Jumat, 20 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    UU Perkawinan

    Kesetaraan, Relasi Kuasa, dan Egoisme UU Perkawinan

    Feminization of Poverty

    Ramadan dan Feminization of Poverty: Saat Ibadah Bertemu Realitas Ekonomi Perempuan

    Refleksi Puasa

    Puasa yang menyatukan: Refleksi Puasa dalam Katolik dan Islam

    Kemiskinan

    Tentang Kemiskinan; Isi Perut Terjamin, Masa Depan Dibiarkan Kosong

    Ramadan dan Lingkungan

    Ramadan, Lingkungan dan Jihad An-Nafs

    Mubadalah dan Disabilitas

    Mubadalah dan Disabilitas: Dari Simpati ke Relasi Keadilan

    Masjid

    Ekslusi Masjid: Cara Pandang yang Membatasi

    Nilai Kesetaraan

    Ramadan Sebagai Momen Menanamkan Nilai Kesetaraan

    KUPI dan Mubadalah

    KUPI dan Mubadalah: Wajah Baru Islam Kontemporer di Panggung Internasional

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Puasa dalam Islam

    Makna Puasa dalam Islam sebagai Sarana Pendisiplinan Diri

    Konsep isti’faf

    Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

    ghaddul bashar

    Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam

    Pernikahan

    Relasi Pernikahan yang Toxic itu Haram

    Hukum Menikah

    Ulama Fiqh Tekankan Akhlak Relasi sebagai Pertimbangan Hukum Menikah

    Hukum Menikah

    Perbedaan Pandangan Ulama tentang Hukum Menikah

    Dalam Amal Salih

    Laki-Laki dan Perempuan Mitra Setara dalam Amal Salih

    Amal Salih

    Laki-Laki dan Perempuan Setara sebagai Subjek Amal Salih

    Konsep Fitnah

    Konsep Fitnah Bersifat Timbal Balik

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

    RUU PPRT

    KUPI Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

    Board Of Peace

    Mengapa KUPI Menolak Board of Peace?

    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    UU Perkawinan

    Kesetaraan, Relasi Kuasa, dan Egoisme UU Perkawinan

    Feminization of Poverty

    Ramadan dan Feminization of Poverty: Saat Ibadah Bertemu Realitas Ekonomi Perempuan

    Refleksi Puasa

    Puasa yang menyatukan: Refleksi Puasa dalam Katolik dan Islam

    Kemiskinan

    Tentang Kemiskinan; Isi Perut Terjamin, Masa Depan Dibiarkan Kosong

    Ramadan dan Lingkungan

    Ramadan, Lingkungan dan Jihad An-Nafs

    Mubadalah dan Disabilitas

    Mubadalah dan Disabilitas: Dari Simpati ke Relasi Keadilan

    Masjid

    Ekslusi Masjid: Cara Pandang yang Membatasi

    Nilai Kesetaraan

    Ramadan Sebagai Momen Menanamkan Nilai Kesetaraan

    KUPI dan Mubadalah

    KUPI dan Mubadalah: Wajah Baru Islam Kontemporer di Panggung Internasional

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Puasa dalam Islam

    Makna Puasa dalam Islam sebagai Sarana Pendisiplinan Diri

    Konsep isti’faf

    Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam

    ghaddul bashar

    Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam

    Pernikahan

    Relasi Pernikahan yang Toxic itu Haram

    Hukum Menikah

    Ulama Fiqh Tekankan Akhlak Relasi sebagai Pertimbangan Hukum Menikah

    Hukum Menikah

    Perbedaan Pandangan Ulama tentang Hukum Menikah

    Dalam Amal Salih

    Laki-Laki dan Perempuan Mitra Setara dalam Amal Salih

    Amal Salih

    Laki-Laki dan Perempuan Setara sebagai Subjek Amal Salih

    Konsep Fitnah

    Konsep Fitnah Bersifat Timbal Balik

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Aktual

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Zahra Amin by Zahra Amin
23 Oktober 2025
in Aktual
A A
0
Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

3
SHARES
155
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.Id-  Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober ini kita saling mengingatkan kembali betapa pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia, sebagaimana yang telah dilakukan para pendiri bangsa ini, Mohammad Yamin, Wage Rudolf Supratman, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Sayuti Melik, dan lain-lain. Berikut refleksi Hari Sumpah Pemuda.

Mereka menghilangkan identitas kedaerahan diri sendiri, melebur menjadi satu bersama para pemuda lain dari seluruh pelosok negeri, untuk mengusung cita-cita yang sama: terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

bagaimana semangat Sumpah Pemuda mampu memberi pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup dan perilaku mereka, terutama dalam memahami nilai keluarga dengan prinsip mubadalah

Sumpah pemuda merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia, tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa persatuan Indonesia.

Namun sekarang, PR-nya adalah bagaimana semangat Sumpah Pemuda ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan pemuda di era sekarang atau lebih dikenal dengan generasi milenial.

Mengapa disebut generasi milenial? Karena generasi ini lahir dan tumbuh pada pergantian milenium atau tahun 80an dan 90an. Mereka sudah mengenal penggunaan teknologi dan budaya pop atau musik, terutama konsumsi internet yang sangat tinggi. Bahkan entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini.

Kebiasaan yang mendasari perilaku generasi milenial akan berpengaruh pada pandangan keagamaan. Apakah akan bersikap konservatif/kaku, modern atau sekuler. Banyaknya informasi yang mereka terima melalui berita online atau media sosial memberi kecenderungan pandangan keagamaan yang beragam. Generasi ini harus bersikap kritis dan awas agar tidak sampai terjebak pada pemahaman agama yang keliru.

