Jumat, 30 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Halaqah Kubra KUPI Dua Ribu Dua Lima yang Sarat Makna

KUPI tidak hanya kuat secara metodologi, konsisten dalam gerakan tetapi juga teguh menjaga 9 nilai paradigma KUPI yang menjadi nafas perjuangannya

Zahra Amin by Zahra Amin
16 Desember 2025
in Publik, Rekomendasi
A A
0
Halaqah Kubra KUPI

Halaqah Kubra KUPI

18
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Daun-daun di latar kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu berguguran, luruh satu per satu. Ia seakan menjadi saksi bisu keharuan dan rasa bangga, setelah satu demi satu peserta dan panitia Halaqah Kubra KUPI berpamit pergi.

Malam itu, Minggu 14 Desember 2025 aku berjalan kaki bersama teman-teman redaksi Mubadalah, setelah pulang dari Pendopo Lawas Alun-alun Yogyakarta. Kami bertiga menyusuri langkah menuju tempat istirahat di Club House di kawasan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hatiku tentu saja masih terasa hangat dengan kebersamaan selama tiga hari ini.

Meski jauh sebelum pelaksanaan, sekitar tiga bulan ke belakang, aku bersama teman-teman Tim Media KUPI sudah euforia menyambut Halaqah Kubra. Kami secara khusus menyiapkan penerbitan buku penulisan ulama perempuan “Menjadi Rembulan di Rumah Sendiri” hasil dari kegiatan Madrasah Creator KUPI.

Tentu Halaqah Kubra KUPI kali ini menjadi sarat makna. Bagiku tidak hanya sebatas ruang perjumpaan bersama para ulama perempuan dan pegiat isu perempuan, tetapi juga mencermati dinamika isu yang berkembang dari masing-masing peserta yang beragam latar dan dari berbagai daerah di Indonesia.

KUPI bagiku tidak hanya kuat secara metodologi, konsisten dalam gerakan tetapi juga teguh menjaga 9 nilai paradigma KUPI yang menjadi nafas perjuangannya di ruang khidmah masing-masing.

Di sisi lain tantangan menjadi ulama perempuan juga besar. Meski 8 tahun terakhir sejak gelaran KUPI I tahun 2017 silam, sudah ada rekognisi makna ulama perempuan. Akan tetapi dari sisi individu ulama perempuan sendiri belum atau tidak percaya diri mengakui bahwa dia adalah ulama perempuan cum jaringan KUPI.

Seakan membawa nama ulama perempuan KUPI merupakan tanggung jawab moral besar yang tidak setiap orang bisa menanggung resikonya. Karena ketika satu kali terjadi kesalahan dampaknya akan berpengaruh pada gerakan keulamaan perempuan secara keseluruhan.

Dari Diskusi ke Diskusi

Sebagai orang di balik layar gerakan keulamaan perempuan KUPI, karena aku bekerja di media yang lebih banyak menyoroti kiprah, pemikiran, karya dan jejak ulama perempuan di komunitas, jujurly aku senang sekali menyimak langsung diskusi dari para ulama perempuan di tiap kelas dan kelompok.

Padahal dalam Halaqah Kubra ini, tak sedikit juga tugasku di tim media, tapi aku senang sekali menyelinap jadi peserta diskusi, karena seakan melihat mereka menjadi saksi mata bagaimana masyarakat bertahan hidup di tengah luka bencana, konflik sosial, kekerasan berlapis terhadap kelompok rentan, kemiskinan struktural, dan ketidakpercayaan pada pemerintah sendiri.

Di antara empat ruang itu, antara lain diskusi Refleksi Pengetahuan, Refleksi Otoritas Ulama Perempuan, Refleksi Ekosistem Gerakan dan terakhir Refleksi Pembumian Paradigma KUPI. Di hari kedua Halaqah Kubra, aku memilih masuk di kelas Refleksi Ekosistem Gerakan. Saat itu memang panitia bebas untuk masuk ke kelas apapun, dan ikut berdiskusi bersama para peserta.

Di ruang Refleksi Ekosistem Gerakan ini, setelah melalui refleksi dan diskusi panjang terkait proses kaderisasi di jaringan KUPI dan branding ulama perempuan Mbak Alissa Wahid yang hadir di ruangan itu merespons dengan beberapa hal.

Kredibilitas Gerakan

Kepercayaan publik terhadap kita sebagai sebuah gerakan itu berlapis. Alissa sering mengibaratkannya seperti melempar batu ke danau yang tenang. Riaknya akan menyebar ke berbagai lapisan. Lapisan paling dalam adalah kredibilitas personal aktor-aktornya.

“Ini seperti yang tadi disinggung. Ketika ada satu orang dari kita melakukan kesalahan, dampaknya bisa menjalar ke gerakan secara keseluruhan. Contoh paling kuat menunjukkan bahwa kredibilitas personal sangat memengaruhi kredibilitas kolektif,” ujarnya.

Namun, jika sebuah gerakan sudah sangat kuat, Alissa menambahkan, dampak kesalahan personal itu tidak selalu langsung meruntuhkan semuanya, terutama jika yang bersangkutan bukan tokoh kunci.

“Misalnya, ketika tokoh sentral seperti Kiai Husein atau figur utama KUPI melakukan kesalahan kecil, dampaknya bisa besar. Tapi jika bukan figur kunci, itu tidak selalu langsung terasosiasikan ke gerakan secara keseluruhan. Artinya, kita tidak perlu terus-menerus hidup dalam ketakutan, tetapi kredibilitas gerakan memang harus terbangun sangat kokoh,” terang Alissa.

Lapisan berikutnya menurut Alissa adalah kredibilitas relasi di dalam gerakan. Relasi antara Gusdurian, Rahima, Fahmina, Alimat, Aman Indonesia, kampus-kampus, dan jaringan lain. Ini berarti budaya organisasi dan budaya gerakan harus kuat. Budaya saling menghormati, saling menjaga, dan saling percaya. Setelah itu barulah kepercayaan terhadap institusi KUPI sebagai entitas, kemudian kepercayaan di level target group, dan yang terakhir kepercayaan publik secara luas.

Integritas dan Etika

Untuk membangun kredibilitas personal di mata publik, rumusnya sebenarnya hanya dua, kompetensi dikalikan karakter. Karakter di sini mencakup integritas dan etika. Karena itu, menurut Alissa ketika di dalam jaringan sendiri ada saling serang, saling nyinyir, atau saling menjatuhkan, itu justru merusak lapisan paling dasar dari kepercayaan terhadap relasi internal. Budaya saling menghormati ini tidak bisa kita tawar jika ingin membangun gerakan yang kuat.

Kompetensi juga sangat menentukan. Semakin kompeten seseorang, Alissa menambahkan, semakin mampu ia mengomunikasikan gagasannya, maka semakin mudah membangun kepercayaan publik. Semua ini tentu kita bangun melalui proses. Kita tidak bisa menuntut hasil instan.

Jika kita ingin masuk ke kelompok tertentu, Alissa mencontohkan ke anak muda, strateginya harus dipikirkan secara khusus. Pendekatannya akan sangat berbeda dengan pendekatan ke kelas menengah atas, termasuk cara komunikasi dan bahkan penampilan. Semua itu bagian dari strategi.

“Saya sering bercanda bahwa ini soal rasionalisasi peran. Ada figur yang sangat kuat di satu ruang, tapi tidak relevan di ruang lain. Bukan soal benar atau salah, melainkan soal strategi. Begitu juga dengan saya pribadi. Pilihan isu, cara bicara, dan citra yang saya bangun adalah bagian dari strategi untuk menembus ruang-ruang tertentu, misalnya di NU. Langkah ini bukan tanpa perhitungan,” tegasnya.

Intinya, Alissa menegaskan dalam kalimat penutup, bahwa branding dan penguatan gerakan ini soal strategi yang sadar dan terukur. Teknik dan metodologi menurutnya selalu bisa kita pelajari, tinggal bagaimana kita meracik dan menerapkannya sesuai konteks.

Merumuskan Isu Prioritas

Pada hari terakhir kegiatan, masing-masing kelompok akan berbagi temuan dan pelajaran yang mereka dapatkan dari proses diskusi sehari sebelumnya. Peserta Halaqah Kubra KUPI akan saling memberi tanggapan dan melakukan refleksi bersama, mengapa temuan-temuan itu muncul? Konteks apa yang melatarinya, dan apa maknanya bagi gerakan KUPI?

Setelah itu, peserta akan diajak untuk kembali berdiskusi dalam tiga kelompok besar dengan fokus pada isu-isu strategis dalam tiga konteks, yaitu diri (tubuh), keluarga, dan komunitas.

