Minggu, 11 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Fatwa KUPI

    KUPI Tetapkan Fatwa untuk Isu Berdampak Besar bagi Kehidupan Perempuan dan Anak

    Fatwa KUPI sebagai

    Fatwa KUPI Libatkan Perempuan sebagai Subjek Pengetahuan

    Santri Sampah Istiqamah

    Santri, Sampah, dan Istiqamah: Tiga Pondasi Penyelamat Lingkungan

    Cara Pandang KUPI

    Cara Pandang Khas KUPI

    Balāghāt an-Nisā’

    Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    Tujuan KUPI

    3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif

    Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    Nikah Sirri

    7 Cara Suami Terhindar dari Pidana Nikah Sirri dan Tidak Melukai Orang yang Dicintai

    Tokenisme

    Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Fatwa KUPI

    KUPI Tetapkan Fatwa untuk Isu Berdampak Besar bagi Kehidupan Perempuan dan Anak

    Fatwa KUPI sebagai

    Fatwa KUPI Libatkan Perempuan sebagai Subjek Pengetahuan

    Santri Sampah Istiqamah

    Santri, Sampah, dan Istiqamah: Tiga Pondasi Penyelamat Lingkungan

    Cara Pandang KUPI

    Cara Pandang Khas KUPI

    Balāghāt an-Nisā’

    Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    Tujuan KUPI

    3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif

    Isu Orang Ketiga

    Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    Nikah Sirri

    7 Cara Suami Terhindar dari Pidana Nikah Sirri dan Tidak Melukai Orang yang Dicintai

    Tokenisme

    Representasi Difabel dalam Dunia Perfilman dan Bayang-bayang Tokenisme

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    Surga

    Surga dalam Logika Mubadalah

    Kenikmatan Surga

    Kenikmatan Surga adalah Azwāj Muṭahharah

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Featured

Feminisme Memang dari Barat, Lalu Apa?

Masuknya orang-orang seperti Kyai Husein dan Bu Nyai Badriyah adalah untuk memastikan Feminisme yang tersebar ke Umat Islam Indonesia, terutama pesantren tidak bercampur dengan seks bebas.

Faqih Abdul Kodir Faqih Abdul Kodir
9 September 2021
in Featured, Kolom, Rekomendasi
0
Feminisme

Feminisme

986
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id- Di masa pandemi ini, ada saja orang yang ngotot mau mampir ke rumah yang datang dari jauh. “Ingin sowan”, katanya. Sebut saja namanya “Sofwan” mahasiswa baru lulus dari salah satu perguruan tinggi Islam sebuah kota besar di Indonesia. Dia aktif mengikuti FB-ku, sering “like”, tetapi kadang memberi komentar yang menyiratkan keraguan dan penolakan.

Ragu, menolak, atau menerima adalah proses pengetahuan. Ia bertumpu pada pengalaman hidup, dimana masing-masing orang pasti berbeda. Tetapi, kita semua tetap harus terus belajar, dalam keadaan apapun, usia berapapun. Sowan ke orang lain, atau menerima sowan orang yang datang, adalah salah satunya. Sofwan kebetulan sedang merintis bisnis furniture yang mengharuskan dirinya datang ke Cirebon, lalu menyempatkan diri untuk mampir.

Aku menikmati cerita dan semangat bisnisnya, dan dia sepertinya menikmati ceritaku tentang mubadalah dalam berbagai model relasi kehidupan. Terutama tentang relasi laki-laki dan perempuan, yang seringkali aku pancing dia untuk berempati dan memberikan support penuh kepada para perempuan.

“Yang kang Faqih ceritakan itu, sekalipun memakai istilah Mubadalah atau Keadilan Hakiki atau apalah, itu kan semua agenda feminisme. Dan Feminisme itu dari Barat loh kang?”, tiba-tiba suara Sofwan meragu.

“Kamu sebelum masuk UIN, sekolahmu apa, dan sebelumnya juga apa”, tanyaku.

“Aliyah kang, jurusan sosial. Sebelum itu SMP negeri dan sebelumnya lagi SD negeri, kenapa kang?”, balik bertanya.

“Sistem belajar sekolastik seperti ini, dengan jenjang-jenjang tertentu, ujian-ujian, ijazah, batasan umur tertentu, mata pelajaran tertentu, guru khusus tertentu, isi, model, dan metodenya itu, semua berawal dari Barat loh. Kamu tidak pernah menanyakan dan meragukan?”, kataku.

“Ya sih”, jawabnya lirih.

“Sistem politik demokrasi kita dengan trias politikanya dan seluruh tahapan pergantian dan jenjang kekuasaan, semuanya berawal dari Barat. Kamu datang kemari menggunakan mobil, sekalipun bikinan Jepang, itu juga berkembang dan besar karena peradaban Barat, yang sekarang sudah berpikir akan pergi ke planet Mars. Jangan pikir ini hanya murni alat transportasi, melainkan berawal dari filosofi hidup untuk selalu bergerak, mencari, dan menguasai. Filosofi ini berkembang pesat pada saat individualisme dan liberalisme Barat modern sekarang. Kamu pasti punya rekening bank kan? Sekalipun memakai Bank Syari’ah, semua sistemnya merujuk pada model keuangan Barat. Semuanya”.

“Semua perkembangan sosial dan teknologi sekarang ini memang berawal dari kesadaran Renaisance Barat abad 14-15 Masehi. Namun, kesadaran renaisance ini sesungguhnya juga mendapat inspirasi dari zaman keemasan Islam dan Arab abad 12-14 Masehi. Begitupun, peradaban Islam juga belajar dari peradaban-peradaban sebelumnya, Yunani, Persia, India, dan China”.

“Jadi, bisa dikatakan semua perkembangan kehidupan, termasuk Feminisme, memang bisa dikatakan berawal dari Barat. Jika tertib demokrasi dari Barat, anarkhi juga dari Barat. Modernisme kapitalis yang merusak alam dari Barat, kesadaran peduli lingkungan juga tumbuh pesat di Barat. Bahkan HTI, sekalipun didirikan di Palestina oleh orang Islam, tetapi hanya bisa hidup, tumbuh, dan berkembang dalam sistem demokrasi Barat. Buktinya, semua negara Islam melarangnya termasuk Saudi Arabia, malah Pusatnya justru berada di London Inggris”.

“Ketika sesuatu disebut berawal dari Barat, atau tumbuh kembang dalam kandungan peradaban Barat, bukan berarti para pencipta dan pejuangnya adalah hanya orang-orang Barat. Banyak sekali ilmuwan, teknokrat dan praktisi dalam berbagai isu kehidupan dari berbagai kalangan dan dari berbagai negara dunia. Feminisme juga diserap, dikembangkan, dimodifikasi, diubah dan diadaptasikan, oleh berbagai perempuan dunia dari berbagai negara, suku, ras, dan agama, dengan tujuan yang sama: memanusiakan perempuan, dan memastikan mereka tidak menjadi korban diskriminasi dan kekerasan dalam kehidupan nyata. Inilah agenda utama feminisme itu”.

“Para perempuan sekarang menikmati pendidikan dan bisa sekolah atau mesantren adalah dampak suara lantang feminisme. Perempuan bisa bekerja dan digaji sesuai profesinya, bukan jenis kelaminya juga perjuangan feminisme. PRT, atau pekerja rumah tangga, yang dulu disebut sebagai pembantu, yang kerjanya tanpa mengenal waktu, tanpa istirahat, tanpa ada kejelasan aturan gaji: siapa yang menyuarakan hak-hak mereka agar memiliki jam kerja jelas, waktu istirahat, dan aturan gaji? Adakah partai Islam, organisasi Islam, atau negara Islam yang memperjuangkan hak-hak mereka? TIDAK. Semua itu yang melakukannya adalah mereka yang mengusung agenda feminisme dunia, dari ujung Barat sampai Timur, Utara dan Selatan. Ketika semua organisasi Islam justru diam. Begitupun buruh migran, jangan harap memperoleh hak-hak perlindungan di negara-negara Islam. Karena Hongkonglah justru yang paling memanusiakan para buruh migran”.

“Ini semua adalah perjuangan feminisme, dan ini adalah Islami bukan?”

“Ya sih kang, setuju, perjuangan ini baik dan Islami. Tetapi kita tetap harus waspada dengan agenda-agenda yang datang dari Barat, seperti feminisme ini kang?”, lagi-lagi dia meragu.

“Kalau memang berasal dari Barat, lalu emang kenapa? Apa yang ditakutkan?”, tanyaku.

“Feminisme itu, katanya, yang membuat kita orang-orang Timur terjerembab pada seks bebas dan keluarga jadi berantakan. Bener nggak kang, itu yang aku dengar”, jawabnya seperti ragu.

“Begini, pertama aku tidak yakin anak-anak muda doyan seks bebas karena mereka belajar dan menganut feminisme. Mereka melakukan itu ya karena suka, dorongan nafsu libido, budaya yang permisif dalam banyak hal, atau alasan-alasan lain. Budaya di berbagai tempat di dunia, bahkan sebelum adanya Feminisme, juga banyak yang mengadopasi seks tanpa nikah, bahkan ada yang dianggap ritual: seperti ritual seks di Kemukus misalnya. Artinya, tidak perlu menunggu Feminisme untuk seks bebas. Bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Jikapun ada seorang feminis yang mempromosikan hal ini, ia bersifat individual, dan bukan jantung dari Feminisme. Karena yang utama adalah membangun kesadaran tanpa kekerasan bagi perempuan dan kerja berkesinambungan untuk pemberdayaan mereka. Dan masuknya orang-orang seperti Kyai Husein dan Bu Nyai Badriyah adalah untuk memastikan Feminisme, dengan agenda Islami memanusiakan perempuan ini, tersebar ke Umat Islam Indonesia, terutama pesantren tidak bercampur dengan seks bebas. Gitu loh ngeliatnya…….”, kataku.

“Begitupun keluarga berantakan bukan karena feminisme, tetapi karena pasangan itu sejak awal tidak memiliki visi dan tujuan bersama yang mengikat mereka, secara tidak memiliki pilar-pilar yang dijaga secara kokoh. Mereka menikah ya karena dorongan orang lain, sudah tidak sabar, sekedar menjauhi zina, dapat seks halal, sudah cukup usia, tanpa ada pijakan yang mengokohkan ikatan rumah tangga mereka. Sehingga ketika terjadi tantangan tertentu, tidak ada visi atau pilar yang memandu mereka bagaimana mengelolanya. Yang terjadi adalah luapan emosi, depresi, stress, atau bahkan kekerasan, sehingga mengarah pada perceraian. Jikapun tidak bercerai, kehidupan mereka hampa, tidak bermakna, dan mungkin nestapa. Justru feminisme menguatkan agar seseorang, terutama perempuan, sejak awal menikah itu perlu kesadaran diri yang penuh, punya visi pernikahan jelas, bersedia membangun kesepakatan bersama, dan berkomitmen untuk tidak saling melakukan kekerasan, melainkan saling mendukung, menopang, dan membahagiakan”, tambahku lagi.

“Okey kang, terimakasih banyak, setidaknya aku mampir dapat berkah ilmu nih.. Aku pamit yaaa”, kata Sofwan mengakhiri sowannya dan bermaksud pulang ke kota asalnya.

“Barakallahu lakum fi kulli hayatikum. Sukses ya bisnis kamu, insya Allah....”, jawabku mengakhiri perjumpaan ini. []

 

Tags: feminismeislamKongres Ulama Perempuan IndonesiaMuslimah Feminisulama perempuan
Faqih Abdul Kodir

Faqih Abdul Kodir

Founder Mubadalah.id dan Ketua LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Terkait Posts

Fatwa Perempuan
Uncategorized

Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

10 Januari 2026
Aktivis Perempuan
Publik

Aktivis Perempuan Dorong Tafsir Islam yang Berkeadilan Gender

9 Januari 2026
Islam
Publik

Islam, Perubahan Sosial, dan tantangan Aktivis Perempuan

9 Januari 2026
Islam Indonesia
Publik

Mengapa Aktivis Perempuan Indonesia Perlu Memahami Islam?

9 Januari 2026
Fathimah binti Ubaidillah
Figur

Fathimah binti Ubaidillah: Perempuan ‘Ulama, Ibu Sang Mujaddid

8 Januari 2026
Islam dan Kemanusiaan
Publik

Islam dan Fondasi Kemanusiaan Universal

7 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Cara Pandang KUPI

    Cara Pandang Khas KUPI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balāghāt an-Nisā’, Mendengar Suara Perempuan dalam Sastra Islam Klasik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama Perempuan dan Sejarah Baru Fatwa di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Tujuan Besar KUPI: Dari Fatwa hingga Gerakan Transformatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menikah Kok Gitu Sih? Peliknya Rumah Tangga, Karena Isu Orang Ketiga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • KUPI Tetapkan Fatwa untuk Isu Berdampak Besar bagi Kehidupan Perempuan dan Anak
  • Fatwa KUPI Libatkan Perempuan sebagai Subjek Pengetahuan
  • Membedah Nilai-nilai Mubadalah dalam Pemikiran Gus Dur
  • Santri, Sampah, dan Istiqamah: Tiga Pondasi Penyelamat Lingkungan
  • Cara Pandang Khas KUPI

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID