Kamis, 19 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    Fastabiqul Khairat

    Fastabiqul Khairat ala Gen Z di Akhir Ramadan

    Peacewashing

    Keluar dari Jebakan Peacewashing BoP

    Aborsi Aman

    Absennya Aborsi Aman sebagai Kontrol Negara Terhadap Tubuh Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    Kesehatan Fisik

    Kekerasan terhadap Perempuan Berdampak Serius pada Kesehatan Fisik dan Mental

    Akhir Ramadan

    Menutup Akhir Ramadan dengan Cara Terbaik

    Gangguan Kesehatan Mental

    Risiko Gangguan Kesehatan Mental Perempuan Lebih Tinggi

    Layanan Kesehatan

    Beban Kerja dan Keterbatasan Akses Layanan Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Menjadi Aktivis

    Di Indonesia, Menjadi Aktivis Berarti Bertaruh Nyawa

    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Kaffarat

    Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

    Makna Idulfitri

    Mengembalikan Makna Idulfitri sebagai Milik Perempuan

    Pengasuhan Anak

    Kemiskinan dan Ketidakhadiran Ayah dalam Pengasuhan Anak

    Disabilitas di Purwokerto

    Ruang-ruang Ramah Disabilitas di Purwokerto

    Sayyidah Fatimah

    Ketika Nama Sayyidah Fatimah Menjadi Tren di Media Sosial

    Mudik sebagai Ritual

    Mudik sebagai Ritual: Antara Tradisi, Identitas, dan Pengalaman

    Fastabiqul Khairat

    Fastabiqul Khairat ala Gen Z di Akhir Ramadan

    Peacewashing

    Keluar dari Jebakan Peacewashing BoP

    Aborsi Aman

    Absennya Aborsi Aman sebagai Kontrol Negara Terhadap Tubuh Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kemiskinan Perempuan

    Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

    Kemiskinan

    Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

    Kesehatan Perempuan

    Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

    Gizi

    Faktor Gizi, Kehamilan, dan Beban Kerja Picu Kerentanan Kesehatan Perempuan

    Dampak Kekerasan

    Lemahnya Perlindungan Perburuk Dampak Kekerasan terhadap Perempuan

    Kesehatan Fisik

    Kekerasan terhadap Perempuan Berdampak Serius pada Kesehatan Fisik dan Mental

    Akhir Ramadan

    Menutup Akhir Ramadan dengan Cara Terbaik

    Gangguan Kesehatan Mental

    Risiko Gangguan Kesehatan Mental Perempuan Lebih Tinggi

    Layanan Kesehatan

    Beban Kerja dan Keterbatasan Akses Layanan Kesehatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Kisah Neng Hannah, Perempuan Satu-Satunya yang Menjadi Peserta Program Shortcourse Filsafat dan Pemikiran Islam di Iran (Bagian 5)

Neng Hannah by Neng Hannah
3 Agustus 2020
in Pernak-pernik
A A
0
Kisah Neng Hannah, Perempuan Satu-Satunya yang Menjadi Peserta Program Shortcourse Filsafat dan Pemikiran Islam di Iran (Bagian 5)

(foto dokumentasi pribad

1
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pernahkah anda memperhatikan sebuah senar gitar yang dipetik dan senar lainnya ikut bergetar? Atau mungkin pernah melakukan sebuah percobaan sederhana di sekolah dulu dengan sebuah garpu tala? Saat bagian kanan digetarkan, bagian kiri ikut bergetar dan berbunyi. Ya, ini namanya hukum resonansi.

Resonansi merupakan sebuah proses dimana sebuah benda bergetar karena benda lainnya bergetar. Fenomena ini bisa terjadi pada senar gitar, garpu tala, bangunan bermenara dan juga hati manusia. Hati manusia? Ya, kali ini di hari keempat shortcourse hati saya bergetar karena keindahan sebuah kota yang terletak 340 km dari Teheran yaitu kota Isfahan. Mau tahu seperti apa? Simak yuuk!

