Minggu, 31 Agustus 2025
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Gus Dur yang

    Saat Para Pemikir dan Tokoh Agama Bicara Warisan Besar Gus Dur, Membumikan Nilai Kemanusiaan

    Media Alternatif

    Publik Diminta Terus Bersuara sebagai Media Alternatif, Jadi Kekuatan Rakyat Ketika Pemerintah kian Represif

    Keamanan Digital

    TUNAS Learning Space: Asia Centre Tekankan Urgensi Keamanan Digital dalam Penyalahgunaan Data

    Kekerasan

    Orba Jilid II: Kekerasan, Intimidasi, dan Pembungkaman

    DPR

    Alissa Wahid: Rakyat Kerap Dikecewakan oleh DPR dan Pemerintah

    Jaringan Gusdurian

    Jaringan GUSDURian Ingatkan DPR dan Pemerintah, Jatuhnya Korban saat Aksi Demonstrasi Peringatan Serius bagi Demokrasi

    Pendidikan Inklusi

    Pendidikan Inklusi Indonesia Masih Jauh dari Harapan: Mari Belajar dari Finlandia hingga Jepang

    Pendidikan Inklusi

    Pendidikan Inklusi: Jalan Panjang Menuju Sekolah Ramah Disabilitas

    Tunas Gusdurian 2025

    TUNAS GUSDURian 2025 Hadirkan Ruang Belajar Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren hingga Digital Security Training

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Pendidikan Inklusi di Indonesia

    Menghidupkan Kembali Gagasan Piaget dan Vygotsky dalam Pendidikan Inklusi di Indonesia

    Ketimpangan Gaji Guru

    Ketimpangan Gaji Guru dan Tunjangan DPR, Realitas Negara Penguasa

    Affan Kurniawan

    Hannah Arendt: Antara Affan Kurniawan, Negara, dan Kekerasan

    Anak di Luar Perkawinan

    Benarkah Anak di Luar Perkawinan Berhak Mendapat Nafkah?

    Srikandi Lintas Iman

    Satu Dekade Srikandi Lintas Iman: Peran dan Perjuangan Perempuan Dalam Menjaga Perdamaian

    Berani Gagal

    Berani Gagal: Kunci Awal Meraih Mimpi Besarmu

    Pratama Arhan dan Azizah Salsha

    Perceraian Artis Terjadi Lagi, Kini Pratama Arhan dan Azizah Salsha

    AI

    Pentingnya Etika Digital di Era AI: Kasus Foto Asusila di Cirebon Jadi Peringatan

    Menjadi Perempuan Adalah Cobaan

    “Menjadi Perempuan Adalah Cobaan” Ini Jelas Sesat Logika!

  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Janin dari

    Tahapan Pertumbuhan Janin: Dari Mudghah hingga Khalqan Akhar

    Pertumbuhan

    Memahami Proses Pertumbuhan Janin dalam Al-Qur’an

    Perubahan Ibu hamil

    4 Perubahan Fisik dan Psikis yang Dialami Ibu Hamil

    Maulid Nabi

    Maulid Nabi dan Solidaritas Perempuan Lintas Dimensi

    Kekurangan Gizi

    6 Risiko Kekurangan Gizi Pada Masa Kehamilan

    Gizi bayi

    Ketika Kekurangan Gizi pada Ibu Hamil dapat Mengancam Kehidupan Ibu dan Bayi

    gizi

    Empat Sehat Lima Sempurna: Kunci Asupan Gizi Ibu Hamil

    Gizi

    Menjaga Kesehatan Ibu dan Janin melalui Asupan Gizi yang Tepat

    Istri Hamil

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Istri Hamil

  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Gus Dur yang

    Saat Para Pemikir dan Tokoh Agama Bicara Warisan Besar Gus Dur, Membumikan Nilai Kemanusiaan

    Media Alternatif

    Publik Diminta Terus Bersuara sebagai Media Alternatif, Jadi Kekuatan Rakyat Ketika Pemerintah kian Represif

    Keamanan Digital

    TUNAS Learning Space: Asia Centre Tekankan Urgensi Keamanan Digital dalam Penyalahgunaan Data

    Kekerasan

    Orba Jilid II: Kekerasan, Intimidasi, dan Pembungkaman

    DPR

    Alissa Wahid: Rakyat Kerap Dikecewakan oleh DPR dan Pemerintah

    Jaringan Gusdurian

    Jaringan GUSDURian Ingatkan DPR dan Pemerintah, Jatuhnya Korban saat Aksi Demonstrasi Peringatan Serius bagi Demokrasi

    Pendidikan Inklusi

    Pendidikan Inklusi Indonesia Masih Jauh dari Harapan: Mari Belajar dari Finlandia hingga Jepang

    Pendidikan Inklusi

    Pendidikan Inklusi: Jalan Panjang Menuju Sekolah Ramah Disabilitas

    Tunas Gusdurian 2025

    TUNAS GUSDURian 2025 Hadirkan Ruang Belajar Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren hingga Digital Security Training

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Pendidikan Inklusi di Indonesia

    Menghidupkan Kembali Gagasan Piaget dan Vygotsky dalam Pendidikan Inklusi di Indonesia

    Ketimpangan Gaji Guru

    Ketimpangan Gaji Guru dan Tunjangan DPR, Realitas Negara Penguasa

    Affan Kurniawan

    Hannah Arendt: Antara Affan Kurniawan, Negara, dan Kekerasan

    Anak di Luar Perkawinan

    Benarkah Anak di Luar Perkawinan Berhak Mendapat Nafkah?

    Srikandi Lintas Iman

    Satu Dekade Srikandi Lintas Iman: Peran dan Perjuangan Perempuan Dalam Menjaga Perdamaian

    Berani Gagal

    Berani Gagal: Kunci Awal Meraih Mimpi Besarmu

    Pratama Arhan dan Azizah Salsha

    Perceraian Artis Terjadi Lagi, Kini Pratama Arhan dan Azizah Salsha

    AI

    Pentingnya Etika Digital di Era AI: Kasus Foto Asusila di Cirebon Jadi Peringatan

    Menjadi Perempuan Adalah Cobaan

    “Menjadi Perempuan Adalah Cobaan” Ini Jelas Sesat Logika!

  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Janin dari

    Tahapan Pertumbuhan Janin: Dari Mudghah hingga Khalqan Akhar

    Pertumbuhan

    Memahami Proses Pertumbuhan Janin dalam Al-Qur’an

    Perubahan Ibu hamil

    4 Perubahan Fisik dan Psikis yang Dialami Ibu Hamil

    Maulid Nabi

    Maulid Nabi dan Solidaritas Perempuan Lintas Dimensi

    Kekurangan Gizi

    6 Risiko Kekurangan Gizi Pada Masa Kehamilan

    Gizi bayi

    Ketika Kekurangan Gizi pada Ibu Hamil dapat Mengancam Kehidupan Ibu dan Bayi

    gizi

    Empat Sehat Lima Sempurna: Kunci Asupan Gizi Ibu Hamil

    Gizi

    Menjaga Kesehatan Ibu dan Janin melalui Asupan Gizi yang Tepat

    Istri Hamil

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Istri Hamil

  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Drama Korea Lady Ok: Kisah Perjuangan Perempuan Melawan Patriarki

Lady Ok memperjuangkan nasib para budak yang terjebak dalam sistem sosial diskriminatif pada masa itu

Halimatus Sa'dyah Halimatus Sa'dyah
21 Februari 2025
in Film
0
Drama Korea Lady Ok

Drama Korea Lady Ok

1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Drama The Tale of Lady Ok adalah drama Korea yang berkisah tentang perjalanan seorang budak bernama Gu Deok. Dia ingin bebas dari sistem perbudakan di Dinasti Joseon. Perempuan yang berawal dari rakyat jelata ingin merdeka karena memiliki majikan yang bertindak sewenang-wenang.

