

    Kehidupan Sosial

    Memaknai Tauhid dalam Kehidupan Sosial

    Fikih Darah

    Fikih Darah; Menentukan Haid dan Istihadhah bagi Perempuan Tunanetra

    Manusia yang layak

    Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

    Masyarakat jahiliyah

    Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?

    Kesehatan Mental

    Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    Memanusiakan

    Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    Pendidikan Tinggi Perempuan

    Membuka Akses dan Meruntuhkan Bias Pendidikan Tinggi Perempuan

    Islam dan Kemanusiaan

    Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

    Kekerasan Seksual

    Forum Halaqah Kubra KUPI Bahas Kekerasan Seksual, KDRT, dan KBGO terhadap Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Tauhid sebagai

    Tauhid sebagai Jalan Pembebasan

    Kehidupan Sosial

    Memaknai Tauhid dalam Kehidupan Sosial

    Fikih Darah

    Fikih Darah; Menentukan Haid dan Istihadhah bagi Perempuan Tunanetra

    Manusia yang layak

    Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

    Masyarakat jahiliyah

    Mengapa Al-Qur’an Mengkritik Perilaku Masyarakat Jahiliyah?

    Kesehatan Mental

    Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    Memanusiakan

    Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    Pendidikan Tinggi Perempuan

    Membuka Akses dan Meruntuhkan Bias Pendidikan Tinggi Perempuan

    Islam dan Kemanusiaan

    Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    Surga Perempuan

    Di mana Tempat Perempuan Ketika di Surga?

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

Emosi memang penting di dalam berpolitik, bahwa rasa antusias, marah, dan takut menjadi perasaan yang wajar.

Retno Daru Dewi G. S. Putri Retno Daru Dewi G. S. Putri
8 Januari 2026
in Personal
0
Kesehatan Mental

Kesehatan Mental

1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Pada Sabtu (27/12) yang lalu, Puzzle Diri, dengan dukungan Rahima, mengadakan pertemuan bertajuk “Demokrasi dan Kesehatan Mental: Ruang Suara dan Ruang Pulih.” Acara yang dihadiri oleh para aktivis perempuan, pegiat isu gender, dan mahasiswa ini dimoderatori oleh Mega Puspitasari (Koalisi Perempuan Indonesia) dan materi tersampaikan oleh Wanda Roxanne (Koordinator Program Rahima).

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, Wanda menggarisbawahi bahwa sebagai aktivis perempuan, pegiat isu gender, mahasiswa, maupun WNI pada umumnya sangat memerlukan waktu untuk memulihkan kondisi kesehatan mental.

Utamanya di tengah-tengah paparan berita-berita politik yang tidak menyenangkan. Kekecewaan terhadap pemerintah dan kondisi negara turut menghambat, bahkan memperburuk, proses kita dalam menjadi individu yang lebih sehat secara mental dan fisik.

Sesi kemudian berlanjut dengan kesempatan yang Wanda berikan kepada para peserta untuk menyebutkan hal utama yang mengecewakan dari kondisi Indonesia saat ini. Menurut Wanda, sangat valid jika kepedulian akan negara mempengaruhi kesehatan mental kita.

Ia juga membagi tangkapan layar dari cuitan seorang psikolog ternama di aplikasi X yang akhir-akhir ini menangani klien yang mengeluh sebagai WNI. Sangat menarik bahwa kini tidak hanya keluhan serta emosi akan masalah pribadi saja yang menyebabkan seseorang membutuhkan penanganan pakar tetapi juga masalah negara.

Mengenal Political Anxiety

Emosi memang penting di dalam berpolitik. Wanda memaparkan bahwa rasa antusias, marah, dan takut menjadi perasaan yang wajar. Antusiasme dari masyarakat, misalnya, dapat membantu politisi mempertahankan suara serta jabatannya.

Kemarahan, di sisi lain, dapat membuat masyarakat menuntut keadilan seperti berdemonstrasi memperjuangkan hak-hak mereka. Rasa takut juga dapat hadir dan membuat masyarakat meminta pelindungan dari negara.

