Jumat, 30 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Nia Ramadani juga Manusia, Bukan Salak Berduri

Tulisan ini bukan menggalang kepedulian masyarakat. Nia hanyalah salah satu potret perempuan yang sering diremehkan peran dan prestasinya

Lizza Zaen by Lizza Zaen
26 Januari 2023
in Pernak-pernik
A A
0
Nia Ramadani

Nia Ramadani

214
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Nia Ramadhani di mata saya adalah artis cilik yang pernah bersinar namanya di jagat hiburan. Saya termasuk anak kecil yang pada saat itu menikmati aktingnya dalam berbagai peran di sinetron. Bagi saya, Nia merupakan sosok perempuan berbakat.

Setelah menikah, Nia sempat rehat dari dunia hiburan selama beberapa tahun. Selama itu pula masyarakat tidak banyak tahu bagaimana kabar Nia, karena tidak ada kamera yang menyoroti kehidupannya seperti sebelumnya.

Bagaimanapun Nia saat ini mungkin berbeda dengan Nia yang dulu. Nia sekarang bukan lagi seorang artis cilik. Nia saat ini adalah seorang istri, seorang ibu sekaligus seorang entertainer, profesi yang tidak bisa sepenuhnya ia tinggalkan meskipun saat ini menyandang status sebagai Nyonya Bakrie.

Nia saat ini dikenal sebagai perempuan yang beruntung menikah dengan salah satu keluarga konglomerat, bagian dari Bakrie group. Sayangnya banyak orang menganggap bahwa pernikahan Nia dan Ardie Bakrie merupakan jalan ninja yang ditempuh Nia untuk hidup enak. Pandangan tersebut tampak dari komentar-komentar warganet yang kerap memandang miring kehidupan Nia.

Segala tindak tanduk Nia kerap menarik perhatian warganet. Nia yang tidak bisa membuka kulit salak pun membuat heboh masyarakat, bak headline berita nasional. Sesuatu yang sebenarnya sederhana kemudian menjadi bahan bulan-bulanan warganet tanah air. Tidak jarang Nia dianggap sebagai perempuan yang tidak bisa apa-apa oleh sebagian warganet.

Tidak berhenti sampai disitu. Gaya berpakaian anak perempuan Nia yang masih anak-anak menarik warganet untuk berkomentar nyinyir. Lagi-lagi Nia kena getahnya. Nia dianggap sebagai ibu yang tidak becus oleh warganet akibat pakaian yang dikenakan anaknya dianggap terlalu terbuka. Warganet pun kemudian ramai-ramai mengomentari pakaian Nia yang cenderung seksi. Beberapa komentar bernada sinis yang saya tangkap “pantas saja anaknya pakaiannya begitu, ibunya juga begitu.”

Beberapa waktu lalu, Nia sempat menjadi perbincangan publik karena tersangkut kasus narkoba. Nia bersama suami dan sopirnya diperiksa atas kepemilikan sabu-sabu dan mengantarkan mereka ke dalam proses hukum. Nia bersama suami dan sopirnya sepertinya mendapat rehabilitasi. Sayangnya, lagi-lagi Nia menjadi bulan-bulanan warganet dan menjadi bahan meme di media sosial.

Nia tersangkut kasus narkoba. Warganet pun kembali bicara. Bahkan ada warganet yang mengomentari bentuk tubuh Nia. “Pantas aja kurus, kurusnya jelek, kulitnya kendor, ternyata pakai narkoba,” demikian salah satu komentar warganet yang saya ingat betul. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bentuk tubuh Nia masih sempat jadi bahan perbincangan. Belum lagi komentar warganet lain yang mempertanyakan kenapa orang kaya seperti Nia bisa-bisanya mengonsumsi narkoba.

Banyak warganet berpikir bahwa Nia sudah cukup hidup bergelimang harta. Apakah uang yang dimilikinya turah-turah sampai bingung mau digunakan untuk apa, sehingga akhirnya digunakan untuk membeli sabu-sabu? Demikian salah satu komentar warganet yang merasa heran dengan kasus narkoba yang menyeret Nia.

Komentar lain yang lebih menyakitkan, warganet mengatakan “Nia tidak bisa apa-apa, dia cuman numpang hidup di keluarga mertua kaya raya.” Komentar tersebut diamini oleh warganet lainnya, seraya merayakan kesamaan pendapat terhadap Nia.

Beberapa waktu yang lalu, Nia dan suaminya menjalani persidangan atas kasus narkoba. Dalam proses pengadilan tersebut, Nia memaparkan bahwa alasan menggunakan narkoba untuk menguatkan diri dari rasa kehilangan yang dialami pasca ayahnya meninggal pada tahun 2014.

Nia menyebut ayahnya sebagai “belahan jiwa,” sebutan yang sangat dalam. Nia merasa sedih dan terpuruk ketika ayahnya meninggal. Sayangnya tidak ada orang yang mendengar keluh kesahnya, sekalipun itu suaminya. Teman dekat Nia justru menganggap Nia tidak pantas bersedih karena Nia telah memiliki segalanya. Sayangnya, bagi Nia sendiri, menjadi Nia adalah sebuah kutukan.

Pemaparan Nia di pengadilan ternyata menuai komentar negatif dari netizen. Netizen menganggap bahwa alasan Nia tersebut terlalu dibuat-buat. Menurut beberapa netizen, konsumsi narkoba yang dilakukan Nia dan suaminya merupakan cara menggunakan uang untuk bersenang-senang semata.

Netizen menyayangkan bahwa Nia yang mengalami stress tidak datang ke psikiater. Kita tidak tahu kenapa Nia tidak datang ke psikolog, karena kita tidak memahami behind the story-nya yang bisa jadi merupakan ruang sunyi bagi Nia sendiri.

Di sisi lain, kesadaran terhadap kesehatan mental memang sedang meningkat, sayangnya stigma terhadap orang yang  mengakses layanan psikolog masih beredar hingga saat ini. Beberapa orang enggan datang ke psikolog karena malu dan takut dianggap mengalami gangguan jiwa. Anggapan bahwa depresi merupakan ciri lemah iman juga masih diyakini masyarakat.

Terlepas dari pandangan warganet tentang Nia, kita harusnya sadar bahwa Nia juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan salak berduri. Manusia itu tempatnya salah dan lupa. Nia itu manusia biasa yang tidak luput dari masalah dan dosa.

Semua orang punya masalah, tidak terkecuali orang kaya raya. Kita perlu menumbuhkan empati untuk tidak menyerang pribadi seseorang dalam menyikapi suatu masalah. Kesalahan Nia yang terbukti secara hukum negara  adalah penyalahgunaan narkotika. Biarkan pengadilan menentukan sanksi yang akan didapat Nia, meskipun kebanyakan selebritis di tanah air yang tersangkut narkoba berujung direhabilitasi.

Sedih dan bahagia adalah hal manusiawi. Kesedihan yang dialami Nia harusnya menjadi refleksi bagi kita semua bahwa mental issues itu sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja dan bukan sesuatu yang kasat mata. Bisa jadi orang tersebut tampak bahagia namun hatinya sedang terpuruk dan terluka.

Hal yang perlu kita lakukan adalah menjadi pendengar yang baik ketika ada teman butuh teman cerita. Bijaklah dalam bicara dan berkomentar. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam daripada membawa luka.

Tulisan ini bukan untuk menggalang kepedulian masyarakat terhadap Nia. Nia hanyalah salah satu potret perempuan yang sering diremehkan peran dan prestasinya. Kemampuan aktingnya seolah sirna hanya karena image yang terbangun saat ini. Peran sebagai istri dan ibu tidak pernah dipandang sebagai prestasi.

Hal yang terjadi pada Nia, kerap terjadi pada perempuan lain. Perempuan yang menikah dengan keluarga kaya raya, kerap mendapat pandangan sebagai perempuan cari untung semata. Pandangan seperti itu kerap muncul begitu saja tanpa memahami behind the story-nya. Cibiran demi cibiran mendera perempuan yang tampak hidup enak dengan suami kayanya. Mulut kita kadang enteng menghakimi orang tanpa berpikir ulang.

Jika memang Nia berkecukupan secara materi, mungkin tanpa kita tahu ada masalah lain yang belum terselesaikan oleh uang dalam hidupnya. Sampai sini kita tahu bahwa uang bisa membeli segalanya, tapi uang tidak selalu mampu menjamin seseorang terlepas dari masalah hidupnya. []

Tags: artis cilikKesehatan MentalMental Healthmental issuesNarkobanarkotikaNia RamadhaniStigma Perempuan

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Lizza Zaen

Lizza Zaen

Ibu-ibu doyan nulis yang tergabung dalam Wadon Dermayu Menulis

Related Posts

Kesehatan Mental
Personal

Pentingnya Circle of Trust dan Kesehatan Mental Aktivis Kemanusiaan

8 Januari 2026
Anak Muda
Publik

Anak Muda dan Kerapuhan Sosial Baru

10 Desember 2025
Skizofrenia
Personal

Skizofrenia: Bukti Perjuangan Disabilitas Mental

9 Desember 2025
soft life
Personal

Soft Life : Gaya Hidup Anti Stres Gen Z untuk Kesejahteraan Mental

27 November 2025
Disabilitas Psikososial
Publik

Memberi Kemanfaatan Bagi Disabilitas Psikososial

12 November 2025
Usia 20-an
Personal

It’s OK Jika Masih Berantakan di Usia 20-an

3 November 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga dan Preseden Perempuan Bekerja pada Masa Nabi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Broken Strings: Bersuara Tak Selalu Menyembuhkan, Tapi Diam-diam Menyakitkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara
  • Hak Perlindungan Diri Perempuan
  • Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama
  • Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0