Sabtu, 17 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Munas NU

    Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

    NU dan Lingkungan

    Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

    Slow Living

    Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living

    Bahasa Disabilitas

    Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme

    Lingkungan di Pesantren

    Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

    Pemimpin yang Melayani

    Pemimpin yang Melayani: Ciri Khas Kepemimpinan Kristiani

    Alam di pesantren

    Pesantren Jadi Ruang Strategis Membangun Kepedulian Kelestarian Alam

    American Academy of Religion

    Melampaui Maskulinitas Qur’ani: Catatan dari Konferensi American Academy of Religion (AAR) 2025

    Menjaga Kelestarian Alam

    Membangun Kesadaran Sejak Dini untuk Menjaga Kelestarian Alam

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Munas NU

    Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

    NU dan Lingkungan

    Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

    Slow Living

    Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living

    Bahasa Disabilitas

    Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme

    Lingkungan di Pesantren

    Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

    Pemimpin yang Melayani

    Pemimpin yang Melayani: Ciri Khas Kepemimpinan Kristiani

    Alam di pesantren

    Pesantren Jadi Ruang Strategis Membangun Kepedulian Kelestarian Alam

    American Academy of Religion

    Melampaui Maskulinitas Qur’ani: Catatan dari Konferensi American Academy of Religion (AAR) 2025

    Menjaga Kelestarian Alam

    Membangun Kesadaran Sejak Dini untuk Menjaga Kelestarian Alam

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Gusdurian di Mata Seorang Warga Muhammadiyah

Catatan ini adalah ungkapan kekaguman saya sebagai warga Muhammadiyah terhadap Gerakan Gusdurian

Ahsan Jamet Hamidi Ahsan Jamet Hamidi
2 September 2025
in Personal, Rekomendasi
0
Gusdurian

Gusdurian

1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Jum’at pagi itu, Mbak Lisa (Alissa Wahid) sedang memberi kuliah umum di hadapan ratusan orang yang tergabung dalam komunitas Gusdurian. Ketika slide di layar menampilkan gambar Gus Dur dengan kalimat “DPR dan Taman Kanak-kanak”, Mbak Alissa seolah seperti tersedak sejenak. Ia melanjutkan kalimatnya seakan sedang menahan kesedihan yang mendalam.

“Iya, saat ini dunia politik kita sedang tidak baik-baik saja. Demokrasi berada pada ancaman yang cukup serius.”

Kalimat itu terucap dengan nada sedih, lalu suasana menjadi hening selama beberapa detik. Kalimat Mbak Alissa secara otomatis memicu semua orang di ruangan itu untuk bersikap hening, lalu berdoa agar peristiwa tragis yang baru saja menimpa Affan Kurniawan tidak kembali terjadi di tempat lain.

Affan Kurniawan adalah pengendara ojek online yang meregang nyawa akibat dilindas mobil rantis yang dikendarai oleh anggota Brimob di wilayah Pejompongan, Jakarta. Peristiwa itu memicu kemarahan publik, mengingat korban bukanlah bagian dari para demonstran, bukan pelaku kekerasan terhadap siapapun. Affan hanya hendak mengantarkan pesanan makanan, namun apes, jalannya tertutup oleh kerumunan massa yang sedang berunjuk rasa, lalu terjadilah kekerasan pada dirinya.

Acara Temu Nasional Gusdurian di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta terselenggara di tengah duka. Aksi perusakan massa terhadap kantor-kantor polisi dan fasilitas publik marak terjadi. Penjarahan dan perusakan di beberapa rumah politisi pun tAk terhindarkan. Bahkan kantor kepolisian sektor yang dekat dengan Asrama Haji mengalami kerusakan. Beberapa mobil milik polisi yang terparkir di depan kantor rusak parah, dan ada bekas sepeda motor yang terbakar.

Nilai Kesatryaan

Ada sembilan nilai dalam komunitas Gusdurian yang Mbak Alissa Wahid sampaikan pagi itu. Namun saya paling terkesan dengan salah satu nilai yang jarang saya temui di komunitas lain, yaitu nilai kesatryaan.

Berani bersikap kesatria sering diajarkan di lingkungan militer, kepolisian, sekolah kedinasan, dan lembaga pemerintah. Ia menjadi doktrin yang sering dikumandangkan dalam upacara, mimbar keagamaan, hingga rapat kedinasan. Namun, sangat sedikit contoh nyata yang bisa kita jadikan teladan.

Di komunitas Gusdurian, nilai ini menjadi salah satu dari sembilan nilai utama. Saya berpandangan bahwa salah satu masalah besar bangsa ini adalah absennya sikap kesatria dari para pemimpin bangsa.

Secara sederhana, sikap kesatria adalah berani bertanggung jawab atas apa yang telah terucapkan dan kita lakukan. Ada kesesuaian ucapan dan tindakan. Kesatria berarti berani jujur, mengakui bahwa dalam lingkaran kekuasaan seorang pemimpin ada masalah yang harus  terselesaikan. Termasuk berani mengakui bahwa ancaman terhadap negara ini justru bersumber dari lingkaran dekat para pemimpin—baik itu menyangkut integritas, kesetiaan terhadap janji, hingga kemampuan menjalankan amanah.

Sebaliknya, sikap defensif, gemar menghindar dari masalah, dan suka menyalahkan pihak lain—termasuk selalu menyalahkan pihak asing—tanpa menyebut secara jelas siapa yang dimaksud, adalah berlawanan dengan sikap kestrya. Sikap seperti itu seperti orang yang gemar menyalahkan “setan” atas perbuatan kelirunya, padahal setan tidak bisa kita mintai pertanggungjawaban.

Sikap pengecut itu bisa terlihat pada politisi yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat. Ketika rakyat meminta dialog tentang kebijakan mereka, tidak ada satu pun yang berani tampil. Bahkan ketika rakyat mendatanginya, mereka kabur, lari tunggang langgang hingga pergi ke luar negeri.

Respek kepada Gusdurian

Sebagai warga Muhammadiyah, saya merasa nyaman berada di tengah-tengah kawan-kawan Gusdurian. Saya tidak merasa menjadi minoritas. Komunitas Gusdurian benar-benar menjadi rumah bersama yang melampaui perbedaan suku, agama, ras, warna kulit, bahkan afiliasi organisasi keagamaan.

Bisa jadi, putri-putri Gus Dur yang selama ini mengampu komunitas Gusdurian tentu memiliki afiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), namun Gusdurian bukanlah NU, dan pegiatnya juga bukan hanya dari kalangan NU. Maka wajar jika ketika waktu salat Jumat tiba, banyak peserta tidak menunaikannya, karena mereka memang bukan Muslim yang berkewajiban menjalankan salat Jumat.

Kekaguman saya kepada Gerakan Gusdurian muncul dari kemampuan putri-putri Gus Dur dalam mengelola dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang terwariskan oleh Gus Dur kepada khalayak luas. Banyak tokoh hebat yang meninggalkan warisan pemikiran baik, tapi sangat sedikit keluarga dekatnya yang mampu merawat warisan itu menjadi gerakan nyata di lapangan. Alissa Wahid adalah salah satu perempuan langka yang mampu mewujudkan hal tersebut.

Yang lebih mengagumkan, Gerakan Gusdurian tidak terbangun dengan kekuatan uang atau jabatan. Mbak Alissa bukan pejabat publik, bukan konglomerat, dan tidak bisa menjanjikan jabatan ataupun uang kepada siapa pun. Gerakan ini terbangun atas nama nilai dan kebersamaan.

Temu Nasional Gusdurian

Dalam acara Temu Nasional ini misalnya, ratusan peserta datang dari Sabang sampai Merauke datang dengan biaya sendiri. Bantuan dana dari para pihak pun hanya digunakan untuk menyewa ruangan, konsumsi nasi kotak, dan penginapan sederhana di Asrama Haji. Tidak ada honorarium besar bagi narasumber. Semua peserta saling bahu-membahu.

Meski begitu, acara berjalan sangat rapi dan terorganisasi dengan baik. Saya beberapa kali dihubungi panitia terkait penjemputan, penginapan, bahkan ditanyakan jika saya memiliki kebutuhan khusus. Mereka bukan event organizer profesional, tapi mahasiswa-mahasiswa yang digerakkan oleh hati dan nilai.

Sebagai sebuah gerakan yang teguh menyuarakan persamaan hak, demokrasi, kerukunan dan keadilan lingkungan, saya merasa berkewajiban untuk mendukung Gusdurian. Mereka hadir untuk membersamai warga negara yang teraniaya, yang hak politik dan ibadahnya dilanggar, dan Gusdurian akan menyampaikan keluhan-keluhan itu kepada pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Itulah sedikit wajah Gerakan Gusdurian yang saya kenal. Mbak Alissa dan kawan-kawan tidak pernah lelah untuk “ngeloni” (menemani) warga yang sedang berkeluh kesah karena hak-haknya terabaikan.

Catatan ini adalah ungkapan kekaguman saya sebagai warga Muhammadiyah terhadap Gerakan Gusdurian. Tentu ini tidak mewakili organisasi besar Muhammadiyah, melainkan suara seorang warga Muhammadiyah yang telah beberapa kali mengikuti kegiatan Gusdurian dan merasakan nilai-nilainya secara langsung. []

 

 

Tags: Alissa WahidgusdurianKH. Abdurrahman WahidMuhammadiyahTemu Nasional Gusdurian 2025
Ahsan Jamet Hamidi

Ahsan Jamet Hamidi

Ketua Ranting Muhammadiyah Legoso, Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Terkait Posts

Pemikiran Gus Dur
Figur

Membedah Nilai-nilai Mubadalah dalam Pemikiran Gus Dur

11 Januari 2026
Humor Gus Dur
Figur

Gitu Saja Kok Repot: Gus Dur dan Humor Inklusif

18 Desember 2025
Fiqh al-Murunah
Aktual

Fiqh al-Murunah, Gagasan Baru yang Terinspirasi dari Dua Tokoh NU dan Muhammadiyah

25 Oktober 2025
Ekoteologi
Aktual

Forum Rektor Bersama Gusdurian Dorong Ekoteologi Kampus

3 September 2025
Bersaudara dengan Alam
Aktual

GUSDURian Ajak Manusia Kembali Bersaudara dengan Alam

2 September 2025
Perguruan Tinggi
Aktual

GUSDURian dan 31 Rektor se-Indonesia Dorong Perguruan Tinggi Desain Kampus Ramah Lingkungan

2 September 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Slow Living

    Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Bawah Bayang-bayang Dhawuh Kiai: Bagian Satu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius
  • Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan
  • Menyerap Etika Kenabian Sebagai Landasan Hidup Slow Living
  • Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme
  • Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID