Rabu, 28 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    Fiqh al-Murūnah

    Fiqh al-Murūnah dan Hak Digital Disabilitas

    Joko Pinurbo

    Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    Penggembala

    Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    Kerja adalah sedekah

    Kerja Perempuan Bernilai Sedekah

    Pelaku Ekonomi

    Perempuan sebagai Pelaku Ekonomi Sejak Awal Islam

    Spiritual Ekologi

    Kiat Spiritual Ekologi Rasulullah dalam Merawat Alam

    Iddah

    Iddah sebagai Masa Pemulihan, Bukan Peminggiran

    iddah

    Perempuan, Iddah, dan Hak untuk Beraktivitas

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan

    WKRI

    WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    Teologi Tubuh Disabilitas

    Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    Tadarus Subuh

    Tadarus Subuh ke-178: Melakukan Kerja Rumah Tangga

    Fiqh al-Murūnah

    Fiqh al-Murūnah dan Hak Digital Disabilitas

    Joko Pinurbo

    Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

    Gotong-royong

    Gotong-royong Merawat Lingkungan: Melawan Ekoabelisme!

    Korban Kekerasan

    Mengapa Perempuan Disabilitas Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan Seksual?

    Labiltas Emosi

    Mengontrol Labilitas Emosi, Tekanan Sosial, dan Jalan Hidup yang Belum Terpetakan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ummu Syuraik

    Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

    Perempuan Kaya

    Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    Kerja Perempuan

    Islam Mengakui Kerja Perempuan

    Penggembala

    Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    Kerja adalah sedekah

    Kerja Perempuan Bernilai Sedekah

    Pelaku Ekonomi

    Perempuan sebagai Pelaku Ekonomi Sejak Awal Islam

    Spiritual Ekologi

    Kiat Spiritual Ekologi Rasulullah dalam Merawat Alam

    Iddah

    Iddah sebagai Masa Pemulihan, Bukan Peminggiran

    iddah

    Perempuan, Iddah, dan Hak untuk Beraktivitas

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Pendidikan dan Marginalisasi Perempuan

Salingers yang juga seorang pendidik, mari turut menggemakan teladan pemimpin laki-laki dan perempuan secara seimbang

Erfin Walida by Erfin Walida
9 Januari 2024
in Publik
A A
0
Marginalisasi Perempuan

Marginalisasi Perempuan

1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Pendidikan yang seharusnya mendukung keadilan yang sama bagi laki-laki dan perempuan, nyatanya masih mendiskriminasi perempuan. Buku-buku pendidikan, sistem pengelolaan pendidikan, hingga oknum penggerak roda pendidikan masih kerap memarginalisasi perempuan. Entah sengaja atau tidak.

Saya seorang guru agama di  sebuah lembaga pendidikan. Suatu hari, saya mendapat keluhan dari ketua panitia kegiatan keagamaan. Ia mengaku kesulitan mencari nama sahabat perempuan untuk nama kelompok. “Sudah kubuka buku-buku sejarah bahkan situs online, tapi masih kurang banyak!” cecar teman saya. 

Pengalaman ini membuat saya sadar akan kurangnya sejarah perempuan di tengah masyarakat. Khususnya di lembaga pendidikan. Ambillah contoh buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas III SD terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020.

Materi yang bertajuk Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad Saw menceritakan pertumbuhan Rasulullah sepeninggalan ibunya. Kita pun tahu bahwa selanjutnya Rasulullah diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthallib, kemudian pamannya, Abu Thalib. Tidak satu pun menyoal perempuan. Apakah ini indikasi marginalisasi perempuan di ranah pendidikan?

Perempuan dalam Sejarah Islam

Pernahkah muncul di benak kita sebuah pertanyaan tentang siapa istri  Abdul Muthallib dan Abu Thalib? Padahal, sosok kakek yang membesarkan cucu tak akan lepas dari asuhan nenek. Begitu pula seorang paman tak akan mungkin merawat ponakannya tanpa bantuan si bibi. Saya jadi penasaran, di mana narasi sejarah perempuan ini terkubur?

Ahmad Al-Hilali dalam kitabnya Mu’jam A’lamun Nisa’ Fil Qur’an (Ensiklopedia Perempuan dalam Al-Qur’an) mengisahkan tentang Fatimah binti Asad. Istri Abu Thalib ini adalah salah satu perempuan muhajirin pada awal perintah hijrah.

Ia sosok ibu bagi Rasulullah sebagai pengganti Aminah. Fatimah binti Asad lah yang memenuhi bejana kasih sayang Rasulullah pada masa kanak-kanak hingga masa mudanya. Ibu Ali bin Abi Thalib ini pun menjadi wanita pertama yang dibaiat setelah turunnya Surat Al-Mumtahanah ayat 12.

Betapa penting perannya dalam kehidupan Rasulullah. Namun sayang, narasi sejarah seolah memarjinalkan perempuan, khususnya sirah sahabat perempuan ini. Termasuk dalam pelajaran sejarah di sekolah.

Buku SKI kelas VI SD juga menyoal kehidupan Khulafaur Rasyidin.  Kepemimpinan empat khalifah ini menjadi teladan yang tak lekang oleh zaman. Sehingga tak jarang empat nama ini kerap muncul dalam pembelajaran atau pengajian yang membahas perihal pemimpin ideal.

Namun, bagaimana dengan sosok pemimpin perempuan pada masa Rasulullah? Apakah ini menjadi alasan yang pantas untuk tidak menyisipkan kisah perempuan dalam buku sejarah?

Aisyah Memprotes Sahabat yang Memarginalkan Perempuan

KH Husein Muhammad dalam bukunya yang berjudul Perempuan Ulama di Panggung Sejarah menyampaikan bahwa banyak perempuan yang memiliki peran penting dalam sejarah Rasulullah. Aisyah contohnya. Selain banyak meriwayatkan hadits, istri Rasulullah Saw ini adalah sosok perempuan pendidik. Lebih dari 160 ulama laki-laki terkemuka yang berguru kepadanya. Ia pernah mengkritik beberapa sahabat. Salah satunya Abu Hurairah yang mengutip perkataan Rasulullah yang dianggap memarginalkan perempuan. 

Pemimpin perempuan ini pun pernah menjadi pangima Perang Jamal demi menuntut keadilan untuk kematian Khalifah Utsman. Ia berkhutbah di hadapan banyak orang. Dengan kesedihan mendalam, beliau mengobarkan semangat umat muslim untuk menuntut hukuman bagi pelaku pembunuhan tersebut. Beliau juga menganjurkan mereka bersatu dan berdamai.

Sosok dua tokoh perempuan di atas merupakan secuil dari banyaknya perempuan berpengaruh yang patut dijadikan teladan. Namun sayangnya, narasi sejarah perempuan tidak dipopulerkan sebanyak laki-laki. 

Marginalisasi Perempuan di Lembaga Pendidikan

Budaya memosisikan laki-laki sebagai ordinat dan perempuan sebagai subordinat memang masih menggejala di mana-mana. Tak terkecuali di dunia pendidikan, lebih khusus lagi di lingkungan sekolah. Misalnya, berapa perbandingan antara guru perempuan dan guru laki-laki yang menduduki posisi strategis seperti kepala sekolah?

Perempuan memang mendominasi jumlah guru di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, pada semester ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 terdapat 3,3 juta guru di seluruh Indonesia. Dari total populasi guru nasional, sebanyak 2,36 juta atau 70,84% adalah perempuan. 

Fakta itu turut diperkuat data Innovation for Indonesia’s School Childen (INOVASI) bahwa perempuan mendominasi jumlah guru sekolah dasar di Indonesia. Dari total sekitar 1,4 juta guru SD dengan persentase 70% di antaranya adalah perempuan. Namun, hanya 30% dari jumlah Sekolah Dasar dan kurang dari 20% dari madrasah yang memiliki kepala sekolah perempuan.

Porsi guru laki-laki dalam jajaran pimpinan di sekolah pun lebih banyak daripada guru perempuan. Contoh paling dekatnya adalah sekolah tempat saya mengajar. Dari 18 orang pimpinan, hanya 5 perempuan yang masuk dalam jajaran pimpinan.

Itupun diletakkan di posisi yang kurang strategis seperti bendahara sekolah dan sekretaris dari kepala-kepala urusan. Guru laki-laki kerap menjadi kunci dalam pemutusan kebijakan. Sedangkan guru perempuan sibuk dengan administrasi dan urusan domestik. Akibatnya saat guru perempuan udzur, guru laki-laki pun kelabakan, juga sebaliknya.

Keluar dari Pendidikan yang Memarginalkan

Inilah pentingnya kesalingan dalam pembagian peran. Tak harus selamanya perempuan mengurusi domestik saja. Sebaliknya laki-laki pun perlu belajar menangani hal ini agar sama-sama bisa bekerjasama dalam relasi yang adil dan saling menguatkan. Narasi sejarah yang memberi ruang keadilan antara perempuan dan laki-laki seharusnya bisa kita upayakan bersama.

Salah satu cara untuk keluar dari marginalisasi perempuan dalam dunia pendidikan adalah dengan cara menghidupkan dan menyebarkan tentang sejarah perempuan. Sejarah peremuan belum mendapat ruang dalam mata pelajaran sejarah peradaban datau sejarah kebudayaan Islam. Sehingga perlu peran pendidik, penulis buku pendidikan, sistem pendidikan, serta stakeholder untuk bekerjasama menggaungkan sejarah perempuan.

Tujuannya adalah untuk menggerus marginalisasi terhadap perempuan di ranah pendidikan. Karena sejarah tentang pahlawan atau tokoh laki-laki masih kerap mendominasi.

Salingers yang juga seorang pendidik, mari turut menggemakan teladan pemimpin laki-laki dan perempuan secara seimbang. Juga mengimplementasikan pengarusutamaan kedilan dalam ruh pendidikan. Agar terwujud pendidikan yang berkeadilan tanpa deskriminasi terhadap siapapun. []

 

Tags: MarginalisasipendidikanPendidikan SejarahperempuanSejarah Perempuan

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
This work is licensed under CC BY-ND 4.0
Erfin Walida

Erfin Walida

Pendidik dan aktivis Nasyiah. Tertarik dengan isu pendidikan, agama, dan gender.

Related Posts

Ummu Syuraik
Pernak-pernik

Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi

28 Januari 2026
Perempuan Kaya
Pernak-pernik

Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

28 Januari 2026
Kerja Perempuan
Pernak-pernik

Islam Mengakui Kerja Perempuan

28 Januari 2026
WKRI
Publik

WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

28 Januari 2026
Penggembala
Pernak-pernik

Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

28 Januari 2026
Kerja adalah sedekah
Pernak-pernik

Kerja Perempuan Bernilai Sedekah

27 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Aku Jalak Bukan Jablay

    Refleksi Buku Aku Jalak, Bukan Jablay; Janda, Stigma, dan Komitmen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tuhan Tidak Sedang Bereksperimen: Estetika Keilahian dalam Teologi Tubuh Disabilitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WKRI dan Semangat dalam Melayani Gereja dan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Penggembala pada Masa Nabi Muhammad Saw

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Ummu Syuraik, Perempuan Kaya yang Diakui dalam Hadis Nabi
  • Nyadran Perdamaian: Belajar Hidup Bersama dalam Perbedaan
  • Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi
  • Refleksi Buku Aku Jalak, Bukan Jablay; Janda, Stigma, dan Komitmen
  • Islam Mengakui Kerja Perempuan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Disabilitas
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0