Sabtu, 31 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup

Setiap luka yang Asma derita adalah pengingat bahwa di balik setiap kekejaman, ada manusia yang kehilangan lebih dari sekadar harta benda.

Moh Soleh Shofier by Moh Soleh Shofier
21 Oktober 2024
in Publik, Rekomendasi
A A
0
Asma binti Hamad

Asma binti Hamad

13
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Nasib Asma binti Hamad tak seberuntung Asma Binti Abu Bakar. Dalam umurnya yang matang, 27 tahun Asma Binti Abu Bakar sukses sebagai agen menyampaikan pesan dan makan bagi ayah dan Rasulullah yang menjadi target pembunuhan orang-orang kejam Kafir Qurais. Alat-alat yang menghantuinya hanyalah pedang dan tombak.

Tapi itu Asma binti Abu Bakar di tahun 622 M. Berbeda dengan Asma Binti Ahmad. Ia menghadapi kekejaman Israel yang brutal. Mulai pengusiran dari tanahnya hingga ledakan bom yang mematikan di sekolah Rafidah dan Mufti 2024 M.

Asma binti Hamad, balita perempuan berusia dua tahun. Di dunia yang seharusnya mempersembahkan keceriaan masa kecil. Ia terjebak dalam tragedi yang melampaui pemahamannya apa itu pembantaian dan penjajahan. Luka fisiknya adalah hasil dari kebrutalan Israel, namun luka di dalam jiwanya, meski belum mampu ia sadari sepenuhnya, akan meninggalkan bekas lebih dalam.

Cacat Fisik dan Mental Merenggut Harapan Hidup Asma

Luka bakar menjalar di tubuhnya—leher, rambut, dan sebagian wajahnya hangus. Kemampuan untuk melihat masa depan secara harfiah dan metaforis kini dipertaruhkan. Ia belum sadar, tetapi masa depannya yang kelam sudah mulai terukir dengan nyala api perjuangan mempertahankan hak hidupnya.

Dokter yang merawatnya memperkirakan bahwa penglihatannya akan rusak, sementara tubuh mungilnya menghadapi ancaman amputasi. Ia masih dalam perawatan medis, berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit yang sesak dengan korban lainnya.

Namun, sesungguhnya ia juga berjuang dalam realitas lain—realitas yang sulit dipahami oleh orang-orang yang tak merasakan langsung derita kejahatan kemanusiaan Israel.

Ibunya Asma, terbelenggu di antara tanggung jawab yang sama-sama berat. Di satu sisi, ia harus tetap berada di samping putrinya yang sekarat. Sementara di sisi lain ia merasa terikat pada kewajiban merawat anak-anaknya yang lain—anak-anak yang masih mencoba melanjutkan hidup tanpa kehadiran ayah mereka.

Karena ayahnya meninggal di bulan kedua pembantaian Israel 2023 lalu. Keluarga kecil ini, yang dulu hidup dalam cinta dan kedamaian, sekarang terlempar ke dalam jurang penderitaan tanpa akhir.

Pertanyaan Moral dalam Bayangan Kekejaman

“Apa kesalahan anak saya?” kata Ibu Asma, sebuah pertanyaan yang menggema jauh di luar batas Gaza, menuju setiap hati nurani manusia. Bahkan menuju Tuhan yang banyak menurunkan Nabi-Nabinya di tanah suci Syam (Palestina). Tapi tak mampu menyelamatkan Asma binti Ahmad dari ledakan bom Israel yang menyala api.

Apa sebenarnya yang Asma binti Hamad, anak dua tahun itu, lakukan hingga pantas menerima penyiksaan melebihi batas kemanusiaan seperti ini? Jawaban sementara karena kekerasan tanpa ampun adalah kebisuan yang menyakitkan. Hidup Asma binti Hamad, yang seharusnya penuh dengan tawa dan harapan, kini berganti dengan nyawa yang tergantung di ujung kejamnya bom-bom yang menghujani langit Gaza.

Kehidupan mereka tidak lagi mengenal rumah. Setelah dievakuasi dari Gaza utara, mereka terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dari Rumah Sakit di Gaza menuju kamp Nuseirat, ke Khan Yunis, Rafah, hingga akhirnya berakhir di Sekolah Rufaida.

Sekolah itu, yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru menjadi saksi bisu pembantaian. Dan tiga hari kemudian, nafsu kekerasan yang tak pernah puas menargetkan Sekolah Al-Mufti. Sebuah sekolah yang berada di tengah kamp pengungsi, di mana ribuan jiwa bersembunyi dari deru bom dan mortir para monster Israel.

Penderitaan dan Kehidupan Manusia yang Tak Adil

Kisah Asma Hamad adalah perwujudan dari pertanyaan mendasar yang manusia hadapai sepanjang sejarah kehidupan homo sapien: mengapa penderitaan harus ada? Mengapa ada ketidakadilan yang menimpa orang-orang yang tak bersalah? Apa yang Asma lakukan – seorang anak yang bahkan belum memahami dunia – hingga pantas menerima nasib yang begitu tragis?

Dalam pandangan filsafat eksistensialisme, seperti yang dikemukakan oleh Jean-Paul Sartre penderitaan adalah bagian tak terelakkan dari kondisi manusia. “The being of human reality is suffering”. Eksistensialisme seringkali memandang kehidupan sebagai sesuatu yang absurd—tidak ada tujuan intrinsik atau makna yang tersalur dari luar. Kita, sebagai individu, berhadapan dengan realitas dunia yang penuh penderitaan, ketidakpastian, dan ketidakadilan.

Ada istilah yang tak asing sebagai “evil of innocence,”. Di mana kejahatan yang paling besar adalah saat yang tak bersalah harus menanggung akibat dari perbuatan orang lain. Asma dan anak-anak lainnya adalah contoh nyata dari konsekuensi ini—mereka bukan hanya korban fisik, tetapi juga korban ketidakadilan struktural, geopolitik, dan kekerasan sistemik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Melawan Pilihan Terbaik Menciptakan Makna Hidup

Dalam konteks kisah Asma, eksistensialisme akan menekankan absurditas penderitaan yang anak kecil alami. Kehidupan Asma, yang baru berusia dua tahun, telah direnggut dari keceriaan menjadi kenyataan pahit tanpa alasan jelas.  Semua penderitaan di Gaza, seperti yang dialami oleh Asma dan ribuan anak lainnya, menjadi perwujudan nyata dari absurditas dunia.

Namun, dalam absurditas itu, eksistensialisme menyarankan agar manusia tetap mencari makna meski dalam situasi paling kelam. Eksistensialis tidak berhenti pada titik keputusasaan. Mereka percaya bahwa meski dunia tidak memberikan makna secara otomatis, individu memiliki kebebasan untuk menciptakan makna sendiri.

Misalnya, tragedi Asma, Asma dan keluarga dan semua masyarakat Gaza dan Palestina dapat memilih untuk berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, mencari keadilan, atau membangun narasi perlawanan meskipun mereka terjebak dalam situasi yang terlihat tanpa harapan.

Mereka harus mengusir orang-orang Israel yang telah mengusir dari tanahnya. Mereka harus memilih berteriak kepada dunia menembus batas-batas manusia dan ketuhanan untuk menciptakan “makna hidup” (esensi) nya.

Ketika Tuhan Menciptakan Penderitaan dan Perintah Melawan Kezaliman?

Dalam Islam, penderitaan dipandang sebagai ujian dari Allah dan bagian tak terpisahkan dari takdir manusia (qadar). Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah menguji manusia dengan rasa takut, kelaparan, kehilangan, dan penderitaan, tetapi mereka yang tetap sabar dan teguh dalam menghadapi ujian akan mendapatkan balasan yang baik di akhirat (QS Al-Baqarah: 155-157).

Islam juga mendorong upaya untuk memperjuangkan keadilan sosial. Sebagai umat Muslim, ada kewajiban untuk melawan kezaliman (zalim) dan menegakkan keadilan, baik secara individual maupun kolektif. Baik secara narasi, politik, ekonomi, budaya, dan militer.

Dalam pandangan ini, penderitaan yang Asma dan keluarga dan warga Palestina adalah bagian ujian iman. Tetapi Islam memandang bahwa pembantaian anak-anak di Gaza, menuntut adanya upaya kolektif dari umat Muslim untuk membantu mereka yang tertindas, sebagaimana tertera dalam QS An-Nisa: 75:

“Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang tertindas…?”.

Dan selemah-lemahnya iman dalam membantu warga Gaza, Palestina adalah berperang dengan cara mendoakan dari negaranya.

Penutup

Kisah ini bukan sekadar cerita atau catatan tentang korban kejahatan Israel, tetapi tentang hilangnya kemanusiaan dalam kekacauan yang tercipta oleh kekejaman Israel. Dunia mungkin akan terus berputar, berita akan terus berganti, tetapi bagi Asma dan keluarganya, hidup mereka tak akan pernah sama lagi.

Setiap luka yang Asma derita adalah pengingat bahwa di balik setiap kekejaman, ada manusia yang kehilangan lebih dari sekadar harta benda. Mereka kehilangan rasa aman, cinta, dan kehidupan yang bermakna.

Untuk itu akan saya kutipkan pertanyaan dari Ibunda Asma, “Apa kesalahan anak saya, Asma binti Hamad?… Saya tidak tahu mengapa kami harus membayar semua harga ini, dan kapan neraka genosida ini akan berhenti?” 

Pertanyaan Ibu Asma menembus batas teritorial Gaza Palestina, Kemanusiaan dan bahkan Ketuhanan dan mungkin tak akan mendapatkan jawaban yang memadai. Karena jawaban sebenarnya ada pada hati kita masing-masing. Dalam perenungan mendalam tentang apa artinya menjadi manusia di dunia yang penuh kekerasan dan penjajahan seperti di Palestina? []

Tags: Asma binti HamadGazaIsraelkemanusiaanPalestinaPerang Dunia
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Moh Soleh Shofier

Moh Soleh Shofier

Dari Sampang Madura

Related Posts

Teologi Tubuh Disabilitas
Publik

Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

28 Januari 2026
Kerusakan Alam
Pernak-pernik

Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

25 Januari 2026
Kesehatan Mental
Personal

Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

8 Januari 2026
Islam dan Kemanusiaan
Publik

Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

7 Januari 2026
Pancasila di Kota Salatiga
Publik

Melihat Pancasila di Kota Salatiga

31 Desember 2025
Toleransi
Publik

Toleransi dan Pluralisme: Mengapa Keduanya Tidak Sama?

31 Desember 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    13 shares
    Share 5 Tweet 3

TERBARU

  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan
  • Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara
  • Hak Perlindungan Diri Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0