Ibunya yang menderita sakit, dan dianggap sudah tidak berguna dikubur hidup-hidup oleh majikannya. Gu Deok menyaksikan langsung peristiwa tragis itu di depan mata saat dia masih berusia kecil. Dia juga sering menggantikan anak majikan di sekolah dan kursus sehingga dia memiliki keterampilan untuk bisa membaca, memahami isi buku dan keterampilan lainnya seperti menyulam.

Gu Deok berproses hingga menjadi seorang pengacara Perempuan pada masa itu. Ia berubah nama menjadi Lady ok akhirnya berubah status menjadi bangsawan karena menjadi ahli hukum. Drama yang naskahnya ditulis oleh Park Ji-seok, adalah perjalanan seorang budak yang menjadi aktivis Perempuan.

Dalam Drama Korea Lady Ok ini, ia memperjuangkan nasib para budak yang terjebak dalam sistem sosial diskriminatif pada masa itu. Mulai dari kematian ibu Gu Deok, lalu berlanjut dengan kehidupannya yang sengsara untuk mengumpulkan uang, hingga akhirnya dikira sebagai Ok Tae Yeong oleh keluarga bangsawan.

Drama Korea Lady Ok dengan alur penuh situasi yang sulit yang selalu menimpa Ok Tae Young. Karena melarikan diri dari majikannya. Kemudian dia memalsukan identitasnya. Takdir telah mempertemukannya dengan Cheon Seung Hwi, seorang pendongeng dan sering bepergian ke seluruh negeri untuk membacakan novel kepada warga, suatu hiburan pada masa itu. Pertemuan tersebut membuat Cheon Seung Hwi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Tak hanya mendapat perlakuan semena-mena oleh majikannya, para budak juga tidak dapat izin untuk menempuh pendidikan. Situasi ini membuat mereka tak sekadar buta huruf, tapi juga buta terhadap hukum sehingga hanya dapat menerima nasib. Hal ini bisa terlihat dengan reaksi ayah Gu Deok yang awalnya menolak untuk diajak kabur putrinya karena menganggap semua itu akan berakhir sia-sia.

Berkisah tentang Teori Kelas, Kaum Bangsawan Menindas para Budak

Teori kelas terdefinisikan sebagai kerangka kerja yang menganalisis masyarakat berdasarkan pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang berbeda. Mengeksplorasi bagaimana kelas-kelas memengaruhi tindakan, kesadaran, dan posisi individu dalam masyarakat.

Karl Marx (1818-1883) memandang bahwa sejatinya aktor utama yang berperan penting dalam kelangsungan hidup suatu masyarakat adalah kelas-kelas sosial. Keterasingan yang manusia alami pun sesungguhnya adalah hasil penindasan satu kelas oleh kelas lainnya.

Ada dua kelas yang menjadi perhatian Marx adalah proletariat dan borjuis. Proletariat adalah para pekerja yang menjual jasa mereka dan tidak memiliki alat- alat produksi sendiri. Kelas borjuis merupakan nama khusus untuk para kapitalis dalam ekonomi modern. Teori ini berfokus pada hubungan sosial dan politik antara desain dan budaya masyarakat.

Marx percaya bahwa kondisi pekerja tidak akan pernah membaik, selama keuntungan masih diambil oleh kaum kapitalis. Bahwa untuk membebaskan diri dari eksploitasi kaum kapitalis, para pekerja harus membentuk masyarakat sosialis di mana semua kepemilikan dikendalikan secara sosial.

Kelemahan pemikiran Marx ialah: ekonomi kapitalisme akan menghasilkan kehancurannya sendiri karena kapitalisme menghasilkan penghisapan manusia pekerja. Oleh karena itu pertentangan kelas sangat tajam dan pada gilirannya akan melahirkan revolusi kelas buruh dan mewujudkan masyarakat sosialis tanpa kelas.

Ini artinya, sistem kelas merupakan sistem stratifikasi terbuka. Kelas terdiri dari sekumpulan orang-orang dengan status sama yang terkait berbagai faktor, seperti pendidikan, pendapatan, kekayaan, dan pekerjaan

Penyebab Stratifikasi Sosial 

Stratifikasi sosial adalah proses pengelompokan masyarakat ke dalam berbagai lapisan tertentu. Istilah “stratifikasi” berasal dari bahasa Yunani “stratum”, yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial dapat kita definisikan sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat yang terbagi menjadi kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis, yang terdiri dari kelas tinggi dan kelas

Stratifikasi terbuka memiliki mobilitas yang cukup besar dengan kesempatan untuk berpindah strata sosial, baik horizontal maupun vertikal. Contoh keberhasilan dari stratifikasi terbuka adalah seseorang yang berasal dari lapisan rendah dapat naik ke lapisan menengah atau teratas melalui kegigihan dan kemampuan. Kegigihan seseorang menjadi faktor penentu dalam terbentuknya dan kesempatan untuk berpindah lapisan atau tingkatan kelas.

Dampak stratifikasi sosial dapat berupa ketidaksetaraan, konflik, dan kesenjangan sosial. Antara lain terjadinya ketidaksetaraan dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi. Kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi antara lapisan atas dan bawah masyarakat dalam drama ini ditunjukkan melalui kaum bangsawan dan budak yag sangat berbeda kehidupannya.

Ketidakadilan dan ketimpangan dalam akses terhadap kesempatan, sumber daya, dan kekuasaan, konflik dalam masyarakat, seperti protes atau gerakan social, diskriminasi oleh kelompok mayoritas terhadap minoritas. 

Penyebab stratifikasi social mulai dari kekayaan, seperti kepemilikan benda-benda berharga atau aset produksi. Kemudian kekuasaan, seperti faktor keturunan atau jabatan yang diemban. Faktor lainnya adalah status sosial, faktor pendidikan, seperti menempati ranking tertinggi saat ujian negara sebagaimana di drama ini digambarkan.

Dampak di Masyarakat

Ketimpangan trerjadi dalam kesempatan, status, dan kekayaan antara kelompok-kelompok sosial yang berbeda. Kelompok yang memiliki posisi sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki akses yang lebih baik ke sumber daya, peluang, dan layanan, sedangkan kelompok yang lebih rendah terbatas dalam hal ini.

Dapat menyebabkan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang dianggap lebih rendah dalam struktur sosial. Diskriminasi ini dapat terjadi dalam bentuk perlakuan yang tidak adil, stereotip, dan bahkan kekerasan. Individu yang berada pada posisi sosial yang lebih rendah dalam struktur sosial mungkin mengalami stres psikologis akibat tekanan untuk memenuhi harapan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dapat mempengaruhi mobilitas sosial seseorang. Individu yang terlahir di kelompok sosial yang lebih rendah mungkin kesulitan untuk naik ke lapisan sosial yang lebih tinggi karena terbatasnya peluang dan sumber daya yang tersedia.

Dapat mempengaruhi tingkat solidaritas sosial di dalam masyarakat. Kelompok-kelompok sosial yang terpisah secara sosial mungkin sulit untuk merasa terhubung satu sama lain, yang dapat menghambat pembangunan kepercayaan dan kerja sama antar kelompok.

Stratifikasi sosial juga dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi individu untuk berusaha dan meningkatkan status sosialnya. Hal ini dapat terjadi melalui upaya-upaya mobilitas sosial, baik horizontal maupun vertikal.

Stratifikasi sosial dapat terakui sebagai suatu realitas yang ada dalam kehidupan masyarakat, namun perlu diwaspadai terhadap efek negatifnya. Oleh karena itu, perlu ada upaya-upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta memberikan kesempatan yang lebih adil bagi setiap individu untuk meningkatkan status sosialnya.