Sayangnya emosi yang berlebihan juga dapat memberikan dampak buruk bagi masyarakat di dalam ruang politik. Dampak negatif seperti merasa stres atau burnout mungkin sudah sering terdengar. Kali ini Wanda menambahkan istilah political anxiety yang tidak kalah seriusnya dan harus tertangani dengan tepat.

Beberapa ciri political anxiety adalah merasa cemas, mudah emosi, dan tidak bisa tidur. Kecemasan ini dua kelompok yang paling rentan mengalaminya, mereka adalah aktivis feminis dan akademisi. Hal tersebut karena mereka paling dekat dengan isu dan seringkali melihat dan mengalami langsung kekecewaan terhadap kondisi yang memengaruhi advokasi mereka sehari-hari. Oleh karena itu, Wanda menekankan bahwa Circle of Trust yang kita miliki harus terseleksi dengan baik.

Circle of Trust yang Tepat demi Mental yang Sehat

Circle of Trust atau Lingkaran Kepercayaan merupakan istilah untuk orang-orang yang ada di sekeliling kita. Mereka masuk ke dalam empat kategori berdasarkan seberapa besar kepercayaan kita. Memertahankan atau memindahkan posisi orang-orang tersebut juga dapat, bahkan perlu, kita lakukan sesuai dengan kenyamanan dan keamanan kondisi mental kita.

Terdapat empat kategori pada jendela Circle of Trust; pertama adalah mereka yang loving dan critical. Dinamika ini berisikan orang-orang yang tidak hanya mendukung dan menemani kita tetapi juga jujur dan tidak segan memberi kritik masukan demi kebaikan. Kedua, loving dan uncritical. Berbeda dengan kategori sebelumnya, walaupun mendukung dan menemani, mereka menghindari kejujuran dan memilih jarak aman dengan tidak mengkritik kita.

Kategori yang ketiga adalah unloving dan critical. Orang-orang yang terdapat pada golongan ini biasanya mereka yang dekat dengan kita secara professional. Kritik dan masukan akan mereka berikan demi peningkatan kinerja dan partisipasi kita. Akan tetapi, di saat-saat yang personal dukungan dan kehadiran mereka tidak dapat diandalkan. Terakhir, unloving dan uncritical; mereka yang tingkat kepeduliannya minim bahkan tidak ada terhadap kita. Contohnya adalah netizen atau teman kita yang hanya senang bergosip saja.

Pergeseran Relasi

Menurut Wanda, orang-orang yang berada di dalam Circle of Trust bisa dan harus menyesuaikan. Utamanya dalam berpolitik, kadang kala mereka yang tadinya ada di kategori loving and critical bisa pindah ke unloving dan uncritical jika memiliki preferensi politik yang berbeda.

Perbedaan isu yang teradvokasikan juga seringkali memengaruhi relasi dan pertemanan. Sehingga wajar jika kategori mereka bergeser dari yang positif ke negatif. Jika tidak memahami dan menerima perpindahan tersebut, khawatirnya kita akan terbebani akibat mempertahankan relasi yang tidak sehat.

Wanda mewajarkan pergeseran teman dan relasi tersebut demi kestabilan ruang aman dan nyaman kita dalam mengadvokasikan isu-isu yang kita perjuangkan. Selain itu, kita juga harus mampu menjadi bagian dari Circle of Trust yang positif untuk orang-orang yang kita pedulikan. Sehingga, Wanda berpesan untuk tidak lupa mengecek kabar rekan-rekan aktivis, akademisi, mahasiswa, maupun teman serta keluarga dekat lainnya. Utamanya dalam situasi yang tidak menentu di negara kita sekarang ini.

