Selasa, 10 Maret 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    International Women’s Day 2026

    Refleksi International Women’s Day 2026: Di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

    Takjil

    Budaya Takjil Sebagai Resistensi Sikap Individualisme

    Perang Iran

    Perempuan dan Anak: Korban Sunyi di Tengah Perang Iran

    Nuzulul Quran

    Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca

    Hari Perempuan Internasional

    Hari Perempuan Internasional dan Teladan Nabi Melawan Femisida

    War Cerai

    Insiden “War Cerai” dan Ironi Perkawinan Kita

    Dimensi Difabelitas

    Dimensi Difabelitas dalam Lanskap Masyarakat Jawa

    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Peperangan

    Islam Tetapkan Etika Ketat dalam Peperangan

    Perang

    Perang dalam Islam Dipahami sebagai Tindakan Membela Diri

    Konflik

    Al-Qur’an Tawarkan Jalan Dialog dalam Menyelesaikan Konflik

    Kerja sama

    Kerja Sama Menjadi Bagian Penting dalam Relasi Antaragama

    Kebebasan Beragama

    Al-Qur’an Tegaskan Pentingnya Menghormati Kebebasan Beragama

    Makna Puasa

    Mengilhami Kembali Makna Puasa

    Persaudaraan

    Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam

    Non-Muslim

    Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim

    Mindful Ramadan

    Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan

    Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

    Vidi Aldiano

    Vidi Aldiano dalam Kenangan: Suara, Persahabatan, dan Kebaikan

    Pernikahan

    Pernikahan Harus Menjadi Ruang Kesalingan, Bukan Ketimpangan

    Laki-laki dan Perempuan dalam Al-Qur'an

    Kiai Faqih: Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan adalah Amanat Al-Qur’an

    Kesetaraan

    Dialog Ramadan UGM: Dr. Faqih Tekankan Kesetaraan sebagai Mandat Peradaban

    Keluarga Berencana

    Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

    Ali Khamenei

    Ali Khamenei; Menjaga Agama, Melawan Kezaliman, Menutup Hidup dengan Kehormatan

    Femisida

    Stop Narasi “Bukannya Membela Pelaku”, tapi Menyalahkan Korban dan Mendukung Femisida

    Sayyidah Nafisah

    Sayyidah Nafisah: Ulama Perempuan yang Berani Menegur Penguasa Zalim

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    International Women’s Day 2026

    Refleksi International Women’s Day 2026: Di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

    Takjil

    Budaya Takjil Sebagai Resistensi Sikap Individualisme

    Perang Iran

    Perempuan dan Anak: Korban Sunyi di Tengah Perang Iran

    Nuzulul Quran

    Refleksi Nuzulul Quran: Membaca Lebih dari Sekadar Membaca

    Hari Perempuan Internasional

    Hari Perempuan Internasional dan Teladan Nabi Melawan Femisida

    War Cerai

    Insiden “War Cerai” dan Ironi Perkawinan Kita

    Dimensi Difabelitas

    Dimensi Difabelitas dalam Lanskap Masyarakat Jawa

    Habitus Hedonisme

    Menggugat Habitus Hedonisme Pejabat dengan Politik Hati Nurani

    Gugat Cerai

    Cerai Gugat Sinyal Ketimpangan dan Pentingnya Perspektif Mubadalah

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Peperangan

    Islam Tetapkan Etika Ketat dalam Peperangan

    Perang

    Perang dalam Islam Dipahami sebagai Tindakan Membela Diri

    Konflik

    Al-Qur’an Tawarkan Jalan Dialog dalam Menyelesaikan Konflik

    Kerja sama

    Kerja Sama Menjadi Bagian Penting dalam Relasi Antaragama

    Kebebasan Beragama

    Al-Qur’an Tegaskan Pentingnya Menghormati Kebebasan Beragama

    Makna Puasa

    Mengilhami Kembali Makna Puasa

    Persaudaraan

    Persaudaraan Menjadi Misi Utama dalam Ajaran Islam

    Non-Muslim

    Sejarah Nabi Tunjukkan Kerja Sama Muslim dan Non-Muslim

    Mindful Ramadan

    Mindful Ramadan: Menerapkan Ramadan Ramah Lingkungan Berkelanjutan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Hari Anak dan Beragam Duka Anak-anak Akibat Pandemi

Sudah seharusnya negara berperan di tengah kondisi krisis. Negara tak boleh melepaskan tanggungjawab terhadap rakyat, terutama anak-anak

Septia Annur Rizkia by Septia Annur Rizkia
31 Juli 2021
in Publik
A A
0
Anak

Anak

4
SHARES
176
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Belakangan, setiap kali membuka akun media sosial, beranda pun dipenuhi kabar duka yang menyayat hati. Terlebih, kabar seorang anak yang harus kehilangan orangtua sekaligus keluarga mereka di tengah pandemi yang belum kunjung berakhir ini.

Tentu, pihak yang menganggap sekian banyak korban jiwa karena pandemi Covid-19 hanya sebatas angka, patut dipertanyakan di mana nuraninya sebagai sesama manusia. Yang jelas, dibalik hilangnya satu nyawa, ada anak yang seketika itu menjadi yatim maupun piatu, putus sekolah, hingga harus menjadi tulang punggung keluarganya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, 23 Juli adalah Hari Anak Nasional yang seharusnya dirayakan oleh seluruh anak dari 34 provinsi yang ada di negara ini. Namun nahas, sedari tahun lalu, pandemi Covid-19 menjadikan peringatan hari anak mengalami banyak pergeseran.

Tahun sebelumnya, hari anak nasional bisa dirayakan dengan beragam kreativitas dan selebrasi tanpa harus dipenuhi rasa was-was, tanpa berjauhan, bisa saling bertatap dan bersapa tanpa harus melalui media online sebagai penghubungnya. Sedangkan kini, segala aktivitas dibatasi, termasuk anak-anak. Hampir semua dilakukan secara daring.

Perihal hari anak, sedari tahun 1989, seluruh negara di dunia telah menjanjikan hak terhadap anak yang diadopsi dari Konvensi PBB untuk hak-hak anak.  Di dalam konvensi tersebut mengatur apa saja kewajiban negara agar anak dapat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan layak, dilindungi, didengar pendapatnya, serta diperlakukan secara adil. Dari 54 pasal, dijelaskan pula yang dimaksud anak adalah semua orang yang berusia di bawah 18 tahun.

Membincang hari anak, sudah pasti tak sebatas mendengungkan slogan-slogan yang tak dibarengi praktik. Sebab pada kenyataannya, tak sedikit anak yang berduka karena pandemi. Mulai dari kehilangan orangtua maupun pengasuhnya. Ada pula yang hingga saat ini masih dirawat, bahkan meninggal dunia karena Covid-19. Juga, ada sekian anak yang bersekolah dari rumah dengan kondisi tak layak, terpaksa putus sekolah, dan beragam persoalan yang menimpa anak-anak di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian karena pandemi ini.

Pun, hasil studi yang diterbitkan jurnal The Lancet menjelaskan sekitar 1,5 juta anak di seluruh dunia harus kehilangan anggota keluarganya, termasuk ibu, ayah, nenek, kakek, dan  kerabat lainnya karena Covid-19. Diperkirakan ada 1.042.000 anak kehilangan ibu atau ayah, bahkan keduanya. Secara keseluruhan diperkirakan 1.1562.000 anak kehilangan orang tua atau walinya karena Covid-19.

Dr Susan Hillis, salah seorang penulis utama studi dari Tim Respons Covid-19 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga turut menerangkan, tepat pada 30 April 2021, dari 3 juta kematian akibat Covid-19, sekitar 1,5 juta anak menjadi korban yang terabaikan akibat Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Dan dari sekian jumlah tersebut, dalam perjalanannya, tak menutup kemungkinan mengalami peningkatan, selama pandemi belum kunjung reda.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyatakan, kasus kematian Covid-19 yang meningkat juga berdampak pada jumlah anak yang kehilangan wali atau orang tuanya, sehingga menjadi yatim piatu. Serta, usia anak pun juga bisa rentan terpapar Covid-19. Di negara ini, sebanyak 12,6 persen pasien berasal dari kelompok usia anak.

Sebelum adanya pendemi, ada sekitar 140 juta anak di seluruh dunia yang menyandang status yatim piatu. Resiko para anak yatim piatu terhadap masalah kesehatan mental, kemiskinan, kekerasan fisik, emosional, serta seksual juga jauh lebih besar.  Begitu pun, besar kemungkinan mereka meninggal dunia karena bunuh diri. Atau akibat penyakit kronis seperti kanker, diabetes, stroke, juga penyakit lainnya.

Terlebih selama pandemi Covid-19, sebagaimana data yang ada, jumlah anak yang harus menerima kenyataan kehilangan pengasuh atau orangtua mereka kian menyesakkan dada. Pun, resiko jangka pendek dan panjang juga menimpa mereka, para anak yatim piatu.

Anak-anak yang seharusnya berhak memperoleh keamanan, perlindungan, kasih sayang, serta pendidikan yang layak dari para orangtua, kini kian beresiko mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental, rentan terhadap segala bentuk kekerasan baik fisik, psikis, maupun seksual, serta beresiko terjadinya kehamilan remaja.

Nah, tentunya, peringatan hari anak pada tahun ini, tak sedikit anak yang sedang tak baik-baik saja. Ada sekian banyak anak yang harus menerima segala kenyataan pahit yang mau tak mau harus diterima dan dilaluinya. Ada sekian banyak anak yang membutuhkan uluran tangan dan empati dari sesama suadara lainnya. Pastinya, sudah seharusnya negara berperan di tengah kondisi krisis bagi para anak di negara kita ini. Jelas, negara tak boleh melepaskan tanggungjawab terhadap rakyatnya, terutama mereka, anak-anak yang membutuhkan kehadiran negara. Wallahua’lam []

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Open Mic: Sumatera Barat Bicara Pengesahan RUU PKS

Next Post

Satu Sama Lain Tidak Merasa Paling, Tapi Saling

Septia Annur Rizkia

Septia Annur Rizkia

Biasa dipanggil Rizka. Salah satu anggota Puan Menulis, dan pekerja teks komersial.

Related Posts

Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan
Aktual

Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan

9 Maret 2026
Tokenisme
Uncategorized

Tokenisme, Ketika Perempuan Selalu Menjadi Biang Keladi Kesalahan Lelaki

9 Maret 2026
Peperangan
Pernak-pernik

Islam Tetapkan Etika Ketat dalam Peperangan

9 Maret 2026
International Women’s Day 2026
Publik

Refleksi International Women’s Day 2026: Di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

9 Maret 2026
Perang
Pernak-pernik

Perang dalam Islam Dipahami sebagai Tindakan Membela Diri

9 Maret 2026
Takjil
Publik

Budaya Takjil Sebagai Resistensi Sikap Individualisme

9 Maret 2026
Next Post
Paling

Satu Sama Lain Tidak Merasa Paling, Tapi Saling

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Peringati Hari Perempuan Internasional, Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan Desak Penguatan Perlindungan Perempuan
  • Tokenisme, Ketika Perempuan Selalu Menjadi Biang Keladi Kesalahan Lelaki
  • Islam Tetapkan Etika Ketat dalam Peperangan
  • Refleksi International Women’s Day 2026: Di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?
  • Perang dalam Islam Dipahami sebagai Tindakan Membela Diri

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0