Minggu, 1 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    Transportasi Publik

    Pengalaman Pertama Naik Bis dan Membayangkan Transportasi Publik Ramah Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    Dakwah Mubadalah

    Pergeseran Pola Ceramah dalam Perspektif Dakwah Mubadalah

    Dakwah Mubadalah sebagai

    Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    Transportasi Publik

    Pengalaman Pertama Naik Bis dan Membayangkan Transportasi Publik Ramah Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    Dakwah Mubadalah

    Pergeseran Pola Ceramah dalam Perspektif Dakwah Mubadalah

    Dakwah Mubadalah sebagai

    Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Rumor Kedekatan Aisyah dengan Sahabat Nabi Shafwan bin Mu’athal

Istri tercinta Nabi, Aisyah ra dikabarkan mendua dengan salah satu sahabat Nabi. Kabar itu tersebar ke seantero Madinah

Wandi Isdiyanto by Wandi Isdiyanto
28 Oktober 2022
in Hikmah
A A
0
Sahabat Nabi

Sahabat Nabi

30
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Selayaknya rumah tangga pada umumnya, keluarga Nabi Muhammad saw pernah diterpa masalah besar yang membuat psikis beliau terguncang hebat. Istri tercinta Nabi, Aisyah ra dikabarkan mendua dengan salah satu sahabat Nabi. Kabar itu tersebar ke seantero Madinah.

Kurang lebih satu bulan, isu tersebut menjadi trending topik yang selalu hangat menjadi perbincangan. Masyarakat Muslim kala itu terpecah belah, sebagian bersimpati pada Nabi dengan menghibur dan berkata bahwa rumor itu tak benar. Tetapi, ada pula yang termakan isu itu dan ikut-ikutan menuduh Aisyah ra. Mayoritas memilih bungkam dan enggan berkomentar.

Isu Kedekatan Aisyah dengan Sahabat Nabi

Perbincangan isu kedekatan Aisyah ra itu dengan sahabat Nabi terjadi setelah perang umat Islam dengan Bani Musthaliq atau yang lebih kita kenal dengan perang Muraisi’. Tepatnya sekitar tahun ke lima hijriah. Dalam suatu kisah, Aisyah ra mengabarkan bahwa ia turut serta mendampingi Nabi saw dalam peperangan itu.

Saat perjalanan pulang ia meminta izin kepada para punggawa yang memikul tandunya agar berhenti sejenak untuk menunaikan hajat. Sekembalinya itu, ia baru sadar bahwa kalungnya terjatuh. Akhirnya, tanpa sepengetahuan yang lain, Aisyah ra pergi lagi untuk mencari kalung kesayangannya.

Aisyah ra berhasil menemukan kalungnya, tapi celakanya ia tertinggal dari rombongan. Para punggawa yang membawa tandunya tidak sadar kalau Aisyah ra tidak ada, mereka menduga bahwa Aisyah ra sudah duduk santai di dalam.

Maklum, saat itu berat badan Sayyidah Aisyah relatif ringan. Membawa tandu yang tidak ada isinya sama seperti membawa tandu yang berisi Aisyah ra. Ia memutuskan untuk menunggu di tempat semula dia tertinggal, barangkali nanti akan ada orang yang mencarinya.

Shafwan bin Mu’athal

Benar saja, tak lama setelah itu keberadaannya diketahui oleh sahabat Nabi Shafwan bin Mu’athal. Ia mendapati istri Nabi saw dalam keadaan tertidur di bawah pohon. Mengetahui ada orang yang datang, Aisyah ra buru-buru menutup cadar yang ia kenakan.

Konon, Shafwan memang sering mendapat tugas untuk pulang belakangan agar bisa memeriksa dan memastikan barangkali ada bekal bawaan yang  tertinggal. Shafwan hanya berisyarat kepada Aisyah ra agar naik ke onta yang ia bawa. Sedangkan dia berjalan menuntun onta yang ditunggangi putri Abu Bakar itu.

Sedari awal mereka berdua bertemu hingga menyusul rombongan, tak sepatah katapun terucap dari mulut mereka. Namun, naasnya kejadian itu diketahui oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, salah satu pentolan kaum munafik yang tidak senang kepada Nabi Muhammad saw. Ia memiliki ide licik untuk menyebarkan isu kedekatan antara Aisyah ra dengan Shafwan bin Mu’athal. Rencana liciknya berhasil, hingga masyarakat Madinah juga turut termakan isu tersebut.