Ruang Suara dan Ruang Pulih untuk Merawat Kesehatan Mental

Selain menata Circle of Trust, para peserta juga berkenalan dengan pentingnya membangun Ruang Suara dan Ruang Pulih. Dua cara merawat kesehatan mental yang bisa kita lakukan di tengah-tengah kesibukan dan aktivisme kita. Ruang Suara terbangun dengan cara mengekspresikan perasaan negatif melalui tulisan.

Dengan menuliskannya pada selembar kertas, katarsis ini sangat efektif. Utamanya karena kita seringkali terlarang untuk mengungkapkan perasaan yang buruk. Wanda bahkan memperbolehkan para hadirin untuk menggambar emosi mereka sehingga tidak terbatas dalam kata-kata dan kalimat saja.

Kertas tersebut kemudian kita remas hingga membentuk sebuah bola yang lalu boleh kita lempar maupun diinjak-injak. Sehingga perasaan negatif kalah, terbuang, dan tidak lagi membebani pikiran kita. Peluapan ekspresi negatif tersebut kemudian diikuti oleh Ruang Pulih, di mana emosi positif lah yang kali ini diutamakan.

Ruang Pulih terwujudkan dengan cara membuat garis atau lingkaran tanpa putus di atas kertas. Akan tetapi, peserta diminta menutup mata sembari melakukannya. Ruang-ruang yang dihasilkan dari coretan tersebut kemudian kita beri warna-warni yang prosesnya akan menenangkan dan mengalirkan emosi kita. Setelah selesai berkreasi, Wanda mempersilakan setiap karya untuk kita berikan kutipan harapan baik di tahun baru yang akan datang.

Sebelum mengakhiri keseluruhan sesi, Wanda mengingatkan kembali bahwa emosi muncul bukan tanpa alasan. Kita sedang dikelilingi banyak hal dan berita negatif. Maka wajar jika ‘tangki’ emosi kita meluap dan tumpah. Tidak lupa peserta yang hadir diingatkan untuk menyesuaikan Circle of Trust jika kita perlukan.

Mewujudkan Ruang Suara dan Ruang Pulih juga dapat menjadi solusi walaupun Wanda tidak mewajibkan untuk melakukan aktivitas yang sama persis. Yang penting adalah kesehatan mental terjaga agar aktivisme dan perjuangan kita tetap dapat kita lanjutkan demi kepentingan bersama. []

 

Tags: aktiviskemanusiaanKesehatan MentalrahimaRuang PulihRuang Suara
Retno Daru Dewi G. S. Putri

Retno Daru Dewi G. S. Putri

Daru adalah koordinator komunitas Puan Menulis dan seorang pengajar bahasa Inggris di Lembaga Bahasa Internasional, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Anggota Puan Menulis ini memiliki minat seputar topik gender, filsafat, linguistik, dan sastra.

Terkait Posts

Islam dan Kemanusiaan
Publik

Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

7 Januari 2026
Pancasila di Kota Salatiga
Publik

Melihat Pancasila di Kota Salatiga

31 Desember 2025
Toleransi
Publik

Toleransi dan Pluralisme: Mengapa Keduanya Tidak Sama?

31 Desember 2025
Haul Gus Dur
Publik

Membaca Nilai Asasi Agama dari Peringatan Haul Gus Dur dan Natal

29 Desember 2025
Natal
Publik

Natal Sebagai Cara Menghidupi Toleransi di Ruang Publik

25 Desember 2025
Negara
Publik

Negara, Keadilan, dan Kepercayaan yang Hilang

23 Desember 2025
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Manusia yang layak

    Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konten Romantisasi Nikah Muda: Mengapa Memicu Kontroversi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tauhid yang Membebaskan dan Memanusiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Tauhid sebagai Jalan Pembebasan
  • Berdamai Dengan Kefanaan: Dari Masa Lalu, Hari Ini, Dan Masa Depan
  • Memaknai Tauhid dalam Kehidupan Sosial
  • Fikih Darah; Menentukan Haid dan Istihadhah bagi Perempuan Tunanetra
  • Tidak Ada Manusia yang Layak Dipertuhankan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID