Minggu, 1 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    rahmatan lil ‘alamin sebagai

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    Dakwah Mubadalah

    Pergeseran Pola Ceramah dalam Perspektif Dakwah Mubadalah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan

    Sayyidah Nafisah binti al-Hasan, Ulama Perempuan yang Diakui Para Imam Mazhab

    Sayyidah Nafisah

    Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

    Pesantren

    Dua Mahasiswa Ajukan Uji Materi UU Pesantren, Soroti Kepastian Jaminan Hak Pendidikan

    Sejarah Perempuan

    Membaca Ulang Jejak Perempuan dalam Sejarah Islam

    Sejarah Perempuan atas

    Menggugat Sejarah Perempuan: Pembacaan Kritis atas Jejak Sayyidah Sukainah

    Over Think Club

    Mubadalah.id Gelar Over Think Club Selama Ramadan, Angkat Isu Pernikahan, Disabilitas, hingga Kesehatan Mental

    RUU PPRT dan

    Nyai Badriyah Fayumi: Penundaan RUU PPRT Bukti Negara Mengabaikan Hak Pekerja

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Alteritas Disabilitas

    Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

    Negara dan Zakat

    Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

    Perempuan Salihah

    Mendefinisikan Ulang Perempuan Salihah di Era Kesetaraan

    Obsessive Love Disorder

    Obsessive Love Disorder: Antara Ketulusan Emosional dan Ancaman Psikososial

    MBG

    Dear Pemerintah: Zakat itu untuk Korban Kekerasan Seksual, Bukan MBG

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Difabel dalam Masyarakat Indonesia

    Alam dan Manusia

    Alam dan Manusia Sebagai Rekan dalam Memuji Sang Pencipta

    Bapak Rumah Tangga

    Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

    Kampung Kauman Yogyakarta

    Kampung Kauman Yogyakarta dan Kesejarahan Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    rahmatan lil ‘alamin sebagai

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis

    rahmatan lil ‘alamin

    Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam

    Adil

    Perspektif Mubadalah Dorong Terwujudnya Relasi Adil dan Setara

    Metodologi Mubadalah

    Metodologi Mubadalah dan Implementasinya dalam Kehidupan Masyarakat

    Teologis Mubadalah

    Fondasi Teologis Mubadalah dan Kritik terhadap Pola Relasi Hierarkis

    Mubadalah

    Makna Mubadalah dan Perkembangannya sebagai Konsep Relasional

    Kisah Zaid dan Julaibib

    Romansa Tanpa Kasta dalam Kisah Zaid dan Julaibib

    Dakwah Mubadalah dalam

    Metodologi Dakwah Mubadalah dan Relevansinya bagi Kehidupan Masyarakat

    Dakwah Mubadalah

    Pergeseran Pola Ceramah dalam Perspektif Dakwah Mubadalah

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Keluarga

Sudahkah Dongeng yang Kamu Ceritakan Memiliki Nilai Kesalingan?

Cerita dongeng dapat dimodifikasi dengan cara menghapuskan nilai-nilai yang merendahkan laki-laki maupun perempuan. Dengan kata lain, menggali nilai positif yang dapat disampaikan dari setiap kejadian

Dyah Palupi Ayu Ningtyas by Dyah Palupi Ayu Ningtyas
14 Desember 2022
in Keluarga, Rekomendasi
A A
0
Dongeng

Dongeng

2
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dongeng menjadi hal yang tidak lepas dari pertumbuhan seorang anak. Siapa sih yang tidak pernah dibacakan buku dongeng, diceritakan sebuah kisah legenda oleh orang tua maupun orang terdekat kita, atau menonton dongeng di siaran televisi dan kanal YouTube. Dongeng apa yang melekat dan teringat di benak kita hingga sekarang? Sangkuriang, Malin Kundang, Bawang Merah dan Bawang Putih, atau Jaka Tarub?

Terdapat berbagai macam dongeng seperti mite, legenda atau cerita rakyat, fabel, hikayat, sage, dan parabel. Cerita rakyat merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia yang merepresentasikan masyarakat di suatu daerah. Falsafah hidup dikembangkan menjadi sebuah cerita. Sehingga cerita rakyat erat kaitannya dengan kehidupan di masyarakat.

Selain itu, cerita rakyat diwariskan turun-temurun secara lisan dan tidak diketahui si pengarang cerita. Karya sastra ini bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi memiliki fungsi edukatif, spiritual, moral, politis, hingga etis.

Pada umumnya, cerita rakyat digambarkan dengan penokohan perempuan dan laki-laki. Namun, tidak sedikit kisah yang merendahkan figur perempuan, baik secara implisit maupun eksplisit. Sebagai contohnya, kisah Bawang Merah dan Bawang Putih yang mana Bawang Merah dan ibunya berlaku kejam dan merendahkan Bawang Putih.

Kisah tersebut menyiratkan isu internalized misogyny. Internalized merupakan proses internalisasi yang dapat membentuk mindset baru. Misogyny adalah istilah yang menggambarkan kebencian terhadap perempuan. Internalized misogyny dapat terjadi melalui dua elemen yakni, self objectification dan penerimaan pasif peran gender.

Karakter perempuan di dalam cerita digambarkan sebagai pihak yang lemah, tidak memiliki suara, dan dianggap tidak penting. Tokoh perempuan dalam kisah Lutung Kasarung, Bawang Merah dan Bawang Putih, serta Sangkuriang diceritakan melalui sudut pandang laki-laki. Sebenarnya, ideologi cerita rakyat dapat diselaraskan dengan nilai yang ingin disampaikan dengan mengubah sudat pandang dan tetap mempertahankan alur cerita.

Secara spesifik, tidak banyak ditemukan rekonstruksi cerita rakyat dari sudut pandang perempuan. Dengan mengubah sudut pandang akan memberikan ruang kepada para tokoh mengenai alasan mengapa dicitrakan sebagai seseorang yang buruk. Sehingga pembaca dapat melihat bahwa tokoh tersebut sebenarnya baik dan memiliki value.

Sebagai contohnya, citra orang tua tiri dan saudara tiri di mata anak-anak cenderung tidak baik. Pandangan tersebut salah satunya disebabkan oleh cerita Bawang Merah dan Bawang Putih. Sebenarnya cerita tersebut bisa dimulai dengan menampilkan sosok Mbok Rondo Dadapan (ibu Bawang Merah) sebagai single mother yang bekerja keras demi kebahagiaan anaknya.

Mbok Rondo bekerja di rumah seorang pedagang yang memiliki anak bernama Bawang Putih. Ia berempati terhadap Bawang Putih atas ibunya yang meninggal. Mbok Rondo menempatkan diri sebagai teman untuk bercerita. Mengenai ayah Bawang Putih yang menikahi Mbok Rondo, dapat dikisahkan dengan apabila menikahinya, sehingga Bawang Putih akan mendapatkan sosok seorang ibu.

Selain itu, Bawang Putih diberikan suara untuk memutuskan apakah Mbok Rondo pantas menjadi ibunya. Keterlibatan Bawang Putih menunjukkan bahwa tidak ada sikap diskriminatif dalam mengambil keputusan.

Begitu pula dengan kisah Sangkuriang, perilaku Dayang Sumbi dapat diceritakan dengan tidak melemahkan posisinya sebagai perempuan. Pada mulanya, Dayang Sumbi meminta Sangkuriang untuk membuat bendungan dan perahu besar di sungai Citarum. Sosok Dayang Sumbi dapat digambarkan sebagai perempuan yang cerdas. Ia memikirkan cara agar pernikahannya dengan Sangkuriang tidak pernah terjadi. Sehingga ia membuat permintaan yang sulit. Ia paham bahwa seorang ibu tidak dapat menikahi anaknya sendiri.

Para narator maupun penulis dongeng dapat merekonstruksi sudut pandang dari sebuah kisah dengan tetap mempertahankan alurnya. Relasi yang tidak setara dapat melahirkan ketidakadilan karena bermula dari sudut pandang negatif terhadap perpedaan para pihak yang memiliki relasi.

Oleh sebab itu, cerita dongeng dapat dimodifikasi dengan cara menghapuskan nilai-nilai yang merendahkan laki-laki maupun perempuan. Dengan kata lain, menggali nilai positif yang dapat disampaikan dari setiap kejadian.

Buku-buku dongeng juga diharapkan menampilkan hal baru yang dapat menanamkan nilai-nilai kesalingan yang menjunjung tinggi aspek kemanusiaan. Nilai-nilai tersembunyi dalam sebuah cerita akan melekat pada seorang anak hingga ia tumbuh dewasa. Orang tua juga harus pandai dalam memilih cerita yang akan disampaikan kepada anak. Peran serta orang tua akan memberikan dampak besar, khususnya kepada sudut pandang anak. []

Tags: anakdongengGender dalam DongengHari DongengKesalingan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Minyak Goreng, Kenaikan Harga, dan Keresahan Masyarakat

Next Post

Mengejar Pembangunan: Membelokkan Gender, Mendegradasi Lingkungan

Dyah Palupi Ayu Ningtyas

Dyah Palupi Ayu Ningtyas

Bergerak di isu HAM dan gender, menuangkannya lewat tulisan dan ruang-ruang belajar bersama.

Related Posts

Alteritas Disabilitas
Disabilitas

Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis

1 Maret 2026
Bapak Rumah Tangga
Keluarga

Bagaimana Jika Suamimu adalah Bapak Rumah Tangga Hari Ini?

27 Februari 2026
Jika Nabi Berbuka di Rumah Kita
Keluarga

Jika Nabi Berbuka di Rumah Kita

26 Februari 2026
Dakwah Mubadalah sebagai
Pernak-pernik

Konsep Dakwah Mubadalah sebagai Pendekatan Kesalingan dalam Islam

25 Februari 2026
Relasi Mubadalah
Metodologi

Tingkatan Maqasid dalam Relasi Mubadalah: Dari yang Primer (Daruriyat), Sekunder (Hajiyat), dan Tersier (Tahsiniyat)

23 Februari 2026
Mubadalah dan Disabilitas
Disabilitas

Mubadalah dan Disabilitas: Dari Simpati ke Relasi Keadilan

19 Februari 2026
Next Post
Pembangunan

Mengejar Pembangunan: Membelokkan Gender, Mendegradasi Lingkungan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Landasan Perdamaian dan Tanggung Jawab Ekologis
  • Alteritas Disabilitas dan Makna Kesalingan Etis
  • Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida
  • Rahmatan lil ‘Alamin sebagai Prinsip Universal Ajaran Islam
  • Negara dan Zakat; Garis Demarkasi yang Harus Dijaga

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0