Mubadalah.id – Ajaran Islam menempatkan konsep ghaddul bashar sebagai salah satu tuntunan utama dalam praktik isti’faf atau menjaga kehormatan diri. Prinsip ini tercantum dalam Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 30–31 yang memerintahkan laki-laki dan perempuan beriman untuk menundukkan pandangan.
Dalam kajian tafsir dan etika Islam, perintah tersebut tidak dipahami sebatas tindakan fisik menundukkan mata, melainkan juga sebagai pengendalian cara pandang mental dan sosial terhadap orang lain.
Para pengkaji keislaman menilai bahwa makna ghaddul bashar mencakup kontrol terhadap perspektif yang memandang individu lain sebagai manusia utuh, bukan sekadar objek hasrat seksual.
Perspektif ini dianggap penting dalam membangun relasi sosial yang sehat dan berlandaskan penghormatan terhadap martabat manusia. Tanpa perubahan cara pandang, penundukan mata secara fisik tidak cukup untuk mencegah seseorang memandang orang lain secara objektifikatif.
Dalam sejumlah kajian sosial-keagamaan, objektifikasi terhadap perempuan sebagai salah satu faktor yang berkontribusi pada munculnya perilaku pelecehan dan kekerasan seksual.
Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik kekerasan dapat terjadi bahkan ketika perempuan telah memenuhi standar berpakaian yang sesuai dengan norma kesopanan. Hal tersebut menegaskan bahwa akar persoalan tidak semata terletak pada penampilan tetapi pada perspektif dan sikap pelaku.
Konsep ghaddul bashar kemudian dapat kita pahami sebagai instrumen etika yang mendorong individu untuk melihat sesama manusia sebagai subjek penuh dengan dimensi intelektual, sosial, dan spiritual.
Dengan perspektif ini, relasi antarmanusia sebaiknya harus bersikap saling menghormati, bekerja sama. Serta menjaga satu sama lain dari tindakan yang merugikan.
Bahkan, para ulama menempatkan pengendalian pandangan sebagai bagian dari pembentukan akhlak terpuji. Praktik ini kita yakini dapat membantu seseorang membangun disiplin diri dalam interaksi sosial. Sehingga terbentuk karakter yang mampu menjaga kehormatan pribadi sekaligus menghormati orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. []
Sumber tulisan: Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?







































