Kamis, 5 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Nyadran Perdamaian

    Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman

    Laki-laki Provider

    Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?

    Selibat

    Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

    ODGJ

    ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    Difabel dalam Sejarah Yunani

    Menilik Kuasa Normalisme Difabel dalam Sejarah Yunani

    Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    Guru Honorer

    Nasib Miris Guru Honorer: Ketika Negara Menuntut Dedikasi, Tapi Abai pada Keadilan

    Board of Peace

    Board of Peace dan Kegelisahan Warga Indonesia

    Kader Ulama Perempuan

    Penguatan Agensi Perempuan lewat Beasiswa LPDP Kader Ulama Perempuan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Antar Umat Beragama

    Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

    Pernikahan

    Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan

    Hak Pernikahan

    Nabi Tegaskan Hak Perempuan Menentukan Pernikahan

    Membela Perempuan

    Islam Membela Perempuan

    Haji Wada'

    Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    Sujud

    Hadits Sujud sebagai Bahasa Penghormatan dalam Relasi Suami-Istri

    Sujudnya Istri

    Membaca Hadits Sujudnya Istri kepada Suami dengan Perspektif Mubadalah

    Malam Nisfu Sya’ban

    Tradisi Malam Nisfu Sya’ban di Indonesia

    Malam Nisfu Sya’ban

    Ampunan Dosa di Malam Nisfu Sya’ban

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Featured

Gelombang Keberkahan Raksasa Satu Abad NU

NU, menyambut abad kedua ini jika ingin terus tumbuh menjadi semakin besar dan menciptakan raksasa keberkahan kian luas, harus senantiasa menjaga dan memelihara semua aspek kehidupan

Rochmad Widodo by Rochmad Widodo
19 Januari 2024
in Featured, Publik
A A
0
Satu Abad NU

Satu Abad NU

15
SHARES
735
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Ada diksi menarik dan mencuri perhatian dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atas gelaran memperingati satu Abad NU kemarin atas istilah Keberkahan Raksasa atau Barokah Raksasa. Hal itu mengisyarakatkan betapa besar, luas, dan lamanya rentang keberkahan atas NU, hingga menginjak usia 100 tahun sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia dan bahkan dunia dengan jumlah lebih dari 95 juta pada tahun 2021.

Istilah Keberkahan Raksasa tentu bukan terlalu melebih-lebihkan. Namun demikianlah gambaran paling tepat untuk merangkum wujud keberkahan yang sedemikian besar, luas, dalam rentang waktu panjang, di mata Ketua Umum PBNU yang akrab kita sapa Gus Yahya itu.

Usia satu abad NU sebagai organisasi keagamaan bukan sekadar menunjukkan lamanya NU berdiri. Namun hakikatnya, di sana sekaligus menunjukkan sebuah simbol kekuatan, kedigdayaan, dan sekaligus ke-akbaran NU sebagai organisasi. Tentu jika kita ibaratkan sebuah pohon, dengan usia 100 tahun, akarnya sudah sangat mengakar, dengan batang yang kokoh, dan jelas pasti menjadi pohon kuat dan bernilai tinggi.

Dalam hal ini tidak relevan kata bijak yang cukup masyhur mengatakan, “apalah arti sebuah usia”, karena dianggap hanya sebatas bilangan angka. Dari banyak sedikitnya angka usia, jelas ada banyak makna di setiap perjalanannya. Termasuk usia NU yang telah satu abad berdiri dan selanjutnya memasuki abad kedua.

Hasil Riyadhah dan Tirakat Wali-Wali dan Kiai

Di setiap rangkaian acara hajatan satu Abad NU, selalu meriah dan begitu banyak warga NU berduyun-duyun hadir. Lebih-lebih di acara puncak 7 Februari 2023 di Stadion Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. Menyemut kerumunan jamaah NU dan pencintanya dari seluruh penjuru nusantara tidak hanya di dalam stadion. Namun juga mengular panjang di sepanjang jalan Sidoarjo menjadi lautan manusia.

Jika keberkahan itu kita kalkulasikan dengan kaca mata ekonomi, jelas kehadiran para warga NU dan pecinta NU dari setiap acara turut berdampak kepada multiplier effect perputaran roda ekonomi. Mulai dari bisnis transportasi, penginapan, makanan, oleh-oleh, mainan, tukang parkir, hingga toilet tak terkecuali. Dari skala bisnis besar, usaha kecil, pedagang kaki lima, pedagang asongan, semua mendapat berkah limpahan rezeki. Namun sudah dipastikan keberkahan lain lebih besar, bukan terletak di sana.

Lautan manusia yang saya taksir mencapai 4 juta lebih itu, hadir ke puncak hajatan akbar satu abad NU, karena mendapat magnet yang sangat kuat. Momen 100 tahun adalah momen langka. Momentum satu abad merupakan keberkahan yang demikian bermakna. Karena kemungkinan kecil, bagi siapa saja akan menemuinya lagi di abad kedua NU. Bahkan bisa kita katakan hampir mustahil, dengan rata-rata umur orang Indonesia yang secara umum tidak sampai menginjak 100 tahun sudah tutup usia.