Selain itu, semangat Sumpah Pemuda juga telah berpengaruh pada ideologi dan partisipasi politik generasi milenial. Bagaimana mereka mengartikan nasionalisme. Apakah hanya sebatas primordialisme (kesukuan), mengikuti tren saja atau ada yang lebih substanstif?

Fenomena menarik bagi generasi milenial, ketika banyak orang meragukan rasa nasionalisme, mereka justru menunjukkannya saat Timnas Indonesia berlaga di pertandingan Internasional, atau ketika bendera merah putih terbalik warnanya saat Asean Games di Malaysia, dengan kompak dan serempak generasi milenial ikut membela kehormatan bangsanya.

Berikutnya adalah pengaruh pada nilai-nilai sosial. Bagaimana genersi milenial memaknai arti sebuah keluarga. Memaknai hubungan antara anak dan orang tua, apakah ikatan itu bisa dijadikan role mode atau mereka mencari figur lain di luar hubungan keluarga.

Nilai sosial menjadi begitu penting bagi generasi milenial untuk mengetahui sejauh mana rasa memanusiakan manusia yang selama ini mereka pelajari dari kehidupan.

Bahkan mubadalah sebagai sebuah prinsip kesalingan sudah diterapkan di beberapa tempat oleh para generasi milenial. Yakni bagaimana kita membangun relasi dan komunikasi antar individu maupun sosial untuk keadilan dan kesetaraan gender.

Terlebih dalam konteks hubungan keluarga, anak dan orang tua serta suami dan istri. Mubadalah telah mampu menempatkan konsep memanusiakan manusia melalui resiprokal, kesalingan karena membutuhkan antar manusia dengan yang lain di era milenial ini.

Kemudian pada persoalan pendidikan dan pekerjaan. Yakni dua hal yang paling berpengaruh dan menentukan bagi masa depan generasi milenial. Tingkat kesuksesan mereka di masa dewasa sangat ditentukan oleh pola pengasuhan dan pendidikan yang baik.

Selain itu, berperan juga pada pekerjaan di masa muda yang mereka terima setelah tuntas masa pendidikan. Sedangkan bagi yang memilih berwirausaha, para pemula bisnis bermunculan di berbagai kota. Begitu lulus sekolah, tidak panik mencari kerja. Mereka tetapi lebih tertarik dengan peluang usaha dan memanfaatkan teknologi internet.

Pengaruh terakhir yakni pada gaya hidup dan pengunaan teknologi internet. Hobi yang biasa dilakukan sehari-hari atau kecenderungan pada cabang olahraga tertentu, bagi generasi milenial ini tentu saja menjadi bagian dari life style mereka.

Kebiasaan dan perilaku generasi milenial terhadap internet, dan bagaimana interaksi mereka di media sosial menjadi referensi untuk memahami secara utuh potret generasi milenial di Indonesia.

Maka dengan pemaparan ini kita bisa mengetahui, bagaimana semangat Sumpah Pemuda mampu memberi pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup dan perilaku mereka, terutama dalam memahami nilai keluarga dengan prinsip mubadalah,  kebangsaan, persatuan dan kesatuan yang utuh sebagai rakyat Indonesia.

Sehingga ke depan arah dan tujuan bangsa Indonesia yang berdaulat, sebagaimana yang dicita-citakan bersama oleh para founding fathers negara ini bisa tercapai. Yakni mewujudkan Indonesia yang maju, beradab, adil, makmur dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Demikian penjelasan terkait refleksi Hari Sumpah Pemuda. Semoga bermanfaat. [Baca juga: Sumpah Pemuda: Momentum Mengingat Sejarah dan Refleksi Diri]

Tags: Generasi MilenialIndonesiakemerdekaanNasionalismeSumpah Pemuda
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Pernikahan Adalah Janji Suci yang Kokoh

Next Post

Ironi Penjara Palsu Napi Koruptor

Zahra Amin

Zahra Amin

Zahra Amin Perempuan penyuka senja, penikmat kopi, pembaca buku, dan menggemari sastra, isu perempuan serta keluarga. Kini, bekerja di Media Mubadalah dan tinggal di Indramayu.

Related Posts

Entrok
Buku

Entrok: Realitas Pahit Masa Lalu yang Relevan hingga Masa Kini

19 Februari 2026
Imlek
Publik

Gus Dur, Imlek, dan Warisan Nilai Islam tentang Cinta

17 Februari 2026
Solidaritas
Publik

Solidaritas yang Berkeadilan: Belajar dari Gaza dan Jeffrey Epstein

13 Februari 2026
Soekarno dan Palestina
Aktual

Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

9 Februari 2026
Aborsi
Publik

Menarasikan Aborsi Melampaui Stigma dan Kriminalisasi

7 Februari 2026
Anak NTT
Publik

Di NTT, Harga Pulpen Lebih Mahal daripada Hidup Seorang Anak

6 Februari 2026
Next Post
Ironi Penjara Palsu Napi Koruptor

Ironi Penjara Palsu Napi Koruptor

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Makna Puasa dalam Islam sebagai Sarana Pendisiplinan Diri
  • Kesetaraan, Relasi Kuasa, dan Egoisme UU Perkawinan
  • Konsep Isti’faf dalam Perspektif Ajaran Islam
  • Ramadan dan Feminization of Poverty: Saat Ibadah Bertemu Realitas Ekonomi Perempuan
  • Ghaddul Bashar sebagai Prinsip Pengendalian Cara Pandang dalam Islam

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0