Senin, 2 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Aurat sebagai Kerentanan

    Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

    rahmatan lil ‘alamin sebagai

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Aurat sebagai Kerentanan

    Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

    rahmatan lil ‘alamin sebagai

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Saran dan Nasihat “Maaf, Sekadar Mengingatkan”, Perlu kah?

Dalam analisis Kalis, perempuan mendapatkan pengingat dari orang lain, bahkan orang asing di media sosial, karena kemanusiaan perempuan hanya didefinisikan dari hal yang melekat pada tubuhnya saja

Wanda Roxanne by Wanda Roxanne
9 November 2021
in Personal, Rekomendasi
A A
0
Metaverse

Metaverse

8
SHARES
382
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Mendapatkan saran dan nasihat mungkin dapat dianggap sebagai bentuk kepedulian. Namun bagaimana dengan saran yang diberikan orang asing tanpa diminta dan bahkan tanpa mengetahui kondisi serta kebutuhan kita? Kalimat “maaf, sekadar mengingatkan” menjadi kalimat memberi saran dan nasihat yang umum diberikan beberapa tahun terakhir. Mungkin kita salah satu orang yang pernah mendapatkan atau memberi nasihat seperti ini.

Menurut Ivan Lanin, kalimat ini sebenarnya netral, tidak bermakna negatif seperti yang sudah dibangun selama ini. Kalimat ini tidak benar-benar diketahui berawal dari mana, namun yang ramai dijadikan meme adalah komentar warganet “…tapi akan terlihat lebih cantik jika tertutup (menutup aurat). Maaf sekadar mengingatkan”. Dari kalimat ini, tentu saja menjadi tidak netral karena dilakukan dengan maksud tertentu.

Kalis Mardiasih pernah menuliskan tentang “maaf, sekadar mengingatkan” yang diberikan pada perempuan seperti komentar seputar  pakaian serta aurat perempuan. Dalam analisis Kalis, perempuan mendapatkan pengingat dari orang lain, bahkan orang asing di media sosial, karena kemanusiaan perempuan hanya didefinisikan dari hal yang melekat pada tubuhnya saja. Tradisi ini menurutnya dibangun oleh kelompok muslim agresif.

Meski sebenarnya jika kita mengamati, pengingat ini tidak hanya tentang praktik keagamaan, namun bisa menjadi semua hal yang ditampilkan terutama dalam media sosial. Lebih dasar lagi, “sekadar mengingatkan” adalah sebuah pengingat atau saran yang diberikan seseorang pada orang lain entah mereka saling mengenal atau tidak.

Pengingat dan saran tentu saja baik. Pada dasarnya setiap orang membutuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagaimana jika orang lain terus menerus memberikan saran tanpa diminta, dan bahkan tanpa saling mengenal? Seringkali orang memberikan saran tanpa diminta dan tanpa mengetahui secara utuh kondisi orang yang diberi saran.

Menurut Goldsmith dan Fitch (1997), saran pada dasarnya diberikan untuk merespon masalah atau kesulitan dalam mengambil keputusan. Saran merupakan rekomendasi yang diberikan untuk membantu orang lain memilih, menyelesaikan masalah dan menghadapi suatu hal. Namun bagaimana dengan saran yang tidak diminta, perlukah?

Menurut penelitian Schaerer dkk (2017) yang berjudul “Advice Giving: A Subtle Pathway to Power”, menjelaskan bahwa orang memberikan saran tanpa diminta itu memiliki tujuan yaitu untuk memiliki sense of power. Sense of power menurut Schaerer dkk adalah perasaan subyektif untuk mengontrol orang lain (pengalaman, hasil dan perilaku).

Memberikan saran pada orang lain secara umum adalah untuk mempengaruhi dan mengontrol perilaku orang lain. Jadi tidak heran jika saran dan pengingat yang tidak diminta semacam “sekadar mengingatkan” adalah salah satu cara yang dipandang sopan dengan mengucapkan maaf terlebih dahulu, namun pada dasarnya mereka bertujuan agar orang lain mengubah perilaku mereka seperti yang diinginkan pemberi nasihat, saran dan pengingat.

