Jumat, 6 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    Kesetaraan Gender

    Kesetaraan Gender: Bukan Kemurahan Hati, Melainkan Mandat Peradaban

    Curu Pa'dong

    Tradisi Curu Pa’dong: Mengikat Cinta, Keluarga, dan Kehidupan

    Hari Kemenangan

    Difabel, Hari Kemenangan (Raya), dan Mendambakan Kesejahteraan

    Stigma Janda

    Cerai Bukan Aib: Menghapus Stigma Janda dalam Perspektif Islam

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (2): Asas-asas Maslahat dalam Pernikahan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    Ramadan

    Ramadan sebagai Bulan Pembebasan

    Ramadan

    Meski Dhaif, Konsep Tiga Fase Ramadan Tetap Populer di Masyarakat

    Rahmat

    Ramadan Adalah Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan

    Tanggung Jawab

    QS. Al-Baqarah 233 Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama dalam Pengasuhan Anak

    Timbal Balik dalam

    QS. Al-Baqarah 187 dan 232 Tegaskan Prinsip Timbal Balik dan Kerelaan dalam Pernikahan

    Kemitraan

    Al-Qur’an Tegaskan Fondasi Kemitraan Suami Istri dalam QS ar-Rum 21 dan an-Nisa 19

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom

Bukan ‘Dunia Terbalik’

Fay Faiqoh by Fay Faiqoh
20 Desember 2022
in Kolom
A A
0
dunia terbalik

dunia terbalik

16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kita tentu sudah tidak asing mendengar istilah dunia terbalik. Istilah ini terkenal karena menjadi judul salah satu sinema elektronik (sinetron) di salah satu stasiun televisi. Begitu digemarinya oleh masyarakat, sinetron ini mendapat banyak penghargaan di salah satu awarding acara hiburan televisi.

Sinetron ini mempunyai ide cerita dan memasang plot yang cukup provokatif yakni dengan menampilkan seorang istri sebagai seorang pencari nafkah, sedangkan  suami menjaga anak dan mengurus rumah tangga.

Meskipun pertukaran peran antara istri dan suami ini sebenarnya telah lazim terjadi di masyarakat kita, tetap saja Dunia Terbalik seolah menghadirkan sebuah olok-olok terhadap pertukaran peran yang ditampilkan.  

Ada banyak bumbu-bumbu komedi bahkan satire saat adegan demi adegan seorang istri mencari nafkah untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangga, sedangkan suami di rumah mengurus anak dan melakukan pekerjaan rumah.

Lalu kenapa saat terjadi pertukaran peran antara suami dan istri disebut sebagai ‘Dunia Terbalik’? Apa yang salah dari pertukaran peran tersebut? Mungkin kita akan menjawab bahwa pertukaran tersebut ganjil, tidak lazim, dan tidak umum. Tapi sadarkah kita bahwa peran-peran yang melekat pada suami/laki-laki dan istri/perempuan adalah konstruksi kita sendiri, buatan masyarakat, bukan kodrat atau takdir dari Tuhan.

Konstruksi ini yang membuat masyarakat kita masih memandang sebelah mata seorang istri yang bekerja di ranah publik maupun terhadap suami yang berkiprah di wilayah domestik. Bisa dibilang, sinetron ini memapankan keganjilan pertukaran relasi bahkan sinema ini sepenuhnya mengeksploitasi pertukaran peran istri dan suami untuk ditertawakan bersama.

Saya jadi suka sedih dan sedikit marah pada sinetron ini karena sejak ramai-ramai ditonton masyarakat, apabila ada seorang suami melakukan tugas rumah tangga seperti mencuci, memasak, dan lain sebagainya, maka secara spontan para tetangganya mengucapkan ‘Dunia Terbalik’. Dua kata tersebut seolah menjadi alat untuk menstigma orang yang kebetulan dalam kehidupan sehari-hari bertukar peran gendernya.  

Saya melihat, masyarakat kita memahami pertukaran peran gender dengan cara yang negatif. Jelasnya, segala bentuk pekerjaan rumah tangga jika dilakukan oleh suami, maka sebagian masyarakat akan mencibir hal tersebut. Sebaliknya, jika ada perempuan yang bekerja maka hal itu tidak normal. Sebuah cacat sosial.

Bahkan pertukaran peran juga dianggap suatu bentuk tidak bertanggungjawabnya seorang istri. Begitupun sebaliknya, jika istri yang bekerja, masyarakat beranggapan suaminya tidak bertanggung jawab.

Anggapan, cibiran, sindiran pada akhirnya menjadi stigma dan menjelma menjadi masalah sosial. Satu langkah kemudian menjadi norma yang tidak tertulis bahwa yang normal adalah yang bukan ‘dunia terbalik’. Norma ini bekerja dan menghimpit perempuan sehingga mereka tidak bisa mengakses pendidikan dan berkiprah di wilayah publik. Norma ini juga yang menekan laki-laki sehingga dia merasa ‘tidak pantas’melakukan pekerjaan rumah.

Lalu bagaimana relasi antara suami dan istri yang baik? Bagaimanakah jika karena satu dan lain hal kemudian terjadi pertukaran peran? Ada kisah nyata yang perlu kita pelajari bersama. Sebut saja Yudi, suatu hari dia kedatangan tamu yang bernama Heri.

Heri : Assalamu’alaikum bu, Pak Yudi ada??

Istri Yudi : Wa’alaikumsalam ada, sedang mencuci piring di dapur. Silahkan masuk pak.

Yudi: Eh, pak Heri gimana pak? Ada perlu apa?

Heri: Enggak pak, Cuma ingin ngobrol-ngobrol saja. Oh ya pak, tadi bapak mencuci piring?

Yudi : Betul, tadi saya mencuci piring. Kenapa gitu pak?

Heri : Itu kan pekerjaan istri pak.

Yudi : Enggak pak, bagi saya pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan bersama.

Kisah di atas, merupakan salah satu contoh suami yang mempraktikkan konsep kesalingan dalam pekerjaan rumah tangga. Baginya, pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang dapat dilakukan siapa saja. Kalau istri sedang capek, tentu suami bisa melakukan pekerjaan rumah.

Perlu kita ketahui, konsep mubadalah atau kesalingan dalam berumah tangga sangat penting untuk diterapkan. Pekerjaan suami dan istri bukanlah aturan baku yang harus terkonstruksi oleh tradisi dan budaya. Istri bekerja di publik dan suami melakukan pekerjaan domestik itu bukan ‘dunia terbalik’. Itu biasa saja.

Prinsip berkeluarga adalah untuk saling menerima dan membantu antara suami dan istri. Keluarga dibangun atas dasar kesalingan: saling mengerti, saling mencintai, saling mengasihi, saling membantu, dan saling mendukung. Segala peran gender yang sifatnya manusiawi seperti bekerja di ranah publik ataupun domestik dilakukan berdasarkan kondisi dan situasi keluarga berdasarkan pada komunikasi antara kedua belah pihak.

Jadi, sekali lagi saya tegaskan bahwa pertukaran peran gender itu biasa, bukan sebuah fenomena ganjil yang pantas disebut sebagai ‘dunia terbalik’.[]

Baca Juga:

Kritik atas Domestikasi Perempuan dalam ‘Laki Dadi Rabi’

Di Perang Uhud, Yang Pahlawan justru Perempuan

Tags: Bukan dunia terbalikDunia terbalikislamislam dan masyarakatkritik dunia terbalikPeran suami dan IstriSinetron
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Kritik atas Domestikasi Perempuan dalam ‘Laki Dadi Rabi’

Next Post

Menolak Poligami

Fay Faiqoh

Fay Faiqoh

Related Posts

rahmatan lil ‘alamin
Pernak-pernik

Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

1 Maret 2026
Negara dan Zakat
Publik

Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

28 Februari 2026
Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

27 Februari 2026
Kisah Zaid dan Julaibib
Hikmah

Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

26 Februari 2026
Dakwah Mubadalah sebagai
Pernak-pernik

Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

25 Februari 2026
Sejarah Perempuan
Aktual

Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

23 Februari 2026
Next Post

Menolak Poligami

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani
  • Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia
  • Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah
  • Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan
  • Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0