Kehadiran warga NU dalam perayaan satu abad juga menjadi sebuah kegiatan spiritual. Wujud kecintaan terhadap NU yang menjadi laku hidup dan pedoman dalam beragama di setiap denyut kehidupan jamaah, sekaligus ikhtiar ngalap keberkahannya. Sebab, sebagaimana Gus Yahya sampaikan, barokah raksasa satu abad NU adalah hasil dari riyadhah dan tirakat para wali-wali, tirakat dari para kiai, tirakat dari segenap warga pencinta NU.

Membaca Keberkahan Raksasa NU

Dijelaskan dalam Kamus Al-Munawwir (1997: 78), berkah menurut bahasa berasal dari Bahasa Arab barokah (بركة) yang artinya nikmat. Istilah lain berkah dalam Bahasa Arab adalah mubarak dan tabaruk. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:179), berkah adalah “karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.” Imam Al-Ghazali dalam Ensiklopedia Tasawuf (2009: 79) menjelaskan, berkah (barokah) adalah bertambahnya kebaikan.

Keberkahan raksasa NU sebagaimana istilah Gus Yahya, bisa kita baca dari banyak aspek khidmah yang dijalankan oleh seluruh elemen NU sebagai jamaah maupun jam’iyyah. Bahwasannya NU memiliki kontribusi bagi kehidupan warga NU, sekaligus bagi bangsa, negara, dan umat manusia dalam membangun peradaban.

Adalah nyata amaliyah (tindakan), fikrah (pemikiran), dan harakah (gerakan) NU dalam membangun peradaban kehidupan yang lebih baik dan secara kontinue hingga 100 tahun. Melalui lembaga perangkat organisasi NU seperti; LDNU, LBMNU, LPMNU, RMINU, LPNU, LPPNU, LKNU, LKKNU, LAKPESDAM-NU, LPBHNU, LESBUMI, LAZISNU, LWPNU, LTMNU, LFNU, LPBPINU, LTNNU, dan LPTNU. Khidmah NU senantiasa hadir di tengah masyarakat mengurai sengkarut berbagai persoalan yang ada. Baik dalam lingkup personal, sosial kemasyarakatan, hingga kebangsaan dan permasalahan dunia.

Demikian juga berbagai badan otonom (banom) NU seperti; Gerakan Pemuda Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, JQH, Pergunu, PMII, Pencak Silat Pagar Nusa, Jatman, Ishari, ISNU, Sarbumusi, dan juga SNNU. Kiprah dan kontribusinya sangat besar, baik dalam wujud amaliyah, fikrah, maupun harakah-nya bagi masyarakat. Semua menjadi bagian dari tubuh NU yang hidup, berdenyut di tengah masyarakat dengan ghirah khidmah dan menjadi perwujudan dari ajaran Aswaja an Nahdliyyah.

Tidak lain semua itu menggambarkan dengan jelas bagaimana wujud kebesaran dan keluasan NU, dalam membuahkan keberkahan yang berlansung dalam rentang waktu panjang selama 100 tahun ini.

Mengukur dan Memaksimalkan Kekuatan NU

Ada sebuah teori yang Jones cetuskan (1995), bahwa suatu organisasi akan mengalami empat tahapan siklus hidup. Yaitu; organizational birth (kelahiran organisasi), organizational growth (pertumbuhan organisasi), organizational decline (penurunan organisasi), dan organizational death (organisasi mati). Tentu NU sebagai organisasi keagamaan juga tidak terlepas dari teori siklus hidup organisasi tersebut.

Di satu abad NU menuju abad kedua ini, bisa kita katakan NU sedang memasuki fase organizational growth (pertumbuhan organisasi). Baik secara jamaah yang tertandai dengan jumlah warga NU lebih dari 95 juta yang tersebar di seluruh dunia, maupun dari sisi jam’iyyah (organisasi) yang selalu berbenah menuju manajemen organisasi modern. Hingga sampai di satu abad ini, sudah membuktikan ada kekuatan dahsyat dari diri NU. Di samping berkah tirakat dan riyadhah yang menaungi NU dari para pendiri, para wali dan kiai-kiai, kekuatan yang menjadi penyokong kokohnya NU, di antaranya adalah:

Pertama, NU memiliki akar sejarah sangat kuat. NU berdiri 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H) atau jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan para pendiri NU turut andil dalam membentuk dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sejarah NU akan senantiasa melekat bersama perjalanan bangsa ini.

Kedua, NU memiliki prinsip kokoh dalam amaliyah, fikrah, maupun harakah. Senantiasa berpegang teguh pada empat prinsip dasar, yaitu tawasuth (moderat), tawazun (simbang), i’tidal (adil) dan tasamuh (toleran). Dengan prinsip itu membuat NU selalu relevan menjawab semua persoalan di berbagai zaman. Mampu adaptif dan lentur dengan perkembangan zaman, namun tetap pada posisi idealisnya.

Tradisi Amaliyah, Metodologi dan Keilmuan Ulama NU

Ketiga, tradisi amaliyah NU sangat mengakar di tengah warga NU. Yasinan, tahlilal, ziarah kubur, maulid Nabi, istighotsah, tingkepan (doa tujuh bulan kehamilan), dan lain sebagainya, adalah tradisi amaliyah NU yang rutin dilakukan dalam kegiatan harian secara senang hati, suka rela, penuh guyub, sudah seperti ibadah wajib dan ibarat telah mendarah daging di tengah masyarakat.

Keempat, tradisi fikrah (berpikir) NU. Para ulama dan warga NU memiliki gaya dan metodologi berpikir yang khas. Keilmuan ulama NU ber-nasab dan ber-sanad hingga sampai ke Rasulullah. Metodologi berpikirnya dibentuk dengan tradisi mengaji kitab kuning dan terus hidup dengan wadah pesantren. NU mendasarkan faham keagamaan kepada Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma dan Qiyas.

Dalam memahami dan menafsirkan Islam dari sumber-sumber tersebut, NU mengikuti paham ahlusunnah wal jama’ah dan menggunakan jalan pendekatan madzhab. Dalam fikrah berpegang pada prinsip tawasuth, tawazun, i’tidal dan tasamuh, yang senantiasa membentuk keluwesan NU dalam berpikir mengikuti zaman.

Kelima, kiai dan santri. Tradisi relasi kiai dan santri dalam NU menjadi bagian tak terpisahkan dari kekuatan NU. Kiai menjadi sumber ilmu dan kebijakan bagi santri. Kiai dengan kealiman dan keulamaannya senantiasa mengayomi dan membimbing seluruh warga NU yang menjadi santri dalam seluruh aspek kehidupannya. Karena agama mangatur semua hal dalam kehidupan, baik akhlak, ilmu, ekonomi, sosial, dan juga berbagai persoalan lainnya termasuk politik.

Kekuatan Jama’ah dan Jam’iyyah

Keenam, jamaah dan jam’iyyah. Tidak dipungkiri jumlah jamaah NU yang lebih dari 95 juta menjadi bagian dari kekuatan. Dalam istilah Gus Mus, jamaah merupakan isi, dan jam’iyyah merupakan wadahnya. Mestinya jamaah ini harus lebur ketika diwadahi jam’iyyah. Jika saat ini dengan jamaah besar meski secara organisatoris belum maksimal sudah demikian diperhitungkan. Tentu jika jamaah NU terorganisir dengan baik dalam jam’iyyah, akan sangat disegani. Khidmahnya pun kian besar membawa manfaat bagi masyarakat di tingkat nasional hingga ke dunia internasional.

Ibarat dalam filosifi menanam sebuah pohon. Pohon besar tidak bisa hanya dirawat dengan memperhatikan batang, dahan, rimbunnya daun, dan banyak buah tanpa memperhatikan akarnya. Sebab, akar menjadi kunci dari pohon tersebut untuk memenuhi nutrisi dalam tumbuh dan berkembang, serta mengokohkan pertahanan untuk tidak roboh.

Demikian halnya dalam hal ini NU, menyambut abad kedua ini jika ingin terus tumbuh menjadi semakin besar dan menciptakan raksasa keberkahan kian luas, harus senantiasa menjaga dan memelihara semua aspek yang menjadi akar NU kuat dan kokoh tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab. []

Tags: Harlah NUKeberkahanNahdlatul UlamaSatu Abad NU
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Rochmad Widodo

Rochmad Widodo

Rochmad Widodo adalah Asisten Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an Wal Hadits, Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama-Pemimpin Berakhlakul Qur’ani Berwawasan Kebangsaan di Kota Bekasi.

Related Posts

Harlah 100 Tahun
Aktual

Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

2 Februari 2026
NU dan Lingkungan
Lingkungan

Di Era Gus Dur, NU Konsisten Menyuarakan Isu Lingkungan

2 Februari 2026
Resolusi Jihad
Aktual

Resolusi Jihad Santri: Dari Angkat Senjata hingga Media Sosial

22 Oktober 2025
Ramadan
Hikmah

Pernah Dengar Kalau Ramadan itu Dibagi Tiga?

10 Maret 2025
KKN Plus 2024
Personal

Inovasi Teknologi dan Manajemen di Pesantren: Refleksi KKN Plus 2024

11 September 2024
Memutus Silaturahim
Hikmah

Pesan KH Hasyim Asy’ari Tentang Larangan Memutus Silaturahim

30 Agustus 2024
Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Dr. Fahruddin Faiz

    Dr. Fahruddin Faiz: Kerusakan Alam sebagai Cermin Moral Manusia

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Posisi Perempuan dalam Wasiat Nabi di Haji Wada’

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Islam Membela Perempuan

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • ODGJ Bukan Aib; Ragam Penanganan yang Memanusiakan

    22 shares
    Share 9 Tweet 6

TERBARU

  • Nyadran Perdamaian: Merawat Tradisi di Tengah Keberagaman
  • Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama
  • Benarkah Laki-laki dengan Mental Provider Kini Mulai Hilang?
  • Larangan Pemaksaan Pernikahan terhadap Perempuan
  • Selibat dan Kemurnian Sebagai Panggilan Luhur dalam Gereja

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0