Saya memperhatikan bahwa memberikan saran tanpa diminta sudah menjadi hal yang natural bagi orang-orang di sekitar saya. Secara personal, saya kurang nyaman ketika orang lain memberikan saya saran dan nasihat tanpa saya minta, karena seringkali mereka sok tahu saja. Sebagian orang benar-benar tahu apa yang harus mereka lakukan, dan hanya ingin didengarkan.

Alih-alih mereka bertanya dan mendengarkan, mereka sudah bersemangat memberikan saran. Pengalaman saya seperti “jangan kuliah profesi, susah banget”, “jangan pilih psikologi, nanti blablabla”, “jangan pakai itu, kamu kelihatan tua”, dst. Contoh yang banyak saya amati adalah memberikan saran dan nasihat untuk mengubah pakaian orang lain, mengatur berat badan, mengubah perilaku orang lain, dsb. Seolah mereka memahami apa yang terbaik bagi orang lain tersebut.

Seth Meyers Psy.D. dalam tulisannya “Why People Give Unsolicited Advice” menjelaskan bahwa orang yang suka memberi saran tanpa diminta itu memiliki karakteristik tertentu. Orang yang suka memberi saran tanpa diminta cenderung memiliki pemikiran yang kaku, yang menganggap bahwa mereka benar dan cenderung memiliki pandangan hitam-putih. Mereka cenderung merasa bahwa mereka lebih pintar, spesial dan bijaksana dari orang lain.

Mereka terlihat perhatian, namun pada dasarnya mereka kurang memiliki kesadaran diri untuk memahami pemikiran dan perasaan orang lain. Mereka ingin mengontrol dan memerintah orang lain melalui saran dan nasihat (tanpa diminta). Mereka merasa harus menyelesaikan masalah orang lain atau mengintervensi hidup orang lain.

Jadi memang tujuan orang seenaknya memberikan saran dan nasihat pada orang lain bahkan yang tidak dikenal, karena mereka merasa lebih baik, lebih benar dan lebih mumpuni dari pada urusan personal orang lain. Memberikan dan menerima nasihat membutuhkan kerendahan hati dan pemahaman, apakah nasihat kita tepat dan dapat dipertanggung jawabkan, atau justru menyesatkan?

Kita dapat memberikan saran jika orang lain meminta, dengan mendengarkan dan memahami kondisi mereka terlebih dahulu. Jangan sampai saran kita justru sok tahu atau bahkan menyakiti orang lain karena kita gagal berempati dan memahami. []

 

Tags: Literasi Media Sosialmedia sosialperempuanWarganet
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Ngaji Rasa tentang Makna Sabar

Next Post

Hometown Cha-Cha-Cha Perspektif Mubadalah: Tidak Ramah Jomlo Tapi Mubadalah Banget!

Wanda Roxanne

Wanda Roxanne

Wanda Roxanne Ratu Pricillia adalah alumni Psikologi Universitas Airlangga dan alumni Kajian Gender Universitas Indonesia. Tertarik pada kajian gender, psikologi dan kesehatan mental. Merupakan inisiator kelas pengembangan diri @puzzlediri dan platform isu-isu gender @ceritakubi, serta bergabung dengan komunitas Puan Menulis.

Related Posts

Femisida
Aktual

Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

1 Maret 2026
Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

27 Februari 2026
hak perempuan
Pernak-pernik

Strategi Bertahap Al-Qur’an dalam Memperkuat Hak dan Martabat Perempuan

25 Februari 2026
Motor Roda Tiga
Disabilitas

Lelucon Motor Roda Tiga

25 Februari 2026
Penindasan
Pernak-pernik

Strategi Al-Qur’an Menghapus Praktik Penindasan Perempuan

24 Februari 2026
sistem patriarki
Pernak-pernik

Al-Qur’an Menegaskan Kemanusiaan Perempuan di Tengah Sistem Patriarki

24 Februari 2026
Next Post
Film

Hometown Cha-Cha-Cha Perspektif Mubadalah: Tidak Ramah Jomlo Tapi Mubadalah Banget!

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial
  • Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis
  • Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis
  • Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida
  • Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0