Kamis, 25 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Tentang Disabilitas

    Tentang Disabilitas: Terlalu Sering Dibicarakan, Terlalu Jarang Didengarkan

    Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu

    Refleksi Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon

    Pesantren Putra

    Runtuhnya Anggapan Misoginis dan Peran Pesantren Putra dalam Mencegah Kekerasan Seksual

    Difabel

    Difabel dalam Lingkungan yang Belum Ramah

    Relasi Posesif

    Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?

    Sampah di Laci Kelas

    Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

    Tubuh Ibu

    Berguru pada Tubuh Ibu

    Popok Bayi

    Popok Bayi, Sampah, dan Beban Ibu

    Fikih Disabilitas

    Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    Mencegah Kehamilan

    Metode Darurat untuk Mencegah Kehamilan

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual Bisa Berkurang atau Hilang?

    Vasektomi

    Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki

    Sterilisasi

    Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen

    Masa Subur

    Cara Menentukan Masa Subur dengan Metode Irama dan Pengecekan Lendir

    KB ALami

    Mengenal Metode KB Alami: Cara Memahami Masa Subur untuk Mencegah Kehamilan

    Menyusui

    Menyusui sebagai Metode Pencegahan Kehamilan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Tentang Disabilitas

    Tentang Disabilitas: Terlalu Sering Dibicarakan, Terlalu Jarang Didengarkan

    Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu

    Refleksi Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon

    Pesantren Putra

    Runtuhnya Anggapan Misoginis dan Peran Pesantren Putra dalam Mencegah Kekerasan Seksual

    Difabel

    Difabel dalam Lingkungan yang Belum Ramah

    Relasi Posesif

    Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Relasi Posesif Berkedok Tanda Sayang?

    Sampah di Laci Kelas

    Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

    Tubuh Ibu

    Berguru pada Tubuh Ibu

    Popok Bayi

    Popok Bayi, Sampah, dan Beban Ibu

    Fikih Disabilitas

    Buku Fikih Disabilitas Resmi Diluncurkan di Munas Konbes NU 2026

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    Mencegah Kehamilan

    Metode Darurat untuk Mencegah Kehamilan

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual Bisa Berkurang atau Hilang?

    Vasektomi

    Vasektomi: Sterilisasi untuk Laki-Laki

    Sterilisasi

    Cara Kerja Sterilisasi dalam Mencegah Kehamilan secara Permanen

    Masa Subur

    Cara Menentukan Masa Subur dengan Metode Irama dan Pengecekan Lendir

    KB ALami

    Mengenal Metode KB Alami: Cara Memahami Masa Subur untuk Mencegah Kehamilan

    Menyusui

    Menyusui sebagai Metode Pencegahan Kehamilan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Film

Drama Korea Lady Ok: Kisah Perjuangan Perempuan Melawan Patriarki

Lady Ok memperjuangkan nasib para budak yang terjebak dalam sistem sosial diskriminatif pada masa itu

Halimatus Sa'dyah by Halimatus Sa'dyah
21 Februari 2025
in Film
A A
0
Drama Korea Lady Ok

Drama Korea Lady Ok

22
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Drama The Tale of Lady Ok adalah drama Korea yang berkisah tentang perjalanan seorang budak bernama Gu Deok. Dia ingin bebas dari sistem perbudakan di Dinasti Joseon. Perempuan yang berawal dari rakyat jelata ingin merdeka karena memiliki majikan yang bertindak sewenang-wenang.

Ibunya yang menderita sakit, dan dianggap sudah tidak berguna dikubur hidup-hidup oleh majikannya. Gu Deok menyaksikan langsung peristiwa tragis itu di depan mata saat dia masih berusia kecil. Dia juga sering menggantikan anak majikan di sekolah dan kursus sehingga dia memiliki keterampilan untuk bisa membaca, memahami isi buku dan keterampilan lainnya seperti menyulam.

Gu Deok berproses hingga menjadi seorang pengacara Perempuan pada masa itu. Ia berubah nama menjadi Lady ok akhirnya berubah status menjadi bangsawan karena menjadi ahli hukum. Drama yang naskahnya ditulis oleh Park Ji-seok, adalah perjalanan seorang budak yang menjadi aktivis Perempuan.

Dalam Drama Korea Lady Ok ini, ia memperjuangkan nasib para budak yang terjebak dalam sistem sosial diskriminatif pada masa itu. Mulai dari kematian ibu Gu Deok, lalu berlanjut dengan kehidupannya yang sengsara untuk mengumpulkan uang, hingga akhirnya dikira sebagai Ok Tae Yeong oleh keluarga bangsawan.

Drama Korea Lady Ok dengan alur penuh situasi yang sulit yang selalu menimpa Ok Tae Young. Karena melarikan diri dari majikannya. Kemudian dia memalsukan identitasnya. Takdir telah mempertemukannya dengan Cheon Seung Hwi, seorang pendongeng dan sering bepergian ke seluruh negeri untuk membacakan novel kepada warga, suatu hiburan pada masa itu. Pertemuan tersebut membuat Cheon Seung Hwi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Tak hanya mendapat perlakuan semena-mena oleh majikannya, para budak juga tidak dapat izin untuk menempuh pendidikan. Situasi ini membuat mereka tak sekadar buta huruf, tapi juga buta terhadap hukum sehingga hanya dapat menerima nasib. Hal ini bisa terlihat dengan reaksi ayah Gu Deok yang awalnya menolak untuk diajak kabur putrinya karena menganggap semua itu akan berakhir sia-sia.

Berkisah tentang Teori Kelas, Kaum Bangsawan Menindas para Budak

Teori kelas terdefinisikan sebagai kerangka kerja yang menganalisis masyarakat berdasarkan pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang berbeda. Mengeksplorasi bagaimana kelas-kelas memengaruhi tindakan, kesadaran, dan posisi individu dalam masyarakat.

Karl Marx (1818-1883) memandang bahwa sejatinya aktor utama yang berperan penting dalam kelangsungan hidup suatu masyarakat adalah kelas-kelas sosial. Keterasingan yang manusia alami pun sesungguhnya adalah hasil penindasan satu kelas oleh kelas lainnya.

Ada dua kelas yang menjadi perhatian Marx adalah proletariat dan borjuis. Proletariat adalah para pekerja yang menjual jasa mereka dan tidak memiliki alat- alat produksi sendiri. Kelas borjuis merupakan nama khusus untuk para kapitalis dalam ekonomi modern. Teori ini berfokus pada hubungan sosial dan politik antara desain dan budaya masyarakat.

Marx percaya bahwa kondisi pekerja tidak akan pernah membaik, selama keuntungan masih diambil oleh kaum kapitalis. Bahwa untuk membebaskan diri dari eksploitasi kaum kapitalis, para pekerja harus membentuk masyarakat sosialis di mana semua kepemilikan dikendalikan secara sosial.

Kelemahan pemikiran Marx ialah: ekonomi kapitalisme akan menghasilkan kehancurannya sendiri karena kapitalisme menghasilkan penghisapan manusia pekerja. Oleh karena itu pertentangan kelas sangat tajam dan pada gilirannya akan melahirkan revolusi kelas buruh dan mewujudkan masyarakat sosialis tanpa kelas.

Ini artinya, sistem kelas merupakan sistem stratifikasi terbuka. Kelas terdiri dari sekumpulan orang-orang dengan status sama yang terkait berbagai faktor, seperti pendidikan, pendapatan, kekayaan, dan pekerjaan

Penyebab Stratifikasi Sosial 

Stratifikasi sosial adalah proses pengelompokan masyarakat ke dalam berbagai lapisan tertentu. Istilah “stratifikasi” berasal dari bahasa Yunani “stratum”, yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial dapat kita definisikan sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat yang terbagi menjadi kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis, yang terdiri dari kelas tinggi dan kelas

Stratifikasi terbuka memiliki mobilitas yang cukup besar dengan kesempatan untuk berpindah strata sosial, baik horizontal maupun vertikal. Contoh keberhasilan dari stratifikasi terbuka adalah seseorang yang berasal dari lapisan rendah dapat naik ke lapisan menengah atau teratas melalui kegigihan dan kemampuan. Kegigihan seseorang menjadi faktor penentu dalam terbentuknya dan kesempatan untuk berpindah lapisan atau tingkatan kelas.

Dampak stratifikasi sosial dapat berupa ketidaksetaraan, konflik, dan kesenjangan sosial. Antara lain terjadinya ketidaksetaraan dalam akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi. Kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi antara lapisan atas dan bawah masyarakat dalam drama ini ditunjukkan melalui kaum bangsawan dan budak yag sangat berbeda kehidupannya.

Ketidakadilan dan ketimpangan dalam akses terhadap kesempatan, sumber daya, dan kekuasaan, konflik dalam masyarakat, seperti protes atau gerakan social, diskriminasi oleh kelompok mayoritas terhadap minoritas. 

Penyebab stratifikasi social mulai dari kekayaan, seperti kepemilikan benda-benda berharga atau aset produksi. Kemudian kekuasaan, seperti faktor keturunan atau jabatan yang diemban. Faktor lainnya adalah status sosial, faktor pendidikan, seperti menempati ranking tertinggi saat ujian negara sebagaimana di drama ini digambarkan.

Dampak di Masyarakat

Ketimpangan trerjadi dalam kesempatan, status, dan kekayaan antara kelompok-kelompok sosial yang berbeda. Kelompok yang memiliki posisi sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki akses yang lebih baik ke sumber daya, peluang, dan layanan, sedangkan kelompok yang lebih rendah terbatas dalam hal ini.

Dapat menyebabkan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang dianggap lebih rendah dalam struktur sosial. Diskriminasi ini dapat terjadi dalam bentuk perlakuan yang tidak adil, stereotip, dan bahkan kekerasan. Individu yang berada pada posisi sosial yang lebih rendah dalam struktur sosial mungkin mengalami stres psikologis akibat tekanan untuk memenuhi harapan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dapat mempengaruhi mobilitas sosial seseorang. Individu yang terlahir di kelompok sosial yang lebih rendah mungkin kesulitan untuk naik ke lapisan sosial yang lebih tinggi karena terbatasnya peluang dan sumber daya yang tersedia.

Dapat mempengaruhi tingkat solidaritas sosial di dalam masyarakat. Kelompok-kelompok sosial yang terpisah secara sosial mungkin sulit untuk merasa terhubung satu sama lain, yang dapat menghambat pembangunan kepercayaan dan kerja sama antar kelompok.

Stratifikasi sosial juga dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi individu untuk berusaha dan meningkatkan status sosialnya. Hal ini dapat terjadi melalui upaya-upaya mobilitas sosial, baik horizontal maupun vertikal.

Stratifikasi sosial dapat terakui sebagai suatu realitas yang ada dalam kehidupan masyarakat, namun perlu diwaspadai terhadap efek negatifnya. Oleh karena itu, perlu ada upaya-upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta memberikan kesempatan yang lebih adil bagi setiap individu untuk meningkatkan status sosialnya.

Kisah Lady Ok, Adalah Bentuk Nyata Pendidikan sebagai Pembebasan

Pendidikan pembebasan adalah pendidikan yang mampu menumbuhkan suasana humanis, dan mampu mengembalikan tujuan pendidikan yaitu sebagai alat untuk memanusiakan manusia. Di mana pendidikan pembebasan muncul sebagai kritik atas konsep pendidikan tradisional atau pendidikan gaya bank.

Selain itu, pendidikan pembebasan merupakan proses bagaimana masyarakat menemukan hal yang paling esensi dalam kehidupannya. Yaitu mengubah kehidupannya lebih baik dan merdeka. 

Pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang memerdekakan setiap manusia dari segala sesuatu yang menindas. Orang yang ditindas biasanya juga mengalami perasaan rendah diri. Tugas pendidikan adalah menjaga anak manusia sesuai dengan fitrahnya, yakni manusia yang merdeka.

Melalui Drama Lady Ok, dan sosok seorang Lady Ok kita bisa melihat stratifikasi sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi individu serta masyarakat.

Salah satu dampaknya adalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi antara lapisan atas dan lapisan bawah masyarakat. Di mana hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan dan ketimpangan dalam akses terhadap kesempatan, sumber daya, dan kekuasaan.

Solusi dasar yang bisa kita lakukan adalah dengan memiliki pendidikan yang baik.

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلْمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١”

Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan”.

Tags: Budaya PatriarkiDrama KoreaDrama Korea Lady OkIsu StrategismasyarakatpendidikansejarahSistem Kelas
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Perhatian Khusus Islam pada Realitas Sosial Perempuan

Next Post

5 Prinsip Dasar Perspektif Keadilan Hakiki bagi Perempuan

Halimatus Sa'dyah

Halimatus Sa'dyah

Penulis adalah ketua Forum Daiyah Fatayat NU Tulungagung, IG : Halimatus_konsultanhukum 2123038506

Related Posts

Pesantren Putra
Publik

Runtuhnya Anggapan Misoginis dan Peran Pesantren Putra dalam Mencegah Kekerasan Seksual

25 Juni 2026
Pesantren
Publik

Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Ikhtiar Membangun Ruang Aman di Pesantren

23 Juni 2026
Masyarakat Disabilitas
Disabilitas

Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas

19 Juni 2026
Muharram
Aktual

Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

16 Juni 2026
Teach You a Lesson
Film

Teach You a Lesson dan Krisis Empati di Dunia Pendidikan

11 Juni 2026
Dakwah Tauhid
Publik

Membaca Ulang Dakwah Tauhid di Masa Krisis

8 Juni 2026
Next Post
Perspektif keadilan hakiki bagi perempuan

5 Prinsip Dasar Perspektif Keadilan Hakiki bagi Perempuan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan
  • Tentang Disabilitas: Terlalu Sering Dibicarakan, Terlalu Jarang Didengarkan
  • Cara Menggunakan Pil KB Darurat
  • Refleksi Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon
  • Metode Darurat untuk Mencegah Kehamilan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0