Sabtu, 31 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kesehatan mental

    Bukan Salah Iblis, Kesehatan Mental itu Konstruksi Sosial

    Hannah Arendt

    Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)

    Pernikahan di Indonesia

    Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela yang Lemah

    Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Kaum Lemah

    Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Kesehatan mental

    Bukan Salah Iblis, Kesehatan Mental itu Konstruksi Sosial

    Hannah Arendt

    Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)

    Pernikahan di Indonesia

    Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

    Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    Perkawinan Beda Agama

    Masalah Pelik Pencatatan Perkawinan Beda Agama

    Pegawai MBG

    Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    Perempuan Haid

    Ketika Perempuan sedang Haid: Ibadah Apa yang Boleh, Apa yang Gugur?

    Sejarah Disabilitas

    Sejarah Gerakan Disabilitas dan Kebijakannya

    KUPI 2027

    KUPI 2027 Wajib Mengangkat Tema Disabilitas, Mengapa? 

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Membela yang Lemah

    Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama

    Kaum Lemah

    Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah

    ibu susuan

    Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    peran menyusui

    Menghormati Peran Ibu Menyusui

    perlindungan diri perempuan

    Hak Perlindungan Diri Perempuan

    Hadis Ummu Sulaim

    Hadis Ummu Sulaim dan Hak Perempuan Melindungi Diri

    Ekonomi Keluarga

    Tanggung Jawab Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Mubadalah

    Ekonomi Keluarga

    Pahala Ganda bagi Perempuan yang Menanggung Ekonomi Keluarga

    Nafkah Keluarga

    Nafkah Keluarga sebagai Tanggung Jawab Bersama

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Figur

Tengku Agung Syarifah Latifah, Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Riau

Kebaikan yang ada dalam diri perempuan memiliki pengaruh yang lebih luas, sebagaimana orang-orang tua Melayu menyatakan “elok langit karena berbulan, elok bumi berkayu kayan, elok laut karena berikan, elok bangsa karena perempuan”

Luqyana Chaerunnisa by Luqyana Chaerunnisa
13 Mei 2023
in Figur
A A
0
Tengku Agung Syarifah Latifah

Tengku Agung Syarifah Latifah

15
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Sampai hari ini, kita masih meyakini bahwa pelopor emansipasi perempuan di Indonesia adalah Ibu Kartini. Tak lepas dari itu, di berbagai wilayah Indonesia tentulah memiliki para pejuang perempuan yang gigih dengan masing-masing perannya. Terutama untuk mendobrak nasib pendidikan kaumnya.

Misalnya, di Sumatera Barat ada Rahmah el-Yunusiah, Keumalahayati di Aceh, Dewi Sartika di Jawa Barat, Maria Walanda Maramis di Sulawesi Utara. Maka, Bumi Lancang Kuning pun tak luput dari tokoh yang peduli akan pendidikan perempuan. Ialah sosok yang mengawali tonggak berdirinya sekolah keterampilan setingkat volkschool (Sekolah Rakyat) bagi perempuan di Riau. Yakni Tengku Agung Syarifah Latifah.

Masa Kecil Syarifah Latifah

Syarifah Latifah merupakan keturunan dari keluarga istana Langkat dan Siak. Kerajaan Langkat ialah salah satu kerajaan di Sumatera Timur yang kaya akan perkebunan tembakau dan minyaknya. Ayahnya, Tengku Pangeran merupakan Wakil Sultan Langkat yang memiliki pertalian perkawinan dengan Tengku Aisiah, adik dari Sultan Musa Langkat.

Sebagai anak dari keluarga bangsawan, Tengku kecil dapat mengeyam pendidikan tradisional di lingkungan Istana Langkat. Namun sayang ia tidak bisa lanjut mengenyam pendidikan modern. Karena saat Syarifah Latifah dalam usia sekolah, pendidikan modern di Tanjungpura Langkat belum ada. Lalu ketika pendidikan modern sudah dibuka oleh Pemerintah Hindia Belanda antara tahun 1908- 1915, Syarifah Latifah sudah menginjak usia aqil baligh.

Pada masa itu, perempuan Melayu yang telah aqil baligh akan mengalami proses adat pingitan (berkurung) atau dalam bahasa Siak kita sebut mencengkam, sama halnya dengan pingit dalam budaya Jawa. Ini merupakan adat kebiasaan yang mengharuskan anak perawan untuk tinggal di rumah sampai mendapatkan jodohnya. Termasuk larangan untuk pergi bersekolah.

