Kamis, 22 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Kisah Muslimah Cerdas: Putri Said bin Musayyab yang Mengajari Suaminya

Bagi Sa’id bin Musayyab yang terpenting serta harus ia dahulukan dalam memilih seorang menantu adalah ketakwaannya kepada Allah SWT, lalu keilmuan yang dimilikinya

Niamul Qohar by Niamul Qohar
23 November 2022
in Hikmah
0
Kisah Muslimah Cerdas

Kisah Muslimah Cerdas

931
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Said bin Musayyab merupakan salah satu dari tujuh fuqaha’ Madinah yang memiliki kualitas keilmuan tinggi. Selain terkenal sebagai ahli fiqih yang menjadi mufti di Madinah, Said bin Musayyab merupakan muhaddis yang tekun beribadah, serta mahir dalam membuka setiap takbir mimpi. Selain itu, ia memiliki seorang putri yang cerdas. Melalui tulisan ini, kita akan melihat bagaimana kisah muslimah cerdas di masa itu.

Meskipun beliau sangat tekun beribadah yang selama 40 tahun tidak pernah mendengar suara muazin, kecuali beliau sudah berada di dalam masjid, mengerjakan puasa sepanjang masa dan berhaji sebanyak 40 kali, ditambah lagi selama 50 tahun selalu berada di shaf awal untuk menunaikan ibadah shalat. Bagi Said bin Musayyab sendiri masih lebih utama ilmu.

Alkisah pada suatu ketika Salih bin Muhammad bin Za’idah melihat para pemuda dari Bani Lais tekun beribadah di masjid. Waktu matahari barada di atas kepala, mereka datang ke masjid dan baru pulang setelah shalat Ashar.

Melihat pemandangan tersebut, Salih berkata, “Ini baru ibadah, andaikan kita mampu seperti mereka”. Mendengar ucapan Salih, lantas Said bin Musayyab menimpali, “Bukan itu yang dinamakan ibadah. Sesungguhnya yang dinamakan ibadah yaitu mendalami ilmu agama dan bertafakur dalam urusan Allah SWT.”

Mencintai Ilmu dan Tekun Beribadah

Said bin Musayyab sangat mencintai ilmu serta juga tekun beribadah, beliau menjadikan dua hal pokok ini sebagai pedoman hidupnya. Ketika usianya masih muda, beliau sering kali melakukan perjalan jauh selama berhari-hari demi satu hadis, yang berguru kepada para Sahabat Nabi. Ketekunan serta penguasaannya terhadap keilmuan Islam, membuat Abu Hurairah tertarik untuk menjadikan Said bin Musayyab sebagai menantunya.

Atas pernikahan yang penuh berkah ini, menyatukan dua keilmuan antara Abu Hurairah (putrinya) dengan Said bin Musayab, lahirlah seorang putri yang salihah dan cerdas. Putri Sa’id bin Musayyab menjadi dambaan bagi setiap laki-laki pada waktu itu, bahkan Abdul Malik bin Marwan, khalifah ke-5 Bani Umayyah ingin meminangnya untuk dinikahkan dengan putranya yang bernama al-Walid.

Namun Said bin Musayyab menolaknya, beliau justru menikahkan putrinya dengan seorang penuntut ilmu yang miskin, yaitu Abdullah bin  Abi Wida’ah yang seringkali mengikuti mejelis ilmunya.

Bagi Sa’id bin Musayyab yang terpenting serta harus ia dahulukan dalam memilih seorang menantu adalah ketakwaannya kepada Allah SWT, lalu keilmuan yang dimilikinya. Beliau tidak mengutamakan keturunan, harta benda, pangkat dan lain sebagainya yang bersifat duniawi. Sebab ketakwaan merupakan wasiat Allah SWT kepada seluruh umat manusia, dengan ketakwaan tersebut Allah SWT akan menilai serta memberikan kemuliaan kepada manusia.

Mengenal Abdullah bin Abi Wida’ah

Di antara para murid-muridnya. Said bin Musayyab melihat Abdullah bin Abi Wida’ah sebagai sosok murid yang rendah hati, ikhlas dalam menuntut ilmu, saleh dan bertakwa. Suatu ketika Abdullah bin Abi Wida’ah tidak mengikuti pengajian Said bin Musayyab dalam beberapa hari. Sebagai guru yang baik, beliau pun menanyakan perihal tidak hadirnya Abdullah bin Abi Wida’ah dalam mejelisnya itu.

“Hai Abdullah, kemana saja kamu? Mengapa tidak mengikuti pengajianku dalam beberapa hari ini?” Tanya Sa’id bin Musayyab.

“Istriku sakit maka aku menemaninya, hingga kuasa Allah SWT telah mengambil nyawanya.” Jawab Abdullah bin Abi Wida’ah.

“Hai Abdullah, kenapa kamu tidak memberitahu kepadaku bahwa istrimu sakit, maka aku akan menjenguknya. Kenapa kamu juga tidak memberi kabar kepadaku bahwa istrimu sudah meninggal dunia, maka aku akan bertakziah, serta berdoa agar kamu diberikan kesabaran, dan istrimu diberikan rahmat dan ampunan.” Ungkap Sa’id bin Musayyab dengan penuh ketulusan.

Mendengar ucapan gurunya yang menyentuh hati itu, Abdullah bin Abi Wida’ah hanya bisa terdiam seribu bahasa. Kemudian Sa’id bin Musayyab memberikan petuah tentang ajaran Islam supaya segera menikah lagi.

“Wahai Abdullah, menikahlah! Jangan sampai kamu menghadap kepada Allah SWT dalam keadaan membujang (jomblo).”

Abdullah bin Abi Wida’ah kemudian menjawab petuah gurunya tersebut dengan rendah hati, “Semoga Allah merahmati anda, siapa yang mau menikahkan putrinya denganku? Demi Allah, aku tidak memiliki uang kecuali empat dirham.”

“Subahanallah, bukankah empat dirham itu bisa menjaga orang muslim dari meminta-minta kepada orang lain dan mencuri?, Wahai Abdullah, aku akan nikahkan kamu dengan putriku jika kamu mau.”

Menikah dengan Putri Said bin Musayyab

Akhirnya Said bin Musayyab menikahkan putrinya dengan Abdullah bin Abi Wida’ah. Empat dirham yang dimilikinya digunakan sebagai mahar. Pernikahan tersebut dihadiri oleh satu halaqah kaum Anshor. Setelah akad nikah selesai mereka melaksanakan shalat Isya’ di Masjid Nabawi, lalu pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah, Said bin Musayyab mengantarkan putrinya ke rumah Abdullah bin Abi Wida’ah.

Abdullah bin Abi Wida’ah terkenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia. Keikhlasannya dalam menuntut ilmu menjadi salah sebab Said bin Musayyab menjadikannya menantu. Kecintaan Abdullah bin Abi Wida’ah terhadap ilmu dapat dilihat dari keesokan harinya setelah menikah dengan putri Said bin Musayyab. Ketika beliau bersiap-siap hendak keluar rumah, sang istri yang baru dinikahinya bertanya.

“Hendak kemana engkau?”

“Hendak menghadiri mejelis Sa’id bin Musayyab untuk menimba ilmu”, jawab Abdullah bin Abi Wida’ah.

“Duduklah, saya akan mengajarimu ilmu Sa’id bin Musayyab”, Pinta istrinya.

Kemudian putri Said bin Musayyab mengajari suaminya suatu ilmu yang ia dapatkan langsung dari ayahnya. Selama satu bulan Abdullah bin Abi Wida’ah tidak menghadiri mejelis Said bin Musayyab, sebab ilmu yang ia pelajari dari muslimah yang cantik dan cerdas ini sudah memadai. Wallahu ‘Alam Bishawab. []

Tags: Ahli FikihHikmahislamkisahMuslimahsejarah

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Niamul Qohar

Niamul Qohar

Ni’amul Qohar, atau yang biasa disapa Ni’am merupakan santri Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah, asuhan Dr. KH. Aguk Irawan, MA. Selain menimba ilmu kepada Kiai Aguk, ia juga ngaji kitab turost kepada Kiai Amirul Ulum di Ulama Nusantara Center. Di dua tempat itu ia belajar tentang kepenulisan, terjemah kitab, dan mengaji kitab. Ni’am bisa disapa di akun Facebook pribadinya Ni’amul Qohar.

Related Posts

Adil Bagi Perempuan
Pernak-pernik

Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

21 Januari 2026
Merusak Alam
Publik

Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

20 Januari 2026
Lingkungan
Publik

KUPI Tegaskan Menjaga Lingkungan Bagian dari Prinsip Dasar Islam

20 Januari 2026
Isra' Mi'raj
Hikmah

Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

18 Januari 2026
Gerakan KUPI dari
Publik

KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

17 Januari 2026
Isra Mikraj
Hikmah

Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

17 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • What Is Religious Authority

    Membaca What Is Religious Authority? Menimbang Ulang Otoritas Agama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca My Food is African dengan Kacamata Kesalingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita
  • Membahas Seks secara Dewasa
  • Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an
  • Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan
  • Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID