• Login
  • Register
Sabtu, 1 April 2023
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Kolom Buya Husein
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Kolom Buya Husein
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom

Perempuan Merajut Perdamaian

Jika kita adalah seorang pekerja, maka kita wajib menjaga keharmonisan dan toleransi dengan rekan kerja. Jika kita bekerja di rumah, maka kita dapat mendidik anak-anak kita untuk sadar atas sikapnya dan peduli pada orang lain.

Wanda Roxanne Ratu Pricillia Wanda Roxanne Ratu Pricillia
04/12/2020
in Kolom, Personal
0
pahala mengasuh dan mendidik anak perempuan

Keluarga

113
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Menjaga perdamaian tentu saja merupakan tugas setiap manusia. Kali ini saya ingin berbicara tentang kerja-kerja perempuan dalam menjaga perdamaian. Sebenarnya, ketika berbicara tentang kedamaian, kita juga berbicara apa yang merusak dan mengancam kedamaian tersebut. Seringkali perbedaan pendapat dan keberagaman keyakinan menjadi penyebab kekacauan.

Kata Leo Tolstoy dalam War and Peace, manusia tidak bisa memutuskan apa benar atau salah. Orang selamanya telah salah dan akan salah, dan tidak lebih dari apa yang mereka anggap benar dan salah. Jadi memang tidak ada kebenaran tunggal di dunia ini. Apa yang kita yakini benar, bisa jadi salah bagi orang lain. Jika kita memaksakan kebenaran kita untuk orang lain, akan ada gesekan bahkan hantaman.

Untuk terus menjaga kedamaian, keberagaman dan perbedaan, kita butuh suara dan peran perempuan. Peran perempuan dalam menyuarakan perdamaian mulai dari menyuarakan kebutuhan perempuan dan mengambil peran mulai dari pencegahan konflik, resolusi konflik hingga rekonsiliasi pasca konflik. Representasi perempuan sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan perempuan secara khusus dan manusia secara umum.

Kadang, dalam hubungan yang terjaga dengan baik dapat goyah bahkan kandas hanya karena perbedaan kecil. Misalnya saya pernah berdiskusi dengan seorang teman mengenai RUU PKS, kami memiliki pendapat yang berbeda. Saya pikir perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, jadi saya merasa itu adalah ruang untuk belajar. Namun nyatanya, hubungan kami menjadi tidak baik setelahnya.

Saya melihat bahwa gambar besar masalah dan tantangan dalam menjaga perdamaian adalah perbedaan. Perbedaan dan keberagaman masih saja dipandang sebagai hal yang menakutkan, merupakan serangan personal dan juga dianggap sebagai jurang pemisah. Padahal kan keberagaman adalah keniscayaan, sesuatu yang tidak bisa dihindarkan sejak zaman dulu hingga kapanpun.

Daftar Isi

  • Baca Juga:
  • Dalam Relasi Pernikahan, Perempuan Harus Menjadi Subjek Utuh
  • Dalam Al-Qur’an, Laki-laki dan Perempuan Diperintahkan untuk Bekerja
  • Mengasuh Anak Tugas Siapa?
  • Bisakah Perempuan Haid atau Nifas Mendapat Pahala Ibadah di Bulan Ramadan?

Baca Juga:

Dalam Relasi Pernikahan, Perempuan Harus Menjadi Subjek Utuh

Dalam Al-Qur’an, Laki-laki dan Perempuan Diperintahkan untuk Bekerja

Mengasuh Anak Tugas Siapa?

Bisakah Perempuan Haid atau Nifas Mendapat Pahala Ibadah di Bulan Ramadan?

Dalam hubungan perempuan dengan perempuan, menjaga kedamaian memiliki tantangan tersendiri. Sebagian perempuan masih menganggap perempuan lain sebagai lawan atau saingan. Kompetisi intraseksual ini menjadikan perempuan menjadi rival bagi perempuan lainnya.

Maka penting untuk memiliki support system sebagai ruang aman sesama perempuan untuk saling mengapresiasi, berbagi dan berkolaborasi. Sehingga hubungan antar perempuan tidak dianggap sebagai sesuatu yang mengancam. Kebaikan, kesuksesan dan keberhasilan perempuan lain harusnya menjadikan kita untuk belajar dari perempuan lain.

Mengakui kebaikan, kehebatan dan kemampuan perempuan lain tidak membuat kita menjadi rendah diri. Justru penting memiliki sifat rendah hati agar kita tidak jumawa dan dapat mengapresiasi perjuangan dan usaha orang lain.

Maka penting untuk memiliki hubungan yang baik dan kompak antar sesama perempuan baik secara personal maupun dalam kelompok. Kita dapat mengkurasi hubungan dengan orang lain setiap saat. Jika memang kita tidak nyaman berhubungan dengan seseorang atau dalam kelompok, kita bisa mengevaluasi kemudian mengganti mereka dengan orang-orang yang membuat kita nyaman dan mendukung kita.

Secara personal, bagi saya menulis adalah media terbaik dalam menyuarakan sekaligus menjaga perdamaian. Dengan menulis kita dapat memberikan kritik atas ketidakadilan dan memberikan pengaruh atas kebijakan publik. Selain itu, menulis berarti kita menceritakan dan mencatat pengalaman perempuan. Jika kita tidak menceritakan permasalahan kita, maka orang lain tidak mempertimbangkan perjuangan kita.

Hal yang melegakan adalah tulisan kita dapat menjadi perpanjangan tangan dan pemikiran bagi orang lain. Sehingga dapat membuka ruang diskusi untuk mengedukasi diri sendiri dan pembaca. Meski kadang, dari tulisan maka muncul ketegangan. Saya pernah menulis counter narasi atas pandangan yang menurut saya merendahkan perempuan, namun ada komentar negatif dari pembaca yang menyerang saya dan melontarkan argument kosong. Jika saya hanya berfokus pada respon negatif yang tidak memiliki argumen, mungkin saya akan berhenti menulis.

Pergantian citizen (warga Negara) menjadi netizen (warga net), membuat perdamaian dan kerusuhan terlihat jelas. Sekarang banyak citizen yang harusnya memiliki tanggungjawab penuh atas perilakunya, berubah menjadi netizen yang anonim yang dapat menjadi agen penyebaran hoax dan hate speech.

Dengan makin banyaknya berita bohong dan ujaran kebencian, banyak orang-orang yang menjadi korban dan pelaku yang melanggar hukum. Sebagian orang menganggap ujaran kebencian adalah hak bersuara yang tentu saja salah kaprah. Berita viral lebih dipercaya dari pada apa yang sebenarnya terjadi, sehingga orang-orang akan malas untuk memverifikasi informasi.

Maka dari itu, dalam lingkup individu kita perlu memahami bahwa setiap warga Negara sadar bahwa kita harus bertanggungjawab atas segala perbuatan yang diiringi konsekuensi. Kita tidak boleh menjadi netizen “maha benar” yang seenaknya bersikap tanpa memiliki pengetahuan dan kesadaran.

Dengan memverifikasi data, menghentikan rantai berita bohong, berkomunikasi dan bersikap dengan etika yang baik, kita dapat terus merajut perdamaian agar berumur panjang. Kita dapat menjadi agen perdamaian dengan peran dan identitas yang kita miliki sekarang. Jika kita adalah seorang pekerja, maka kita wajib menjaga keharmonisan dan toleransi dengan rekan kerja. Jika kita bekerja di rumah, maka kita dapat mendidik anak-anak kita untuk sadar atas sikapnya dan peduli pada orang lain.

Kata Epictetus, sebagian hal itu tergantung pada kita dan sebagian lain tidak. Maka kita perlu memahami kapasitas kita dalam menebar bibit perdamaian. Jika memang tidak bisa memberikan pengaruh dalam area publik, maka kita bisa memberikan pengaruh dalam keluarga. Jika tidak, setidaknya kita dapat mengedukasi diri sendiri. []

Tags: KebaragamanKesalinganperbedaanPerdamaianperempuantoleransi
Wanda Roxanne Ratu Pricillia

Wanda Roxanne Ratu Pricillia

Wanda Roxanne Ratu Pricillia adalah alumni Psikologi Universitas Airlangga dan alumni Kajian Gender Universitas Indonesia. Tertarik pada kajian gender, psikologi dan kesehatan mental. Merupakan inisiator kelas pengembangan diri @puzzlediri dan platform isu-isu gender @ceritakubi, serta bergabung dengan komunitas Puan Menulis.

Terkait Posts

Kasus KDRT

Kasus KDRT: Praktik Mikul Dhuwur Mendem Jero yang Salah Tempat

1 April 2023
Sepak Bola Indonesia

Antara Israel, Gus Dur, dan Sepak Bola Indonesia

1 April 2023
Keberkahan Ramadan, Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan Indonesia Bukti dari Keberkahan Ramadan

31 Maret 2023
Agama Perempuan Separuh Lelaki

Pantas Saja, Agama Perempuan Separuh Lelaki

31 Maret 2023
Resep Awet Muda Istri

Kerja Sama dengan Suami Bisa Menjadi Resep Awet Muda Istri

31 Maret 2023
Konsep Ekoteologi

Konsep Ekoteologi; Upaya Pelestarian Alam

30 Maret 2023
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Melestarikan Tradisi Nyadran

    Gerakan Perempuan Melestarikan Tradisi Nyadran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadis Relasi Rumah Tangga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerjaan Rumah Tangga Bisa Dikerjakan Bersama, Suami dan Istri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Nyai Khairiyah Hasyim Asy’ari: Ulama Perempuan yang terlupakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemerdekaan Indonesia Bukti dari Keberkahan Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Kasus KDRT: Praktik Mikul Dhuwur Mendem Jero yang Salah Tempat
  • Nabi Muhammad Saw Biasa Melakukan Kerja-kerja Rumah Tangga
  • Kiprah Nyai Khairiyah Hasyim Asy’ari: Ulama Perempuan yang terlupakan
  • Pekerjaan Rumah Tangga Bisa Dikerjakan Bersama, Suami dan Istri
  • Antara Israel, Gus Dur, dan Sepak Bola Indonesia

Komentar Terbaru

  • Profil Gender: Angka tak Bisa Dibiarkan Begitu Saja pada Pesan untuk Ibu dari Chimamanda
  • Perempuan Boleh Berolahraga, Bukan Cuma Laki-laki Kok! pada Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Miliki Potensi Sumber Fitnah
  • Mangkuk Minum Nabi, Tumbler dan Alam pada Perspektif Mubadalah Menjadi Bagian Dari Kerja-kerja Kemaslahatan
  • Petasan, Kebahagiaan Semu yang Sering Membawa Petaka pada Maqashid Syari’ah Jadi Prinsip Ciptakan Kemaslahatan Manusia
  • Berbagi Pengalaman Ustazah Pondok: Pentingnya Komunikasi pada Belajar dari Peran Kiai dan Pondok Pesantren Yang Adil Gender
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

© 2023 MUBADALAH.ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
  • Khazanah
  • Rujukan
  • Tokoh
  • Kolom Buya Husein
  • Login
  • Sign Up

© 2023 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist