Senin, 15 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Sebab Menikah Bukan Persoalan Gampang

Buku ini cocok untuk menjadi bacaan pendamping bagi siapa pun yang ingin mempersiapkan diri untuk menikah

Vira Cantika by Vira Cantika
29 Juni 2024
in Buku
A A
0
Sebab Menikah

Sebab Menikah

22
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Seperti kanan dan kiri, bulan dan matahari, Langit dan Bumi, maka Allah ciptakan pula perempuan dan laki-laki. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” 

(Q.S. Adz-Dzariyat: 49).

Mubadalah.id – Menikah, bagi sebagian Muslim, menjadi bagian penting dalam fase hidupnya. Menikah disebut sebagai bagian dari penyempurnaan separuh agama. Salah satu hal sakral yang harapannya cukup sekali seumur hidup. Karena itu, banyak orang menganggap bahwa menikah menjadi hal yang mesti kita persiapkan sematang mungkin untuk mencapai harapan yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Berkaitan dengan itu, Seni Menanti karya Syasqia Nur Jaffira, dkk ini membahas hal-hal yang mesti seseorang persiapkan sebelum memilih untuk menikah. Bagian pertama buku ini berisi tentang gambaran saat rumah tangga sebagai bagian beribadah.

Dewasa ini cerita mengenai kehidupan rumah tangga sangat mudah sekali diketahui oleh khalayak banyak. Mulai dari kisah yang menyenangkan, mengharukan bahkan yang mengenaskan juga ada. Menurut penulis buku ini, perjalanan menyempurnakan separuh agama bukan perkara mudah.

Sebab menikah,  kita akan menghabiskan usia untuk melakukan ibadah terpanjang dalam hidup bersama seseorang yang belum sepenuhnya kita kenal. Banyak yang siap nikah, tapi belum tentu siap berumah tangga. Kehidupan saat terikat dengan pernikahan bukan lagi soal aku dan kamu, tapi soal kita. Agama adalah pondasi awal yang mengantarkan kita ke fase hidup bersama.

Persiapan Memasuki Kehidupan Baru

Setelah itu, bagian kedua buku ini bercerita tentang persiapan untuk memasuki bab kehidupan baru setelah menikah. Sebagai manusia yang diberikan nafsu, syahwat biologis harus kita tahan biar tidak berkelanjutan dan merugikan. Jika belum mampu menikah, agama menganjurkan untuk berpuasa.

Bagi sebagian orang, kelajangan membuat diri tak seimbang dan merasa tak genap. Karena itu, perlu banyak hal yang harus kita perhatikan sebelum memutuskan dengan siapa kita akan menikah. Jangan buru-buru menikah karena kita harus melihat bagaimana sifat, sikap, pandangan agama orang tersebut.

Saat memilih pasangan, ada beberapa hal yang mesti cocok dan setara. Baik setara yang  berkaitan dengan mental, selera humor, sikap, dan bahkan finansial. Hanya dengan orang yang setara, potensi konflik yang terjadi bisa kita minimalisir sedikit mungkin.

Setelah memaparkan berbagai hal yang mesti dipersiapkan seseorang yang akan menikah, di bagian ketiga buku ini menceritakan apa yang perlu dilakukan saat seseorang melangsungkan pernikahan. Pernikahan bagi sebagian orang bukan sekadar ijab-qabul, melainkan juga soal perayaan atau resepsi.

Pernikahan

Resepsi pernikahan sering kali berlangsung dengan meriah, walaupun banyak pula yang sebenarnya dengan keuangan pas-pasan. Perayaan pernikahan dianjurkan harus sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing orang.

Alih-alih kita paksakan dan akhirnya malah menimbulkan masalah lanjutan, momen berbahagia tersebut hendaknya berlangsung dengan sederhana dan disesuaikan kemampuan masing-masing orang yang sudah kedua belah pihak mempelai sepakati. Memaksa perayaan yang mewah hanya karena gengsi, sering kali membuat lupa dari apa yang semestinya lebih utama dari sebuah pernikahan.

Islam pun mengajarkan untuk bersikap sesuai kemampuan diri. Buku ini menceritakan mengapa harus hidup sederhana dan cenderung berat? Karena kenikmatan berlebih dapat melemahkan tubuh, terkuasai nafsu, dan membekukan kasih sayang, dengan  sederhana kita dapat lebih banyak berbagi bagi sesama.

Dalam pernikahan, posisi suami menjadi titik sentral. Karena itu, dalam bagian keempat buku ini membahas bagaimana peran suami dalam pernikahan. Suami menurut pandangan hukum legal di Indonesia adalah sebagai kepala keluarga yang menjadi penanggung jawab nafkah istri dan seluruh anggota keluarga.

Selain itu, Al-Qur’an juga memaparkan dalam Surat An-Nisa Ayat 34 bahwa “laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” Suami dan juga istri berkewajiban untuk menjaga marwah pernikahan dalam sebuah komitmen yang kuat.

Menilik Komitmen dan Visi Misi Pernikahan

Komitmen seorang suami bisa kita teladani dari kisah Abu Utsman Al-Hirri. Kisah yang tersarikan dari kitab Shifat ash-Shafwah karya Ibnu al-Jauzi itu menceritakan bagaimana Abu Utsman Al-Hirri menikahi seorang istri dengan keterbatasan fisik.

Selama 15 tahun Abu Utsman menemani sang istri walau berbagai celaan datang kepadanya, bahkan celaan yang datang dari keluarga terdekatnya sendiri. Hingga akhir hayat istrinya, Abu Utsman berhasil memenuhi tekad dan komitmennya untuk selalu menemani orang yang ia cintai.

Setelah belajar tentang komitmen, di bagian kelima, buku ini menceritakan soal visi dan misi pernikahan. Visi dan misi menjadi sesuatu yang sangat esensial karena hal ini yang akan menentukan sampai mana pernikahan tersebut akan berlayar. Jika hal-hal mendasar sudah kita bicarakan seperti pembagian tugas rumah tangga, dan sudah jadi sistem bagi keluarga, maka setiap kesulitan yang terjadi bisa memperkuat pondasi keluarga.

Selain soal suami dan visi-misi sebuah pernikahan, kurang lengkap jika tidak membahas bagaimana seharusnya menjadi seorang istri. Dalam bagian keenam buku ini menjelaskan bagaimana seharusnya seorang istri menjadi teman sepanjang hayat bagi suami.

Karena itu, untuk mencapai sakinah (tenteram dan bahagia), posisi istri menjadi yang cukup signifikan untuk kita bicarakan, termasuk soal pembagian tugas rumah tangga hingga soal mau hamil atau menundanya atau bahkan memilih untuk tidak ingin mempunyai anak. Hal ini perlu kita bicarakan di awal perkenalan sebelum memutuskan untuk menikah.

Melatih Kemandirian Berumah Tangga

Ada sebuah nasihat ibu kepada anak perempuannya bahwa jika sudah menikah, hendaknya mengabdikan diri pada suaminya entah bagaimanapun perangainya. Namun, nasihat ini pun perlu batasan jelas untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan dan berpotensi mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Karena itu, posisi suami dan istri tidak ada yang lebih rendah satu sama lain. Sebab, Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah: 187 menyatakan bahwa “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu.”

Kehidupan dalam berumah tangga tidak selalu berjalan mulus dan bahkan sering kali penuh rintangan. Karena itu, dalam bagian ketujuh buku ini memaparkan berbagai hal yang menyebabkan runtuhnya bangunan rumah tangga.

Saat berumah tangga, sepasang suami-istri perlu mandiri untuk tidak menggantungkan keputusan penting bersama dengan orang-orang terdekat. Selain melatih kemandirian dalam berumah tangga berdasarkan keputusan berdua, hal ini sebagai upaya untuk menghindari konflik dengan keluarga terdekat.

Rumah tangga dijalani berdua antara suami-istri dan karena itu, mereka berdualah yang memutuskan segala persoalan internal rumah tangga. Orang lain, bahkan orang terdekat, cukup sekadar kita minta usulan atau saran.

Pentingnya Iffah atau Menjaga Diri

Dari berbagai anjuran yang terbahas dalam buku ini, iffah atau menjaga diri ini menjadi hal utama, baik sebelum maupun sudah menikah. Menjadi diri yang mampu menjaga harga diri bukan perkara mudah. Al-Qur’an mengabadikan kisah Nabi Yusuf yang tetap teguh menjaga harga dirinya dari godaan Zulaikha.

Nabi Yusuf memilih penjara daripada harus menjatuhkan dirinya ke dalam hubungan yang tidak sah. Bunda Maryam menjaga kehormatan dan kesuciannya dengan tidak pernah membiarkan seorang ikhwan bukan mahram menyentuhnya.

Selain kisah Nabi Yusuf, ada banyak kisah lain yang menceritakan seseorang saat iffah atau menjaga diri. Mulai dari kisah Nashr bin Hajjaj yang tampan luar biasa hingga memilih untuk mengasingkan diri dari sebuah perkampungan, hingga kisa Ummu Jufar yang berdoa kepada Allah agar auratnya selalu tertutup saat penyakit ayannya kambuh.

Dari berbagai hal yang tersampaikan, buku ini menceritakan tentang hal yang perlu kita persiapkan selama masa penantian, juga memberikan insight kehidupan setelah pernikahan.

Buku ini cocok untuk menjadi bacaan pendamping bagi siapa pun yang ingin mempersiapkan diri untuk menikah. Delapan bab buku ini hadir dengan contoh-contoh sederhana yang disarikan dari berbagai sumber dan contoh-contoh sederhana, tapi cukup lugas dan jelas. []

Judul      : Seni Menanti

Penulis   : Syasqia Nur Jaffira, dkk.

Penerbit : Rekombuk

Tebal      : 234 Halaman

Terbit     : 2022

Tags: Buku Setia MenantiCintaJodohpernikahanrumah tanggaSebab Menikah
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Beragam Inspirasi dari Kehidupan Gus Dur

Next Post

Menikah Menjadi Sarana untuk Melakukan Kebaikan

Vira Cantika

Vira Cantika

Vira Prajna Cantika adalah seorang perempuan yang sedang mencoba mengenali dirinya lagi sembari belajar dan berpetualang. "Belajar, sabar, dan lanjutkan" adalah motivasi andalannya. Saat ini tinggal di Jogja, senang berolahraga dan sedang menyelesaikan buku bacaannya. Silakan disapa melalui instagram @vrprajna.

Related Posts

Tadarus Subuh ke-191
Keluarga

Tadarus Subuh ke-191: Dimensi Akhlak dalam Pembahasan Poligami

18 Mei 2026
Irish Murdoch
Personal

Irish Murdoch: Cinta, Perhatian, dan Cara Memahami Orang Lain

12 Mei 2026
Tadarus Subuh ke-189
Keluarga

Tadarus Subuh Ke-189: Nusyuz Adalah Tanggung Jawab Bersama

5 Mei 2026
Keadilan Emosional
Keluarga

Keadilan Emosional dalam Pernikahan: Memahami Beban Afektif dengan Pendekatan Mubādalah

4 Mei 2026
Cinta
Pernak-pernik

Mengapa Laki-Laki dan Perempuan Memandang Cinta secara Berbeda?

27 April 2026
Cinta
Pernak-pernik

Seks di Otak dan Cinta yang Nggak Pernah Sederhana

27 April 2026
Next Post
Sarana Menikah

Menikah Menjadi Sarana untuk Melakukan Kebaikan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya
  • Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?
  • Kisah Perempuan Pekerja Sekaligus Fandom K-Pop dalam Serial Netflix Night Shift for Cuties
  • Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB
  • Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0