Senin, 26 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    ASEAN Para Games

    Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    Bencana Alam

    Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    Musik untuk Semua

    Musik untuk Semua: Belajar Inklusivitas dari Ruang Konser

    Ocan

    Itu Namanya Apa, Ocan? Berbagi Peran!

    Relasi tidak Sehat

    Memutus Rantai Relasi Tidak Sehat Keluarga

    Pendidikan Perempuan Disabilitas

    Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan

    Pejabat Beristri Banyak

    Menyoal Pejabat Beristri Banyak

    Dialog Lintas Iman

    Dialog Lintas Iman dan Spiritualitas Kepemimpinan Katolik (Part 2)

    Literacy for Peace

    Literacy for Peace: Suara Perempuan untuk Keadilan, HAM, dan Perdamaian

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan masih tabu

    Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    Kesehatan Reproduksi diabaikan

    Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

    reproduksi Manusia

    Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

    Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Perempuan

    Minimnya Pengetahuan Membuat Perempuan Rentan dalam Kesehatan Reproduksi

    Kesehatan

    Kesehatan Reproduksi Perempuan Masih Menghadapi Berbagai Persoalan

    Seks

    Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

    Seksualitas dalam Islam

    Seksualitas dalam Islam: Dari Fikih hingga Tasawuf

    Seksualitas sebagai

    Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Chris Rock dan Alasan Mengapa Kita Membutuhkan Komedi

Setiap orang - di mana pun - selalu melihat komedi sebagai sarana untuk menyampaikan kritik, untuk mendapatkan ketenangan, kesehatan, tawa, juga membangun hubungan sosial yang baik

Fadlan by Fadlan
12 Maret 2021
in Pernak-pernik
0
Komedi

Komedi

119
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“Banyak yang mengatakan bahwa komedian adalah psikopat,” ujar komedian sekaligus novelis Jason Byrne. “Namun, percayalah, dengan komedi, kita akan jadi lebih dekat dengan diri kita yang sebenarnya.”

Mubadalah.id – Beberapa waktu yang lalu saya menonton stand up komedi Chris Rock yang berjudul “Total Blackout” yang dirilis 4 Januari 2021 kemarin di Netflix. Ini bukanlah stand up spesial perdananya di Netflix, namun merupakan versi lengkap dari stand up sebelumnya yang berjudul “Tamborine” yang rilis pada 2018 lalu.

Saya pernah sedikit mengulas komedi tersebut di tulisan saya sebelumnya. Seperti yang sudah saya harapkan, stand up Chris Rock selalu memberikan gagasan unik meskipun harus diakui – cukup kontroversial; Ada banyak hal yang ia kemukakan yang bertentangan dengan norma-norma umum. Misalnya bagaimana pandangannya tentang perilaku buli di sekolah.

Alih-alih menentang, ia justru mendukung perilaku buli di sekolah.

“Maksudku, sekolah harusnya mempersiapkan kita untuk menghadapi hidup. Hidup adalah intinya,” ujarnya. Rock berpikir bahwa buli di sekolah dapat membantu anak-anak untuk belajar tentang dunia yang sebenarnya sehingga mereka dapat belajar bagaimana cara menghadapi realitas dunia yang kejam kelak.

“Maksudku, bagaimana bisa sekolah tidak ada buli di dalamnya? Itulah mengapa banyak anak-anak gendut di sekolah, karena tidak ada yang mau mengambil uang jajan mereka. Kita membutuhkan buli, bro. Buli mengerjakan separuh pekerjaan dan guru mengerjakan separuhnya lagi. Dan hal tersebut akan kalian butuhkan kelak ketika kalian sudah bekerja,” tegasnya.

Tawa penonton pun meledak.

Tentu pandangan tersebut hanyalah candaan semata. Itulah yang unik dari komedi seperti ini. Terus terang saya sangat menikmati stand up ini. Rock mampu menjelaskan masalah-masalah sosial dengan lebih sederhana, unik, dan jenaka. Ia memberikan kita pandangan yang bahkan belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan teori komedi yang dikemukakan oleh Plato dan Hobbes, bahwa kita mustinya menertawakan hidup. Jika itu benar, apakah Rock adalah Socrates di dunia komedi?

Manfaat Komedi

Komedi selalu menawarkan kegembiraan dan tawa apabila kita tengah stres atau merasa tertekan. Lebih-lebih di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Tertawa bisa menjadi terapi yang cocok – yang memungkinkan kita untuk membebaskan diri dari kesedihan dan depresi.

Beberapa ilmuwan bahkan percaya bahwa komedi dapat membantu kita untuk menenangkan pikiran agar kita dapat menghindari respon yang berlebihan – atas segala kecemasan-kecemasan kita laiknya guru bijak yang mampu mencairkan ruang kelas yang tegang.

“Komedi membutuhkan kemampuan berpikir yang melampaui kebiasaan dan kemampuan untuk melihat suatu hal yang orang lain tidak sadari,” kata psikolog Oxford, Victoria Ando.

Ia menambahkan: “Cara berpikir komedi memang berbeda dan cenderung inklusif. Hal ini mencerminkan kekritisan dalam proses berpikir.”

Ketika seluruh dunia tengah menghadapi krisis akibat pandemi global, barangkali ada gunanya jika kita memperhatikan bagaimana beberapa orang menghadapi kegelisahan mereka dengan komedi.

Mari kita ingat, segera setelah berita tentang korona merebak dan membuat banyak orang menjadi ketakutan dan gelisah, banyak meme-meme, cerita, komik, hingga video lucu yang muda kita jumpai di gawai kita. Yang mana bagi saya cukup untuk menjadi penghibur di tengah pandemi saat ini.

Manfaat humor sebagai terapi pikiran sudah diakui oleh banyak budaya di sepanjang sejarah manusia. Para dokter Abad Pertengahan di Eropa pun mendasari praktik mereka dengan prinsip Yunani kuno – bahwa keseimbangan tubuh bergantung pada apa yang mereka sebut sebagai “humor”. Mereka percaya bahwa kesehatan jasmani dan rohani membutuhkan keseimbangan yang harmonis dari “humor” ini.

Selain Yunani kuno, ada juga konsep serupa dalam tradisi pengobatan Tiongkok, yang mana mereka menghubungkan antara kesehatan seseorang dengan sesuatu dalam tubuh mereka yang dikenal sebagai qi – yang berarti energi atau esensi vital; Dengan komedi aliran qi kita akan menjadi lebih bebas dan tenang.

Bahkan saat ini, banyak psikolog atau ahli saraf yang menemukan bahwa ada keterkaitan antara komedi dengan kesehatan tubuh dan mental. Mereka menyatakan bahwa tawa dapat melepaskan suatu zat di otak yang dapat memperbaiki suasana hati dan juga dapat menguatkan mental kita terhadap berbagai macam tekanan.

Selain itu, komedi juga memiliki dimensi sosial. Telah terbukti bahwa tawa itu bisa menular. Lelucon dapat menghilangkan segala bentuk kecemasan, juga memperkuat hubungan antar sesama. Itulah mengapa banyak filsuf yang menilai pentingnya humor dalam hidup manusia, seperti Plato dan Nasruddin Hoja.

Dewasa ini bahkan komedi sudah menjelma dalam berbagai bentuknya – dari meme, hingga anekdot. Di sana setiap orang dapat menertawakan diri mereka sendiri. Hal ini berfungsi laiknya cermin yang dapat membantu kita untuk melihat kekonyolan hidup kita sendiri.

Di Rusia, satire politik dan komedi musik bahkan sudah menjadi kelaziman dan tak jarang dijadikan sebagai senjata ideologis selama era revolusi dan represi. Sementara di Afrika, peran komedi sangat bergantung pada cerita-cerita rakyat di benua tersebut.

Selain itu kita juga bisa menemukan bentuk komedi yang lebih halus di beberapa negara Asia. Di salah satu filmnya, raja komedi Hong Kong, Steven Chow, mencoba untuk memadukan komedi dengan ide cerita yang boleh dikata cukup eksentrik, terutama dalam film-film seperti “Kung Fu Hustle” atau “The God of Cookery”.  

Sementara itu Ang Lee dari Taiwan juga tidak kalah dalam menyajikan kualitas humornya yang lebih lembut sekaligus humanistik dalam “The Wedding Banquet” dan “Eat Drink Man Woman”. Jika komedi Lee menggambarkan nilai-nilai Konfusianisme mengenai etika ‘kegembiraan’, pendekatan Chow justru lebih mirip dengan ajaran Daois. Cukup filosofis memang. Inilah alasan mengapa Chris Rock mengatakan bahwa “komedi adalah filsafat yang terakhir.”

Namun terlepas dari bagaimana pandangan kita terhadap film-film atau tayangan-tayangan komedi tersebut, paling tidak hal ini menunjukkan bagaimana setiap orang – di mana pun – selalu melihat komedi sebagai sarana untuk menyampaikan kritik, untuk mendapatkan ketenangan, kesehatan, tawa, juga membangun hubungan sosial yang baik. Sebagaimana yang dikatakan oleh Victor Borge bahwa “dengan komedi, kita dapat menyatukan jiwa setiap orang dalam tawa yang sama.” []

Tags: humorkehidupankemanusiaanKomediPandemi Covid-19

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Fadlan

Fadlan

Penulis lepas dan tutor Bahasa Inggris-Bahasa Spanyol

Related Posts

reproduksi Manusia
Pernak-pernik

Kesehatan Reproduksi dalam Siklus Kehidupan Manusia

25 Januari 2026
Seks
Pernak-pernik

Seks dan Seksualitas sebagai Bagian dari Kehidupan Manusia

25 Januari 2026
Kerusakan Alam
Pernak-pernik

Kerusakan Alam adalah Masalah Kemanusiaan

25 Januari 2026
Pandji Pragiwaksono
Publik

Pandji Pragiwaksono, Gus Dur, dan Ketakutan pada Tawa

12 Januari 2026
Kekerasan Seksual KUPI
Uncategorized

Fatwa KUPI Soroti Dampak Luas Kekerasan Seksual terhadap Kehidupan Korban

12 Januari 2026
Fatwa KUPI
Publik

KUPI Tetapkan Fatwa untuk Isu Berdampak Besar bagi Kehidupan Perempuan dan Anak

11 Januari 2026
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

    Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Minimnya Pengetahuan Membuat Remaja Rentan Salah Paham soal Kesehatan Reproduksi
  • Kesehatan Reproduksi Masih Dianggap Tabu
  • Disabilitas, ASEAN Para Games, dan Hak Sepanjang Hidup
  • Bencana Alam atau Murka Ekologis? Membaca Pesan Tuhan melalui Ayat Kauniyah
  • Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Indeks Artikel
  • Indeks Artikel
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Search
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID