Mubadalah.id – Perempuan yang hidup dalam kemiskinan menghadapi berbagai kondisi yang berisiko terhadap kesehatan fisik maupun mental. Keterbatasan ekonomi memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari, termasuk lingkungan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan dasar.
Salah satu kondisi yang sering dialami adalah tinggal di lingkungan yang tidak sehat. Banyak perempuan miskin hidup di rumah dengan fasilitas sanitasi yang terbatas serta akses air bersih yang tidak memadai. Kondisi ini meningkatkan risiko terpapar penyakit menular.
Selain itu, keterbatasan ekonomi juga berdampak pada pola konsumsi makanan. Perempuan dalam keluarga miskin sering kali tidak memperoleh asupan gizi yang cukup dan harus menghabiskan waktu serta tenaga untuk mencari bahan pangan yang terjangkau.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup, perempuan juga kerap bekerja dalam kondisi yang tidak aman dengan jam kerja yang panjang. Pekerjaan tersebut tidak hanya melelahkan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan.
Akses terhadap layanan kesehatan juga menjadi tantangan tersendiri. Meskipun terdapat layanan kesehatan yang tersedia, banyak perempuan tidak dapat memanfaatkannya karena keterbatasan waktu, beban kerja, serta tanggung jawab domestik.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya waktu yang dimiliki perempuan untuk merawat diri sendiri. Sebagian besar energi mereka terserap untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga kebutuhan pribadi, termasuk kesehatan, sering terabaikan.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kemiskinan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menciptakan risiko kesehatan yang kompleks bagi perempuan. Upaya penanganan perempuan butuhkan untuk memastikan bahwa ia dapat memperoleh akses yang layak terhadap kebutuhan dasar dan layanan kesehatan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter





































