Mubadalah.id – Kemiskinan tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi perempuan, tetapi juga memengaruhi posisi mereka dalam relasi sosial. Dalam banyak kasus, keterbatasan ekonomi memaksa perempuan bergantung pada pihak lain, terutama laki-laki, untuk mempertahankan kehidupan.
Ketergantungan ini menciptakan situasi yang rentan, di mana perempuan harus menjaga hubungan tersebut demi keamanan ekonomi. Dalam kondisi tertentu, perempuan terpaksa menerima perlakuan yang merugikan demi mempertahankan sumber penghidupan.
Beberapa perempuan menghadapi situasi di mana mereka tidak dapat menolak tindakan kekerasan atau hubungan yang tidak aman karena khawatir kehilangan dukungan ekonomi. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Selain itu, tekanan sosial juga memperburuk keadaan. Perempuan miskin sering kali disalahkan atas kondisi yang mereka alami, sehingga menambah beban psikologis yang harus ditanggung.
Keterbatasan akses terhadap pendidikan dan informasi juga membuat perempuan sulit mencari alternatif untuk keluar dari kondisi tersebut. Tanpa keterampilan dan peluang yang memadai, pilihan yang tersedia menjadi sangat terbatas.
Situasi ini menunjukkan bahwa kemiskinan berkontribusi terhadap terbentuknya relasi sosial yang tidak seimbang. Ketergantungan ekonomi dapat mempersempit ruang bagi perempuan untuk mengambil keputusan yang aman dan sehat bagi hidupnya.
Upaya mengatasi persoalan ini memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan. Dengan meningkatkan akses terhadap pendidikan, keterampilan, serta sumber daya ekonomi, perempuan dapat memiliki posisi yang lebih kuat dalam menentukan pilihan hidupnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter




































