Kamis, 29 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    Fiqh al-Murūnah

    Fiqh al-Murūnah dan Hak Digital Disabilitas

    Joko Pinurbo

    Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    Penggembala

    Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    Kerja adalah sedekah

    Kerja Perempuan Bernilai Sedekah

    Pelaku Ekonomi

    Perempuan sebagai Pelaku Ekonomi Sejak Awal Islam

    Spiritual Ekologi

    Kiat Spiritual Ekologi Rasulullah dalam Merawat Alam

    Iddah

    Iddah sebagai Masa Pemulihan, Bukan Peminggiran

    iddah

    Perempuan, Iddah, dan Hak untuk Beraktivitas

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    Fiqh al-Murūnah

    Fiqh al-Murūnah dan Hak Digital Disabilitas

    Joko Pinurbo

    Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    Penggembala

    Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    Kerja adalah sedekah

    Kerja Perempuan Bernilai Sedekah

    Pelaku Ekonomi

    Perempuan sebagai Pelaku Ekonomi Sejak Awal Islam

    Spiritual Ekologi

    Kiat Spiritual Ekologi Rasulullah dalam Merawat Alam

    Iddah

    Iddah sebagai Masa Pemulihan, Bukan Peminggiran

    iddah

    Perempuan, Iddah, dan Hak untuk Beraktivitas

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Tips Menghadapi Cyberbullying dan Cyberstalking di Media Sosial

Hal ini menjadi perhatian serius karena cyberbullying dan cyberstalking dapat berdampak negatif pada kesehatan mental korban, seperti kecemasan, depresi, dan dapat menyebabkan bunuh diri. Fenomena ini juga dapat mengganggu kenyamanan dan privasi orang-orang yang terlibat.

RATNA SARI by RATNA SARI
24 Juni 2023
in Publik
A A
0
Cyberbullying dan cyberstalking

Cyberbullying dan cyberstalking

908
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Cyberbullying dan cyberstalking merupakan salah satu fenomena yang muncul sebagai dampak dari perkembangan teknologi dan komunikasi secara daring. Kedua hal ini terjadi ketika seseorang menggunakan teknologi digital untuk melakukan tindakan yang merugikan atau merugikan orang lain secara fisik maupun psikologis.

Di Indonesia, fenomena cyberbullying dan cyberstalking semakin marak seiring dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan media sosial dan aplikasi berbasis internet dalam berkomunikasi. Berdasarkan data dari UNICEF diketahui bahwa 45 persen anak berusia 14-24 tahun yang menggunakan media sosial mengalami cyberbullying sepanjang tahun 2020.

Hal ini menjadi perhatian serius karena cyberbullying dan cyberstalking dapat berdampak negatif pada kesehatan mental korban, seperti kecemasan, depresi, dan dapat menyebabkan bunuh diri. Fenomena ini juga dapat mengganggu kenyamanan dan privasi orang-orang yang terlibat.

Kita dapat melihat kejadian pembulian yang baru saja terjadi pada anak dari artis Indonesia yaitu anak dari Atta Halilintar. Buah hati Atta dihujat oleh netizen yang telah diketahui identitasnya. Aurel Hermansyah yang merupakan istri dari Atta, sangat menyayangkan sikap dari netizen tersebut. Sesama perempuan, seharusnya netizen asal Sumatera Utara tersebut mengetahui perasaan seorang ibu jika anaknya mendapatkan perundungan.

Aurel dalam akun Instagram @attahalilintar memberikan balasan komentar netizen tersebut, “anak saya ada salah apa sama ibu??? Anak saya banyak kurang dimata ibu?? Dibilang oon, d*wn*ndrom, i*iot, dll… (ini baru sebagian masih banyak lagi ibu ini ngatain anak kami). Tulisnya dalam akun instagram sumainya tersebut.

Melihat kasus diatas, dapat kita lihat bersama dalam konteks komunikasi digital cyberbullying dan cyberstalking dapat terjadi melalui berbagai cara seperti penggunaan media sosial dan aplikasi chatting. Korban cyberbullying dan cyberstalking dapat berupa siapa saja, termasuk anak-anak, remaja, dewasa, bahkan selebriti atau publik figur.

UU ITE

Untuk mengatasi fenomena cyberbullying dan cyberstalking di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dan peraturan, seperti UU ITE (Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dan Penanganan Terorisme Siber. Selain itu, beberapa organisasi juga telah bergerak untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya cyberbullying dan cyberstalking melalui kampanye dan program pelatihan.