“Ketika kita berbicara tentang isu strategis komunitas, yang dimaksud adalah isu-isu yang bersifat massif. Massif tidak hanya dalam skala nasional, tetapi juga berdampak hingga level global. Isu-isu ini dipandang sebagai persoalan serius yang, jika tidak disikapi—misalnya oleh KUPI—dapat berdampak langsung pada kehidupan perempuan, bangsa, dan komunitas secara luas. Karena itu, isu-isu tersebut menjadi prioritas,”terang Sekretaris MM KUPI Masruchah dalam satu kesempatan wawancara bersama tim Media KUPI.

Isu Prioritas Berbasis Data dan Fakta

Selain itu, isu prioritas ini juga merupakan wilayah yang belum banyak disentuh oleh pandangan keagamaan atau fatwa dari kelompok lain. Artinya, ada potensi bahaya jika tidak ada sikap keagamaan yang jelas dan bertanggung jawab. Seluruh pembahasan ini harus berbasis pada data dan fakta, bukan asumsi. Basisnya adalah kajian yang kuat, sejalan dengan karakter KUPI sebagai gerakan intelektual, kultural, sosial, dan spiritual.

Setiap kelompok akan merumuskan dua isu prioritas. Dengan tiga konteks tubuh atau diri, keluarga, dan komunitas, yang akan terkumpul menjadi enam isu. Namun, isu-isu ini tidak hanya berhenti di situ. Karena ruang juang KUPI mencakup keluarga, komunitas, gerakan, negara, dan relasi dengan alam. Isu-isu tersebut juga akan terlihat kembali melalui pendekatan dan konteks yang berbeda-beda. Dari proses ini, biasanya muncul perbedaan penekanan makna antara isu ketubuhan, keluarga, dan komunitas.

“Selanjutnya, enam isu tersebut akan disaring kembali hingga mengerucut menjadi dua atau tiga isu utama, atau enam isu yang benar-benar disepakati. Temuan dari seluruh kelompok ini kemudian akan dibawa ke forum yang lebih besar, yakni Majelis Musyawarah KUPI, dengan melibatkan lima lembaga penyangga KUPI, yakni Alimat, Rahima, Fahmina, Gusdurian dan Aman Indonesia,”tutur Masruchah.

Bersiap Menuju KUPI Tiga

Proses ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Kongres KUPI ke-3. Isu-isu yang peserta usulkan diharapkan sudah matang, memiliki landasan sosiologis, tashawwur yang jelas, basis data dan realitas sosial, serta dilengkapi dengan dalil-dalil keagamaan. Dengan demikian, peserta dapat menjelaskan secara ringkas namun utuh, sehingga isu-isu tersebut layak dipertimbangkan untuk dibawa dan dibahas lebih lanjut dalam KUPI ke-3.

Melalui Halaqah Kubra KUPI 2025 ini, KUPI semakin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pandangan keagamaan yang berpihak pada keadilan gender, kemanusiaan, dan pengalaman nyata perempuan, sebagai fondasi gerakan keulamaan perempuan Indonesia ke depan.

Dan, melalui catatan yang lumayan panjang ini, aku juga ingin menegaskan jika aku bangga menjadi bagian dari jaringan KUPI, karena meminjam sambutan Kanjeng Ratu Hemas dalam event pembukaan, bahwa KUPI adalah gerakan peradaban, bukan sekadar forum keilmuan. Jadi mari kita bersiap menyambut Kongres Ulama Perempuan Indonesia ke-3 dua tahun mendatang. Sekali layar terkembang surut kita berpantang. []

Tags: Gerakan Keulamaan PerempuanHalaqah Kubra KUPIKongres Ulama Perempuan IndonesiaPandangan Keagamaanulama perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Zahra Amin

Zahra Amin

Zahra Amin Perempuan penyuka senja, penikmat kopi, pembaca buku, dan menggemari sastra, isu perempuan serta keluarga. Kini, bekerja di Media Mubadalah dan tinggal di Indramayu.

Related Posts

KUPI 2027
Publik

KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

29 Januari 2026
Literacy for Peace
Publik

Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

23 Januari 2026
What Is Religious Authority
Buku

Membaca What Is Religious Authority? Menimbang Ulang Otoritas Agama

21 Januari 2026
Persoalan Sosial
Publik

Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial

17 Januari 2026
Fatwa Perempuan
Uncategorized

Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

10 Januari 2026
Konsolidasi Ulama Perempuan
Publik

KUPI Ruang Strategis Konsolidasi Ulama Perempuan

6 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    13 shares
    Share 5 Tweet 3

TERBARU

  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan
  • Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara
  • Hak Perlindungan Diri Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0