Rabu, 4 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    Disabilitas Psikososial

    Disabilitas Psikososial: Mengenal Luka Tak Kasatmata dalam Perspektif Mubadalah

    Perempuan ke Masjid

    Akses Perempuan ke Masjid dan Tantangan Sosial Hari Ini

    Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

    Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati; Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban, Momentum Evaluasi dan Laporan Amal Umat Islam

    Amalan Nisfu Sya'ban

    Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    Perempuan Shalat Subuh

    Hadis Bukhari Catat Perempuan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Drama Korea Lady Ok: Kisah Perjuangan Perempuan Melawan Patriarki

Lady Ok memperjuangkan nasib para budak yang terjebak dalam sistem sosial diskriminatif pada masa itu

Halimatus Sa'dyah by Halimatus Sa'dyah
21 Februari 2025
in Film
A A
0
Drama Korea Lady Ok

Drama Korea Lady Ok

22
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Drama The Tale of Lady Ok adalah drama Korea yang berkisah tentang perjalanan seorang budak bernama Gu Deok. Dia ingin bebas dari sistem perbudakan di Dinasti Joseon. Perempuan yang berawal dari rakyat jelata ingin merdeka karena memiliki majikan yang bertindak sewenang-wenang.

Ibunya yang menderita sakit, dan dianggap sudah tidak berguna dikubur hidup-hidup oleh majikannya. Gu Deok menyaksikan langsung peristiwa tragis itu di depan mata saat dia masih berusia kecil. Dia juga sering menggantikan anak majikan di sekolah dan kursus sehingga dia memiliki keterampilan untuk bisa membaca, memahami isi buku dan keterampilan lainnya seperti menyulam.

Gu Deok berproses hingga menjadi seorang pengacara Perempuan pada masa itu. Ia berubah nama menjadi Lady ok akhirnya berubah status menjadi bangsawan karena menjadi ahli hukum. Drama yang naskahnya ditulis oleh Park Ji-seok, adalah perjalanan seorang budak yang menjadi aktivis Perempuan.

Dalam Drama Korea Lady Ok ini, ia memperjuangkan nasib para budak yang terjebak dalam sistem sosial diskriminatif pada masa itu. Mulai dari kematian ibu Gu Deok, lalu berlanjut dengan kehidupannya yang sengsara untuk mengumpulkan uang, hingga akhirnya dikira sebagai Ok Tae Yeong oleh keluarga bangsawan.

Drama Korea Lady Ok dengan alur penuh situasi yang sulit yang selalu menimpa Ok Tae Young. Karena melarikan diri dari majikannya. Kemudian dia memalsukan identitasnya. Takdir telah mempertemukannya dengan Cheon Seung Hwi, seorang pendongeng dan sering bepergian ke seluruh negeri untuk membacakan novel kepada warga, suatu hiburan pada masa itu. Pertemuan tersebut membuat Cheon Seung Hwi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Tak hanya mendapat perlakuan semena-mena oleh majikannya, para budak juga tidak dapat izin untuk menempuh pendidikan. Situasi ini membuat mereka tak sekadar buta huruf, tapi juga buta terhadap hukum sehingga hanya dapat menerima nasib. Hal ini bisa terlihat dengan reaksi ayah Gu Deok yang awalnya menolak untuk diajak kabur putrinya karena menganggap semua itu akan berakhir sia-sia.

Berkisah tentang Teori Kelas, Kaum Bangsawan Menindas para Budak

Teori kelas terdefinisikan sebagai kerangka kerja yang menganalisis masyarakat berdasarkan pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang berbeda. Mengeksplorasi bagaimana kelas-kelas memengaruhi tindakan, kesadaran, dan posisi individu dalam masyarakat.

Karl Marx (1818-1883) memandang bahwa sejatinya aktor utama yang berperan penting dalam kelangsungan hidup suatu masyarakat adalah kelas-kelas sosial. Keterasingan yang manusia alami pun sesungguhnya adalah hasil penindasan satu kelas oleh kelas lainnya.

Ada dua kelas yang menjadi perhatian Marx adalah proletariat dan borjuis. Proletariat adalah para pekerja yang menjual jasa mereka dan tidak memiliki alat- alat produksi sendiri. Kelas borjuis merupakan nama khusus untuk para kapitalis dalam ekonomi modern. Teori ini berfokus pada hubungan sosial dan politik antara desain dan budaya masyarakat.

Marx percaya bahwa kondisi pekerja tidak akan pernah membaik, selama keuntungan masih diambil oleh kaum kapitalis. Bahwa untuk membebaskan diri dari eksploitasi kaum kapitalis, para pekerja harus membentuk masyarakat sosialis di mana semua kepemilikan dikendalikan secara sosial.

Kelemahan pemikiran Marx ialah: ekonomi kapitalisme akan menghasilkan kehancurannya sendiri karena kapitalisme menghasilkan penghisapan manusia pekerja. Oleh karena itu pertentangan kelas sangat tajam dan pada gilirannya akan melahirkan revolusi kelas buruh dan mewujudkan masyarakat sosialis tanpa kelas.

Ini artinya, sistem kelas merupakan sistem stratifikasi terbuka. Kelas terdiri dari sekumpulan orang-orang dengan status sama yang terkait berbagai faktor, seperti pendidikan, pendapatan, kekayaan, dan pekerjaan

Penyebab Stratifikasi Sosial 

Stratifikasi sosial adalah proses pengelompokan masyarakat ke dalam berbagai lapisan tertentu. Istilah “stratifikasi” berasal dari bahasa Yunani “stratum”, yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial dapat kita definisikan sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat yang terbagi menjadi kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis, yang terdiri dari kelas tinggi dan kelas

Stratifikasi terbuka memiliki mobilitas yang cukup besar dengan kesempatan untuk berpindah strata sosial, baik horizontal maupun vertikal. Contoh keberhasilan dari stratifikasi terbuka adalah seseorang yang berasal dari lapisan rendah dapat naik ke lapisan menengah atau teratas melalui kegigihan dan kemampuan. Kegigihan seseorang menjadi faktor penentu dalam terbentuknya dan kesempatan untuk berpindah lapisan atau tingkatan kelas.

Dampak stratifikasi sosial dapat berupa ketidaksetaraan, konflik, dan kesenjangan sosial. Antara lain terjadinya ketidaksetaraan dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi. Kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi antara lapisan atas dan bawah masyarakat dalam drama ini ditunjukkan melalui kaum bangsawan dan budak yag sangat berbeda kehidupannya.

Ketidakadilan dan ketimpangan dalam akses terhadap kesempatan, sumber daya, dan kekuasaan, konflik dalam masyarakat, seperti protes atau gerakan social, diskriminasi oleh kelompok mayoritas terhadap minoritas. 

Penyebab stratifikasi social mulai dari kekayaan, seperti kepemilikan benda-benda berharga atau aset produksi. Kemudian kekuasaan, seperti faktor keturunan atau jabatan yang diemban. Faktor lainnya adalah status sosial, faktor pendidikan, seperti menempati ranking tertinggi saat ujian negara sebagaimana di drama ini digambarkan.

Dampak di Masyarakat

Ketimpangan trerjadi dalam kesempatan, status, dan kekayaan antara kelompok-kelompok sosial yang berbeda. Kelompok yang memiliki posisi sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki akses yang lebih baik ke sumber daya, peluang, dan layanan, sedangkan kelompok yang lebih rendah terbatas dalam hal ini.

Dapat menyebabkan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang dianggap lebih rendah dalam struktur sosial. Diskriminasi ini dapat terjadi dalam bentuk perlakuan yang tidak adil, stereotip, dan bahkan kekerasan. Individu yang berada pada posisi sosial yang lebih rendah dalam struktur sosial mungkin mengalami stres psikologis akibat tekanan untuk memenuhi harapan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dapat mempengaruhi mobilitas sosial seseorang. Individu yang terlahir di kelompok sosial yang lebih rendah mungkin kesulitan untuk naik ke lapisan sosial yang lebih tinggi karena terbatasnya peluang dan sumber daya yang tersedia.

Dapat mempengaruhi tingkat solidaritas sosial di dalam masyarakat. Kelompok-kelompok sosial yang terpisah secara sosial mungkin sulit untuk merasa terhubung satu sama lain, yang dapat menghambat pembangunan kepercayaan dan kerja sama antar kelompok.

Stratifikasi sosial juga dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi individu untuk berusaha dan meningkatkan status sosialnya. Hal ini dapat terjadi melalui upaya-upaya mobilitas sosial, baik horizontal maupun vertikal.

Stratifikasi sosial dapat terakui sebagai suatu realitas yang ada dalam kehidupan masyarakat, namun perlu diwaspadai terhadap efek negatifnya. Oleh karena itu, perlu ada upaya-upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta memberikan kesempatan yang lebih adil bagi setiap individu untuk meningkatkan status sosialnya.

Kisah Lady Ok, Adalah Bentuk Nyata Pendidikan sebagai Pembebasan

Pendidikan pembebasan adalah pendidikan yang mampu menumbuhkan suasana humanis, dan mampu mengembalikan tujuan pendidikan yaitu sebagai alat untuk memanusiakan manusia. Di mana pendidikan pembebasan muncul sebagai kritik atas konsep pendidikan tradisional atau pendidikan gaya bank.

Selain itu, pendidikan pembebasan merupakan proses bagaimana masyarakat menemukan hal yang paling esensi dalam kehidupannya. Yaitu mengubah kehidupannya lebih baik dan merdeka. 

Pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang memerdekakan setiap manusia dari segala sesuatu yang menindas. Orang yang ditindas biasanya juga mengalami perasaan rendah diri. Tugas pendidikan adalah menjaga anak manusia sesuai dengan fitrahnya, yakni manusia yang merdeka.

Melalui Drama Lady Ok, dan sosok seorang Lady Ok kita bisa melihat stratifikasi sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi individu serta masyarakat.

Salah satu dampaknya adalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi antara lapisan atas dan lapisan bawah masyarakat. Di mana hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan dan ketimpangan dalam akses terhadap kesempatan, sumber daya, dan kekuasaan.

Solusi dasar yang bisa kita lakukan adalah dengan memiliki pendidikan yang baik.

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلْمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١”

Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan”.

Tags: Budaya PatriarkiDrama KoreaDrama Korea Lady OkIsu StrategismasyarakatpendidikansejarahSistem Kelas
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Halimatus Sa'dyah

Halimatus Sa'dyah

Penulis bisa dihubungi melalui IG : Halimatus_konsultanhukum 2123038506

Related Posts

Difabel dalam Sejarah Yunani
Publik

Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

4 Februari 2026
Guru Honorer
Publik

Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

4 Februari 2026
Harlah 100 Tahun
Aktual

Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

2 Februari 2026
Perempuan ke Masjid
Pernak-pernik

Hadis Perempuan Shalat di Masjid dan Konteks Sejarahnya

31 Januari 2026
Hannah Arendt
Publik

Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)

31 Januari 2026
Novel Katri
Buku

Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

30 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Disabilitas dan Dunia Kerja

    Disabilitas dan Dunia Kerja: Antara Regulasi dan Realita

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Nisfu Sya’ban dan Ragam Amalan Utama Menjelang Ramadhan

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Refleksi Buku Drama Rumah Tangga, Catatan Ringan Seorang Ibu

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    26 shares
    Share 10 Tweet 7

TERBARU

  • Islam Membela Perempuan
  • Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali
  • Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’
  • Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani
  • Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0