Hingga akhirnya ia menikah pada tanggal 27 Oktober 1912 di Langkat Sumatra Timur dengan Sultan Syarif Kasim II, yang merupakan Sultan terakhir dari Kerajaan Siak. Lalu, ia pun diangkat sebagai permaisuri dan mendapat anugerah gelar Tengku Agung pada 3 Maret 1915. Bertepatan dengan penobatan Sultan Syarif Kasim II sebagai Sultan Siak kedua belas.

Sultan Syarif Kasim II terkenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan nasib pendidikan di Sumatera, khususnya wilayah Siak. Kekecewaannya terhadap kebijakan Pemerintah Hindia Belanda karena tidak dapat menjangkau seluruh pendidikan di wilayah Bumi Putra. Belum lagi pertentangan kurikulumnya dengan nilai yang Sultan anut, yakni agama dan nasionalisme.

Akhirnya, ia pun mendirikan Madrasah Taufiqiyyah al Hasyimiyyah tingkat dasar (MI&MTs), namun sekolah tersebut hanya untuk kaum laki-laki.

Berdirinya Sultanah Latifah School

Sebagai seorang permaisuri, Tengku Agung memiliki privilese untuk mendampingi Sultan Syarif Kasim II berkunjung ke luar istana. Salah satu kunjungan yang berpengaruh bagi dia, ialah tatkala menghadap Residen Sumatera Timur di Medan.

Pada masa itu, Medan memang terkenal sebagai kota yang maju dalam pendidikan, termasuk pendidikan bagi kaum perempuan, bahkan untuk aktivitas bekerja di kantor. Beberapa fenomena tersebut, bagi masyarakat Riau belum cukup bisa menerimanya. Khususnya di wilayah Kerajaan Siak.

Tengku Agung pun tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Ia tidak ingin kondisi yang ia rasakan sebelumnya kala baligh, menimpa kaumnya lagi. Melihat adanya ketimpangan di daerahnya, Tengku Agung lantas mengutarakan keinginannya untuk membangun pendidikan bagi perempuan. Mengingat kala itu, di tahun 1920-an belum ada satupun sekolah perempuan di Riau.

Pendirian dan penyelenggaraan pendidikan itu juga menjadi upaya perlawanan pada pemerintah Hindia Belanda.  Sehingga, Sultan Syarif sangat mendukung keinginan istrinya.

Tiada Elok Suatu Bangsa, Apabila Tertinggal Pendidikan Kaum Perempuannya!

Perjuangan Tengku Agung untuk memajukan kaum perempuan dimulai dengan membuka sekolah keterampilan. Tengku Agung memanfaatkan situasi kala itu yang sangat kuat melarang anak perempuan untuk memasuki sekolah ketika sudah baligh.

Dalam masa pingitan tersebut, biasanya para gadis akan dipersiapkan untuk menjadi istri yang terampil. Maka, selain untuk mendobrak budaya yang timpang. Sekolah tersebut juga bagian dari perhatiannya untuk melestarikan keterampilan tenun Siak yang telah menjadi tradisi sejak dulu.

Berdasarkan laporan dalam Memorie van Overgave (MvO) Kontroleur Siak, Leyds, yang menjabat dari tahun 1927 hingga tahun 1929 dan didukung oleh kontroleur Siak setelahnya, Kempe Valk tahun 1931, dapat kita ketahui bahwa tahun berdirinya Sultanah Latifah School, sekolah keterampilan setingkat volksschool (Sekolah Rakyat) yakni di tahun 1927.

Kemudian, menyusul rumah sekolahnya pada bulan April 1929 (Deze school werd in 1927 begonnen, het gebouw in April 1929 betrokken). Dengan jumlah guru yakni 1 orang, dan 50 orang murid di Sultanah Latifah School.

Lebih lanjut, nama Sultanah Latifah School mengutip dari buku Prosopografi Tokoh Perempuan Pendidik di Riau(1927-2016) merujuk pada nama permaisuri Tengku Agung, yaitu Syarifah Latifah. Alasan penggunaan istilah “school” pada Latifah School merupakan hal yang umum digunakan kala itu  untuk nama-nama sekolah yang pelaksanaannya mengikuti sistem sekolah Barat dan bukan merupakan pendidikan tradisional.

Mengembangkan Sultanah Latifah School

Seiring berjalannya waktu, Tengku Agung menyadari bahwa pendidikan bagi perempuan bukan hanya menyoal keterampilan dalam ranah domestik saja. Melainkan perempuan juga harus terdidik dengan pendidikan yang sesuai dengan tuntunan zaman. Sekolah ini pun mengajarkan pengetahuan umum seperti baca-tulis dan Bahasa Belanda.

Kemudian, ia melanjutkan kiprahnya untuk mengembangkan Sultanah Latifah School melalui kerjasama dengan Rahmah el Yunusiyah, perempuan yang terlebih dulu telah mendirikan madrasah pertama di Indonesia bagi perempuan di Tanah Minang. Yakni Diniyah Putri Padang Panjang yang melakukan penggabungan atas pendidikan keterampilan dengan pendidikan agama. Akhirnya, atas saran dari Sultan Syarif, beliau mendirikan sekolah agama khusus untuk perempuan yakni Madrasah an-Nisa.

Beberapa pekan setelah Madrasah an-Nisa ia resmikan, Syarifah Latifah meninggal dunia, tepatnya pada tanggal 3 Maret 1929. Kemudian, Sultan Syarif Kasim II menikahi adik mendiang istrinya itu yakni Tengku Syarifah Fadlun pada 6 Juni 1930.

Menurut Adila Suwarno dkk, dalam Siak Sri Indrapura (2007), Tengku Syarifah Fadlun yang bergelar Tengku Maharatu melanjutkan untuk mengelola dua sekolah yakni Syarifah Latifah dan Madrasah an-Nisa. Permaisuri kedua ini juga berinisiatif membangun internaat atau asrama putri (Istana Limas) untuk anak-anak yatim piatu dan peserta didik yang datang dari luar kota.

Namun, seiring berkembangnya waktu, sekolah ini tutup saat masa kependudukan Jepang masuk ke Siak pada tahun 1942. Kabarnya, kini bangunan Latifah School menjadi gedung arsip. Meski begitu, kita tak boleh lupa bahwa bermula dari perjuangan Tengku Agung, tersebar pendidikan bagi perempuan di seluruh wilayah Riau. Selayaknya kita merayakan hari emansipasi perempuan, mengenang dan melestarikan semangat juang dari yang orang-orang terdahulu.

Upaya yang Tengku Agung lakukan di atas tentu sarat akan nilai kesetaraan dan kesalingan. Dukungan penuh yang Sultan Syarif Kasim II berikan sebagai pemimpin memiliki peranan yang cukup besar dalam pemerataan pendidikan terhadap kaumnya, tanpa memandang jenis kelamin.

Seperti yang tercermin pada hikayat kebudayaan Melayu bahwa perempuan yang berilmu, dihargai dan dijaga. Kebaikan yang ada dalam diri perempuan memiliki pengaruh yang lebih luas, sebagaimana orang-orang tua Melayu menyatakan “elok langit karena berbulan, elok bumi berkayu kayan, elok laut karena berikan, elok bangsa karena perempuan”. []

Tags: emansipasiPahlawan PerempuanpeloporpendidikanPerempuangRiauTengku Agung Syarifah Latifah
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Luqyana Chaerunnisa

Luqyana Chaerunnisa

Mahasiswi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bisa dihubungi melalui Instagram @luqyanachaerunnisa

Related Posts

Lingkungan di Pesantren
Publik

Pesantren Jadi Basis Pendidikan yang Peduli Terhadap Lingkungan

15 Januari 2026
Pesantren Miftahul Falah Awihideung
Personal

Pesantren Miftahul Falah Awihideung Kembangkan Pendidikan Ekologi dan Kemandirian Pangan

19 Desember 2025
Pendidikan Karakter
Publik

Pendidikan Karakter, dari Keluarga hingga Perguruan Tinggi

3 Desember 2025
Fahmina
Aktual

Marzuki Rais: Fahmina Tumbuh dari Kontrakan, Kuat di Pendidikan, Meluas Lewat Jejaring Asia

26 November 2025
Inklusif
Aktual

Peringati Seperempat Abad, Fahmina Kuatkan Gerakan Pendidikan Inklusif

26 November 2025
Hari Guru Nasional
Publik

Hari Guru Nasional: Saatnya Pendidikan Sadar Multi-intelegensia

26 November 2025
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Humor

    Humor yang Melanggengkan Stereotip Gender

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Teladan Nabi dalam Menghormati Ibu Susuan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menghormati Peran Ibu Menyusui

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Nasib Pegawai MBG Lebih Baik daripada Guru: Di Mana Letak Keadilan Negara?

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Novel Katri: Bertahan dalam Luka dari Penjara ke Penjara

    14 shares
    Share 6 Tweet 4

TERBARU

  • Bukan Salah Iblis, Kesehatan Mental itu Konstruksi Sosial
  • Membela yang Lemah sebagai Tanggung Jawab Bersama
  • Membaca Ulang Tragedi Holocaust dengan Kacamata Kritis Hannah Arendt (Part 1)
  • Teladan Nabi dalam Membela Kelompok Lemah
  • Menikah Makin Langka, Mengapa Pernikahan di Indonesia Menurun?

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0