Minggu, 11 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Cara Pandang KUPI

    Cara Pandang Khas KUPI

    Balāghāt an-Nisā’

    Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    Tujuan KUPI

    3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif

    Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    Nikah Sirri

    7 Cara Suami Terhindar dari Pidana Nikah Sirri dan Tidak Melukai Orang yang Dicintai

    Tokenisme

    Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    Aktivis Perempuan

    Aktivis Perempuan Dorong Tafsir Islam yang Berkeadilan Gender

    Kecanggihan AI

    Online Gender-Based Violence di Balik Kecanggihan AI

    Islam

    Islam, Perubahan Sosial, dan tantangan Aktivis Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Cara Pandang KUPI

    Cara Pandang Khas KUPI

    Balāghāt an-Nisā’

    Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    Tujuan KUPI

    3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif

    Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    Nikah Sirri

    7 Cara Suami Terhindar dari Pidana Nikah Sirri dan Tidak Melukai Orang yang Dicintai

    Tokenisme

    Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    Aktivis Perempuan

    Aktivis Perempuan Dorong Tafsir Islam yang Berkeadilan Gender

    Kecanggihan AI

    Online Gender-Based Violence di Balik Kecanggihan AI

    Islam

    Islam, Perubahan Sosial, dan tantangan Aktivis Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Hikmah

Falsafah Pohon Sawo sebagai Strategi Melawan Penjajah

Penggunaan pohon sawo sebagai isyarat perlawanan menghadapi penjajah, juga sebagai bukti jaringan laskar Pangeran Diponegoro yang luas dan terdiri dari berbagai kalangan

Ali Yazid Hamdani Ali Yazid Hamdani
19 Agustus 2023
in Hikmah
0
Falsafah Pohon Sawo

Falsafah Pohon Sawo

1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dalam sejarah pemikiran yang ada, banyak pendapat yang telah lahir sebagai upaya untuk memahami manusia. Misalnya, Sokrates menyebut manusia sebagai Zoon Politicon atau hewan yang bermasyarakat, Max Scheller menyebut sebagai Das Kranke atau hewan yang sakit, yang kerap berteman dengan masalah dan selalu gelisah.

Ada juga yang berpendapat bahwa manusia sebagai binatang yang mempunyai budi (homo sapiens). Pendapat ini yang paling tersohor dengan beragam sebutan turunannya seperti animal rationale /hayawan al-natiq hewan yang berpikir, atau binatang yang pandai membuat bentuk peralatan dari bahan alam untuk kebutuhan hidupnya (homo faber / tool making animal).

Lalu mahluk ekonomi (homo economicus), mahluk beragama (homo religious), hewan yang bisa menjadi terdidik (animal educandum), juga mahluk yang pandai menciptakan bahasa dan menerjemahkan pikiran dan perasaannya melalui kata-kata yang tersusun (homo laquen).

Manusia Sebagai Homo Symbolicum

Senada dengan homo laquen, yaitu pendapat yang mengatakan manusia sebagai animal symbolicum atau hewan yang menggunakan simbol. Pasalnya dari simbol-simbol yang terbentuk, kemudian menjadi komunikasi. Dalam dunia komunikasi, hal semacam ini kita kenal dengan teori interaksi simbolik, bagaimana suatu komunikasi dan pertukaran simbol bermakna.

Komunikasi simbolik juga merupakan hasil dari hubungan yang berbentuk konnvensional, atau hasil konsensus dari masyarakat di daerah tertentu.

Hal ini menurut pandangan seorang filsuf Yahudi yang memperoleh gelar profesornya di Yale University. Ia menjadi salah satu penganut manusia sebagai mahluk simbol, Ernest Cassirer, yang memahami manusia sebagai mahluk relasional yang membentuk, memahami, memiliki, dan hidup dengan simbol-simbol. Hal ini terbukti bahwa dari setiap kehidupan yang manusia jalani penuh dengan simbol-simbol.

Misalnya manusia dengan kehidupan lalu lintas, hampir seluruh petunjuk di jalan-jalan menggunakan simbol-simbol. Kesemua telah menjadi media komunikasi secara tidak langsung, meski hanya melalui simbol-simbol. Dalam dunia pramuka juga menggunakan simbol dan sandi-sandi, juga dalam kemiliteran, dan akan banyak contoh-contoh di kehidupan lainnya yang menggunakan simbol-simbol.

Pembentukan simbol-simbol ini memang telah ada sejak manusia membangun peradaban itu sendiri, dari generasi ke generasi sebagai media komunikasi. Bahkan pejuang kemerdekaan kita seringkali membuat simbol-simbol atau sandi-sandi tertentu yang hanya masyarakat sekitarlah yang memahami itu. Tujuannya untuk mengelabuhi dan mengecoh penjajah Belanda beserta kaki tangannya yang direkrut dari kalangan pribumi.

Salah satunya adalah penggunaan falsafah pohon sawo sebagai strategi perjuangan melawan penjajah juga untuk mengecohnya. Betapa pun menurut kepercayaan beberapa orang masih menilai pohon sawo sebagai tempat bersemayamnya mahluk halus.

Strategi Taktis Mengecoh Penjajah

Menurut Prof. Suwardi Endasawara bahwa jika saja pohon turi memiliki sebutan sebagai pohon etnis, maka pohon sawo selain bermanfaat secara ekologis, juga memiliki kandungan etnohistoris (2017, 416). Pohon ini menjadi ciri khas tersendiri bagi pesantren dan santri yang memiliki keterikatan dengan Pangeran Diponegoro (Baca: PD). Biasanya pohon ini terletak di depan kediaman kiyai.

Hal ini bermula sejak berakhirnya perang Jawa dan tertangkapnya PD. Senada dengan itu, menurut penjelasan Kiyai Mun’im dalam buku “Fragmen Sejarah NU Menyambung Akar Budaya Nusantara” falsafah pohon sawo ini berpijak pada pesan PD kepada Kyai Basah Mintagara, Kyai Kasan Besari, dan Kyai Maderan agar segera menanam pohon sawo. Sehingga para pengikutnya merumuskan strategi perjuangan seperti apa yang mesti berlanjut.

Menurut beberapa sumber falsafah pohon sawo ini menjadi penanda sebagai simpatisan setia PD yang menjadi penerus spirit perjuangannya. Mereka bersepakat untuk berjuang bukan lagi perjuangan fisik tapi berubah menjadi perjuangan di sektor pendidikan.

Dengan kata lain, perjuangan dengan cara mendidik kader penerus perjuangan juga penting tapi tidak melupakan identitas historis mereka. Juga sebagai pengenal mereka berkomitmen untuk menanam pohon sawo di setiap halaman depan kediaman kiyai.

Hal itu menjadi simbol bermakna hanya dalam ruang lingkup tertentu yang turut serta dalam konsesus. Bahkan tercatat ada beberapa pesantren besar di Jawa yang didirikan oleh pengikut PD maupun murid dari pengikutnya seperti Tambakberas dan Tebuireng di Jombang, Ploso dan Lirboyo di Kediri.

Bahkan Pondok Modern Gontor di Ponorogo juga terdapat pohon Sawo di depan ndalem almarhum Kiyai Ahmad Sahal, juga KH. Abdullah Syukri Zarkasyi. Lagi-lagi itu sebagai penanda bahwa gerilya yang mereka lakukan telah menjelma dalam bentuk jihad pendidikan, bukan lagi berupa peperangan fisik.

Bukan Sekedar Simbolik

Pertanyaannya kemudian, mengapa harus pohon sawo? Mengapa bukan pohon mangga atau jenis-jenis pohon lainnya yang juga banyak tumbuh di bumi kita? Sebenarnya pemilihan falsafah pohon sawo bukan tanpa dasar dan sebab.

Bagi saya ini merupakan bentuk kelihaian dan kecerdasan para ulama Jawa dalam berfilosofi. Pasalnya, sawo memiliki kesamaan kata dengan Bahasa Arab dari kata “sawwu” yang berarti “luruskan” dan ini memiliki pijakan teologis yang bersumber dari sebuah hadis yang berbunyi “Sawwu sufufakum ” dan kalimat ini biasanya muncul ketika sang iman hendak melakukan salat berjemaah.

Buah yang memiliki nama latin Manilkara Zapota ini, juga disebut sebagai “sawo kecik”, sawo kecik sendiri mengandung makna “sarwo becik” yang memiliki arti “selalu baik”. Sehingga jika bersanding dengan argumen kesinambungan yang sebelumnya, maka akan memperoleh kesimpulan bahwa orang yang selalu baik adalah mereka yang senantiasa menegakkan salat dan ibadahnya untuk berjuang di jalan Allah menuju ridhaNya.

Penggunaan pohon sawo sebagai isyarat perlawanan menghadapi penjajah, juga sebagai bukti jaringan laskar PD yang luas dan terdiri dari berbagai kalangan. Baik berupa pasukan militer, juga pasukan yang terdiri dari ulama dan kiyai yang turut serta berjuang melalui sektor pendidikan. Dengan begitu, kehidupan manusia tidak bisa lepas dari pegggunaan simbol dalam hidup keseharian kita. Wallahu a’lam bi al-shawab. []

 

Tags: Falsafah Pohon SawoIndonesiakemerdekaanPejuang Kemerdekaansejarah
Ali Yazid Hamdani

Ali Yazid Hamdani

Ia aktif menulis esai, suka beropini, dan sesekali berpuisi.

Terkait Posts

Fatwa Perempuan
Uncategorized

Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

10 Januari 2026
Islam Indonesia
Publik

Mengapa Aktivis Perempuan Indonesia Perlu Memahami Islam?

9 Januari 2026
Gerakan Perempuan
Publik

Jejak Sejarah Gerakan Perempuan: Dari Kairo 1994 ke Pesantren-Pesantren

9 Januari 2026
Fathimah binti Ubaidillah
Figur

Fathimah binti Ubaidillah: Perempuan ‘Ulama, Ibu Sang Mujaddid

8 Januari 2026
Gerakan Perempuan di Indonesia
Publik

Kekhasan Gerakan Perempuan di Indonesia

8 Januari 2026
KUPI Indonesia
Publik

Mengapa KUPI Dipandang sebagai Penegasan Islam Indonesia?

6 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Pandang Khas KUPI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Cara Pandang Khas KUPI
  • Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik
  • 3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif
  • Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga
  • Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID