Mubadalah.id – Salah satu hadis yang merekam teladan Nabi Muhammad Saw dalam menghormati perempuan adalah kisah penghormatan beliau kepada ibu susuan. Riwayat ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunannya dan juga tercantum dalam sejumlah kitab hadis lainnya.
Dalam hadis tersebut, Abu Thufail ra. menceritakan bahwa ia melihat Nabi Saw sedang membagikan daging di daerah Ji’ranah. Ketika itu, seorang perempuan datang mendekat keibu susuanpada Nabi. Melihat kedatangan perempuan tersebut, Nabi Saw segera menggelar selendangnya di tanah dan mempersilakannya duduk di atasnya.
Ketika ditanya siapa perempuan itu, para sahabat menjawab bahwa ia adalah ibu susuan Nabi Muhammad Saw.
Para ulama menjelaskan bahwa perempuan tersebut adalah Halimah as-Sa’diyah ra., perempuan yang menyusui Nabi semasa kecil. Tindakan Nabi Saw menggelar selendang memiliki makna simbolik yang kuat.
Dalam tradisi Arab, menggelar selendang merupakan bentuk penghormatan tertinggi yang biasanya mereka berikan kepada tamu kehormatan atau tokoh terpandang.
Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Saw memberikan penghormatan yang sangat tinggi kepada ibu susuan, sekaligus menegaskan posisi penting perempuan dalam Islam.
Peran menyusui, yang kerap orang-orang anggap hanya sebagai urusan domestik. Namun hal ini justru Nabi Saw akui dan muliakan melalui tindakan nyata di ruang publik.
Riwayat ini juga menjadi dalil bahwa Islam sejak awal telah menempatkan perempuan sebagai subjek yang bermartabat. Penghormatan Nabi kepada Halimah as-Sa’diyah adalah pesan moral dan sosial yang bersifat universal.
Dengan demikian, hadis ini tidak hanya berbicara tentang adab personal Nabi, tetapi juga menggambarkan nilai dasar Islam dalam menghormati perempuan dan mengakui peran reproduksi sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan kemanusiaan. []



















