Berangkat dari Qom menuju Isfahan pukul 06.00 pagi. Kami bersebelas ditambah panitia yaitu Agha Varas sebagai penanggung jawab program Shortcourse di Al-Hikmah MIU, juga supir. Supir kali ini masih muda dan tentu saja lebih ganteng dari supir yang biasa membawa kami berkeliling di Qom. Rasanya hampir semua laki-laki Iran saya lihat mirip. Tidak ada yang ganteng, yang ada ganteng banget hehe.. 

Kami sarapan di rest area di perjalanan menuju Isfahan setelah dua jam berangkat dari Qom. Di sini untuk pertama kali di Iran, saya bertemu dengan salju. Setelah sarapan, perjalanan menuju Isfahan masih dua jam lagi. Sampai di Isfahan hampir pukul 10 pagi dan destinasi pertama adalah sebuah menara Jonban.

Menara ini dibangun pada abad ke 14 pada saat Dinasti Safawi berkuasa. Menara ini dibangun di atas pusara seorang Sufi yang berpengaruh pada saat itu yaitu Amu Abdollah Soja. Hal yang menarik dari menara ini selain nilai sejarahnya yang tinggi, juga arsitekturnya yang unik.

Bangunan menara ini bergaya mongolia yang sangat indah, dengan ubin kecil kecil biru berwarna pirus dalam bentuk bintang bersayap empat yang menghiasai dua lengkungan disetiap sisinya. Bangunan dasarnya setinggi 10m dan memiliki dua menara kembar setinggi 7,5m yang sejajar dan simetris.

Bila salah satu menara digoyangkan, maka menara sebelahnya juga ikut bergoyang dan yang unik, bangunan bawahnya tidak ikut bergoyang. Untuk membuktikannya Agha Varas naik ke atas menara dan menggoyangkan salah satunya. Kami semua menyaksikan menara yang sebelahnya juga ikut bergoyang dan lonceng yang ada di situ ikut berbunyi.

Konstruksi bangunan yang unik seperti inilah yang menciptakan resonansi di antara kedua menara tersebut. Resonansi tidak akan terjadi apabila beberapa syarat ini tidak dipenuhi. Diantaranya terdapat media atau ruang di mana gelombang getar atau suara bisa terjadi. Ukuran dan jarak harus akurat agar terjadi frekuensi yang sama.

Bila memiliki frekuensi yang sama, tentu saja sebuah benda yang bergetar akan menggetarkan benda yang lain. Demikian pula dengan hati manusia dan juga alam semesta. Bila kita berfikir dan berniat baik, maka kita akan mengirimkan pikiran dan niat baik ini ke seantero semesta. Sebaliknya bila kita berpikir dan berniat jahat, maka kita menggetarkan pikiran serta niat jahat ke seluruh semesta.

Saya berpikir inilah rupanya kenapa saya menjadi bagian dari peserta yang mengikuti program shortcourse ini. Kumpulan pikiran dan niat baik seluruh peserta menggetarkan seluruh bagian dalam program ini, tersambung dengan niat dan pikiran baik penyelenggara shortcourse. Sehingga kami dilayani dan didampingi oleh ulama-ulama shalih dan tulus dan semua program berjalan dengan lancar. Menyibak cakrawala intelektual juga spiritual kami.

Setelah mengunjungi menara Jonban kami menuju jembatan Si-o se Pol yang memiliki 33 lengkungan. Jembatan ini disebut juga jembatan Allah-Verdi Khan. Jembatan yang memiliki panjang 295 meter dan lebar 14 meter ini dibangun pada tahun 1599 M dengan desain jembatan Safawi. Jembatan ini melintas di sungai Zayandeh.

Jembatan Si-o Pol merupakan salah satu jembatan dari 11 jembatan yang dibangun oleh Syah Abbas II untuk mengembalikan kejayaan Isfahan sebagai ibu kota Dinasti Safawi. Ada jembatan lain yang lebih megah yaitu jembatan Khaju. Namun kami hanya melintasinya karena waktu yang terbatas.

Kunjungan ke Isfahan ini bertepatan dengan hari libur masyarakat Iran yaitu hari Jum’at. Sehingga di sekitar jembatan dan taman, dipenuhi penduduk sekitar. Posisi kami berkunjung berada di sebelah barat jembatan sehingga pengambilan gambar jembatan kurang begitu baik karena backlight. Tapi beberapa foto di dalam jembatan terlihat cukup baik.

Menjelang duhur, kami bergegas menuju mesjid Jami Isfahan. Mesjid ini mulai dibangun pada masa kekhalifahan Umayyah tahun 771. Masjid ini terus direkontruksi dengan penambahan dan perluasan sampai ahir abad ke-20. Ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO sejak tahun 2012.

Sebelum menjadi mesjid, konon tempat ini merupakan rumah ibadah bagi penganut Zoroastrianisme. Menurut mahasiswa Indonesia yang saya temui di sana yaitu Zaki, mimbar tempat beribadahnya tetap diabadikan. Namun kami tidak bisa memasukinya, sehingga tidak bisa mendokumentasikan.

Ada beberapa titik yang tidak mengalami rekontruksi, masih seperti aslinya sehingga tiang-tiang yang ada sudah miring dan disangga oleh balok-balok kayu. Tempat ini diberi kaca etalase sehingga kita hanya bisa melihat dan mengabadikannya dari luar.

Waktu menunjukan pukul 13.30 dan kami semua sudah sangat lapar. Kami makan siang di restoran di tengah kota Isfahan. Ikan adalah menu yang paling mahal yang disajikan di sini dibandingkan dengan ayam, sapi dan kambing. Namun bila di kurskan rupiah yaitu Rp. 20.000 saya pikir cukup murah untuk menyantap ikan sebesar itu dan nasi yang sangat banyak. Di sinilah pertama kalinya saya meminum minuman khas Iran yaitu dook. Yoghurt asin yang diberi daun mint sehingga rasanya seperti meminum air odol yang asem dan asin hehehe..

Setelah itu kami semua berangkat menuju istana Chihil Sutun yang berarti 40 tiang. Sebenarnya istana ini memiliki 20 tiang, hanya saja tiang-tiang ini seolah bertambah menjadi 40 karena penerangan memantul dari kolam ketika malam hari. Kami datang siang hari tentu saja tidak menyaksikan fenomena ini. Kami memperoleh keterangan ini dari Zaki yang memandu kami.

Istana Chihil Sutun dibangun oleh Dinasti Abbas II. Istana ini dibangun di atas lahan 67 ribu meter persegi bukan untuk kediaman keluarga raja melainkan sebagai tempat penyambutan tamu dan utusan kerajaan yang datang dari berbagai belahan dunia. Arsitektur istana ini terdiri atas delapan bentuk tradisional, di antaranya ada tiang, kubah, taman, teras, gerbang, menara dan ruang melengkung.

Hal yang membuat saya terkesima adalah aksesori yang menonjol pada bangunan ini berupa karikatur yang menyimbolkan keadaan dalam istana yang mewah. Karikatur motif manusia ini merupakan hasil karya seorang seniman pada era dinasti Safawi yaitu Rezza Abbasi.

Saya sempat mengabadikan beberapa lukisan yang ada di sana, dimana setiap lukisan mengungkapkan peristiwa sejarah dinasti Safawi. Misalnya menggambarkan adegan sejarah spesifik seperti perjamuan Emir Bukhara pada tahun 1611. Perang Chalderan melawan sultan Ottoman, Selim II pada tahun 1514.

Ada juga kisah Mughal, Humayun yang berlindung di Iran pada tahun 1544. Lukisan yang menggambarkan kemenangan Nadir Shah melawan tentara India di Karnal pada 1739 ini juga masih telihat jelas meski pernah mengalami kebakaran. Saat saya mengabadikan berbagai lukisan yang ada saat itu hanya bisa menerkanya saja, untuk memperjelas saya membaca beberapa referensi tentang istana ini.

Pada beberapa bagian istana Chihil Sutun sedang direnovasi, bahkan dua puluh tiang yang ada dibagian depan pun masih disangga oleh besi-besi kecil, sehingga kesan mewah bangunan ini kurang tampak. Termasuk di bawah kaki-kaki tiang yang berbentuk singa yang sebetulnya ada kolam air mancur dan masih ditutupi terpal. Hal ini tentu saja tidak mengurangi kekaguman saya akan majunya peradaban yang pernah ada di tanah Persia ini.

Destinasi terahir di Isfahan hari ini adalah alun-alun Imam Square (Naqsh-e Jahan square atau Meidan Emam). Alun-alun ini dihiasi air mancur, barisan pepohonan serta hamparan rumput. Menurut Agha Varas di dunia hanya alun-alun Tien an men di Beijing yang mengalahkan luasnya alun-alun ini. Meskipun untuk keindahannya alun-alun Imam Square ini tentu saja juaranya. Saya sependapat karena pernah berkunjung ke Tien an men pada tahun 2013 lalu.

Sekeliling alun-alun ini, kita bisa menjumpai bazar yang menjual berbagai produk khas Isfahan. Mulai dari karpet, sajadah, pakaian, aksesoris, perlengkapan rumah tangga yang unik, cinderamata, penjual makanan khas Isfahan dan lain-lain. Bila saya bandingkan dengan harga empat kota yang saya kunjungi di Iran, harga di Isfahan ini termasuk cukup tinggi. Mungkin karena Isfahan merupakan kota kosmopolitan yang menjadi destinasi wajib wisatawan yang mampir ke Iran.

Selain bazar, di sekeliling alun-alun juga terdapat kantor pemerintahan, istana, mesjid, pemandian tradisional dan tempat menarik lainnya. Ingin sebenarnya menjelajahi semua tempat itu, namun waktu yang sangat terbatas, selain kaki saya juga sudah sangat lelah karena seharian ini berjalan cukup lama.

Lewat waktu magrib sedikit, kami shalat di mesjid kecil di kota Isfahan sebelum pulang kembali ke Qom. Entah mesjid apa namanya, namun mesjid ini setelah shalat Magrib menayangkan filem dokumenter bagaimana hancurnya Syiria oleh Salafy. Menurut saya, rupanya memerangi paham Islam radikal dalam bentuk Salafi dan ISIS menjadi program negara Iran saat ini.

Demikian catatan perjalanan hari keempat. Dari refleksi ini saya semakin percaya bahwa hati kita berbicara lebih keras dari mulut kita. Meski memiliki keterbatasan komunikasi karena kendala bahasa, namun hati kita bila satu frekuensi akan memiliki keterikatan dan saling menggetarkan. Meresonansikan kebaikan kepada semesta. Separuh dunia sudah saya saksikan di Isfahan.

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

I Am Mother (2020) : Fiksi yang Membungkus Rapi Patriarki

Next Post

Ada Apa Dengan Niqabi, Lingerie dan Poligami?

Neng Hannah

Neng Hannah

Related Posts

Kemiskinan Perempuan
Pernak-pernik

Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup

19 Maret 2026
Kesetaraan Gender di Indonesia
Buku

Gus Dur dan Jalan Terjal Kebijakan Kesetaraan Gender di Indonesia

19 Maret 2026
Kemiskinan
Pernak-pernik

Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan

19 Maret 2026
Kaffarat
Keluarga

Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?

19 Maret 2026
Kesehatan Perempuan
Pernak-pernik

Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

19 Maret 2026
Zakat untuk MBG
Hukum Syariat

Lima Alasan Zakat Dilarang untuk MBG

19 Maret 2026
Next Post
Ada Apa Dengan  Niqabi, Lingerie dan Poligami?

Ada Apa Dengan Niqabi, Lingerie dan Poligami?

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Kemiskinan Perempuan Dimulai Sejak Dini dan Berlangsung Sepanjang Siklus Hidup
  • Gus Dur dan Jalan Terjal Kebijakan Kesetaraan Gender di Indonesia
  • Kemiskinan Jadi Akar Masalah Kesehatan Perempuan
  • Dipaksa Berhubungan Saat Puasa: Haruskah Istri Menanggung Kaffarat?
  • Beragam Penyebab Medis Perburuk Kondisi Kesehatan Perempuan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0