Kisah Lady Ok, Adalah Bentuk Nyata Pendidikan sebagai Pembebasan

Pendidikan pembebasan adalah pendidikan yang mampu menumbuhkan suasana humanis, dan mampu mengembalikan tujuan pendidikan yaitu sebagai alat untuk memanusiakan manusia. Di mana pendidikan pembebasan muncul sebagai kritik atas konsep pendidikan tradisional atau pendidikan gaya bank.

Selain itu, pendidikan pembebasan merupakan proses bagaimana masyarakat menemukan hal yang paling esensi dalam kehidupannya. Yaitu mengubah kehidupannya lebih baik dan merdeka. 

Pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang memerdekakan setiap manusia dari segala sesuatu yang menindas. Orang yang ditindas biasanya juga mengalami perasaan rendah diri. Tugas pendidikan adalah menjaga anak manusia sesuai dengan fitrahnya, yakni manusia yang merdeka.

Melalui Drama Lady Ok, dan sosok seorang Lady Ok kita bisa melihat stratifikasi sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi individu serta masyarakat.

Salah satu dampaknya adalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi antara lapisan atas dan lapisan bawah masyarakat. Di mana hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan dan ketimpangan dalam akses terhadap kesempatan, sumber daya, dan kekuasaan.

Solusi dasar yang bisa kita lakukan adalah dengan memiliki pendidikan yang baik.

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلْمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١”

Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan”.

Tags: Budaya PatriarkiDrama KoreaDrama Korea Lady OkIsu StrategismasyarakatpendidikansejarahSistem Kelas
Halimatus Sa'dyah

Halimatus Sa'dyah

Penulis adalah  konsultan hukum dan pengurus LPBHNU 2123038506

Terkait Posts

Maulid Nabi
Hikmah

Maulid Nabi dan Solidaritas Perempuan Lintas Dimensi

28 Agustus 2025
Laskar Pelangi
Publik

Kesalingan dalam Laskar Pelangi; Pendidikan Bukan Beban, Tapi Investasi Peradaban

25 Agustus 2025
Nyai Hindun Anisah
Figur

Nyai Hindun Anisah Torehkan Prestasi Lewat Disertasi tentang Gerakan Ulama Perempuan Indonesia

24 Agustus 2025
Pendidikan Inklusi
Aktual

Pendidikan Inklusi Indonesia Masih Jauh dari Harapan: Mari Belajar dari Finlandia hingga Jepang

22 Agustus 2025
Pendidikan Inklusi
Aktual

Pendidikan Inklusi: Jalan Panjang Menuju Sekolah Ramah Disabilitas

22 Agustus 2025
Lomba Agustusan
Personal

Lomba Agustusan Fahmina dan Refleksi Indonesia Merdeka

26 Agustus 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Affan Kurniawan

    Hannah Arendt: Antara Affan Kurniawan, Negara, dan Kekerasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orba Jilid II: Kekerasan, Intimidasi, dan Pembungkaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketimpangan Gaji Guru dan Tunjangan DPR, Realitas Negara Penguasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menghidupkan Kembali Gagasan Piaget dan Vygotsky dalam Pendidikan Inklusi di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TUNAS Learning Space: Asia Centre Tekankan Urgensi Keamanan Digital dalam Penyalahgunaan Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Menghidupkan Kembali Gagasan Piaget dan Vygotsky dalam Pendidikan Inklusi di Indonesia
  • Saat Para Pemikir dan Tokoh Agama Bicara Warisan Besar Gus Dur, Membumikan Nilai Kemanusiaan
  • Ketimpangan Gaji Guru dan Tunjangan DPR, Realitas Negara Penguasa
  • Publik Diminta Terus Bersuara sebagai Media Alternatif, Jadi Kekuatan Rakyat Ketika Pemerintah kian Represif
  • Hannah Arendt: Antara Affan Kurniawan, Negara, dan Kekerasan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Kolom Buya Husein
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID