Minggu, 8 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perang Iran

    Perempuan dan Anak: Korban Sunyi di Tengah Perang Iran

    Nuzulul Quran

    Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca

    Hari Perempuan Internasional

    Hari Perempuan Internasional dan Teladan Nabi Melawan Femisida

    War Cerai

    Insiden “War Cerai” dan Ironi Perkawinan Kita

    Dimensi Difabelitas

    Dimensi Difabelitas dalam Lanskap Masyarakat Jawa

    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Makna Puasa

    Mengilhami Kembali Makna Puasa

    Persaudaraan

    Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam

    Non-Muslim

    Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim

    Mindful Ramadan

    Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

    Dakwah Nabi

    Dakwah Nabi Muhammad Saw. Juga Ditopang Tokoh Non-Muslim

    Permusuhan

    Ketika Relasi Antaragama Masih Dipandang sebagai Permusuhan

    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perang Iran

    Perempuan dan Anak: Korban Sunyi di Tengah Perang Iran

    Nuzulul Quran

    Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca

    Hari Perempuan Internasional

    Hari Perempuan Internasional dan Teladan Nabi Melawan Femisida

    War Cerai

    Insiden “War Cerai” dan Ironi Perkawinan Kita

    Dimensi Difabelitas

    Dimensi Difabelitas dalam Lanskap Masyarakat Jawa

    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    Bencana Alam

    Prof. Maghfur UIN Gus Dur: Bencana Alam adalah Bencana Politik

    Cinta Bukan Kepemilikan

    Cinta Bukan Kepemilikan, Kekerasan Bukan Jalan Keluar

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Makna Puasa

    Mengilhami Kembali Makna Puasa

    Persaudaraan

    Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam

    Non-Muslim

    Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim

    Mindful Ramadan

    Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

    Dakwah Nabi

    Dakwah Nabi Muhammad Saw. Juga Ditopang Tokoh Non-Muslim

    Permusuhan

    Ketika Relasi Antaragama Masih Dipandang sebagai Permusuhan

    Program KB

    Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

    Hak Perempuan

    Hak Perempuan dan Kebijakan Kependudukan dalam Pengendalian TFR

    Demografi

    Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Aktual

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Zahra Amin by Zahra Amin
23 Oktober 2025
in Aktual
A A
0
Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

3
SHARES
155
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.Id-  Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober ini kita saling mengingatkan kembali betapa pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia, sebagaimana yang telah dilakukan para pendiri bangsa ini, Mohammad Yamin, Wage Rudolf Supratman, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Sayuti Melik, dan lain-lain. Berikut refleksi Hari Sumpah Pemuda.

Mereka menghilangkan identitas kedaerahan diri sendiri, melebur menjadi satu bersama para pemuda lain dari seluruh pelosok negeri, untuk mengusung cita-cita yang sama: terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

bagaimana semangat Sumpah Pemuda mampu memberi pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup dan perilaku mereka, terutama dalam memahami nilai keluarga dengan prinsip mubadalah

Sumpah pemuda merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia, tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa persatuan Indonesia.

Namun sekarang, PR-nya adalah bagaimana semangat Sumpah Pemuda ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan pemuda di era sekarang atau lebih dikenal dengan generasi milenial.

Mengapa disebut generasi milenial? Karena generasi ini lahir dan tumbuh pada pergantian milenium atau tahun 80an dan 90an. Mereka sudah mengenal penggunaan teknologi dan budaya pop atau musik, terutama konsumsi internet yang sangat tinggi. Bahkan entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Kebiasaan yang mendasari perilaku generasi milenial akan berpengaruh pada pandangan keagamaan. Apakah akan bersikap konservatif/kaku, modern atau sekuler. Banyaknya informasi yang mereka terima melalui berita online atau media sosial memberi kecenderungan pandangan keagamaan yang beragam. Generasi ini harus bersikap kritis dan awas agar tidak sampai terjebak pada pemahaman agama yang keliru.

Selain itu, semangat Sumpah Pemuda juga telah berpengaruh pada ideologi dan partisipasi politik generasi milenial. Bagaimana mereka mengartikan nasionalisme. Apakah hanya sebatas primordialisme (kesukuan), mengikuti tren saja atau ada yang lebih substanstif?

Fenomena menarik bagi generasi milenial, ketika banyak orang meragukan rasa nasionalisme, mereka justru menunjukkannya saat Timnas Indonesia berlaga di pertandingan Internasional, atau ketika bendera merah putih terbalik warnanya saat Asean Games di Malaysia, dengan kompak dan serempak generasi milenial ikut membela kehormatan bangsanya.

Berikutnya adalah pengaruh pada nilai-nilai sosial. Bagaimana genersi milenial memaknai arti sebuah keluarga. Memaknai hubungan antara anak dan orang tua, apakah ikatan itu bisa dijadikan role mode atau mereka mencari figur lain di luar hubungan keluarga.

Nilai sosial menjadi begitu penting bagi generasi milenial untuk mengetahui sejauh mana rasa memanusiakan manusia yang selama ini mereka pelajari dari kehidupan.

Bahkan mubadalah sebagai sebuah prinsip kesalingan sudah diterapkan di beberapa tempat oleh para generasi milenial. Yakni bagaimana kita membangun relasi dan komunikasi antar individu maupun sosial untuk keadilan dan kesetaraan gender.

Terlebih dalam konteks hubungan keluarga, anak dan orang tua serta suami dan istri. Mubadalah telah mampu menempatkan konsep memanusiakan manusia melalui resiprokal, kesalingan karena membutuhkan antar manusia dengan yang lain di era milenial ini.

Kemudian pada persoalan pendidikan dan pekerjaan. Yakni dua hal yang paling berpengaruh dan menentukan bagi masa depan generasi milenial. Tingkat kesuksesan mereka di masa dewasa sangat ditentukan oleh pola pengasuhan dan pendidikan yang baik.

Selain itu, berperan juga pada pekerjaan di masa muda yang mereka terima setelah tuntas masa pendidikan. Sedangkan bagi yang memilih berwirausaha, para pemula bisnis bermunculan di berbagai kota. Begitu lulus sekolah, tidak panik mencari kerja. Mereka tetapi lebih tertarik dengan peluang usaha dan memanfaatkan teknologi internet.

Pengaruh terakhir yakni pada gaya hidup dan pengunaan teknologi internet. Hobi yang biasa dilakukan sehari-hari atau kecenderungan pada cabang olahraga tertentu, bagi generasi milenial ini tentu saja menjadi bagian dari life style mereka.

Kebiasaan dan perilaku generasi milenial terhadap internet, dan bagaimana interaksi mereka di media sosial menjadi referensi untuk memahami secara utuh potret generasi milenial di Indonesia.

Maka dengan pemaparan ini kita bisa mengetahui, bagaimana semangat Sumpah Pemuda mampu memberi pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup dan perilaku mereka, terutama dalam memahami nilai keluarga dengan prinsip mubadalah,  kebangsaan, persatuan dan kesatuan yang utuh sebagai rakyat Indonesia.

Sehingga ke depan arah dan tujuan bangsa Indonesia yang berdaulat, sebagaimana yang dicita-citakan bersama oleh para founding fathers negara ini bisa tercapai. Yakni mewujudkan Indonesia yang maju, beradab, adil, makmur dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Demikian penjelasan terkait refleksi Hari Sumpah Pemuda. Semoga bermanfaat. [Baca juga: Sumpah Pemuda: Momentum Mengingat Sejarah dan Refleksi Diri]

Tags: Generasi MilenialIndonesiakemerdekaanNasionalismeSumpah Pemuda
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Pernikahan Adalah Janji Suci yang Kokoh

Next Post

Ironi Penjara Palsu Napi Koruptor

Zahra Amin

Zahra Amin

Zahra Amin Perempuan penyuka senja, penikmat kopi, pembaca buku, dan menggemari sastra, isu perempuan serta keluarga. Kini, bekerja di Media Mubadalah dan tinggal di Indramayu.

Related Posts

Dimensi Difabelitas
Disabilitas

Dimensi Difabelitas dalam Lanskap Masyarakat Jawa

7 Maret 2026
Program KB
Pernak-pernik

Program KB Dinilai Beri Manfaat Ekonomi Besar bagi Indonesia

6 Maret 2026
Demografi
Pernak-pernik

Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

5 Maret 2026
Penegakan Hukum
Publik

Netralitas yang Dipertanyakan: Ujian Etika Penegakan Hukum di Indonesia

24 Februari 2026
Entrok
Buku

Entrok: Realitas Pahit Masa Lalu yang Relevan hingga Masa Kini

19 Februari 2026
Imlek
Publik

Gus Dur, Imlek, dan Warisan Nilai Islam tentang Cinta

17 Februari 2026
Next Post
Ironi Penjara Palsu Napi Koruptor

Ironi Penjara Palsu Napi Koruptor

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Perempuan dan Anak: Korban Sunyi di Tengah Perang Iran
  • Mengilhami Kembali Makna Puasa
  • Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam
  • Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca
  • Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0