Selasa, 17 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Peacewashing

    Keluar dari Jebakan Peacewashing BoP

    Aborsi Aman

    Absennya Aborsi Aman sebagai Kontrol Negara Terhadap Tubuh Perempuan

    Perceraian

    Gemuruh Kausa Perceraian

    Khairunnas Anfa’uhum Linnas

    Jargon “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” dan Perihal Tuntutan untuk Selalu Produktif

    Konflik Keluarga

    Sembilan Langkah Menengahi Konflik Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Al-Quds Day

    Mengenal Al-Quds Day: Sebuah Pengingat Bahwa Keadilan Tidak Boleh Dilupakan

    Mudik

    Mudik: Ritual Perjalanan Yang Multimakna

    Idulfitri Bertemu Nyepi

    Takbir dan Sunyi: Ketika Idulfitri Bertemu Nyepi

    Pendidikan Inklusif

    Pendidikan Inklusif: Hak yang Dikesampingkan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Komplikasi Kehamilan

    Komplikasi Kehamilan Masih Menjadi Penyebab Tingginya Kematian Perempuan

    Seksual Perempuan

    Perempuan Rentan Terpapar Penyakit Menular Melalui Hubungan Seksual

    Kehamilan berulang

    Kehamilan Berulang Tingkatkan Risiko Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Membutuhkan Perhatian Khusus

    Risiko Kesehatan

    Perempuan Lebih Rentan Mengalami Berbagai Risiko Kesehatan

    Kekurangan Gizi

    Kekurangan Gizi Masih Menjadi Ancaman Kesehatan Perempuan

    Layanan Kesehatan

    Hak Perempuan atas Layanan Kesehatan Sepanjang Siklus Kehidupan

    Kehidupan Perempuan

    Kesehatan Perempuan dan Dampaknya bagi Kehidupan Keluarga

    Aisyah dan Hafshah

    Dua Perempuan Teladan: Sayyidah Aisyah dan Hafshah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Peacewashing

    Keluar dari Jebakan Peacewashing BoP

    Aborsi Aman

    Absennya Aborsi Aman sebagai Kontrol Negara Terhadap Tubuh Perempuan

    Perceraian

    Gemuruh Kausa Perceraian

    Khairunnas Anfa’uhum Linnas

    Jargon “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” dan Perihal Tuntutan untuk Selalu Produktif

    Konflik Keluarga

    Sembilan Langkah Menengahi Konflik Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Al-Quds Day

    Mengenal Al-Quds Day: Sebuah Pengingat Bahwa Keadilan Tidak Boleh Dilupakan

    Mudik

    Mudik: Ritual Perjalanan Yang Multimakna

    Idulfitri Bertemu Nyepi

    Takbir dan Sunyi: Ketika Idulfitri Bertemu Nyepi

    Pendidikan Inklusif

    Pendidikan Inklusif: Hak yang Dikesampingkan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Komplikasi Kehamilan

    Komplikasi Kehamilan Masih Menjadi Penyebab Tingginya Kematian Perempuan

    Seksual Perempuan

    Perempuan Rentan Terpapar Penyakit Menular Melalui Hubungan Seksual

    Kehamilan berulang

    Kehamilan Berulang Tingkatkan Risiko Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Membutuhkan Perhatian Khusus

    Risiko Kesehatan

    Perempuan Lebih Rentan Mengalami Berbagai Risiko Kesehatan

    Kekurangan Gizi

    Kekurangan Gizi Masih Menjadi Ancaman Kesehatan Perempuan

    Layanan Kesehatan

    Hak Perempuan atas Layanan Kesehatan Sepanjang Siklus Kehidupan

    Kehidupan Perempuan

    Kesehatan Perempuan dan Dampaknya bagi Kehidupan Keluarga

    Aisyah dan Hafshah

    Dua Perempuan Teladan: Sayyidah Aisyah dan Hafshah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Keluarga

Ketika Sabar Dijadikan Alasan Membungkam Suara Istri

Sabar bukan berarti kita diam secara pasif dengan ketidakadilan yang kita alami. Bahkan Rasulullah mengatakan untuk kita berbuat sesuatu bila melihat kemungkaran

Rias Julia Impiani Zavlak by Rias Julia Impiani Zavlak
16 Oktober 2021
in Keluarga, Rekomendasi
A A
0
KDRT

KDRT

8
SHARES
394
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Seringkah kamu mendengar ketika seorang istri diperlakukan tidak adil oleh suaminya, jawaban yang sering terlontar dari orang-orang adalah menyuruhnya untuk bersabar. “Bersabarlah dan tutupi aib suamimu,” katanya. Namun bagaimana bila sudah masuk ke dalam ranah kekerasan rumah tangga. Baik itu secara verbal, non verbal, hingga kekerasan seksual. Haruskah seorang perempuan tetap diam dan dilarang untuk meminta keadilan atas penindasan terhadap dirinya, dan bersabar?

Sayangnya, masih banyak orang yang salah mengartikan sabar. Sabar menurut sebagian orang adalah bersikap pasrah dan berdiam diri atas apa yang sedang menimpa dirinya, meski itu penindasan sekalipun. Bersabar dan pasrah kepada Allah tanpa berbuat apapun. Sehingga, seringnya ketika seorang perempuan dilecehkan, atau dianiaya, banyak dari kita yang hanya menyuruh mereka untuk bersabar. Padahal bersabar dalam menghadapi pelecehan dan penindasan jauh dari Islam.

Sabar bukan berarti kita diam secara pasif dengan ketidakadilan yang kita alami. Bahkan Rasulullah mengatakan untuk kita berbuat sesuatu bila melihat kemungkaran. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman’.” (HR. Muslim).

Dari hadis ini kita bisa mengambil bahwa ada tiga tingkatan bagaimana kita merespon apabila melihat ketidakadilan. Barang siapa yang apabila mampu mengubah kemungkaran atau ketidakadilan itu dengan tangan, maka dia wajib melakukannya. Konteks tangan disini, bisa dilakukan oleh pemimpin atau petugas berwenang, yang seyogyanya mereka mempunyai kekuasaan, sehingga bisa memihak kepada korban penindasan dan memberikan hukuman kepada pelaku.

Apabila seseorang tidak bisa mengubah ketidakadilan dengan tangan, maka kewajiban melawan ketidakadilan adalah dengan menggunakan lisannya. Ini bisa kita aplikasikan bersama sebagai masyarakat umum, apalagi sesama perempuan untuk memihak kepada korban dan memberikan dukungan baik secara moril maupun lisan. Dan bila itupun kita tidak mampu, paling tidak kita ubah hati kita dengan membenci ketidakadilan itu dalam hati. Tidak membenarkan pelaku dan tahu bahwa tindakan mereka salah. Itulah selemah-lemahnya iman. Bukan malah memojokkan korban dan victim blaming.

Bersabar dan berserah itu perlu. Tapi bersabar seperti apakah itu? Bersabar pasrah kepada Allah, menerima bahwa mungkin sekarang kita sedang diberikan ujian. Namun penerimaan tersebut harus beriringan dengan usaha kita untuk mengubah keadaan. Sabar dalam setiap kondisi dalam hidup dengan tidak menyerah dan berpaling dari Allah SWT. Bukankah dalam Al-qur’an tertulis “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS Ar-Rad: 11)

Sebagai umat Muslim memang kita dilarang untuk membicarakan aib sendiri, maupun aib sesama saudara Muslim. Juga, bahwa seseorang adalah seumpama pakaian yang menutupi kekurangan pasangannya. Namun, ada beberapa kondisi dimana kita diperbolehkan berghibah membuka aib dan membicarakan keburukan orang lain.

Laman NU merinci kondisi-kondisinya sebagai berikut;

Pertama, dalam persidangan di hadapan muka hakim. Seseorang diperbolehkan menceritakan penganiaya yang telah berbuat zalim terhadapnya.

Kedua, melaporkan kejadian tindakan penganiayan kepada pihak berwajib dengan maksud mengubah kemungkaran tersebut.

Ketiga, dalam hal menanyakan suatu fatwa, seseorang diperbolehkan menceritakan dengan maksud memberi penggambaran yang jelas kepada ulama yang mengeluarkan fatwa.

Keempat, mengingatkan publik agar terhindar dari kejahatan si pelaku. Dalam kondisi ini dimana kejahata pelaku belum terungkap ke publik dengan maksud supaya tidak ada lagi korban selanjutnya.

Kelima, dalam kondisi dimana pelaku melakukan kejahatan secara terang-terangan. Dalam kondisi ini kita diperbolehkan membicarakan kejahatan pelaku sesuai dengan perbuatannya.

Keenam, untuk menandai seseorang yang kurang fisiknya atau gelar buruk sebagai penanda. Misalnya ketika di suatu tempat, banyak orang yang kebetulan bernama si Fulan, maka kita diperbolehkan memanggilnya tanpa bermaksud merendahkan, dengan sebutan si Fulan yang pendek, si Fulan yang tuna rungu, dsb. Namun alangkah baiknya, hal tersebut telah disepakatai dengan orang yang bersangkutan untuk menghindari melukai perasaan orang tersebut.

Semua yang kita miliki, termasuk tubuh kita adalah titipan. Pada waktunya nanti, semua akan kembali kepada Allah SWT. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga amanah dengan mencintai diri kita sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Menuntut keadilan ketika diri kita diperlakukan tidak sebagaimana mestinya, adalah salah satu bentuk mencintai dan menghargai diri kita sebagai makhluk ciptaan Allah.

Begitu pula bila kita melihat bentuk kemungkaran. Cobalah ubah dengan tangan, bila tidak mampu maka suarakan dan ubah melalui lisan. Bila itu pun kita tidak mampu, maka ubahlah hati kita dengan membenci kemungkaran itu. Itulah selemah-lemahnya iman. []

Tags: istriketidakadilanperempuanSabar
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Pandangan Hidup dan Kepribadian Kiai-Santri: Belajar dari KH Hasyim Asy’ari (2)

Next Post

Yuk, Wujudkan Kesantunan Berkomentar di Media Sosial!

Rias Julia Impiani Zavlak

Rias Julia Impiani Zavlak

Rias Julia Impiani Zavlak, yang biasa dipanggil Yasi. Merupakan alumni dari The London School of Public Relations Jakarta. Seorang full time mom dan part time content creator/writer. Karyanya pernah dibukukan dalam Antalogi Cerpen dan Puisi (vol 1 dan 2) by Omah Literasi. Tertarik dengan isu kesehatan mental, perempuan, dan relationships.

Related Posts

Komplikasi Kehamilan
Pernak-pernik

Komplikasi Kehamilan Masih Menjadi Penyebab Tingginya Kematian Perempuan

17 Maret 2026
Seksual Perempuan
Pernak-pernik

Perempuan Rentan Terpapar Penyakit Menular Melalui Hubungan Seksual

17 Maret 2026
Kehamilan berulang
Pernak-pernik

Kehamilan Berulang Tingkatkan Risiko Kesehatan Perempuan

17 Maret 2026
Kesehatan Reproduksi
Pernak-pernik

Kesehatan Reproduksi Perempuan Membutuhkan Perhatian Khusus

16 Maret 2026
Risiko Kesehatan
Pernak-pernik

Perempuan Lebih Rentan Mengalami Berbagai Risiko Kesehatan

16 Maret 2026
Konflik Keluarga
Keluarga

Sembilan Langkah Menengahi Konflik Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

16 Maret 2026
Next Post
Media Sosial

Yuk, Wujudkan Kesantunan Berkomentar di Media Sosial!

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Komplikasi Kehamilan Masih Menjadi Penyebab Tingginya Kematian Perempuan
  • Keluar dari Jebakan Peacewashing BoP
  • Perempuan Rentan Terpapar Penyakit Menular Melalui Hubungan Seksual
  • Absennya Aborsi Aman sebagai Kontrol Negara Terhadap Tubuh Perempuan
  • Kehamilan Berulang Tingkatkan Risiko Kesehatan Perempuan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0