Aisyah Sakit

Sesampainya di Madinah, Aisyah ra sakit selama satu bulan penuh. Ia tidak mendengar kabar bahwa dia dituding selingkuh. Hanya, belakangan ia merasa sikap Nabi saw berubah, dingin tidak seperti biasanya. Singkat cerita, kabar itu sampai ke telinga Aisyah ra, membuatnya semakin tak berdaya dan sakitnya bertambah parah.

Tersebarnya informasi secara masif ke seluruh penjuru kota Madinah membuat Rasulullah mulai gusar dan berpikir jangan-jangan apa yang orang-orang katakan itu benar. Sebab, sudah sebulan lamanya sejak isu itu mencuat tak ada wahyu yang turun dari Allah swt. Nabi mulai berinisiatif untuk bertanya kepada beberapa orang tentang kasus yang menimpa istrinya.

Rerata dari mereka mengatakan bahwa Aisyah ra adalah perempuan baik-baik, La A’lamu Minha Illa Khairon. Kecuali Ali bin Thalib, ia katakan “Lam Yudhoyyiq Allah Alaika, Wa al-Nisa’ Siwaha Katsir”. Kira-kira begini maksudnya, sudahlah Nabi, anda jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Perempuan masih banyak. Ibarat kata, mati satu tumbuh seribu. Anda bisa menikah dengan siapapun yang anda mau.

Syahdan, Nabi tak kuasa menahan perasaan dan mendatangi Istrinya. Kebetulan sekali, Aisyah ra sedang ditemani kedua orang tuanya. Di saat itulah terjadi dialog anatara mereka.

“Aisyah, aku sudah mendengar rumor perselingkuhanmu dari orang-orang. Kalau memang kau tidak bersalah. Allah swt akan membelamu. Tetapi bila kau benar berselingkuh di belakangku, maka minta ampunlah kepada Allah dan berjanji tidak akan menngulanginya lagi” Kata Nabi kepada Aisyah ra.

Aisyah Membela Diri

Mendengar kata-kata dari Nabi, Aisyah ra makin tak kuasa menahan tangisnya. Ia mencari pembelaan kepada ayahnya, Abu Bakar ra.

“Ayah, katakan pada Nabi bahwa aku tak bersalah” Pintanya sambil sesenggukan.

“Aku tak tau harus bilang apa pada Nabi” Jawab Abu Bakar singkat.

“Ibu, tolong katakan pada Nabi bahwa kabar itu tidak benar” sekali lagi Aisyah memohon kepada ibunya.

“Nak, aku tak tau harus berkata apa pada Nabi” Ibunya pun memberikan jawaban yang sama seperti Abu Bakar ra. 

Aisyah ra makin remuk-redam, tak berdaya dan tanpa gantungan. Dalam rinai tangis yang mengiris ia katakan :

“Aku tahu kalian semua larut dalam isu kedekatanku dengan Shafwan. Andai pun aku katakan, aku tidak berselingkuh kalian tak akan percaya padaku. Begitupun, jika aku mengakui rumor itu kalian malah akan mempercayainya begitu saja. Jadi percuma aku bicara pada kalian. Aku hanya bisa bersabar dan mengatakan seperti apa yang pernah dikatakan Ayah Nabi Yusuf, Fasobrun Jamil Wa Allahu al-Musta’an ‘Ala Ma Tasifun”

Turunnya Wahyu Al Qur’an

Mendengar itu mereka hanya bisa terdiam, suasana menjadi sunyi, sepi tanpa suara. Tak satupun dari mereka yang beranjak dari tempat duduknya. Namun, tidak berselang lama, wahyu turun (surat a-Nur ayat 11-20) dan Nabi mulai menunjukkan raut wajah sumringah.

“Aisyah, Allah memberitahuku bahwa kau tak bersalah. Bagaimana perasaanmu sekarang? Bahagia bukan?” Nabi melempar kata pada istrinya. “Aisyah, ayo bangun nak. Bilang terimakasih sama Nabi” ibunya menambahi. Aisyah dengan agak ketus-manja bilang “Demi Allah, aku tak akan berterimakasih padanya, aku hanya akan berterimakasih pada Allah yang telah membelaku”.

Ada banyak pesan yang bisa kita petik dari kisah di atas. Syaikh Said Ramadhan al-Buthi dalam Fiqh al-Sirah al-Nabawiyah, bukunya yang terkenal itu, menuliskan bahwa rumor perselingkuhan itu adalah ujian terberat Nabi sepanjang hidupnya. Nabi sudah terbiasa dicaci maki, bahkan disakiti secara fisik.

Tetapi kali ini berbeda, ini menyangkut harga diri dan perasaan sebagai seorang suami. Membuat psikis Nabi terguncang hebat. Jika bukan karena wahyu, hampir saja Nabi Muhammad membenarkan isu itu. Ini –lanjut al-Buthi– sekaligus menjadi bukti betapapun Nabi Muhammad saw adalah seorang Nabi, beliau tetaplah manusia yang tak berdaya tanpa ada informasi dari Allah swt.”Yafsilu Insaniyatahu al-‘Adiyah ‘An Ma’na al-Nubuwwah al-Shofiyah”.

Sebagaimana manusia pada umumnya mengalami keraguan, bimbang, cemburu, galau dan lainnya, Nabi pun juga merasakan hal serupa. Hal ini penting diketahui agar umat Islam tidak menggambarkan Nabi Muhammad dengan sifat-sifat yang hanya dimiliki Tuhan.

Keistimewaan Aisyah

Di samping itu, kisah tersebut juga mengisyaratkan bahwa Nabi tidak bisa serta-merta meminta wahyu demi kepentingan pribadi, Laisa Syu’uron Nafsiyan Yanbatsiqu Min Kiyan al-Nabi. Nyatanya, Nabi dibiarkan dengan kebingungannya selama kurang lebih satu bulan. Andai saja wahyu bisa turun semau Nabi, beliau tidak akan segalau itu. Lebih jauh lagi, bahkan boleh jadi sejak awal diangkat menjadi Nabi perjalanan dakwahnya akan berjalan mulus tanpa rintangan.

Selebihnya, kisah di atas mempertontonkan pada kita betapa dewasanya sikap Aisyah ra. Setelah semua orang tidak mempercayai dia, termasuk Nabi yang sekaligus menjadi suaminya. Aisyah ra masih bisa tegar dan mengucap syukur pada Allah swt yang telah membelanya.

Sebagian ulama berujar “Bila Nabi Yusuf dibela Allah melalui  bayi yang tetiba bisa berbicara, Maryam diberi pertolongan melalui putranya, maka pada kasus Aisyah ra, Allah langsung yang “turun tangan” untuk menyelamatkan kehormatannya melalui wahyu”. Perkataan ini menyiratkan betapa istimewanya ibu kita (Ummu al-Mu’minin) di sisi Allah swt. Wallahu A’lam. []

 

 

Tags: Ahlul Baytislamistri nabiKisah Nabisahabat nabisejarah
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Kisah Teladan Nabi Muhammad Saw yang Sangat Menyayangi Anak-anak

Next Post

Hadits dalam Perspektif Mubadalah

Wandi Isdiyanto

Wandi Isdiyanto

Saat ini menjadi salah satu tenaga pengajar di Ma'had Aly Situbondo. Tinggal di Banyuwangi Jawa Timur.

Related Posts

rahmatan lil ‘alamin
Pernak-pernik

Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

1 Maret 2026
Negara dan Zakat
Publik

Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

28 Februari 2026
Difabel dalam Masyarakat Indonesia
Disabilitas

Difabel dalam Masyarakat Indonesia

28 Februari 2026
Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

27 Februari 2026
Kisah Zaid dan Julaibib
Hikmah

Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

26 Februari 2026
Dakwah Mubadalah sebagai
Pernak-pernik

Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

25 Februari 2026
Next Post
Hadits dalam Perspektif Mubadalah

Hadits dalam Perspektif Mubadalah

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam
  • Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga
  • Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara
  • Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan
  • Makna Aurat dalam Perspektif Mubadalah

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0