Kamis, 12 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Board of Peace

    Board of Peace yang Menjadi Board of War: Bagaimana Posisi Indonesia?

    Nuzulul Qur'an

    Nuzulul Qur’an dan Jalan Panjang Pemberdayaan Perempuan

    Keadilan Relasi

    Pelajaran dari Masa Lalu: Dekonstruksi Ego Laki-laki demi Keadilan Relasi

    Kisah Difabel

    Kisah Difabel; Paradoks Hiburan dalam Perbedaan

    Belajar Empati

    Belajar Empati dari Tauhid: Membaca Ulang Relasi dengan Disabilitas

    Ramadan di Era Media Sosial

    Ramadan di Era Media Sosial: Ketika Ibadah Berubah Menjadi Konten

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (3): Sebelum Menjadi “Kita”

    Hafiz Indonesia

    Hafiz Indonesia, Ramadan dan Disabilitas Penghafal Al-Qur’an

    International Women’s Day 2026

    Refleksi International Women’s Day 2026: Di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketaatan Suami Istri

    Ketaatan dalam Relasi Suami Istri Harus Berlandaskan Keadilan

    Ketaatan Suami Istri

    Langkah Mubadalah Menilai Ketaatan dalam Relasi Suami Istri

    Relasi Suami Istri

    Relasi Suami Istri dan Gagasan Kemandirian Perempuan

    Ketaatan Istri

    Ketika Ketaatan Istri Dipahami Secara Sepihak

    Perkawinan

    Perdebatan Ketaatan Istri dalam Relasi Perkawinan

    Larangan Melakukan Kerusakan di Bumi

    Al-Qur’an Tegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Peperangan

    Islam Tetapkan Etika Ketat dalam Peperangan

    Perang

    Perang dalam Islam Dipahami sebagai Tindakan Membela Diri

    Konflik

    Al-Qur’an Tawarkan Jalan Dialog dalam Menyelesaikan Konflik

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Board of Peace

    Board of Peace yang Menjadi Board of War: Bagaimana Posisi Indonesia?

    Nuzulul Qur'an

    Nuzulul Qur’an dan Jalan Panjang Pemberdayaan Perempuan

    Keadilan Relasi

    Pelajaran dari Masa Lalu: Dekonstruksi Ego Laki-laki demi Keadilan Relasi

    Kisah Difabel

    Kisah Difabel; Paradoks Hiburan dalam Perbedaan

    Belajar Empati

    Belajar Empati dari Tauhid: Membaca Ulang Relasi dengan Disabilitas

    Ramadan di Era Media Sosial

    Ramadan di Era Media Sosial: Ketika Ibadah Berubah Menjadi Konten

    Ngaji Manba’us-Sa’adah

    Ngaji Manba’us-Sa’adah (3): Sebelum Menjadi “Kita”

    Hafiz Indonesia

    Hafiz Indonesia, Ramadan dan Disabilitas Penghafal Al-Qur’an

    International Women’s Day 2026

    Refleksi International Women’s Day 2026: Di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketaatan Suami Istri

    Ketaatan dalam Relasi Suami Istri Harus Berlandaskan Keadilan

    Ketaatan Suami Istri

    Langkah Mubadalah Menilai Ketaatan dalam Relasi Suami Istri

    Relasi Suami Istri

    Relasi Suami Istri dan Gagasan Kemandirian Perempuan

    Ketaatan Istri

    Ketika Ketaatan Istri Dipahami Secara Sepihak

    Perkawinan

    Perdebatan Ketaatan Istri dalam Relasi Perkawinan

    Larangan Melakukan Kerusakan di Bumi

    Al-Qur’an Tegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

    Peperangan

    Islam Tetapkan Etika Ketat dalam Peperangan

    Perang

    Perang dalam Islam Dipahami sebagai Tindakan Membela Diri

    Konflik

    Al-Qur’an Tawarkan Jalan Dialog dalam Menyelesaikan Konflik

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom

Belajar Berumah Tangga dari ‘Manuk Dara Sepasang’

Alifatul Arifiati by Alifatul Arifiati
19 Desember 2022
in Kolom
A A
0
berumah tangga

berumah tangga

8
SHARES
422
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Lirik lagu Manuk Dara Sepasang ini terlihat sangat sederhana, tetapi jika kita dalami amanat yang terkandung, memiliki makna penting untuk kita renungkan dan implementasikan dalam kehidupan rumah tangga.

Mubadalah.id – Akhir-akhir ini saya diresahkan oleh situasi relasi berumah tangga orang-orang di sekitar saya. Berselisih paham tentulah hal biasa. Tidak setuju dengan apa yang pasangan lakukan juga hal yang lumrah. Tetapi jika konflik yang terus-menerus tanpa dilakukan penyelesaian hingga berujung perpisahan, adalah hal yang saya sayangkan dan khawatirkan.

Sebagai ‘pemula’ dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, ada ketakutan “apakah kami, saya dan pasangan, mampu melewati setiap riak kehidupan bersama?”.

Walaupun belum tentu perpisahan akan mendatangkan keburukan, pun belum tentu tetap melanjutkan relasi rumah tangga akan mendatangkan kebaikan. Kekhawatiran itu tetap saja muncul.

“Berumah tangga itu gampang-gampang susah”, begitu kata seorang teman di suatu kesempatan. Saya pun mengamininya. Berumah tangga akan susah jika kita tidak memosisikan pasangan kita sebagai mitra dalam membangun rumah tangga yang menuju baiti jannati. Karena kita akan terjebak pada tanggung jawab kita yang terasa berat.

Namun jika kita menempatkan pasangan sebagai rekan dalam menciptakan ‘rumahku surgaku’, maka berumah tangga akan terasa ringan. Seringan memberikan senyuman hangat kepada pasangan di pagi hari ketika kita bangun tidur. Dengan begitu, kita akan mencapai puncak ‘rumahku surgaku’ seperti yang dituliskan Kang Faqihuddin Abdul Kodir dalam http://mubaadalah.com/2017/07/tiga-level-rumahku-surgaku/.

Dunia rumah tangga seringkali menjadi inspirasi dalam penciptaan karya seni, tak terkecuali musik pantura (wilayah pantai utara). Kita biasa menyebutnya tarling (musik yang didominasi perpaduan antara gitar dan suling). Banyak sekali lagu-lagu Cirebonan yang mengambil cerita dan petuah dari masyarakat lokal. Dari mulai cerita tentang buruh migran, cinta anak muda, dan banyak pula yang menceritakan relasi suami-istri.

Salah satu lagu dari yang terakhir saya sebutkan berjudul “Manuk Dara Sepasang”, yang diciptakan sekaligus dinyanyikan oleh penyanyi (alm) Mimi Dariyah, musisi tarling terkenal pada medio 90-an. Orang Cirebon dan sekitarnya yang dewasa pada dekade tersebut pasti tidak asing dengan lagu ini.

Begini liriknya:

Manuk Dara Sepasang
Rasa seneng sun nyawang manuk dara sepasang
katone bebas pisan ora akeh pikiran
mangan dadak luru tapi ora ilok padu
iku pertandane wong loro pada setia
wis tentu uripe bakal nemu bahagia
(senang sekali aku melihat sepasang burung merpati
Seperti bebas dan tidak banyak yang dipikirkan
Makan mendadak mencari tapi tidak pernah bertengkar
Itu tanda dua orang yang saling setia
Sudah pasti hidupnya akan menemukan bahagia)

Kula rasa kesirian pengen duwe pasangan
(aku iri ingin mempunyai pasangan)

Lamun kula oli jodo
Manuk dara kanggo conto
Rumah tangga siji sarate
Slalu ngampura kesalahane
(kalau saya mendapatkan jodoh
Burung merpati akan menjadi contoh
Syaratnya berumah tangga itu satu
Yaitu selalu memaafkan kesalahan)

Lanang dugal wadone aja ninggal
Wadon ngumbangi lanange aja ngladeni
Ora bakal nemoni tukar
Asal sabar lan Tuwekal
(suami marah istri jangan meninggalkan
Istri memarahi suami jangan acuhkan
Tidak akan bertengkar
Asalkan sabar dan tawakal)

Pedoman rumah tangga nasehate wong tua  
(pedoman rumah tangga nasehat orang tua)

Lirik lagu Manuk Dara Sepasang ini terlihat sangat sederhana, tetapi jika kita dalami amanat yang terkandung, memiliki makna penting untuk kita renungkan dan implementasikan dalam kehidupan rumah tangga.

Lagu  ini menyampaikan pesan, dalam relasi suami-istri, hal yang paling penting adalah menjaga kesetiaan, dengan cara saling memaafkan, tidak memegang ego masing-masing dan mempertahankan komunikasi yang baik. Ketika pasangan kita sedang marah, hal yang harus kita lakukan bukanlah merespon kemarahan dengan kemarahan yang lain, tetapi menunggu kemarahan tersebut reda, dan mulailah saling bicara untuk menyelesaikan persoalan.

Belajar memang tidak harus melalui bangku sekolah, buku pelajaran, perpustakaan, dunia akademik lainnya. Apalagi belajar berumah tangga, bahkan lagu pantura-an yang sering dengan ringan mulut kita mengikuti liriknya, jempol kaki kita mengikuti ketukan musiknya, ternyata memberikan sebuah pijakan untuk menjalin relasi yang setara dengan pasangan kita.

Tags: Alifatul ArifiatiDariyahLagu PanturaManuk Dara SepasangRelasi suami-isteriTarling
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Pesimisme Akut: Deklarasi Partai Aneh dan Program ‘Nyleneh’

Next Post

Ilustrasi Laki-laki Setia

Alifatul Arifiati

Alifatul Arifiati

Staf Program Islam dan Gender di Fahmina Institute

Related Posts

Tarling Dangdut
Featured

Kecintaan Gus Dur pada Musik Tarling Dangdut

18 Juni 2024
Gus Dur Suka Musik Tarling Khas Cirebon-Indramayu
Kolom

Gus Dur Suka Musik Tarling Khas Cirebon-Indramayu

21 November 2022
istri itu bukan pembantu
Kolom

Istri itu Bukan Pembantu Menurut Islam

15 November 2022
Stereotip Perempuan Indramayu
Kolom

Stereotip Perempuan Indramayu

23 November 2022
Rasulullah Pernah Berdebat dengan Istrinya
Aktual

Apakah Rasulullah Pernah Berdebat dengan Istrinya?

28 November 2022
Pemikiran Cak Nun
Khazanah

Pemikiran Cak Nun tentang Relasi Manusia

2 Oktober 2024
Next Post
laki-laki setia

Ilustrasi Laki-laki Setia

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Ketaatan dalam Relasi Suami Istri Harus Berlandaskan Keadilan
  • Board of Peace yang Menjadi Board of War: Bagaimana Posisi Indonesia?
  • Langkah Mubadalah Menilai Ketaatan dalam Relasi Suami Istri
  • Nuzulul Qur’an dan Jalan Panjang Pemberdayaan Perempuan
  • Relasi Suami Istri dan Gagasan Kemandirian Perempuan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0