Dalam era digital saat ini, penting bagi kita semua untuk mengetahui dan memahami bahaya cyberbullying dan cyberstalking. Selain harus memahami, sebaiknya kita harus saling menghormati satu sama lain dan menggunakan teknologi digital dengan bijak dan bertanggung jawab. Sehingga dapat menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif bagi semua pengguna.

Cyberbullying dan cyberstalking adalah dua bentuk kekerasan daring yang semakin umum terjadi di era digital saat ini. Meskipun keduanya melibatkan tindakan kekerasan daring, ada perbedaan penting antara keduanya. Banyak orang yang sering kali menggunakan kedua istilah ini secara bergantian atau bahkan tidak memahami perbedaan antara keduanya.

Perlu kita ketahui bahwa cyberbullying mengacu pada tindakan perundungan (bullying) melalui media digital (cyber) seperti media sosial, internet, email, pesan instan dan telepon. Bullying sebagai tindakan yang sengaja dan berulang-ulang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah. Mereka melakukan hal itu dengan tujuan untuk menyakiti, menakut-nakuti, atau merendahkan korban. Jika tindakan bullying dilakukan melalui media digital maka tindakan ini termasuk dalam bentuk cyberbullying.

Cyberstalking

Selain cyberrbullying salah satu tindakan berbahaya di dunia maya adalah cyberstalking. Cyberstalking berasal dari kata stalking yang artinya adalah tindakan kejahatan dengan cara mengikuti dan mengawasi seseorang secara ilegal dalam kurun waktu tertentu. Tindakan ini dilakukan tanpa terlihat atau terdengar oleh orang yang diikuti. Stalking yang dilakukan di dunia maya melalui media digital disebut cyberstalking.

Pelaku cyberstalking dalam menjalankan tindakannya akan mencari dan berusaha mendapatkan data pribadi korban melalui media sosial seperti data nama, alamat, tanggal lahir, hubungan atau latar belakang keluarga, informasi aktivitas harian, nomor hp, email, dll.

Setelah data pribadi tersebut didapat, pelaku akan berupaya menghubungi korban dengan cara  mengirimkan pesan-pesan yang tidak diinginkan secara berulang kali atau mengikuti aktivitas online seseorang dengan cara yang tidak diinginkan seperti melecehkan dan mengirimkan pesan ancaman melalui internet.

Selain tindakan tersebut, pelaku juga dapat menyalahgunakan data pribadi korban untuk kejahatan di dunia maya seperti memposting data pribadi ke situs yang berhubungan dengan seks. Hal ini dapat membuat korban merasa tidak aman dan terus-menerus ditekan oleh pelaku cyberstalking.

Kekerasan Daring

Cyberbullying dan cyberstalking merupakan tindakan yang sama-sama berupa kekerasan secara daring. Beberapa ahli seperti Hinduja, Patchin dan Willard menganggap bahwa tindakan cyberstalking merupakan salah satu jenis dari tindakan cyberbullying.

Sehingga cyberstalking dan cyberbullying merupakan jenis tindakan yang sama. Karakteristik cyberstalking juga dapat kita lihat dari tiga elemen utama, yaitu niat, obsesi, dan perilaku yang menakutkan. Niat adalah tujuan atau motivasi dari pelaku untuk melakukan tindakan cyberstalking.

Niat cyberstalking biasanya termotivasi oleh obsesi dan keinginan untuk mengontrol atau mengancam seseorang. Obsesi dalam cyberstalking dapat membuat pelaku terus mengikuti atau memantau sasaran secara online. Perilaku cyberstalking sering kali menakutkan atau mengintimidasi sasaran, dan dapat membuat mereka merasa tidak aman dan terganggu.

Dalam beberapa kasus pelaku cyberstalking merupakan orang yang korban kenal seperti pelaku dari mantan pasangan yang masih memiliki perasaan terhadap korban dan menggunakan internet untuk terus menghubungi, mengintai, dan mengirimkan pesan.

Tetapi ada juga pelaku cyberstalking yang memiliki motivasi tertentu untuk melakukan tindakan tersebut seperti pelaku dengan motivasi untuk menggoda, pemerkosaan, balas dendam dan pencurian identitas korban melalui teknologi internet dengan cara mengganggu, mengikuti, dan mengawasi korban dengan tujuan untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti korban.

Kasus Cyberstalking

Dalam beberapa kasus, pelaku cyberstalking dapat menggunakan teknologi seperti GPS untuk melacak lokasi korban atau menggunakan aplikasi media sosial untuk mengumpulkan informasi pribadi korban.

Hal ini dapat mengakibatkan korban merasa terus kita awasi dan mengalami perasaan ketakutan dan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, sangat penting bagi korban untuk segera melaporkan tindakan cyberstalking kepada pihak berwajib dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi diri sendiri.

Meskipun keduanya melibatkan tindakan kekerasan daring, dari beberapa pengertian dan karakteristik di atas dapat kita lihat perbedaan antara cyberbullying dan cyberstalking. Motivasi pelaku cyberbullying biasanya untuk menjatuhkan atau merendahkan korban, sedangkan pelaku cyberstalking bertujuan untuk mengontrol atau meresahkan korban.

Cyberbullying biasanya berpusat pada korban yang masih di sekolah atau lingkungan sekitarnya. Sedangkan cyberstalking sering kali mengarah pada orang yang tidak pelaku kenal secara langsung dan dapat terjadi dalam berbagai situasi.

Cyberstalking cenderung memiliki jangka waktu yang lebih lama dari pada cyberbullying. Cyberstalking dapat terus berlanjut selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, sedangkan cyberbullying biasanya lebih singkat.

Ancaman Fisik

Cyberstalking seringkali melibatkan ancaman fisik atau bahkan tindakan kekerasan langsung, sedangkan cyberbullying biasanya hanya melibatkan tindakan verbal atau psikologis. Cyberstalking seringkali dapat dianggap sebagai kejahatan dan dapat dituntut secara hukum. Sedangkan cyberbullying belum selalu diatur dalam undang-undang tergantung dari kebijakan suatu negara.

Karakteristik dari kedua tindakan juga berbeda. Seperti yang telah saya bahas sebelumnya, karakteristik cyberbullying meliputi niat, kekuasaan, dan repetisi. Sedangkan karakteristik cyberstalking meliputi niat, obsesi, dan perilaku yang menakutkan.

Sebagai seorang perempuan sekaligus orangtua seharusnya memberikan semangat dan dukungan untuk mampu mendidik dan memantau tumbuh kembang buah hati mereka. Oleh sebab itu, sebagai orangtua atau netizen, sebaiknya cerdas dalam bermedia dan beretika dalam bermedia sosial.

Setiap kata dan kalimat yang kita tuliskan dan menyakitkan seseorang menjadi tanggungjawab dan resiko yang nantinya akan ia terima. Kita tidak asing dengan istilah jarimu adalah harimaumu. Oleh karena itu, kita harus benar-benar waspada dalam memberikan komentar. Apalagi komentar yang menyakiti hati seseorang dan mengganggu mental individu tersebut. []

Tags: cyberbullyingcyberstalkingmediamenghadapisosialtips

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
This work is licensed under CC BY-ND 4.0
RATNA SARI

RATNA SARI

Lahir di Desa Sementara Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Ratna saat ini berprofesi sebagai Penyuluh Agama Islam Kec. Pantai Cermin. Saat ini, Ratna Sari sedang menjalani program Pascasarjana pada Fakultas FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi USU yang diperoleh melalui proses seleksi Beasiswa dari KOMINFO, dan merupakan mahasiswa satu-satunya non PNS yang menjadi perwakilan Kementerian Agama Serdang Bedagai.

Related Posts

Kesehatan
Pernak-pernik

Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

25 Januari 2026
Seksualitas sebagai
Pernak-pernik

Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

25 Januari 2026
Persoalan Sosial
Publik

Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial

17 Januari 2026
Kerusakan Lingkungan
Publik

Kerusakan Lingkungan Berdampak Luas pada Ekonomi, Sosial, dan Budaya Masyarakat

14 Januari 2026
Islam
Publik

Islam, Perubahan Sosial, dan tantangan Aktivis Perempuan

9 Januari 2026
Kehidupan Sosial
Publik

Memaknai Tauhid dalam Kehidupan Sosial

8 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Refleksi Buku Aku Jalak, Bukan Jablay; Janda, Stigma, dan Komitmen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi
  • Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan
  • Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi
  • Refleksi Buku Aku Jalak, Bukan Jablay; Janda, Stigma, dan Komitmen
  • Islam Mengakui Kerja Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Disabilitas
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0